<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>vaksin pelajar Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/vaksin-pelajar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/vaksin-pelajar/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Sun, 02 Jan 2022 07:45:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>vaksin pelajar Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/vaksin-pelajar/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Lepas Target Capaian Vaksinasi di Kaltim, Pembelajaran Tatap Muka SMA Sederajat Terancam Diundur</title>
		<link>https://bontangpost.id/lepas-target-capaian-vaksinasi-di-kaltim-pembelajaran-tatap-muka-sma-sederajat-terancam-diundur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Jan 2022 08:00:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[ptm]]></category>
		<category><![CDATA[vaksin pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[vaksinasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=94577</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Pembelajaran tatap muka (PTM) untuk SMA sederajat di Kaltim tampaknya bakal molor. Semula, PTM mulai dilaksanakan awal tahun ini. Namun, persyaratan kesehatan rupanya belum memenuhi syarat yang diperintahkan gubernur. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim Anwar Sanusi mengatakan, salah satu hal yang membolehkan digelarnya PTM untuk SMA sederajat adalah capaian vaksinasi. Sayangnya [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/lepas-target-capaian-vaksinasi-di-kaltim-pembelajaran-tatap-muka-sma-sederajat-terancam-diundur/">Lepas Target Capaian Vaksinasi di Kaltim, Pembelajaran Tatap Muka SMA Sederajat Terancam Diundur</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-reader-unique-id="1"><strong>bontangpost.id &#8211;</strong> Pembelajaran tatap muka (PTM) untuk SMA sederajat di Kaltim tampaknya bakal molor. Semula, PTM mulai dilaksanakan awal tahun ini. Namun, persyaratan kesehatan rupanya belum memenuhi syarat yang diperintahkan gubernur.</p>
<p data-reader-unique-id="1">Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim Anwar Sanusi mengatakan, salah satu hal yang membolehkan digelarnya PTM untuk SMA sederajat adalah capaian vaksinasi. Sayangnya capaian vaksinasi belum sesuai harapan.</p>
<p data-reader-unique-id="2">&#8220;Vaksin belum mencapai target. Pak gubernur (Isran Noor), ketua satgas (Covid-19), belum mengizinkan,&#8221; kata Anwar.</p>
<p data-reader-unique-id="2">Sebenarnya, capaian vaksinasi dosis pertama di Kaltim secara keseluruhan pada umumnya sudah mencapai 82 persen. Sementara capaian vaksinasi remaja secara keseluruhan yang notabene pelajar SMP dan SMA, dari total 397.462 orang, sebanyak 83,12 persen remaja sudah divaksin. Namun, jika mengacu pada masing-masing kabupaten/kota, tak semuanya sesuai target 75 persen untuk dosis pertama.</p>
<p data-reader-unique-id="11">Meski mayoritas capaian vaksinasi remaja di berbagai kota/kabupaten di Kaltim lebih dari 80 persen, masih ada Kutai Timur yang hanya 56,88 persen dan Mahakam Ulu yang 60,40 persen. &#8220;Saya sudah ajukan permohonan tatap muka sesuai daerah. Namun, kemarin saya ajukan permohonan tatap muka sesuai daerah tidak bisa karena ada 100 persen, 90 persen divaksin, tapi ada yang 50 persen,&#8221; sambungnya.</p>
<p data-reader-unique-id="11">Sebelumnya, Pemprov Kaltim berencana membuka PTM di semester kedua tahun ajaran 2021/2022 jika target vaksinasi seluruhnya terpenuhi. Diharapkan, Desember 2021 proses vaksinasi bisa digeber. Namun, capaian tinggi vaksinasi belum merata. Di sisi lain, pihak SMA sederajat juga masih menunggu bagaimana arahan dari Pemprov Kaltim.</p>
<p data-reader-unique-id="11">Kepala SMA 17 Abdul Rozak Fachruddin mengatakan, pihaknya sudah siap melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan. Namun, mereka tentu saja menggantungkan keputusan pada pemangku kebijakan. &#8220;Menunggu edaran dari provinsi, karena kewenangan SMA ada pada gubernur,&#8221; kata dia.</p>
