<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>viral Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/viral/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/viral/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 03 Jul 2023 16:25:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>viral Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/viral/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Klarifikasi Manajer Tiktokers Asal Samarinda yang Joget di Makkah</title>
		<link>https://bontangpost.id/klarifikasi-manajer-tiktokers-asal-samarinda-yang-joget-di-makkah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Jul 2023 13:39:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[Joget TikTok]]></category>
		<category><![CDATA[tiktok]]></category>
		<category><![CDATA[viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=116274</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Manajer TikToker asal Samarinda yang viral karena joget di Tanah Suci Makkah, Novi Umar, memberikan klarifikasi. Dia menyebut bahwa sosok yang banyak menjadi perhatian warganet itu masih di bawah umur. Dia menjelaskan bahwa kondisi anak tersebut dalam keadaan baik dan tidak sampai depresi karena kontennya viral dikritisi warganet. Saat ini, pihak keluarga terus [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/klarifikasi-manajer-tiktokers-asal-samarinda-yang-joget-di-makkah/">Klarifikasi Manajer Tiktokers Asal Samarinda yang Joget di Makkah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211; </strong>Manajer TikToker asal Samarinda yang viral karena joget di Tanah Suci Makkah, Novi Umar, memberikan klarifikasi. Dia menyebut bahwa sosok yang banyak menjadi perhatian warganet itu masih di bawah umur.</p>
<p>Dia menjelaskan bahwa kondisi anak tersebut dalam keadaan baik dan tidak sampai depresi karena kontennya viral dikritisi warganet. Saat ini, pihak keluarga terus mendampingi.</p>
<p data-reader-unique-id="6">&#8220;Santai saja (kondisi anak). <i>Nggak</i> sampai depresi, Mas. Karena, dia didik dari kecil agar mentalnya baik. Ini menjadi proses pembelajaran. Apa saja yang dilakukan pasti ada saja (yang tidak setuju),&#8221; ujar Novi, Sabtu 1 Juli 2023, kepada prokal.co (grup bontangpost.id).</p>
<p data-reader-unique-id="7">Namun, Novi menyayangkan kepada pihak-pihak tertentu yang menyalahgunakan konten tersebut. Sehingga muncul komentar yang bernada negatif sebelum menggali fakta sebenarnya. Sebaliknya, anak perempuan itu harus mendapat perlindungan.</p>
<p data-reader-unique-id="12">&#8220;Anak seusia itu perlu untuk ditegur secara baik. Bukan dihujat. Bayangkan, kalau (anak itu) keluarga Mas-nya atau mereka (warganet) yang dihujat. Pasti <em>nggak</em> mau kan. Segala cerminan pribadi orang itu kan terlihat dari tutur kata dan cara bermedia sosial,&#8221; ujarnya.</p>
<p data-reader-unique-id="13">Novi membeberkan bahwa konten itu adalah video setting-an yang dibuat iseng saat sedang istirahat ibadah dan sedang berbelanja. Dan tidak dibuat di dalam masjid dan tidak sedang ibadah. Selain itu, pejalan kaki yang ditabrak adalah orangtuanya sendiri yang sudah direkayasa pembuatan videonya dari awal.</p>
<p data-reader-unique-id="14">&#8220;Logikanya, kalau orang lain, pasti marah. Itu ibu jalan dengan santai,&#8221; ujar Novi.</p>
<p data-reader-unique-id="15">Novi Umar menilai penting memberi klarifikasi hal ini sebagai versi dari pihak keluarga sang anak. Dirinya pun tak mempermasalahkan munculnya persepsi di masyarakat terkait konten itu.</p>
