• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Feature

Teka-teki Kematian Masal Hiu di Penangkaran Karimunjawa

by M Zulfikar Akbar
21 Maret 2019, 17:00
in Feature
Reading Time: 4 mins read
0
TRAGIS: Bangkai hiu-hiu di dua kolam penangkaran Pulau Menjangan Besar, Karimunjawa, Jepara, mati mendadak. Bangkai ini kemudian dibakar agar tak menyebarkan penyakit. (TJOEN MING FOR JAWA POS RADAR KUDUS)

TRAGIS: Bangkai hiu-hiu di dua kolam penangkaran Pulau Menjangan Besar, Karimunjawa, Jepara, mati mendadak. Bangkai ini kemudian dibakar agar tak menyebarkan penyakit. (TJOEN MING FOR JAWA POS RADAR KUDUS)

Share on FacebookShare on Twitter

Hasil pemeriksaan sampel daging hiu dan air dari penangkaran masih harus ditunggu tiga pekan lagi. Ada perbedaan jumlah yang tewas antara versi si pemilik dan Balai Taman Nasional (BTN) Karimunjawa.

FEMY NOVIYANTI, Jepara, TAUFIQURRAHMAN, Jakarta

DARI Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang, perjalanan itu dimulai. Untuk menemui hiu, di kepulauan yang ”kremun-kremun” nun di sana.

Tjoen Ming otomatis harus mempersiapkan bekal sebaik-baiknya. Sebab, perjalanan tersebut butuh belasan hari. Maklum, yang digunakan perahu layar.

Perjalanan penuh perjuangan itu harus dia lakukan dua pekan sekali. ”Dulu susah (transportasi, Red), tidak seperti sekarang ini,” kata Tjoen Ming kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Begitulah pria asal Semarang tersebut mengawali perjuangannya menangkar hiu di Pulau Menjangan Besar, Kepulauan Karimunjawa, Jawa Tengah, akhir 1960-an. Sampai membesar hingga akhirnya menjadi salah satu daya tarik wisata ke kepulauan yang berada di wilayah Jepara itu.

Tapi, kini penangkaran yang dia kelola dengan ”berdarah-darah” tersebut menghadapi problem besar. Puluhan ekor hiu karang hitam (Carcharhinus melanopterus) dan hiu karang putih (Triaenodon obesus) yang ditangkar mati misterius.

Hingga kemarin (20/3) penyebab kematian mendadak hiu-hiu itu masih misterius. Masih harus menunggu hasil uji laboratorium di Jogjakarta sekitar 21 hari atau tiga pekan lagi. ”Sampel daging hiu dan air baru saya kirim ke laboratorium kurang dari sepekan. Jadi, masih harus menunggu (hasilnya),” kata Tjoen Ming kemarin.

Kematian mendadak hiu-hiu itu terjadi pada Kamis (7/3) lalu. Sekitar pukul 04.00. Saat salah seorang penjaga di kolam penangkaran hiu Pulau Menjangan Besar bangun hendak ke kamar kecil.

Baca Juga:  Sandar di Karimunjawa, Kapal Pesiar Angkut 208 Wisatawan Mancanegara

Melihat hiu-hiu menggelepar, penjaga tersebut langsung membangunkan penjaga lainnya. Tak lama kemudian hiu-hiu itu sudah mati. Ikan-ikan kecil dan terumbu karang di dua kolam tersebut juga ikut mati. ”Sekitar pukul 05.00, penjaga melaporkan kejadian itu kepada saya melalui telepon,” kata Tjoen Ming yang ketika kejadian itu tidak berada di tempat.

Tjoen Ming melanjutkan, semua hiu dari dua kolam penangkaran mati. Jumlahnya, versi si pemilik, mencapai 100 ekor. Tapi, tim BTN Karimunjawa yang mengecek ke lokasi mengatakan, jumlah hiu yang tewas 40 hingga 50 ekor.

Hiu-hiu yang mati itu, jelas Tjoen Ming, indukan semua. Usianya kira-kira 40 tahun. ”Kalau hiu yang anakan selalu saya pindah dan tempatkan di kolam terpisah di bagian belakang. Supaya tidak berebut makanan. Hiu anakan semuanya masih hidup,” ungkapnya.

Tjoen Ming sudah melaporkan kasus tersebut ke polisi. Sedangkan untuk uji laboratorium, pihaknya telah mengirim sampel berupa 4 potong daging hiu, 2 botol air dalam kolam, serta 2 botol air luar kolam. Sementara itu, hiu dan ikan lainnya yang mati sudah dimusnahkan dengan cara dibakar.

Berenang bersama hiu di penangkaran selama ini menjadi salah satu ikon turisme Karimunjawa. Mengutip tourkarimunjawa.net, daya tarik tersebut juga biasanya ditawarkan sebagai paket wisata ke kepulauan yang terdiri atas 27 pulau itu.

