<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pemukulan Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/pemukulan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/pemukulan/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Fri, 23 Oct 2026 04:16:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>pemukulan Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/pemukulan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pemukul Imam Masjid Al-Muhajirin Jalani Pemeriksaan Kejiwaan di RSUD Bontang</title>
		<link>https://bontangpost.id/pemukul-imam-masjid-al-muhajirin-jalani-pemeriksaan-kejiwaan-di-rsud-bontang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dwi Kurniawan Nugroho]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2026 03:59:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Imam masjid bontang]]></category>
		<category><![CDATA[pemukulan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=155894</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Bontang – Pria berusia 33 tahun yang memukul imam Masjid Al-Muhajirin saat salat Subuh berjamaah, Jumat (23/10/2026), dibawa ke RSUD Taman Husada Bontang untuk menjalani pemeriksaan kejiwaan. Kepala Seksi Bina Pengawasan dan Penyuluhan Satpol PP Bontang, Irwan Febrayana, mengatakan pria yang merupakan warga Kelurahan Tanjung Laut Indah itu telah diantar ke rumah sakit. Pemeriksaan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pemukul-imam-masjid-al-muhajirin-jalani-pemeriksaan-kejiwaan-di-rsud-bontang/">Pemukul Imam Masjid Al-Muhajirin Jalani Pemeriksaan Kejiwaan di RSUD Bontang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONTANGPOST.ID, Bontang –</strong> Pria berusia 33 tahun yang memukul imam Masjid Al-Muhajirin saat salat Subuh berjamaah, Jumat (23/10/2026), dibawa ke RSUD Taman Husada Bontang untuk menjalani pemeriksaan kejiwaan.</p>
<p>Kepala Seksi Bina Pengawasan dan Penyuluhan Satpol PP Bontang, Irwan Febrayana, mengatakan pria yang merupakan warga Kelurahan Tanjung Laut Indah itu telah diantar ke rumah sakit.</p>
<p>Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi kejiwaan pria itu. Hingga kini, belum ada hasil pemeriksaan yang memastikan apakah yang bersangkutan mengalami gangguan kejiwaan.</p>
<p>“Sudah kami antar ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan. Kalau ternyata tidak terbukti, akan diserahkan kembali ke Polres Bontang,” ungkap Irwan.</p>
<p>Sebelumnya, Pidana Umum (Pidum) Polres Bontang, IPDA Putra Ginting, yang mewakili Kasat Reskrim Polres Bontang AKP Putu Ari Sanjaya, membenarkan peristiwa pemukulan tersebut.</p>
<p>Putra mengatakan keluarga pria itu sempat mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) dan menyampaikan bahwa yang bersangkutan diduga mengalami gangguan kejiwaan. Polisi kemudian mengarahkan penanganannya ke Satpol PP untuk dibawa ke rumah sakit.</p>
<p>Diberitakan sebelumnya, seorang imam Masjid Al-Muhajirin di Jalan Juanda, Kelurahan Tanjung Laut, menjadi korban pemukulan saat memimpin salat Subuh berjamaah, Jumat (23/10/2026). Peristiwa itu terjadi tepat saat takbir pertama.</p>
<p>Kejadian tersebut sempat ramai beredar di media sosial dan grup WhatsApp. Dalam rekaman yang beredar, pria tersebut terlihat melayangkan pukulan kepada imam ketika salat baru dimulai.</p>
<p>Salah seorang jemaah, Mursalim, mengatakan pria itu berada di saf pertama sebelum tiba-tiba memukul bagian belakang leher imam menggunakan tangan kosong. Pukulan tersebut membuat tubuh korban terdorong ke depan, tetapi tidak sampai terjatuh.</p>
<p>Jemaah yang mengetahui kejadian itu langsung mengamankan pria tersebut. Saat ditanya mengenai alasannya memukul imam, pria itu tidak memberikan jawaban.</p>
<p>“Langsung kami amankan orangnya. Tenaganya lumayan kuat, makanya kami ikat,” ungkap Mursalim saat ditemui. <strong>(*) </strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pemukul-imam-masjid-al-muhajirin-jalani-pemeriksaan-kejiwaan-di-rsud-bontang/">Pemukul Imam Masjid Al-Muhajirin Jalani Pemeriksaan Kejiwaan di RSUD Bontang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Imam Masjid di Bontang Jadi Korban Pemukulan, Pelaku Diamankan Jemaah</title>