<p data-reader-unique-id="16">Sebelumnya, sebuah video perempuan mengenakan  gamis berjoget di Mekkah viral di media sosial. Video itu dibagikan akun TikTok @ariellalalaa_ <strong>(myn)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/klarifikasi-manajer-tiktokers-asal-samarinda-yang-joget-di-makkah/">Klarifikasi Manajer Tiktokers Asal Samarinda yang Joget di Makkah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Viral Video Pria Berikan Pekerja Gorong-gorong Uang Mainan</title>
		<link>https://bontangpost.id/viral-video-pria-berikan-pekerja-gorong-gorong-uang-mainan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Jun 2022 05:30:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=100543</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Tersebar di media sosial, video yang merekam aksi seorang pria yang memberikan uang maianan kepada seorang pekerja yang sedang membersihkan sebuah gorong-gorong. Video viral tersebut kemudian diunggah oleh akun Instagram @onlinenews_idn pada Sabtu (11/06/2022). Pada awal video yang diuggah, tampak pembuat konten ini menyorot beberapa lembar uang mainan yang hendak ia berikan pada [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/viral-video-pria-berikan-pekerja-gorong-gorong-uang-mainan/">Viral Video Pria Berikan Pekerja Gorong-gorong Uang Mainan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211;</strong> Tersebar di media sosial, video yang merekam aksi seorang pria yang memberikan uang maianan kepada seorang pekerja yang sedang membersihkan sebuah gorong-gorong.</p>
<p>Video viral tersebut kemudian diunggah oleh akun Instagram @onlinenews_idn pada Sabtu (11/06/2022). Pada awal video yang diuggah, tampak pembuat konten ini menyorot beberapa lembar uang mainan yang hendak ia berikan pada seorang pekerja yang sedang membersihkan gorong-gorong. Tampak uang Rp100 ribu palsu di sisi paling atas.</p>
<p>Pembuat konten kemudian terlihat berjalan ke arah tiga orang pria yang sedang membersihkan gorong-gorong tersebut.</p>
<p>Ia memilih untuk memberikan uang mainannya kepada seorang pekerja berkaus dan bertopi oranye. Sebelum memberikan uang mainannya, pria ini juga sempat bertanya kepada pekerja tersebut.</p>
<p>Ia menanyakan pekerjaan yang sedang dilakukan oleh pekerja tersebut. Ia juga sempat menanyakan penghasilan yang didapatkan dari pekerjaan tersebut. &#8220;Lagi ngapain, Pak? Biasanya dibayar berapa Pak kalau kayak gini Pak?&#8221; tanya pembuat konten video, dikutip dari <em>suara.com</em>.</p>
<p>Setelah bertanya, ia pun kemudian memberikan sejumlah uang mainan yang ia genggam kepada pekerja tersebut.</p>
<p>Tak berselang lama, setelah pembuat konten ini pergi agak menjauh dari pekerja, pekerja tersebut tampak melihat nominal uang yang diberikan oleh pembuat konten ini</p>
<p>Mengetahui uang pemberian tersebut merupakan uang mainan, pekerja tersebut langsung membuang uang ke samping selokan.</p>
<p>Terlihat raut kecewa dari pekerja berkaus oranye ini. Dalam video yang diunggah, juga terdengar suara tawa dari pekerja lain serta pembuat konten video.</p>
<p>Unggahan video ini pun langsung mendapatkan berbagai respons dari warganet. Banyak warganet yang mengecam perbuatan dari pembuat video ini.</p>
<p>&#8220;Baru bisa ngerjain bangga ya? Kulaporkan ke petugas berwajib nyaho kamu mas,&#8221; ungkap warganet.</p>
<p>&#8220;Kenapa sih bercandanya yang sensitif,&#8221; kata warganet.</p>