Karimunjawa memang destinasi wisata andalan Jepara dan Jawa Tengah. Data di Tourist Information Center Jepara menyebutkan, pada 2017 ada lebih dari 77 ribu wisatawan yang berkunjung ke sana. Sekitar 7.800 di antaranya merupakan turis mancanegara.

Baca Juga:  Sandar di Karimunjawa, Kapal Pesiar Angkut 208 Wisatawan Mancanegara

Dari Dermaga Kartini, Jepara, Karimunjawa bisa dijangkau dalam lima jam jika menggunakan kapal barang. Sedangkan dengan kapal ekspres waktu tempuhnya lebih pendek, dua jam saja. Per hari ada satu sampai dua kali pelayaran dari Jepara ke Karimunjawa.

Menurut legenda setempat, adalah Sunan Muria (salah seorang di antara sembilan wali penyebar agama Islam di Jawa alias Wali Sanga) yang pertama menemukan Karimunjawa. Dia menyebutnya sebagai pulau yang ”kremun-kremun” (sayup-sayup) terlihat dari puncak Gunung Muria.

Kepala BTN Karimunjawa Agus Prabowo menyatakan, kolam milik Tjoen Ming untuk penangkaran hiu tersebut pada mulanya keramba. Yang ditujukan untuk budi daya ikan jenis kerapu, badong, dan lainnya.

”Pemilik juga memelihara beberapa ekor hiu. Seiring dengan meningkatnya jumlah wisatawan yang datang ke Karimunjawa, keramba tersebut menjadi destinasi dan atraksi wisata,” kata pria 83 tahun itu kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Tjoen Ming menduga hiu-hiu tersebut mati karena diracun. Tapi, untuk pastinya, pihaknya tentu masih harus menunggu hasil lab. Menurut BTN Karimunjawa, saat pertama sampai di lokasi untuk mengecek, pihaknya tidak menjumpai hiu mati. Sebaliknya, ada sepuluh ekor hiu yang hidup di kolam berjaring.

Pihak BTN Karimunjawa kemudian menggali keterangan lebih lanjut dari penjaga kolam penangkaran. ”Jumlah hiu yang dijumpai mati di dasar kolam ada 40 hingga 45 dan dua ekor masih bisa diselamatkan dengan memindahkan ke keramba lain,” ujar Agus.

Sementara itu, Bycatch and Shark Conservation Coordinator WWF Indonesia Dwi Ariyoga Gautama mengungkapkan, jenis hiu karang memang tidak termasuk hewan laut yang dilindungi. Dari 120-an jenis hiu, baru sembilan jenis yang dinyatakan dilindungi. ”Selama ini memang belum ada aturan yang spesifik soal pemanfaatan satwa akuatik untuk keperluan pariwisata. Menurut saya, itu perlu diatur lebih lanjut,” tuturnya.

Baca Juga:  Sandar di Karimunjawa, Kapal Pesiar Angkut 208 Wisatawan Mancanegara

Yoga berpendapat bahwa pariwisata bahari yang memanfaatkan kehadiran hiu karang lebih baik dilakukan di alam bebas daripada di penangkaran. Memang hiu karang sendiri adalah jenis hewan yang hidup lebih dekat ke perairan dangkal.

Kalaupun hendak ditangkarkan, seharusnya hiu diberi area bergerak yang lebih luas. Pemilik kolam pun harus rajin memonitor tiap-tiap individu hiu dengan melakukan tagging dan monitoring. ”Dengan begitu, bisa dipantau kondisi kesehatan tiap-tiap hiu,” katanya.

Tjoen Ming pun menyarankan dilakukan bedah nekropsi pada perut ikan-ikan hiu itu. ”Jadi, kita bisa tahu mereka habis makan apa,” ujarnya.

Tjoen Ming mulai masuk ke Karimunjawa pada 1962. Awalnya karena diminta mengangkat kapal yang terdampar di terumbu karang Karimunjawa. Sekitar lima tahun kemudian, dia mencoba mengembangkan hiu di Karimunjawa. Dari semula tiga ekor hiu sampai akhirnya mencapai ratusan.

Kematian misterius hiu-hiu itu diperkirakan bakal kian memukul jumlah pengunjung ke penangkaran. Sebelumnya, seperti diakui Tjoen Ming, sejak awal tahun wisata terbilang sepi akibat cuaca yang tidak menentu.

