• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Tambang Bikin Puluhan Warga Kebanjiran

by BontangPost
26 Juli 2018, 11:31
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
SAMPAIKAN KETERANGAN: Jumpa pers Jatam Kaltim terkait pertambangan yang merusak lingkungan.(MUBIN/METRO SAMARINDA)

SAMPAIKAN KETERANGAN: Jumpa pers Jatam Kaltim terkait pertambangan yang merusak lingkungan.(MUBIN/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Puluhan warga Kelurahan Sangasanga Dalam, Kecamatan Sangasanga, Kutai Kartanegara (Kukar), Senin (25/7) kemarin berbondong-bondong mendatangi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim. Massa meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut menghentikan operasi pertambangan batu bara CV Sangasanga Perkasa (SSP).

Koordinator warga, Muhammad Zainuri menuturkan, tuntutan tersebut muncul setelah bertahun-tahun pihaknya merasakan imbas negatif dari penambangan yang dilakukan CV SSP. Salah satu akibat yang kerap dirasakan warga yakni banjir.

“Kami merasakan banjir itu sejak 2014. Sebelumnya daerah kami itu sumber air. Kalau daerah lain sedang kemarau, mereka ambil air ke daerah kami. Itu terjadi sebelum 2014,” ungkap Zainuri.

Disebutkan, sebelum tambang masuk, masyarakat setempat memiliki embung yang digunakan sebagai sumber air. Belakangan setelah kehadiran tambang, muncul dampak buruk yang merusak sumber air tersebut.

Baca Juga:  Hotel PrimeBiz Diklaim Dongkrak PAD dan Wisata Religius 

“Sekarang sumber air tanah sudah sulit dicari. Orang-orang sudah enggak bisa dapat air dari tanah. Bahkan untuk memasak sekalipun, harus beli air,” bebernya.

Dampak tersebut terjadi karena pemukiman warga lebih tinggi dari danau yang dijadikan embung. Sehingga embung yang kerap digunakan 86 kepala keluarga (KK) di kelurahan itu tidak lagi dapat menghasilkan air bersih.

Sementara itu, terdapat 500 KK yang merasakan dapat banjir. Sebab banjir juga menimpa warga di Kelurahan Sari Jaya. Berdasarkan temuan warga, banjir terjadi disebabkan pendangkalan sungai. Pasalnya setiap kali lahan ditambang, ketika hujan turun terdapat material pasir yang dibawa air.

“Karena bukit yang ditambang perusahaan itu adalah pasir. Lahannya berbentuk pasir. Kalau ditambang, pasir akan turun. Begitu juga ketika ditambang, areal itu akan rusak. Kalau ditambang terus, akan memperparah lingkungan kami,” kata Zainuri.

Baca Juga:  Qiroati Kukar Terbentuk

Lahan seluas 42,52 hektare yang ditambang CV SSP, lanjut dia, sudah pernah ditambang. Karenanya tidak termasuk kuasa pertambangan baru. “Jadi yang ditambang itu tinggal di pinggir kampung saja. Harusnya mereka mereklamasi lahan. Bukan menambangnya. Karena sudah pernah disampaikan, cadangan batu bara mereka sudah habis,” ungkapnya.

Sejatinya pada 2014 izin usaha pertambangan (IUP) perusahaan di lokasi yang tidak jauh dari permukiman warga tersebut sudah tidak lagi aktif. Namun tanpa sepengetahuan warga, pemiliknya kembali melakukan penambangan.

“Izin pertambangan mereka kembali hidup tanpa persetujuan warga. Kemarin sudah pernah sosialisasi ke warga tetapi ditolak. Sekarang mereka kembali menambang,” terangnya.

Atas dasar itu, warga juga menuntut ganti rugi pada pemilih usaha pertambangan tersebut. “Kami mendesak pemerintah mendorong CV SSP memberikan ganti rugi pada warga yang terkena dampak,” imbuh Zainuri.

Baca Juga:  Lion Air Tak Kunjung Beroperasi

Sementara itu Dinamisator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim, Pradarma Rupang menilai, tuntutan warga tersebut sudah tepat. Pasalnya, perusahaan menambang tanpa memenuhi ketentuan yang berlaku. Terlebih Perjanjian Pemanfaatan Lahan Bersama (PPLB) CV SSP belum mendapat persetujuan PT Pertamina.

“CV SSP telah memiliki PPLB. Tetapi belum diakui PT Pertamina. Karena itu mereka masih menggunakan PPLB yang lama,” ucap Rupang.

Atas polemik tersebut, media ini telah berulang kali mencoba untuk menghubungi pemilik CV SSP. Tujuannya untuk mendapatkan jawaban atas tuntutan warga tersebut. Namun hingga berita ini diturunkan, sambungan teleponnya belum juga dijawab. (*/um)

Tags: banjirMetro Samarindatambang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Para Pedagang Kumpulkan Seribu Tanda Tangan untuk Wakil Rakyat

Next Post

Ratusan Gram Sabu-Sabu Dimusnahkan 

Related Posts

Kutai Barat Jadi Daerah Paling Rawan PHK, Satu Grup Tambang Berpotensi Berdampak ke 40 Ribu Pekerja
Kaltim

Kutai Barat Jadi Daerah Paling Rawan PHK, Satu Grup Tambang Berpotensi Berdampak ke 40 Ribu Pekerja

2 Juli 2026, 15:50
Lindungi Orangutan Morio, BKSDA Kaltim Desak Konsesi Tambang dan Sawit Kutim Masuk Forum Terpadu
Kaltim

Lindungi Orangutan Morio, BKSDA Kaltim Desak Konsesi Tambang dan Sawit Kutim Masuk Forum Terpadu

15 Juni 2026, 14:00
1.500 Pekerja Tambang Kaltim Terancam PHK, Kutim dan Kukar Jadi Wilayah Paling Rentan
Kaltim

1.500 Pekerja Tambang Kaltim Terancam PHK, Kutim dan Kukar Jadi Wilayah Paling Rentan

5 Juni 2026, 15:30
Gelombang PHK Tambang Berpotensi Meluas, Ini Langkah Pemkot Bontang
Pemkot Bontang

Gelombang PHK Tambang Berpotensi Meluas, Ini Langkah Pemkot Bontang

28 April 2026, 11:13
Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK
Bontang

Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK

28 April 2026, 10:58
Siring Ambrol di Sungai Dekat Masjid Al Furqan Bontang Jadi Prioritas Perbaikan Drainase
Bontang

Siring Ambrol di Sungai Dekat Masjid Al Furqan Bontang Jadi Prioritas Perbaikan Drainase

10 Maret 2026, 08:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.