<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Siswa berprestasi Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/siswa-berprestasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/siswa-berprestasi/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Feb 2026 11:33:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>Siswa berprestasi Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/siswa-berprestasi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Film Pendek Karya Pelajar Bontang Lolos Ajang Internasional di India</title>
		<link>https://bontangpost.id/film-pendek-karya-pelajar-bontang-lolos-ajang-internasional-di-india/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dwi Kurniawan Nugroho]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Feb 2026 11:33:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Siswa berprestasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=147517</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Bontang – Seniman muda asal Bontang, I Putu Airlangga Devassya Dhananjaya (13), kembali mengharumkan nama daerah. Film pendeknya berjudul Zavi: Miles for Miracle berhasil masuk Official Selection ajang bergengsi Dadasaheb Phalke International Film Festival (DPIFF) 2026 di India. Deva—sapaan akrabnya—mengaku terdorong mengikuti ajang internasional berkat dukungan orang tua. “Atas dorongan orang tua, saya mengirim [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/film-pendek-karya-pelajar-bontang-lolos-ajang-internasional-di-india/">Film Pendek Karya Pelajar Bontang Lolos Ajang Internasional di India</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONTANGPOST.ID, Bontang –</strong> Seniman muda asal Bontang, I Putu Airlangga Devassya Dhananjaya (13), kembali mengharumkan nama daerah. Film pendeknya berjudul Zavi: Miles for Miracle berhasil masuk Official Selection ajang bergengsi Dadasaheb Phalke International Film Festival (DPIFF) 2026 di India.</p>
<p>Deva—sapaan akrabnya—mengaku terdorong mengikuti ajang internasional berkat dukungan orang tua.</p>
<p>“Atas dorongan orang tua, saya mengirim karya saya dan mencoba di ajang internasional,” ungkapnya.</p>
<p>Film bergenre drama tersebut mengangkat kisah seorang ojek online (ojol) muda yang menjadi tulang punggung keluarga setelah sang ayah meninggal dunia. Tokoh utama digambarkan harus putus sekolah karena kondisi ekonomi dan dihadapkan pada pilihan sulit: melanjutkan pendidikan atau menyelamatkan perekonomian keluarga.</p>
<p>Cerita ini sarat pesan tentang perjuangan hidup, tanggung jawab, dan pengorbanan seorang anak demi keluarga.</p>
<p>Sebelumnya, pada 24 Januari 2026, Deva juga meraih penghargaan dalam ajang se-ASEAN, Star Iconic Grand Honors Award di Jakarta. Ia menyabet Most Visionary Iconic Professional of the Year Award 2026 kategori Iconic Young Visionary &amp; Creative Digital Talent Award. Film Zavi: Miles for Miracle turut mendapat apresiasi dalam ajang tersebut.</p>
<p>Tak hanya di dunia film, Deva juga merambah industri musik internasional. Single perdananya berjudul “Ketika Ada Ibu” dengan nama panggung Fattah masuk nominasi di Hollywood World Entertainment Awards serta menjadi finalis di Los Angeles InterContinental Music Awards 2026. Ia masuk kategori Best Newcomer, Best Music Artist Male, dan Best Pop Song. Pengumuman pemenang dijadwalkan pada Maret mendatang.</p>
<p>Deva merupakan siswa kelas VII SMP Vidatra Bontang, putra pasangan Ida Ayu Laksmi Arnita Utari dan I Wayan Santika. Meski belum genap 14 tahun, ia telah mengoleksi berbagai prestasi di bidang seni, akademik, dan olahraga.</p>
<p>Di antaranya Gold Award International Mathematics, Science, Social Studies and Language Competition (IMSSLC) 2025, Juara 1 Kejuaraan Taekwondo Wali Kota Bontang Open 2025, Juara 3 Koni Bayan Taekwondo Championship 2025, Juara 2 Kompetisi Sains Pelajar Nasional (KSPN) tingkat nasional, 1st Winner Best Favorite National English Olympiad Top Star Academy 2025, serta Juara 2 Kyorugi Cadet Putra Pemula Koni Bayan Taekwondo Championship 2024.</p>
<p>Meski telah meraih banyak prestasi, Deva menegaskan tak ingin cepat berpuas diri. Ia berencana menggarap film pendek baru untuk diikutsertakan dalam ajang internasional di Prancis.</p>
<p>“Saya ingin terus berkarya dan membawa nama Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi,” pungkasnya.<strong> (*) </strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/film-pendek-karya-pelajar-bontang-lolos-ajang-internasional-di-india/">Film Pendek Karya Pelajar Bontang Lolos Ajang Internasional di India</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Muhammad Raifandra Azzalfan, Siswa SMA 1 Bontang Melaju ke Level Nasional Berkat Suara dan Ketekunan</title>
