<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Petugas disinfeksi Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/petugas-disinfeksi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/petugas-disinfeksi/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Sat, 26 Jun 2021 04:38:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>Petugas disinfeksi Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/petugas-disinfeksi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tunggakan Insentif Petugas Disinfeksi, Lima Bulan Terancam Tidak Dibayar</title>
		<link>https://bontangpost.id/tunggakan-insentif-petugas-disinfeksi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Jun 2021 05:00:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[insentif nakes]]></category>
		<category><![CDATA[Petugas disinfeksi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=87875</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id – Pemkot Bontang dalam waktu dekat akan merealisasikan pembayaran insentif bagi petugas disinfeksi. Namun terhitung tiga bulan di awal 2021. Meliputi Januari hingga Maret. Pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) Adi Permana mengatakan keterlambatan ini lantaran harus sesuai dengan prosedur surat pertanggungjawaban. “Harus diverifikasi kalau tidak masuk syarat-syaratnya belum bisa. Tidak bisa asal cair. Harus ada [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/tunggakan-insentif-petugas-disinfeksi/">Tunggakan Insentif Petugas Disinfeksi, Lima Bulan Terancam Tidak Dibayar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id</strong> <strong>–</strong> Pemkot Bontang dalam waktu dekat akan merealisasikan pembayaran insentif bagi petugas disinfeksi. Namun terhitung tiga bulan di awal 2021. Meliputi Januari hingga Maret. Pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) Adi Permana mengatakan keterlambatan ini lantaran harus sesuai dengan prosedur surat pertanggungjawaban.</p>
<p>“Harus diverifikasi kalau tidak masuk syarat-syaratnya belum bisa. Tidak bisa asal cair. Harus ada kelengkapan dokumen pendukungnya,” kata Adi.</p>
<p>Terkait dengan tunggakan Agustus-Desember 2020 itu tidak dianggarkan. Pasalnya refocusing anggaran baru terjadi di tahun ini. Disinggung perihal pembayaran sejak Maret-Juli 2020 telah dilakukan itu masuk dalam APBD Bontang. Termasuk untuk tim pendukung. Salah satunya ialah petugas pemakaman. Ia menjelaskan yang menjadi kewajiban pemerintah pusat hanya tenaga medis.</p>
<p>“Selain itu tidak ada. Tim supporting baik itu admin, petugas pemakaman, dan disinfeksi tidak termasuk,” ucapnya.</p>
<p>Disinggung potensi tunggakan lima bulan itu dibayar atau tidak, ia belum bisa memberikan keterangan pasti. Namun dipastikan itu tidak masuk dalam batang tubuh APBD Bontang kala itu.</p>
<p>“Kalau itu kewenangannya sekkot. Kalau dapat ya syukur tetapi kalau tidak ya apa boleh buat,” tutur dia.</p>
<p>Diberitakan sebelumnya, Dinas Kesehatan (Diskes) telah menyiapkan dokumen untuk pembayaran tunggakan tambahan penghasilan tersebu bagi petugas disinfeksi. Kasi Kesehatan Lingkungan dan Kesjaor Diskes Bambang Sri Mulyono mengatakan keterlambatan pembayaran karena penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) baru selesai pada akhir Maret.</p>
<p>Setelah ada keputusan refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19. Namun, itu belum bisa dieksekusi saat itu lantaran ada perbaikan di regulasi penunjang. Berupa surat keputusan.</p>
<p>“Sekarang sudah dibuatkan (SK). Sudah selesai semua tinggal tandatangan pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK),” kata Bambang.</p>
<p>Akan tetapi yang dianggarkan baru terhitung Januari sampai Maret 2021. Ia menjelaskan memang seharusnya itu dibuat hingga Desember. Tapi karena keterbatasan anggaran membuat skema penyaluran hanya tiga bulan di awal tahun.</p>
<p>Ia pun membantah jika ada perubahan besaran insentif atau uang pengganti transportasi. Rinciannya saat bertugas di pemakaman, nominal yang didapatkan ialah Rp 100 ribu. Ketika petugas melaksanakan penyemprotan disinfektan ke rumah pasien terkonfirmasi dihitung Rp 50 ribu per harinya. Dengan asumsi jam tugas empat jam.</p>
<p>“Memang di awal hitungannya per unit tetapi karena terbatasnya anggaran jadi dikalkulasi per hari,” ucapnya.</p>
<p>Bambang belum bisa membeberkan total anggaran yang dikucurkan untuk pos tersebut. Namun kisarannya mencapai 30 juta. Menyasar tujuh petugas dan dua pengawas lapangan. Disinggung mengenai tunggakan di 2020, ia juga belum bisa memberikan jawaban. Mengingat ranahnya berada di bagian perencanaan. Disinggung mengenai durasi penyaluran, ia mengatakan dalam waktu dekat ini.</p>
<p>“Saya tugasnya di lapangan jadi hanya mengumpulkan berkas saat petugas turun,” pungkasnya. <strong>(*/ak)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/tunggakan-insentif-petugas-disinfeksi/">Tunggakan Insentif Petugas Disinfeksi, Lima Bulan Terancam Tidak Dibayar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penyaluran Insentif Petugas Disinfeksi Dianggarkan Hanya Tiga Bulan</title>
		<link>https://bontangpost.id/penyaluran-insentif-petugas-disinfeksi-dianggarkan-hanya-tiga-bulan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Jun 2021 01:08:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[insentif nakes]]></category>
		<category><![CDATA[Petugas disinfeksi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=87825</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id – Teka-teki penyaluran insentif bagi petugas disinfeksi mulai ada titik terang. Dinas Kesehatan (Diskes) telah menyiapkan dokumen untuk pembayaran tunggakan tambahan penghasilan tersebut. Kasi Kesehatan Lingkungan dan Kesjaor Diskes Bambang Sri Mulyono mengatakan keterlambatan pembayaran karena penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) baru selesai pada akhir Maret. Setelah ada keputusan refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/penyaluran-insentif-petugas-disinfeksi-dianggarkan-hanya-tiga-bulan/">Penyaluran Insentif Petugas Disinfeksi Dianggarkan Hanya Tiga Bulan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="s3"><strong><span class="s2"><span class="bumpedFont15">bontangpost.id –</span></span></strong><span class="s2"><span class="bumpedFont15"> Teka-</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">teki penyaluran insentif bagi petugas disinfeksi mulai ada titik terang. Dinas Kesehatan (Diskes) telah menyiapkan dokumen untuk pembayaran tungg</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">akan </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">tamba</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">han penghasilan tersebut.</span></span></p>