<p>&#8220;Tega banget nggak sih dia,&#8221; tambah warganet. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/viral-video-pria-berikan-pekerja-gorong-gorong-uang-mainan/">Viral Video Pria Berikan Pekerja Gorong-gorong Uang Mainan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kasus Manusia Gurun, Mahasiswa Minta Rektor ITK Budi Santosa Mundur</title>
		<link>https://bontangpost.id/kasus-manusia-gurun-mahasiswa-minta-rektor-itk-budi-santosa-mundur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 May 2022 02:00:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[budi santosa]]></category>
		<category><![CDATA[ITK]]></category>
		<category><![CDATA[viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=99110</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Tulisan Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Profesor Budi Santosa Purwakartiko yang diunggah di Facebook pada 27 April 2022 lalu berbuntut panjang. Setelah dilaporkan ke Polda Kaltim oleh KAMMI pada Jum’at (6/5), kini mahasiswa ITK menuntut sang rektor mengundurkan diri. “Kami memberi tenggat 7&#215;24 jam kepada Profesor Budi Santosa untuk mengundurkan diri,” kata Ketua [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/kasus-manusia-gurun-mahasiswa-minta-rektor-itk-budi-santosa-mundur/">Kasus Manusia Gurun, Mahasiswa Minta Rektor ITK Budi Santosa Mundur</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211;</strong> Tulisan Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Profesor Budi Santosa Purwakartiko yang diunggah di Facebook pada 27 April 2022 lalu berbuntut panjang. Setelah dilaporkan ke Polda Kaltim oleh KAMMI pada Jum’at (6/5), kini mahasiswa ITK menuntut sang rektor mengundurkan diri.</p>
<p>“Kami memberi tenggat 7&#215;24 jam kepada Profesor Budi Santosa untuk mengundurkan diri,” kata Ketua KM ITK Yustiadi Sampe Manggoali.</p>
<p>Selain meminta sang rektor mundur, dalam aksi demonstrasi yang berlangsung di Kampus ITK, Senin (9/5), mahasiswa juga meminta Budi Santosa meminta maaf dan mengklarifikasi pernyataannya  secara terbuka kepada publik.</p>
<p>Jika tuntutan ini tak dipenuhi, KM ITK menuntut kepada pihak berwenang untuk mencabut jabatan Budi Santosa sebagai rektor ITK secara tidak hormat sesuai dengan pelanggaran terhadap undang-undang yang berlaku.</p>
<p>Dia menambahkan, sejak tulisannya viral, mahasiswa merasa institusi ITK ikut tercoreng. Efek domino, kata dia, juga turut dirasakan oleh mahasiswa lantaran nama institusinya terseret dalam perkara ini.</p>
<p>Perwakilan ITK Ardiansyah Fauzi mengatakan, Budi Santosa sedang berada di Surabaya, sehingga tak bisa menemui perwakilan mahasiswa. Sebab, sejatinya Budi Santosa memang merupakan guru besar ITS dan mendapat tugas tambahan sebagai rektor di ITK.</p>
<p>“Beliau (Budi Santosa) sedang berada di Surabaya untuk memenuhi panggilan audiensi dengan Dewan Kehormatan Guru Besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Jadi Beliau ini memang homebase-nya di Surabaya,” kata Ardiansyah.</p>
<p>Laki-laki yang juga ketua Jurusan Teknik Sipil dan Perencanaan ITK ini menambahkan, audiensi kemungkinan besar memang terkait tulisan yang diunggah Budi Santosa belum lama ini.</p>
<p>Di sisi lain, Ardiansyah menilai apa yang ditulis Budi Santosa murni pendapat pribadi dan bukan sikap resmi dari ITK.</p>
<p>Budi Santosa yang menjabat sebagai rektor sejak akhir 2018 tersebut, dikatakan Ardiansyah juga sudah memberikan klarifikasi secara internal kepada ITK. “Hari ini (10/5), beliau dijadwalkan hadir di Balikpapan dan akan bertemu perwakilan mahasiswa,” ungkap dia.</p>
<p>Soal tuntutan mundur dari mahasiswa, Ardiansyah mengaku tak bisa banyak berkomentar. ”Kita lihat saja prosesnya,&#8221; tuntas dia.</p>