		<link>https://bontangpost.id/muhammad-raifandra-azzalfan-siswa-sma-1-bontang-melaju-ke-level-nasional-berkat-suara-dan-ketekunan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Nov 2025 00:00:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Society]]></category>
		<category><![CDATA[disdikbud bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Siswa berprestasi]]></category>
		<category><![CDATA[SMA Negeri 1 Bontang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=144537</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Bontang &#8211; Di balik panggung Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat kota hingga provinsi, ada satu nama yang mencuri perhatian: Muhammad Raifandra Azzalfan. Siswa kelas XII SMA 1 Bontang itu berhasil menembus persaingan ketat hingga keluar sebagai juara pertama tingkat Kalimantan Timur. Kini, langkahnya berlanjut ke tingkat nasional, semua berawal dari kebiasaan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/muhammad-raifandra-azzalfan-siswa-sma-1-bontang-melaju-ke-level-nasional-berkat-suara-dan-ketekunan/">Muhammad Raifandra Azzalfan, Siswa SMA 1 Bontang Melaju ke Level Nasional Berkat Suara dan Ketekunan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="257" data-end="422"><strong>BONTANGPOST.ID, Bontang &#8211;</strong> Di balik panggung Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat kota hingga provinsi, ada satu nama yang mencuri perhatian: Muhammad Raifandra Azzalfan.</p>
<p data-start="424" data-end="650">Siswa kelas XII SMA 1 Bontang itu berhasil menembus persaingan ketat hingga keluar sebagai juara pertama tingkat Kalimantan Timur. Kini, langkahnya berlanjut ke tingkat nasional, semua berawal dari kebiasaan sederhana di rumah.</p>
<p data-start="652" data-end="879">Raifandra mengenal dunia olah vokal sejak kecil, tumbuh di lingkungan keluarga yang akrab dengan musik. Orangtua dan kakaknya sering bernyanyi, dan dari kebiasaan itulah minatnya tumbuh.</p>
<p data-start="652" data-end="879">“Saya suka nyanyi dari kecil,” ujarnya.</p>
<p data-start="881" data-end="1027">Keseriusannya baru muncul saat SMA. Pada masa SMP, pandemi Covid-19 membuatnya tak banyak mengikuti kompetisi. “Mulai seriusnya di SMA,” bebernya.</p>
<p data-start="1029" data-end="1312">Menariknya, Raifandra bukan lulusan kursus vokal mana pun. Ia belajar secara mandiri melalui YouTube, penyanyi favorit, serta bimbingan guru seni musik di sekolah. “Saya belajar sendiri, biasanya tiru teknik dari penyanyi yang saya suka,” tutur pelajar kelahiran 10 Agustus 2007 itu.</p>
<p data-start="1314" data-end="1640">Menuju FLS2N, ia menjalani persiapan panjang. Hampir setiap hari ia berlatih—dari pernapasan, pemanasan vokal, hingga memperkuat artikulasi. Ia juga melalui seleksi internal sekolah sebelum ditunjuk sebagai perwakilan. “Saya terpilih mewakili sekolah,” kata siswa yang berdomisili di Jalan Selat Lombok RT 5, Tanjung Laut ini.</p>
<p data-start="1642" data-end="1858">Di tingkat kota dan provinsi, Ia membawakan lagu “Manusia Kuat” milik Tulus. Lagu tersebut memiliki tantangan tersendiri pada nada tinggi dan penghayatan.</p>
<p data-start="1642" data-end="1858">“Penekanannya ada pada emosi dan kestabilan suara,” sebutnya.</p>
<p data-start="1860" data-end="2125">Lomba tingkat kota digelar secara online. Peserta dari sekolah lain memiliki karakter dan teknik vokal mumpuni, bahkan beberapa mengikuti kursus. Hal itu sempat membuatnya minder, namun ia tetap tampil maksimal. Tanpa disangka, ia meraih juara pertama tingkat kota.</p>
<p data-start="2127" data-end="2367">Pada tingkat provinsi yang digelar di Balikpapan, 6–8 Agustus lalu, ia kembali menghadapi pesaing kuat dari berbagai kota. “Kaget dengar suara mereka,” kenangnya. Namun kerja keras dan fokusnya berbuah manis. Dia kembali meraih juara pertama.</p>
<p data-start="2369" data-end="2645">Di tingkat nasional, persaingan jauh lebih ketat. Seluruh peserta merupakan juara dari provinsi masing-masing. Pada ajang ini, Raifandra membawakan dua lagu, “Senandung Negeriku” sebagai lagu wajib dan “Belang Hatta” sebagai lagu daerah.</p>
<p data-start="2369" data-end="2645">“Semua pesaing kuat,” ujarnya singkat.</p>
<p data-start="2647" data-end="2787">Kini, Raifandra membawa nama Kota Bontang di panggung tertinggi FLS2N. Targetnya pun realistis: tampil maksimal dan memberikan yang terbaik.</p>