<p class="s3"><span class="s2"><span class="bumpedFont15">Kasi Kesehatan Lingkung</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">an dan Kesjaor </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">Diskes </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">Ba</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">mbang Sri Mul</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">yono</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15"> mengatakan </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">keterlambatan pembayaran </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">karena penyusunan dokumen pelaks</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">anaan anggaran (DPA) baru selesai pada </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">akhir Maret. </span></span></p>
<p class="s3"><span class="s2"><span class="bumpedFont15">Setelah ada keputusan refocusing</span></span> <span class="s2"><span class="bumpedFont15">anggaran untuk penanganan Covid-19. Namun, itu belum </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">bi</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">sa dieksekusi saat itu lantaran ada perbaikan di regulasi penunjang. Berupa surat keputusan. </span></span></p>
<p class="s3"><span class="s2"><span class="bumpedFont15">“</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">Sekarang sudah dibuatkan (SK). Sudah selesai semua tinggal tandatangan </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK),</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">”</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15"> kata Bambang. </span></span></p>
<p class="s3"><span class="s2"><span class="bumpedFont15">Akan tetapi y</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">ang dianggarkan baru terhitung Januari sampai Maret 2021. </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">Ia menjelaskan m</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">emang </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">seharusnya </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">itu dibuat hingga Desember</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">. </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">T</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">api </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">karena k</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">e</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">terbatasan anggaran </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">membuat skema penyaluran hanya tiga bulan di awal tahun. </span></span></p>
<p class="s3"><span class="s2"><span class="bumpedFont15">I</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">a </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">pun memba</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">nt</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">ah jika </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">ada perubahan </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">besaran insentif atau uang pengganti transportasi</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">. </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">Rinciannya </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">saat bertugas di pemakaman, nominal yang didapatkan iala</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">h </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">R</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">p</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15"> 100 ribu</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">. Ketika petugas m</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">elaksanakan penyemprotan disinfektan ke rumah pasien terkonfirmasi dihitung Rp </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">50 ribu per harinya</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">. Dengan asumsi jam tugas empat jam</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">. </span></span></p>
<p class="s3"><span class="s2"><span class="bumpedFont15">“</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">Memang di awal hitungannya per unit tetapi karena terbatasnya anggaran jadi dikalkulasi per hari,</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">”</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">ucapnya.</span></span></p>
<p class="s3"><span class="s2"><span class="bumpedFont15">Bambang belum bisa membeberkan </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">total anggaran yang dikucurkan untuk pos tersebut. Namun kisarannya mencapai 30 juta. Menyasar tuju</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">h petugas dan dua pengawas lapangan. Disinggung mengenai tunggakan di 2020, ia juga belum bisa memberikan </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">jawaban. Mengingat ranahnya berada di bagian perencanaan. </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">Disinggung </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">men</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">genai </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">durasi penyalur</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">an, </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">ia mengatakan </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">dalam waktu dekat ini. </span></span></p>
<p class="s3"><span class="s2"><span class="bumpedFont15">“</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">Saya tugasnya di lapangan jadi hanya mengumpulkan berkas saat petugas turun,</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">”</span></span> <span class="s2"><span class="bumpedFont15">tutur dia. </span></span></p>
<p class="s3"><span class="s2"><span class="bumpedFont15">Salah satu petugas Donwori (bukan nama sebenarnya) m</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">engatakan </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">kepada Kaltim Post (grup bontangpost.id), bahwa pemberian insentif sejauh in</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">i baru </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">Maret sampai Juli 2020.</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15"> Setelah itu tidak ada pencairan yang masuk ke petugas. </span></span></p>