<p data-reader-unique-id="11">Tentu saja, disebut dia, koordinasi dengan Satgas Covid-19 juga terus dilakukan. Dia memaparkan, sejak Oktober lalu, anak muridnya mayoritas sudah divaksin. Pihaknya pun sudah melakukan vaksinasi khusus untuk siswa di SMA-nya. SMA 17 pun menjadi salah satu sekolah SMA di Kaltim yang melaksanakan vaksin pelajar di awal. Dia membeberkan, sebenarnya vaksin diberikan sesuai jumlah siswa. Namun, ada beberapa hal yang membuat siswa tidak bisa ikut vaksinasi, mulai sakit atau ternyata juga sudah mendapat vaksin di luar. &#8220;Gurunya juga sudah divaksin semua,&#8221; kata Rozak.</p>
<p data-reader-unique-id="27">Belum lama ini, menteri kesehatan (menkes), menteri dalam negeri (mendagri), menteri pendidikan, kebudayaan, riset, dan teknologi (mendikbudristek), dan menteri agama (menag), menetapkan penyesuaian Surat Keputusan Bersama (SKB) Nomor 05/KB/2021 Nomor 1347 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/6678/2021, Nomor 443-5847 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.</p>
<p data-reader-unique-id="35">SKB empat menteri ini, menurut Mendikbudristek Nadiem Makarim, ditetapkan melalui berbagai pertimbangan yang matang demi kemaslahatan bersama, khususnya masa depan anak-anak Indonesia.</p>
<p data-reader-unique-id="36">“Pendidikan adalah hak setiap warga negara dan merupakan tanggung jawab bersama. Pemulihan pendidikan tidak kalah pentingnya dengan pemulihan ekonomi,” ujarnya.</p>
<p data-reader-unique-id="36">Dia mengatakan, sudah hampir dua tahun anak-anak melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Namun, berbagai riset menunjukkan bahwa pandemi menimbulkan kehilangan pembelajaran (learning loss) yang signifikan. &#8220;Anak-anak berhak bersekolah sebagaimana mestinya. Pemulihan pembelajaran sudah sangat mendesak untuk dilakukan selagi masih bisa kita kejar,” terang Menteri Nadiem di Jakarta, Kamis (23/12).</p>
<p data-reader-unique-id="39"><strong>Pakai Dua Skema, Vaksinasi Booster Dimulai 12 Januari</strong></p>
<p data-reader-unique-id="40">Sementara itu, pemerintah akhirnya mengumumkan jadwal vaksinasi booster Covid-19 untuk masyarakat. Per 12 Januari, vaksinasi ketiga itu akan dimulai.</p>
<p data-reader-unique-id="41">Sebelumnya, vaksin booster hanya diperuntukkan tenaga kesehatan. “Pemerintah memilih untuk mendahulukan kelompok rawan, yakni lansia atau lanjut usia,” kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang mengumumkan jadwal vaksinasi booster saat mengunjungi pelaksanaan vaksinasi di SD Kemanggisan 05 Pagi, Jakarta, (31/12).</p>
<p data-reader-unique-id="42">Selain lansia, vaksinasi booster bakal menyasar kelompok rentan sebagai peserta penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan yang diberikan secara gratis. Selanjutnya, program booster akan dilanjutkan kepada masyarakat umum non-PBI dengan skema berbayar.</p>
<p data-reader-unique-id="43">Sampai kemarin pukul 19.30, cakupan vaksinasi tahap I golongan lansia masih mencapai 65,56 persen. Sementara target vaksinasi lansia adalah 21.553.118 orang.</p>
<p data-reader-unique-id="44">Airlangga yang juga menjabat ketua KPCPEN (Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional) menjelaskan, vaksinasi booster ini bakal menggunakan dua skema. Pertama, vaksin pertama hingga ketiga menggunakan merek vaksin yang sama. Kedua, memakai merek yang berbeda. Skema tersebut sudah mendapatkan izin dari Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional atau ITAGI. <strong>(nyc/riz/k16)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/lepas-target-capaian-vaksinasi-di-kaltim-pembelajaran-tatap-muka-sma-sederajat-terancam-diundur/">Lepas Target Capaian Vaksinasi di Kaltim, Pembelajaran Tatap Muka SMA Sederajat Terancam Diundur</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PTM Kejar Capaian 60 Persen, Masih Ada Orangtua Larang Anak Divaksin</title>