<p>Diberitakan sebelumnya, nama Budi Santosa Purwakartiko mendadak tenar setelah tulisan yang dia unggah di Facebook terkait hasil wawancara calon penerima LPDP viral. Dalam unggahannya, Budi Santosa membuat tulisan yang menyinggung penggunaan penutup kepala seperti manusia gurun.</p>
<p>Dia juga membahas perihal kalimat yang digunakan dalam ajaran Islam seperti, InsyaAllah, Barakallah dan Qadaraallah.</p>
<p>Selain itu, Budi Santosa diduga menyinggung, mengasosiasikan atau mengelompokkan mahasiswa yang suka melakukan demonstrasi sebagai mahasiswa ber-IP rendah, bermasalah, dan bermasa depan suram. <strong>(hul)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/kasus-manusia-gurun-mahasiswa-minta-rektor-itk-budi-santosa-mundur/">Kasus Manusia Gurun, Mahasiswa Minta Rektor ITK Budi Santosa Mundur</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Postingan Soal Manusia Gurun, Ini Penjelasan Rektor ITK</title>
		<link>https://bontangpost.id/postingan-soal-manusia-gurun-ini-penjelasan-rektor-itk/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 May 2022 05:29:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=98912</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Budi Santoso Purwakartiko tengah jadi sorotan. Postingannya di Facebook pada 27 April 2022 kemarin menuai kecaman dari banyak pihak. Sebab, dalam postingan tersebut, Budi dituding menyelipkan unsur SARA. Dalam sebuah kalimat, Budi menyinggung perihal kalimat yang sering digunakan dalam ajaran Islam, seperti, InsyaAllah, Barakallah dan Qadaraallah. Budi juga [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/postingan-soal-manusia-gurun-ini-penjelasan-rektor-itk/">Postingan Soal Manusia Gurun, Ini Penjelasan Rektor ITK</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211;</strong> Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Budi Santoso Purwakartiko tengah jadi sorotan. Postingannya di Facebook pada 27 April 2022 kemarin menuai kecaman dari banyak pihak.</p>
<p>Sebab, dalam postingan tersebut, Budi dituding menyelipkan unsur SARA. Dalam sebuah kalimat, Budi menyinggung perihal kalimat yang sering digunakan dalam ajaran Islam, seperti, InsyaAllah, Barakallah dan Qadaraallah. Budi juga menulis tidak ada satupun mahasiswi yang dia wawancarai mengenakan penutup kepala ala manusia gurun.  Terkait postingan tersebut, Budi akhinya mencoba mengklarifikasi. Dia menjelaskan, postingan tersebut dia buat setelah mewawancarai calon peserta <em>student mobility</em>.</p>
<p>Ia mengaku cukup terkejut saat proses wawancara. Sebab, dari 14 peserta yang dia wawancarai, didominasi kaum hawa dengan jumlah 14 mahasiswi. “Nah biasanya kan anak-anak kita yang memasuki usia mahasiswi itu kan mulai pakai kerudung ya. Lah ini kebetulan <em>kok</em> enggak ada yang berkerudung semua. <em>Kok</em> ya seperti mahasiswi zaman dulu, ya. Saya cukup <em>surprise</em> lho, ini liat anak-anak cukup mengejutkan. Makanya saya nulis itu,” kata dia.</p>
<p>Budi meneruskan, semangat dalam tulisan tersebut adalah karena seluruh peserta punya kemampuan akademik mumpuni alias pintar, dengan indeks prestasi (IP) mencapai 3,8 dan 3,9. Begitu juga dengan Bahasa Inggris peserta yang dia nilai sangat lancar. Budi menyebutnya cas cis cus, sebagai gambaran lancarnya Bahasa Inggris para peserta ini. Apa yang ditunjukkan mahasiswi-mahasiswi ini, sebut Budi, pasti membuat orangtua kagum. Apalagi, semuanya <em>open minded</em>.</p>
