<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>sekolah perbatasan Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/sekolah-perbatasan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/sekolah-perbatasan/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Sun, 17 Nov 2019 22:46:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>sekolah perbatasan Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/sekolah-perbatasan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Miris, Anak-Anak di Perbatasan Lebih Memilih Sekolah ke Malaysia</title>
		<link>https://bontangpost.id/miris-anak-anak-di-perbatasan-lebih-memilih-sekolah-ke-malaysia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Nov 2019 23:00:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[perbatasan]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah perbatasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=66887</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sekolah Dasar Negeri 04 Merakai Panjang, Kecamatan Puring Kencana wilayah Kapuas Hulu Kalimantan Barat, sempat kekurangan siswa karena rata-rata anak di daerah tersebut lebih memilih sekolah ke Negara Malaysia, dibanding di negara sendiri. Kondisi sekolah di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia, ini tentunya sangat miris karena sudah berlangsung cukup lama. “Tahun ini kami tidak mendapatkan siswa baru, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/miris-anak-anak-di-perbatasan-lebih-memilih-sekolah-ke-malaysia/">Miris, Anak-Anak di Perbatasan Lebih Memilih Sekolah ke Malaysia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sekolah Dasar Negeri 04 Merakai Panjang, Kecamatan Puring Kencana wilayah Kapuas Hulu Kalimantan Barat, sempat kekurangan siswa karena rata-rata anak di daerah tersebut lebih memilih sekolah ke Negara Malaysia, dibanding di negara sendiri. Kondisi sekolah di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia, ini tentunya sangat miris karena sudah berlangsung cukup lama.</p>
<p>“Tahun ini kami tidak mendapatkan siswa baru, karena para orang tua dan anak-anak lebih memilih sekolah di negara tetangga Malaysia,” kata Kepala SDN 04 Merakai Panjang, Lambertus Ngenget, di Desa Merakai Panjang, Kecamatan Puring Kencana, wilayah Kapuas Hulu, Minggu (17/11/2019).</p>
<p>Menurut Lambertus, jumlah murid SDN 04 Merakai Panjang saat ini hanya sekitar 12 siswa, bahkan dari tahun ke tahun ada saja siswa keluar sekolah dan memilih melanjutkan sekolahnya di Malaysia.</p>
<p>Menurut dia, sebagai pihak sekolah hanya bisa memberikan pemahaman kepada para orang tua mau pun muridnya. Akan tetapi hal tersebut tidak menjadi penghalang orangtua untuk menyekolahkan anaknya ke Malaysia.</p>
<p>“Tentu sarana dan prasarana menjadi faktor penyebab orang tua menyekolahkan anaknya ke Malaysia, kami tidak bisa berbuat banyak, karena memang kondisi SD Merakai Panjang itu banyak yang rusak,” jelas Lambertus.</p>
<p>Oleh sebab itu, kata Lambartus, dengan adanya program pengabdian tanpa batas tentara di perbatasan (Petasan) sangat membantu, karena memang melalui program tersebut SDN 04 Merakai Panjang dilakukan perehaban.</p>
<p>“Semoga saja dengan adanya Petasan itu dapat memberikan motivasi kepada kami sebagai guru dan masyarakat untuk mencerdaskan anak bangsa di perbatasan,” harap Lambertus.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kapuas Hulu, Petrus Kusnadi juga membenarkan bahwa rata-rata para orangtua masyarakat perbatasan menyekolahkan anak-anaknya ke Negara Malaysia.</p>
<p>Menurut Petrus, persoalan itu dilema berat, pertimbangan para orangtua di perbatasan itu berbagai faktor, pertimbangan politik dan sosiologis.</p>
<p>“Saya rasa ini PR bagi pemerintah Indonesia, bagaimana memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan khususnya di daerah perbatasan,” ujar Petrus.</p>
<p>Pertimbangan politisnya kata Petrus, anak-anak perbatasan juga kebanyakan lahir di Malaysia, dimana memiliki jaminan pendidikan dan pekerjaan.</p>
<p>“Jadi di Malaysia sangat jelas dan terjamin bagi pelajar setelah tamat sekolah bisa langsung dijamin pekerjaan, saya rasa itu salah satu juga pertimbangan orangtua murid,” kata Petrus.</p>
<p>Menurut Petrus, kondisi pendidikan di perbatasan juga sudah sering disampaikan ke pemerintah pusat, karena harus kita akui bahwa kualitas pendidikan di Malaysia cukup baik, karena di dukung fasilitas yang memadai.</p>
<p>“Semoga kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah pusat, karena Dinas Pendidikan Kapuas Hulu tidak bisa berjalan sendiri dalam mengatasi persoalan tersebut,” pinta Petrus.(jpc)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/miris-anak-anak-di-perbatasan-lebih-memilih-sekolah-ke-malaysia/">Miris, Anak-Anak di Perbatasan Lebih Memilih Sekolah ke Malaysia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