		<link>https://bontangpost.id/imam-masjid-di-bontang-jadi-korban-pemukulan-pelaku-diamankan-jemaah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dwi Kurniawan Nugroho]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2026 02:16:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Imam masjid bontang]]></category>
		<category><![CDATA[pemukulan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=155891</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Bontang – Seorang imam Masjid Al-Muhajirin di Jalan IR H Juanda, Kelurahan Tanjung Laut, menjadi korban pemukulan oleh orang tak dikenal (OTK) saat memimpin salat Subuh berjamaah, Jumat (23/10/2026). Peristiwa itu terjadi tepat ketika imam mengucapkan takbir pertama. Kejadian tersebut sempat ramai beredar di media sosial dan grup WhatsApp. Dalam rekaman yang beredar, seorang [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/imam-masjid-di-bontang-jadi-korban-pemukulan-pelaku-diamankan-jemaah/">Imam Masjid di Bontang Jadi Korban Pemukulan, Pelaku Diamankan Jemaah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONTANGPOST.ID, Bontang –</strong> Seorang imam Masjid Al-Muhajirin di Jalan IR H Juanda, Kelurahan Tanjung Laut, menjadi korban pemukulan oleh orang tak dikenal (OTK) saat memimpin salat Subuh berjamaah, Jumat (23/10/2026). Peristiwa itu terjadi tepat ketika imam mengucapkan takbir pertama.</p>
<p>Kejadian tersebut sempat ramai beredar di media sosial dan grup WhatsApp. Dalam rekaman yang beredar, seorang pria terlihat melayangkan pukulan kepada imam saat salat baru dimulai.</p>
<p>Salah seorang jemaah, Mursalim, mengatakan pria tersebut berada di saf pertama sebelum tiba-tiba memukul bagian belakang leher imam menggunakan tangan kosong. Akibat pukulan itu, tubuh korban terdorong ke depan, tetapi tidak sampai terjatuh.</p>
<p>Jemaah yang mengetahui kejadian tersebut langsung mengamankan pria itu. Saat ditanya mengenai alasannya memukul imam, pria tersebut tidak memberikan jawaban.</p>
<p>“Langsung kami amankan orangnya. Tenaganya lumayan kuat, makanya kami ikat,” ungkap Mursalim saat ditemui.</p>
<p>Usai salat Subuh, sekitar pukul 05.00 Wita, pria tersebut dibawa ke Polres Bontang. Saat diamankan, dia tidak membawa identitas diri.</p>
<p>Kasat Reskrim Polres Bontang AKP Putu Ari Sanjaya melalui anggota Pidana Umum (Pidum), IPDA Putra Ginting, membenarkan kejadian tersebut.</p>
<p>Putra mengatakan, keluarga pria tersebut telah mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) dan menyampaikan bahwa yang bersangkutan mengalami gangguan kejiwaan.</p>
<p>Polisi kemudian mengarahkan penanganan pria tersebut ke Satpol PP untuk selanjutnya dibawa ke rumah sakit guna menjalani pemeriksaan kejiwaan.</p>
<p>“Korban tidak membuat laporan polisi karena dia juga mengetahui kondisi pelaku,” pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/imam-masjid-di-bontang-jadi-korban-pemukulan-pelaku-diamankan-jemaah/">Imam Masjid di Bontang Jadi Korban Pemukulan, Pelaku Diamankan Jemaah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketua KNPI Kukar Sesalkan Pemukulan Warga Jonggon, Brimob Mengaku Siap Bertanggung Jawab</title>
		<link>https://bontangpost.id/ketua-knpi-kukar-sesalkan-pemukulan-warga-jonggon-brimob-mengaku-siap-bertanggung-jawab/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Jul 2025 09:27:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[Joggon]]></category>