<p>Soal penggunaan kalimat tidak ada yang menggunakan kerudung ala manusia gurun yang kemudian jadi masalah. Budi mencoba meluruskan. Ia menyebut pemilihan kalimat itu sejatinya untuk menggambarkan kondisi orang Timur Tengah yang banyak pasir, angin, panas, sehingga harus menggunakan penutup kepala.</p>
<p>“Ya gaya anak-anak muda seperti dulu. Di situ saya tidak ada kata-kata bahwa yang menggunakan kerudung saya akan nilai jelek, tidak ada. Saya ngomong seperti itu, sama sekali tidak ada. Saya hanya menceritakan bahwa kebetulan dari 12 itu tidak ada yang pakai kerudung,” kata dia.</p>
<p>Di sisi lain, Budi juga sadar bahwa postingannya menuai pro kontra. Dia menilai, itu merupakan konsekuensi bahasa tulis. Dia juga paham, persepsi orang bakal berbeda-beda. “Saya hanya menyayangkan ada yang memberi pengantar seakan-akan saya tidak adil dan diskriminatif. Ini saya sangat menyayangkan,” lanjut dia.</p>
<p>Dia juga memastikan tak punya tendensi tertentu dalam membuat tulisan tersebut. Budi menegaskan, tulisan tersebut sama sekali tak bertujuan merendahkan mahasiswi yang tak berkerudung. “Satu lagi. Ini adalah opini pribadi saya, tidak ada sangkut pautnya dengan ITK (Institut Teknologi Kalimantan),” jelas dia.</p>
<p>Ya, Budi menilai pihak ITK tak perlu terseret dalam persoalan ini. Bahkan, jika ada pihak yang ingin mengklarifikasi, Budi mempersilakan menghubungi dirinya secara pribadi. “Bukan kampus. Saya enggak ingin membawa kampus ITK ke dalam masalah ini. Karena ini masalah saya,”ujar dia.</p>
<p>Sebelumnya Rektor ITK ini banyak dikecam karena postingannya di media sosial diniali rasis dan penuh kebencian. Berikut isi status Budi yang dinilai rasis itu:</p>
<p><strong><em>Saya berkesempatan mewawancara beberapa mahasiswa yang ikut mobilitas mahasiswa ke luar negeri, program Dikti yang dibiayai LPDP ini banyak mendapat perhatian dari para mahasiswa. Mereka adalah anak-anak pinter yang punya kemampuan luar biasa, jika diplot dalam distribusi normal, mereka mungkin termasuk 2,5% sisi kanan populasi mahasiswa.</em></strong></p>
<p><em>Tidak satu pun saya mendapatkan mereka ini hobi demo yang ada adalah mahasiswa dengan IP yang luar biasa tinggi di atas 3.5 bahkan beberapa 3.8 dan 3.9. Bahasa Inggris mereka cas cis cus dengan nilai IELTS 8, 8.5 bahkan 9. Duolingo bisa mencapai 140, 145 bahkan ada yang 150 (padahal syarat minimum 100), luar biasa. Mereka juga aktif di organisasi kemahasiswaan (profesional), sosial kemasyarakatan dan asisten lab atau asisten dosen.</em></p>
<p><strong><em>Mereka bicara tentang hal-hal yang membumi: apa cita-citanya, minatnya, usaha-usaha untuk mendukung cita-citanya, apa kontribusi untuk masyarakat dan bangsanya, nasionalisme dan sebagainya. Tidak bicara soal langit atau kehidupan sesudah mati. Pilihan kata-katanya juga jauh dari kata-kata langit: insaallah, barakallah, syiar, qadarullah, dan sebagainya. Generasi ini merupakan bonus demografi yang akan mengisi posisi-posisi di BUMN, lembaga pemerintah, dunia pendidikan, sektor swasta beberapa tahun mendatang.</em></strong></p>
<p><strong><em>Dan kebetulan dari 16 yang saya harus wawancara, hanya ada 2 cowok dan sisanya cewek. Dari 14, ada 2 tidak hadir, jadi 12 mahasiswi yang saya wawancarai, tidak satu pun menutup kepala ala manusia gurun. Otaknya benar-benar openmind, mereka mencari Tuhan ke negara-negara maju seperti Korea, Eropa barat dan US, bukan ke negara yang orang-orangnya pandai bercerita tanpa karya teknologi.</em></strong></p>
<p><strong><em>Saya hanya berharap mereka nanti tidak masuk dalam lingkungan yang</em></strong><br />