<p class="s3"><span class="s2"><span class="bumpedFont15">Jumlah petugas disinfeksi ialah sembilan orang. Dibagi dal</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">am dua tim. Tim pertama berisi </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">empat anggota dan satu </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">k</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">oordinator</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">.</span></span> <span class="s2"><span class="bumpedFont15">Area </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">tugas</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">nya</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">menca</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">kup wilayah Bontang </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">Selatan dan Kelur</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">ahan Bontang Baru. Sementara tim kedua berisi </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">satu </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">k</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">oordinator</span></span> <span class="s2"><span class="bumpedFont15">ditambah </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">tiga anggota.</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15"> Tim ini menyasar </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">Keca</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">matan </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">Bontang Utara </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">(selain Bontang Baru) d</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">an Bontang Bara</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">t.</span></span></p>
<p class="s3"><span class="s2"><span class="bumpedFont15">“</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">Tim kedua ini merangkap disinfeksi </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">saat pemakaman</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15"> jenazah Covid-19</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">. K</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">alau Bontang Lestari </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">kem</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">ungkinan di</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">ambil alih </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">oleh puskesmasnya karena jarang ada kasus</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">,</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">”</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15"> ucapnya.</span></span></p>
<p class="s3"><span class="s2"><span class="bumpedFont15">Awalnya besaran insentif </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">dijanjikan Rp 100 ribu per turun lapangan. Nominal itu berbeda bila ada pemakaman. Petugas pun berhak mendapatkan Rp 100 ribu tambah</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">an saat situasi tersebut terjad</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">i. </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">Akan tetapi</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15"> pasca lebaran 2021</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">, </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">nominal ini menga</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">lami penurunan</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">.</span></span></p>
<p class="s3"><span class="s2"><span class="bumpedFont15">“</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">Kami diberi tahu </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">perubahan </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">menjadi </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">Rp 50 ri</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">bu per turun</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15"> dan akan disalurkan Septe</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">mb</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">er nanti</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">. Diistilahkan pengganti uang transport saja</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">,</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">”</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15"> tutur dia.</span></span></p>
<p class="s3"><span class="s2"><span class="bumpedFont15">Ia pun meminta </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">tambaha</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">n penghasilan itu segera dicairkan. Mengingat resiko tugasnya sangat </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">besar. </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">Sebab berhadapan la</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">ngsung dengan pasien terkonfirmasi positif saat menyambangi rumah </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">bersangkutan. </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">R</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">esik</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">o itu bukan hanya secara pribadinya tetapi juga mengkhawatir</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">kan anggo</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">ta kelu</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">arganya di rumah. </span></span></p>
<p class="s3"><span class="s2"><span class="bumpedFont15">“</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">Kami mohon segera dicairkan. Jangan hanya sekedar janji. Kami tidak menunggu seandainya sejak awal tidak dijanjikan,</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">”</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15"> terangnya. </span></span></p>
<p class="s3"><span class="s2"><span class="bumpedFont15">Anggota Komisi II DPRD Nursalam men</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">yayangkan kondisi itu. Lantaran tunggakan itu terhitung Agustus 2020 hingga sekarang. </span></span></p>
<p class="s3"><span class="s2"><span class="bumpedFont15">“Pemkot teledor sekali jika tidak membayar di tahun anggaran 2020. Sesuai apa yang sudah dijanjikan kepada petugas,” kata</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15"> Salam.</span></span></p>
<p class="s3"><span class="s2"><span class="bumpedFont15">Pasal</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">nya, saat itu terdapat dana dari pemerintah pusat. Terkhusus mereka yang terlibat dalam penanganan Covid-19. Pada tahun ini kebijakan itu dilimpahkan ke daerah. Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 17/2021. Politisi Golkar ini memint</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">a untuk seger</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">a disalurkan dalam waktu dekat. Apalagi kondisi pandemi Covid-19 belum berakhir.  </span></span></p>
<p class="s3"><span class="s2"><span class="bumpedFont15">“Harus dibayarkan</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">. Entah lewat mana terpenting tidak menabrak regulasi</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">. Saya pertanyakan itu kenapa 2020 belum terbayarkan sementara dana dari pusat ada,” </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">pungkasnya. <strong>(*/ak)</strong></span></span></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/penyaluran-insentif-petugas-disinfeksi-dianggarkan-hanya-tiga-bulan/">Penyaluran Insentif Petugas Disinfeksi Dianggarkan Hanya Tiga Bulan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