		<category><![CDATA[pemukulan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=140267</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID &#8211; Ketua Caretaker Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kutai Kartanegara mengutuk keras tindakan represif yang diduga dilakukan oleh oknum anggota Polri terhadap masyarakat Jonggon di depan Mako Brimob Loa Ipuh Darat, Tenggarong. Dalam pernyataannya, Abdillah Ketua Caretaker KNPI Kukar menyayangkan tindakan kekerasan yang dilakukan aparat kepada warga, yang diduga menyebabkan salah satu warga [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/ketua-knpi-kukar-sesalkan-pemukulan-warga-jonggon-brimob-mengaku-siap-bertanggung-jawab/">Ketua KNPI Kukar Sesalkan Pemukulan Warga Jonggon, Brimob Mengaku Siap Bertanggung Jawab</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONTANGPOST.ID &#8211; </strong>Ketua Caretaker Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kutai Kartanegara mengutuk keras tindakan represif yang diduga dilakukan oleh oknum anggota Polri terhadap masyarakat Jonggon di depan Mako Brimob Loa Ipuh Darat, Tenggarong.</p>
<p>Dalam pernyataannya, Abdillah Ketua Caretaker KNPI Kukar menyayangkan tindakan kekerasan yang dilakukan aparat kepada warga, yang diduga menyebabkan salah satu warga mengalami luka akibat pemukulan.</p>
<p>“Slogan Polri sebagai pelindung dan pengayom masyarakat seharusnya diwujudkan dalam sikap dan tindakan yang humanis, bukan dengan cara represif seperti ini,” ujarnya.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa penyelesaian masalah, sekecil apa pun, seharusnya mengedepankan pendekatan persuasif dan dialogis, bukan kekerasan fisik.</p>
<p>Atas insiden ini, KNPI Kukar secara tegas meminta Kapolres Kukar dan Kapolda Kalimantan Timur untuk segera mengusut tuntas dugaan kekerasan tersebut dan menindak tegas oknum yang terlibat agar tidak mencoreng citra institusi Polri di mata masyarakat.</p>
<p>“Kami mendesak agar penanganan kasus ini dilakukan secara transparan dan akuntabel demi keadilan bagi warga yang menjadi korban,” katanya.</p>
<p>Sementara Komandan Pasukan Brimob II, Brigjen Pol Arif Budiman memastikan pihaknya akan bertanggung jawab penuh terhadap insiden kekerasan yang terjadi antarwarga Desa Jonggon, Kecamatan Loa Kulu, Kukar pada Kamis (17/7) dan Jumat (18/7) lalu.</p>
<p>Hal tersebut disampaikan Arif Budiman pada Minggu (20/7) kepada awak media. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal penuh proses hukum, sesuai dengan laporan masyarakat ke kepolisian resor setempat.</p>
<p>Ia juga memastikan pihaknya akan menanggung seluruh biaya pengobatan warga yang menjadi korban. “Semua biaya pengobatan warga yang menjadi korban kami tanggung. Kami juga akan kunjungi langsung keluarga korban,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, kejadian itu murni kesalahpahaman dan sudah diselesaikan secara damai. “Kita saling memaafkan,” tambahnya.</p>
<p>Untuk diketahui, sebanyak 18 hingga 19 warga desa Jonggon mengalami kekerasan dengan aksi pemukulan oleh anggota Brimob di Mako Korps Brimob II di Kelurahan Loa Ipuh Darat, Tenggarong. Kejadian ini akibat kesalahpahaman bersama personel Brimob yang sebelumnya melibatkan warga.</p>
<p>Akibat insiden ini beberapa dari mereka luka berat dan luka ringan, sehingga korban mesti dibawa ke rumah sakit. Sebagian dari warga yang terdampak melapor ke Polres Kukar untuk mendapatkan keadilan terhadap insiden yang menimpa mereka.</p>
<p>Pasca insiden ini, Brigjen Arif Budiman berharap jadi pelajaran kedua pihak. Sebagaimana kejadian ini dilatarbelakangi kesalahpahaman serta tersebarnya pesan provokasi. Ia juga mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi. Terutama yang beredar melalui media sosial dan grup percakapan.</p>
<p>“Kita ini sudah lama hidup berdampingan. Hubungan baik yang sudah terjalin jangan rusak karena hoaks atau emosi sesaat,” tegasnya.</p>
<p>Arif Budiman juga menegaskan bahwa institusinya tidak akan mengintervensi proses hukum. “Masalah proses hukum itu hak mereka, kami tidak akan menghalangi,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/ketua-knpi-kukar-sesalkan-pemukulan-warga-jonggon-brimob-mengaku-siap-bertanggung-jawab/">Ketua KNPI Kukar Sesalkan Pemukulan Warga Jonggon, Brimob Mengaku Siap Bertanggung Jawab</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kronologis Pemukulan Petugas BLT Versi Korban, Terduga Dipolisikan</title>