<p data-start="2789" data-end="3028">Ia telah membuktikan bahwa kerja keras, konsistensi, dan keberanian melawan rasa minder dapat membawa seseorang melampaui batas dirinya sendiri. Berdasarkan jadwal, kompetisi tingkat nasional akan dimulai Kamis (20/11/2025) di Jakarta. <strong>(ak)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/muhammad-raifandra-azzalfan-siswa-sma-1-bontang-melaju-ke-level-nasional-berkat-suara-dan-ketekunan/">Muhammad Raifandra Azzalfan, Siswa SMA 1 Bontang Melaju ke Level Nasional Berkat Suara dan Ketekunan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kemal Al Arif Istiyono, Siswa SMPN 1 Bontang Raih Juara Lomba Gambar Peta Internasional di Kanada</title>
		<link>https://bontangpost.id/kemal-al-arif-istiyono-siswa-smpn-1-bontang-raih-juara-lomba-gambar-peta-internasional-di-kanada/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Aug 2025 08:00:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Siswa berprestasi]]></category>
		<category><![CDATA[smpn 1 bontang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=141615</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Bontang. Kemal Al Arif Istiyono, siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Bontang, berhasil meraih juara 2 dalam ajang bergengsi Barbara Petchenik Award International Cartographic Conference yang digelar di Kanada, 18–22 Agustus 2025 lalu. Dalam kategori usia 14–15 tahun, karya Kemal berhasil menyisihkan ratusan peserta dari berbagai negara. Meski [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/kemal-al-arif-istiyono-siswa-smpn-1-bontang-raih-juara-lomba-gambar-peta-internasional-di-kanada/">Kemal Al Arif Istiyono, Siswa SMPN 1 Bontang Raih Juara Lomba Gambar Peta Internasional di Kanada</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="282" data-end="591"><strong>BONTANGPOST.ID –</strong> Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Bontang. Kemal Al Arif Istiyono, siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Bontang, berhasil meraih juara 2 dalam ajang bergengsi Barbara Petchenik Award International Cartographic Conference yang digelar di Kanada, 18–22 Agustus 2025 lalu.</p>
<p data-start="593" data-end="817">Dalam kategori usia 14–15 tahun, karya Kemal berhasil menyisihkan ratusan peserta dari berbagai negara. Meski belum meraih juara utama, pencapaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga, sekolah, dan Kota Bontang.</p>
<p data-start="819" data-end="986">“Kami dapat kabar dari website resmi lomba. Ternyata lukisan anak saya masuk juara 2 internasional. Tentu kami sangat bangga,” ungkap ayah Kemal, Dwi Bakti Istiyono.</p>
<p data-start="988" data-end="1245">Bakat seni Kemal sudah terlihat sejak kecil. Sejumlah prestasi tingkat lokal, provinsi, hingga nasional pernah diraih sebelum akhirnya menembus panggung dunia. Dukungan dari sekolah dan keluarga turut menjadi kunci keberhasilan siswa berusia 13 tahun ini.</p>
<p data-start="1247" data-end="1453">Tak berhenti sampai di sini, Kemal kini tengah bersiap mengikuti lomba melukis tingkat provinsi yang akan digelar Universitas Mulawarman. “Mohon doanya agar bisa kembali juara,” ujar Kemal penuh semangat.</p>
<p data-start="1247" data-end="1453"><strong>Profil Singkat Kemal Al Arif Istiyono</strong></p>
<ul data-start="1504" data-end="1652">
<li data-start="1504" data-end="1540">
<p data-start="1506" data-end="1540">Nama: Kemal Al Arif Istiyono</p>
</li>
<li data-start="1541" data-end="1563">
<p data-start="1543" data-end="1563">Usia: 13 tahun</p>
</li>
<li data-start="1564" data-end="1614">
<p data-start="1566" data-end="1614">Sekolah: SMP Negeri 1 Bontang (kelas VIII)</p>
</li>
</ul>
<p data-start="1654" data-end="1683"><strong>Beberapa Prestasi Kemal</strong></p>
<ul data-start="1684" data-end="2016">
<li data-start="1684" data-end="1749">
<p data-start="1686" data-end="1749">Juara 1 Lomba Gambar tingkat SD HUT Kota Bontang ke-24 (2023)</p>
</li>
<li data-start="1750" data-end="1822">
<p data-start="1752" data-end="1822">Juara 1 FLS2N cabang gambar bercerita tingkat Provinsi Kaltim (2023)</p>
</li>
<li data-start="1823" data-end="1883">
<p data-start="1825" data-end="1883">Juara 1 Lomba Gambar Nasional Badan Geospasial RI (2025)</p>
</li>
<li data-start="1884" data-end="1933">
<p data-start="1886" data-end="1933">Juara 2 Lomba Cipta Maskot KPU Bontang (2024)</p>
</li>
<li data-start="1934" data-end="2016">
<p data-start="1936" data-end="2016">Juara 2 Lomba Gambar Peta Internasional Barbara Petchenik Award, Kanada (2025)</p>
</li>
</ul>
<p data-start="2018" data-end="2125">Dengan sederet prestasi ini, Kemal menjadi salah satu talenta muda Bontang yang patut mendapat apresiasi. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/kemal-al-arif-istiyono-siswa-smpn-1-bontang-raih-juara-lomba-gambar-peta-internasional-di-kanada/">Kemal Al Arif Istiyono, Siswa SMPN 1 Bontang Raih Juara Lomba Gambar Peta Internasional di Kanada</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