Tjoen Ming kini hanya bisa menunggu apa yang membuat hiu-hiu itu mati mendadak. Belum ada informasi apa pun dari laboratorium di Jogjakarta. Apakah disebabkan penyakit atau diracun. ”Namun, indikasinya memang bukan karena penyakit. Sebab, tidak mungkin serentak mati semua,” katanya. (*/c9/ttg/jp)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: hiukarimunjawa
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

2.217 Situs Penjual Obat Keras Ditakedown

Next Post

Tingkat Kemiskinan Kaltim Turun

Related Posts

Sandar di Karimunjawa, Kapal Pesiar Angkut 208 Wisatawan Mancanegara
Breaking News

Sandar di Karimunjawa, Kapal Pesiar Angkut 208 Wisatawan Mancanegara

10 Januari 2019, 14:50

Terpopuler

  • Digerebek Tengah Malam, Pemuda di Bontang Baru Kedapatan Simpan 28 Paket Sabu di Rumah

    Digerebek Tengah Malam, Pemuda di Bontang Baru Kedapatan Simpan 28 Paket Sabu di Rumah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Motor vs Pikap di Poros Sangatta–Bontang, Pengendara Asal Tanjung Laut Meninggal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Heboh Petugas MBG Jadi ASN, SPPG Bontang Ungkap Fakta Sebenarnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Bontang Ingatkan Sekolah, Tak Boleh Pungut Biaya Bimbel dan LKS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua Pengedar Sabu Dibekuk di Marangkayu, Polisi Sita Belasan Gram Barang Bukti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
No Result
View All Result

Komentar Terbaru

    Arsip

    • Januari 2026
    • Desember 2025
    • November 2025
    • Oktober 2025
    • September 2025
    • Agustus 2025
    • Juli 2025
    • Juni 2025
    • Mei 2025
    • April 2025
    • Maret 2025
    • Februari 2025
    • Januari 2025
    • Desember 2024
    • November 2024
    • Oktober 2024
    • September 2024
    • Agustus 2024
    • Juli 2024
    • Juni 2024
    • Mei 2024
    • April 2024
    • Maret 2024
    • Februari 2024
    • Januari 2024
    • Desember 2023
    • November 2023
    • Oktober 2023
    • September 2023
    • Agustus 2023
    • Juli 2023
    • Juni 2023
    • Mei 2023
    • April 2023
    • Maret 2023
    • Februari 2023
    • Januari 2023
    • Desember 2022
    • November 2022
    • Oktober 2022
    • September 2022
    • Agustus 2022
    • Juli 2022
    • Juni 2022
    • Mei 2022
    • April 2022
    • Maret 2022
    • Februari 2022
    • Januari 2022
    • Desember 2021
    • November 2021
    • Oktober 2021
    • September 2021
    • Agustus 2021
    • Juli 2021
    • Juni 2021
    • Mei 2021
    • April 2021
    • Maret 2021
    • Februari 2021
    • Januari 2021
    • Desember 2020
    • November 2020
    • Oktober 2020
    • September 2020
    • Agustus 2020
    • Juli 2020
    • Juni 2020
    • Mei 2020
    • April 2020
    • Maret 2020
    • Februari 2020
    • Januari 2020
    • Desember 2019
    • November 2019
    • Oktober 2019
    • September 2019
    • Agustus 2019
    • Juli 2019
    • Juni 2019
    • Mei 2019
    • April 2019
    • Maret 2019
    • Februari 2019
    • Januari 2019
    • Desember 2018
    • November 2018
    • Oktober 2018
    • September 2018
    • Agustus 2018
    • Juli 2018
    • Juni 2018
    • Mei 2018
    • April 2018
    • Maret 2018
    • Februari 2018
    • Januari 2018
    • Desember 2017
    • November 2017
    • Oktober 2017
    • September 2017
    • Agustus 2017
    • Juli 2017
    • Juni 2017
    • Mei 2017
    • April 2017
    • Maret 2017
    • Februari 2017
    • Januari 2017
    • Desember 2016

    Kategori

    • Advertorial
    • Bontang
    • Breaking News
    • Catatan
    • Celoteh Edwin
    • Cerpen
    • Dahlan Iskan
    • Dispopar
    • DPRD Bontang
    • ekonomi
    • Entertainment
    • Feature
    • Hikmah
    • Hoaks atau Tidak?
    • Infografis
    • Internasional
    • Kaltim
    • Kesehatan
    • Kolom Redaksi
    • Kriminal
    • Kriminal
    • Kuliner
    • Lensa
    • Lifestyle
    • Lingkungan
    • Loker Bontang
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Pemkot Bontang
    • Pendidikan
    • Pilihan Editor
    • Politik
    • Polling
    • PON 2021 Papua
    • Pupuk Kaltim
    • Ragam
    • Society

    Meta

    • Masuk
    • Feed entri
    • Feed komentar
    • WordPress.org
    • Indeks Berita
    • Redaksi
    • Mitra
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Pedoman Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
    • Kontak

    © 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

    No Result
    View All Result
    • Home
    • Bontang
    • Kaltim
    • Nasional
    • Advertorial
      • Advertorial
      • Pemkot Bontang
      • DPRD Bontang
    • Ragam
      • Infografis
      • Internasional
      • Olahraga
      • Feature
      • Resep
      • Lensa
    • LIVE

    © 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.