		<link>https://bontangpost.id/kronologis-pemukulan-petugas-blt-versi-korban-terduga-dipolisikan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2020 01:00:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[aniaya]]></category>
		<category><![CDATA[blt]]></category>
		<category><![CDATA[pemukulan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=76663</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Aksi nekat dilakukan oleh pria yang berdomisili di Kelurahan Berbas Pantai berinisial AS. Dia menganiaya Faisal, seorang petugas keamanan di Sekretariat Bantuan Langsung Tunai (BLT). Diduga aksi pelaku lantaran tak terima dirinya tak terdaftar sebagai penerima bantuan. Faisal menceritakan, awalnya pelaku datang mengunjungi sekretariat yang bermakas di Rumah Singgah Taman Pelangi. Berlokasi di [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/kronologis-pemukulan-petugas-blt-versi-korban-terduga-dipolisikan/">Kronologis Pemukulan Petugas BLT Versi Korban, Terduga Dipolisikan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id</strong> &#8211; Aksi nekat dilakukan oleh pria yang berdomisili di Kelurahan Berbas Pantai berinisial AS. Dia menganiaya Faisal, seorang petugas keamanan di Sekretariat Bantuan Langsung Tunai (BLT). Diduga aksi pelaku lantaran tak terima dirinya tak terdaftar sebagai penerima bantuan.</p>
<p>Faisal menceritakan, awalnya pelaku datang mengunjungi sekretariat yang bermakas di Rumah Singgah Taman Pelangi. Berlokasi di Jalan Parikesit, Kelurahan Bontang Baru, Kamis sekira pukul 12.00 Wita.</p>
<p>&#8220;Dia langsung marah kenapa namanya tidak tercantum sebagai penerima,&#8221; kata Faisal, dilansir <em>Kaltim Post</em> (induk bontagpost.id).</p>
<p>Selanjutnya, ia meminta pelaku untuk mengisi buku tamu terlebih dahulu. Dengan tujuan nanti bakal diarahkan ke pihak yang lebih berwenang.</p>
<p>&#8220;Tetapi dia (pelaku) langsung bilang, kamu ini tidak sopan dan langsung memukul saya,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Bogem itu menyasar kepala bagian belakang korban. Ia pun lantas meminta tolong ke rekan lain yang berada di lokasi. Sontak pelaku kabur meninggalkan area tersebut.</p>
<p>&#8220;Masih terasa sakit ini yang dipukul. Ini mata juga menjadi merah tiba-tiba,&#8221; terangnya.</p>
<p>Lurah Berbas Pantai Muhammad Rendhy Maulia membenarkan pelaku ialah warga Berbas Pantai. Sebenarnya upaya protes telah dilakukan di kantor kelurahan sebelumnya. Sebanyak dua kali. Baik pada bulan lalu atau awal bulan ini.</p>
<p>“Jadi dia tidak bisa menerima BLT daerah karena orangtuanya sudah terdaftar sebagai penerima BLT pusat,” kata Rendhy.</p>
<p>Secara regulasi, penyaluran BLT tidak bisa dobel. Saat tahap pertama keluarga ini pun tidak mendapatkan BLT. Pria ini sempat mendatangi ketua RT-nya untuk tetap didaftarkan. Karena tidak berhasil, pria itu memecah kartu keluarga supaya bisa masuk pada jilid kedua. Tertera tanggal pemecahan di kartu keluarga terbit 14 Mei. Sayangnya, data kementerian belum ada perubahan.</p>
<p>“Meski dipecah dalam kartu keluarga tetap tidak bisa menerima. Jika dilakukan maka status bantuan dari pusat wajib dicabut. Baik JKN-KIS maupun BLT-nya,” sebutnya.</p>
<p>Secara ekonomi, kondisi pelaku bergantung dari jasa pembongkaran ikan. Walaupun Rendhy tidak bisa memastikan pekerjaannya sebagai apa.</p>
<p>Kasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dissos-PM) Jamaluddin membenarkan bahwa orangtua pelaku masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Jika memilih untuk mendapatkan BLT daerah maka otomatis fasilitas JKN-KIS dan bantuan sosial dari pusat tidak didapatkannya lagi.</p>
<p>&#8220;Artinya demi yang tiga bulan ini pelaku berkoban untuk yang jangka panjang,&#8221; kata Jamaluddin. Ia pun ikut mengantar korban untuk melapor ke Mapolres Bontang setelah kejadian dan ke RS Amalia untuk menjalani visum. (*/ak/rdh/kpg)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/kronologis-pemukulan-petugas-blt-versi-korban-terduga-dipolisikan/">Kronologis Pemukulan Petugas BLT Versi Korban, Terduga Dipolisikan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
