• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Vaksin MR Berdampak Autisme? 

by BontangPost
7 Agustus 2018, 11:32
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Rustam(DEVI/METRO SAMARINDA)

Rustam(DEVI/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA –Banyak pro dan kontra beredar di masyarakat terkait imunisasi vaksin measles dan rubella (MR) yang disebut dapat menyebabkan autisme. Hal ini tentu membuat masyarakat khawatir dan membuat banyak orangtua enggan memvaksinkan buah hatinya. Padahal, vaksin ini penting dilakukan untuk menjaga daya tahan anak terhadap penyakit terutama campak dan indikasi rubella.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda, Rustam mengatakan, memang ada kemungkinan vaksin MR menyebabkan autisme, namun sangat kecil sekali. Dalam rilis Kementrian Kesehatan RI pun menyebut, komplikasi yang disebabkan oleh vaksin ini lebih kepada rubella.

“Cuma kan program ini lebih banyak manfaatnya untuk melindungi masyarakat dari penyakit campak atau rubella,”kata dia, Senin (6/8) kemarin.

Baca Juga:  Perda RTRW Tak Perlu Diubah

Untuk di Samarinda sendiri, Rustam menyebut, belum ada kasus vaksin MR menyebabkan anak menjadi autisme. Dan ketakutan yang beredar di masyarakat saat ini lebih kepada pro dan kontra vaksin haram dan halal.

“Yang menjadi persoalan saat ini ialah mengenai haram dan halal. Jika ada masyarakat yang tidak mau memvaksinkan anaknya karena hal itu, kami pun tidak dapat memaksa. Yang bersangkutan bisa menunggu fatwa halal dikeluarkan MUI (Majelis Ulama Indonesia, Red.). Kami dari kementrian kesehatan ada rilis bahwa program ini harus tetap berjalan,” ujarnya.

Tidak hanya vaksin MR, Rustam menyatakan, vaksin-vaksin sebelumnya juga tidak ada sertifikat halal, namun walaupun begitu pihaknya harus tetap menjalankan program tersebut. Ia pun mencontohkan seperti vaksin difteri, juga belum memiliki label halalnya. Namun tetap dijalankan karena Dinkes memandanglebih kepada manfaatnya.

Baca Juga:  Gaji Guru Honorer Tak Dibayar Penuh

“Vaksin MR ini kan sudah biasa kita lakukan bahkan sejak usia anak 9 bulan,” kata Rustam.

Sementara itu Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, Nina Endang Rahayu menegaskan, program ini lebih banyak manfaatnya daripada mudaratnya. Dan segala obat itu pasti memiliki efek samping. Namun efek samping ini telah diperhitungkan semaksimal mungkin oleh instansi terkait. Sehingga tidak perlu ada kekhawatiran yang berlebihan.

“Mungkin bisa dibilang efek sampingnya ada 0,00 sekian persen. Jika anak-anak kita tidak vaksin, hanya dengan memakan obat biasa juga dapat menyebabkan hal seperti itu. Jadi yang ditampilkan itu harusnya bukan efek sampingnya, namun lebih kepada manfaatnya,” tutur Nina. (*/dev)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Metro SamarindaPolemik Vaksin MR
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Soal Pencoretan Edy dari Daftar Bacaleg, Bawaslu Serahkan ke KPU 

Next Post

FKUB Tolak Keluarkan Rekomendasi IMB 

Related Posts

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00
Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 
Kaltim

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 

21 Desember 2018, 16:30
2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 
Kaltim

2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 

21 Desember 2018, 16:20

Terpopuler

  • 2.753 Warga Bontang Tak Lagi Ditanggung BPJS Gratis dari Pusat, Ini Solusi Pemkot

    2.753 Warga Bontang Tak Lagi Ditanggung BPJS Gratis dari Pusat, Ini Solusi Pemkot

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Neni Beri Sinyal Mutasi Pejabat Bontang Digelar Akhir April

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Komplotan Anak di Bawah Umur Bobol Kos di Loktuan Bontang Demi Main Game Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kursi DPRD Bontang Kosong, PDIP Mulai Proses PAW dan Siapkan Pengganti, Ini Sosoknya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.