<strong><em>&#8211; Membuat hal yang mudah jadi sulit</em></strong><br />
<strong><em>&#8211; Bekerja dari satu rapat ke rapat berikutnya tanpa keputusan</em></strong><br />
<strong><em>&#8211; Mementingkan kulit daripada isi</em></strong><br />
<strong><em>&#8211; Menyembah Tuhan tapi lupa pada manusia</em></strong><br />
<strong><em>&#8211; Menerima gaji dari negara tapi merusak negaranya</em></strong><br />
<strong><em>&#8211; Ingin cepat masuk surga tapi sakit tetap cari dokter dan minum obat</em></strong><br />
<strong><em>&#8211; Menggunakan KPI langit sementara urusannya masih hidup di dunia</em></strong><br />
<strong><em>Semoga tidak tercemar (hul)</em></strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/postingan-soal-manusia-gurun-ini-penjelasan-rektor-itk/">Postingan Soal Manusia Gurun, Ini Penjelasan Rektor ITK</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Adi si Penghancur Sepeda Motor Resmi Dijadikan Tersangka</title>
		<link>https://bontangpost.id/adi-si-penghancur-sepeda-motor-resmi-dijadikan-tersangka/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Feb 2019 12:00:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[penghancur sepeda motor]]></category>
		<category><![CDATA[polres tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=58809</guid>

					<description><![CDATA[<p>Polres Tangerang Selatan menetapkan pemuda bernama Adi Saputra (21) sebagai tersangka kasus tadahan, Jumat (8/2). Adi diketahui sebagai pemuda yang viral karena menghancurkan sepeda motor di hadapan polisi saat ditilang dan membakar surat tanda nomor kendaraan (STNK). Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan Saragih mengatakan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengamankan dan memeriksa Adi. “Kami kenakan Pasal 480 [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/adi-si-penghancur-sepeda-motor-resmi-dijadikan-tersangka/">Adi si Penghancur Sepeda Motor Resmi Dijadikan Tersangka</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Polres Tangerang Selatan menetapkan pemuda bernama Adi Saputra (21) sebagai tersangka kasus tadahan, Jumat (8/2).</p>
<p>Adi diketahui sebagai pemuda yang viral karena menghancurkan sepeda motor di hadapan polisi saat ditilang dan membakar surat tanda nomor kendaraan (STNK).</p>
<p>Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan Saragih mengatakan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengamankan dan memeriksa Adi. “Kami kenakan Pasal 480 KUHP tentang penadahan,” ujar Ferdy kepada wartawan, Jumat (8/2).</p>
<p>[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=sQHOjA_Wyxs[/embedyt]</p>
<p>Menurut Ferdy, sepeda motor yang dirusak bukan milik Adi. Diduga, motor itu dibeli dari seseorang pencuri. “Sekarang masih kami dalami keterangannya,” imbuh Ferdy.</p>
<p>Ferdy menambahkan, dengan penetapan itu, Adi yang berasal dari Lampung ini bisa dipenjara paling lama empat tahun, atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah.</p>
<p>Sebelumnya, sebuah video yang viral menunjukan Adi mengamuk di depan dua polantas. Dia tak terima karena ditilang. Adi yang kedapatan melawan arus dan tak pakai helm itu merusak sepeda motor di hadapan polisi. Tak berapa lama, muncul lagi video Adi membakar STNK sepeda motor tersebut.<strong> (cuy/jpnn)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/adi-si-penghancur-sepeda-motor-resmi-dijadikan-tersangka/">Adi si Penghancur Sepeda Motor Resmi Dijadikan Tersangka</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