		<link>https://bontangpost.id/ptm-kejar-capaian-60-persen-masih-ada-orangtua-larang-anak-divaksin/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Aug 2021 04:00:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[vaksin pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[vaksinasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=89706</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id – Pemkot Bontang terus menggenjot capaian vaksinasi pelajar. Mengingat pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) baru bisa digeber setelah cakupannya melewati 60 persen. Di hari kedua pelaksanaan vaksinasi yang bekerja sama dengan Badan Intelejen Negara (BIN) Kaltim tersebut menyasar dua sekolah. Meliputi SMPN 1 dan SMAN 1 Bontang. Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Adi Permana menyebut [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/ptm-kejar-capaian-60-persen-masih-ada-orangtua-larang-anak-divaksin/">PTM Kejar Capaian 60 Persen, Masih Ada Orangtua Larang Anak Divaksin</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id –</strong> Pemkot Bontang terus menggenjot capaian vaksinasi pelajar. Mengingat pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) baru bisa digeber setelah cakupannya melewati 60 persen. Di hari kedua pelaksanaan vaksinasi yang bekerja sama dengan Badan Intelejen Negara (BIN) Kaltim tersebut menyasar dua sekolah. Meliputi SMPN 1 dan SMAN 1 Bontang.</p>
<p>Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Adi Permana menyebut kuota yang dialokasikan di tiap sekolah itu sejumlah 600 dosis. Bila diakumulasikan dengan penyaluran sebelumnya maka telah mencapai 1.500 dosis. “Capaian paling banyak hari ini (kemarin) karena langsung 1.200 dosis diselesaikan untuk dua sekolah,” kata Adi.</p>
<p>Ia menjelaskan merek vaksin yang disalurkan ke pelajar ialah sinovac. Pasalnya hingga saat ini belum ada uji klinis merek moderna terhadap rentan umur pelajar. Mulai usia 12-17 tahun.</p>
<p>“Jadi belum bisa pakai moderna,” ucapnya.</p>
<p>Data Satgas cakupan vaksinasi untuk pelajar mengalami peningkatan. Sebelumnya berada di angka 0,6 persen. Per 20 Agustus naik menjadi 5,8 persen. Dari target 18.929 remaja baru tercapai 1.090 di dosis pertama. Sementara dosis kedua baru menyasar 54 remaja atau 0,3 persen.</p>
<p>Sementara Kepala SMPN 1 Riyanto menjelaskan dari total 837 siswa, sudah tersalurkan 612. Sejumlah 225 siswa, belum mendapat dosis pertama lantaran sejumlah alasan. Mulai dari masih melakukan isolasi mandiri, sedang sakit, dan berada di luar daerah.</p>
<p>“Ada juga orangtua yang tidak setuju anaknya divaksin,” tutur Riyanto.</p>
<p>Laporan ini berdasarkan informasi yang diterima wali kelas dari siswa maupun orangtua. Meski demikian, Riyanto belum bisa merincikan berapa angka persis dari tiap faktor yang ada. Sekolah pun bakal meminta surat pernyataan dari orangtua jika ada yang keberatan putra-putrinya divaksin.</p>
<p>“Karena kalau ada apa-apa kami enak. Terserah alasannya masing-masing orangtua,” sebutnya.</p>
<p>Sekolah juga menyiapkan aplikasi bagi pelajar SMPN 1 yang sudah divaksin. Di samping sertifikat telah divaksin. Selain itu, ia menjelaskan informasi vaksinasi di sekolah yang dipimpinnya bersifat mendadak. Surat pemberitahuan baru diterima H-1 pelaksanaan, 16.00 Wita. Sekolah langsung melakukan persiapan lokasi malam harinya. Sementara Jumat (20/8) sekira 07.30 Wita vaksinasi dimulai.</p>
<p>“Kesannya waktunya agak buru-buru. Wali Kelas hanya mampu informasi ke muridnya melalui gerup kelas di sosial media,” terangnya.</p>
<p>Lokasi vaksinasi dan observasi dipusatkan di Aula SMPN 1. Tahapan skriningnya sekolah menyiapkan dua ruangan di belakang aula. Antreannya ditempatkan di kelas masing-masing. Ia mengakui ada perubahan skema penyaluran. Umumnya, ada penjadwalan yang dilakukan. Riyanto menyebut metode ini kurang efektif. Mengingat jam datang siswa tidak bisa tepat waktu.</p>
<p>“Bagi siswa yang datang duluan menempati pelayanan lebih dahulu. Jadi yang terakhir ya belakang. Kendalanya karena hari Jumat terpotong waktu salat,” urainya.</p>
<p>Riyanto mengakui penyaluran terjadi hingga sore hari. Karena ada penumpukkan di tahapan screening. Sebab tenaga kesehatan kurang maksimal. Ia merincikan ada 15 petugas yang disiagakan di fase itu. Vaksinasi ada delapan petugas. Sementara observasi sekira sembilan petugas kesehatan.</p>
<p>Terkait pelajar yang belum divaksin, sekolah menunggu arahan dari Badan Intelejen Negara (BIN) dan Diskes. Mereka meminta sekolah tetap melakukan pendataan. Jika ada kuota tambahan akan diinformasikan ke sekolah. <strong>(*/ak)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/ptm-kejar-capaian-60-persen-masih-ada-orangtua-larang-anak-divaksin/">PTM Kejar Capaian 60 Persen, Masih Ada Orangtua Larang Anak Divaksin</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
