• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kolom Redaksi

Waspada! Hoax di Sekitar Kita

by M Zulfikar Akbar
25 Desember 2016, 21:52
in Kolom Redaksi
Reading Time: 3 mins read
0
Share on FacebookShare on Twitter

GEMPURAN informasi di masa sekarang berbeda 180 derajat dari 10-20 tahun sebelumnya. Setiap membuka media sosial (medsos) seperti Facebook, berbagai jenis informasi selalu tersedia dengan mudahnya. Mulai dari isu-isu nasional, olahraga, hingga internasional.

Padahal, beberapa dekade sebelumnya, setiap informasi yang tersedia harus merogok kocek terlebih dahulu, atau menonton program berita televisi dan radio yang jumlahnya masih terbatas.

Namun, jika melihat dengan seksama, ada keganjilan dalam informasi-informasi yang kini beredar luas tersebut. Dengan menggunakan nama yang mirip dengan media mainstream saat ini, mereka seperti hendak mendompleng keterkenalan dan nama besar dari media tersebut.

Tapi saat beritanya di-klik, isinya berbeda nyaris 180 derajat. Bukan lagi menginformasikan, namun lebih menjurus memprovokasi. Ya, begitulah model dan rupa media hoax yang kini bertebaran, tak hanya di dunia maya, tapi juga di kenyataan.

“Itu kan hanya di internet, kok sampai juga di dunia nyata?” Bagaimana tidak masuk dalam kehidupan sehari-hari, wong nyatanya banyak pengguna medsos dan netizen yang masih masuk dalam perangkap hoax tersebut.

Seolah sudah terprovokasi, dengan rasa emosi mereka turut menyebarkan link berita tersebut, beserta status yang juga memprovokasi. Karena rasa penasaran, akun medsos yang lain pun turut membukanya, dan tak sedikit pula yang akhirnya ikut terprovokasi, kemudian menyebarkannya kembali. Ya, ibarat lingkaran setan yang tak pernah terputus.

Kenapa fenomena media hoax begitu masif saat ini? Dari beberapa teori media dan komunikasi menyebutkan, kemunculan suatu media baru biasanya akan disusul dengan anomali informasi dan media. Anomali tersebut bisa berupa masifnya pemberitaan yang tak karuan sumbernya, sehingga mengakibatkan bias informasi di masyarakat.

Hal ini sudah terbukti, di Amerika sekitar 1940-an saat televisi mulai masuk dalam kehidupan sehari-hari, berbagai stasiun televisi dan program siaran bertebaran. Meledaknya jumlah media dan program siaran tersebut membuat masyarakat dibuat bingung dengan kebenaran informasi sesungguhnya.

Akibatnya, chaos pun terjadi. Pemerintah setempat didesak membuat regulasi tentang pertelevisian. Usai aturan dan penindakan dilakukan, barulah media mulai tertib, masyarakat kembali diberi haknya mendapatkan informasi yang benar.

Anomali tersebut kembali terjadi saat 1960-1980-an, ketika intenet sudah mulai dikenal di Amerika. Berbagai media-media baru pun bermunculan, disusul dengan meledaknya informasi saat itu.

Hal itu kembali mengakibatkan bias informasi di masyarakat, dan chaos pun terjadi lagi. Pemerintah, kemudian baru mengeluarkan regulasi yang mengatur tentang media online di negaranya. Lagi-lagi, bom informasi kembali berhasil dijinakkan.

Hal ini juga pernah terjadi di Indonesia. Yang paling nyata terlihat adalah saat 1997-1998, kala reformasi bergulir. Bukan hanya peran dari mahasiswa saat terjadinya reformasi, namun juga peran media televisi swasta yang saat itu mulai bermunculan.

Mulai melunaknya aturan pendirian televisi swasta kemudian dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi seputar reformasi kepada masyarakat. Pun peran media bawah tanah yang didirikan oleh organisasi dan gerakan yang menentang pemerintahan saat itu juga bertebaran di dunia nyata.

Bom informasi meledak hebat kala Undang-undang (UU) Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers terbit. Kran kebebasan pers yang dibuka sebebas-bebasnya oleh pemerintah membuat ratusan hingga ribuan media baru muncul dalam kurun waktu 1999-2001.

Mulai yellow journalism hingga yang menampilkan “paha-dada” terbit dengan bebas di bumi Indonesia. Barulah, setelah ledakan media dan informasi yang begitu besar, sedikit demi sedikit pemerintah mulai mengaturnya. Bahkan, dari ribuan media itu, kini hanya ratusan yang bertahan hidup.

Apalagi di tengah dunia digitalisasi saat ini. Kala media online mulai mewarnai keberagaman informasi di Indonesia mulai 2009-2010, media cetak sedikit demi sedikit mengalami penurunan. Hanya yang mampu berinovasi dan melahirkan produk berkualitas saja yang mampu bertahan hidup. Semua sudah digantikan dengan media online yang sebar instan, cepat, mudah dibaca, dan ringkas.

Namun, media online kini kembali menjadi anomali di negeri ini. Banyaknya situs-situs yang menamakan dirinya situs berita bertebaran dengan bebas. Memang, untuk media online sudah dibekali dengan panduan media siber oleh Dewan Pers. Tapi tak mencegah personal blogger turut meramaikan pasar informasi online di Indonesia kali ini.

Riuhnya informasi saat ini membuat masyarakat benar-benar dibuat bingung. Masyarakat, nyaris tak bisa lagi membedakan mana berita yang benar, dan mana berita yang salah. Berita benar dianggap salah, berita hoax dianggap benar. Benar-benar kebalik negeri ini.

Untuk mencegah anomali media ini berkepanjangan, maka perlu langkah preventif dan represif dari masyarakat dan pemerintah. Langkah preventif, dengan memasukkan dalam kurikulum tentang literasi media. Dimana setiap masyarakat, terutama usia sekolah mendapat pengetahuan bagaimana menggunakan gadget dan media dengan baik, berselancar di internet dengan aman, dan terbebas dari gangguan berita hoax yang bertebaran.

Pun dengan langkah represif, tak hanya penindakan secara hukum namun dengan sanksi sosial. Secara hukum, biarlah kepolisian yang berwenang dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang baru saja direvisinya.

Tapi, sanksi sosial lebih mengena daripada sanksi hukum. Bagaimana caranya, cukup tidak membuka blognya, tidak ikut-ikutan share berita dari medianya yang diyakini menyebarkan berita hoax, maka tamatlah riwayatnya.

Terkesan kejam? Mungkin iya. Namun, ini jadi cara efektif bagaimana terbebas dari ancaman hoax yang beredar di sekeliling kita. Percaya dengan media yang benar-benar diyakini kredibilitasnya, juga jadi tameng yang akan melindungi kita dari informasi hoax tersebut.

Seperti sudah diceritakan oleh orang-orang bijak dan paham ilmu agama, fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan. Ikut menyebar fitnah, berarti sama saja ikut membunuh. Jadi, apakah anda rela ‘mengotori’ jari-jari anda hanya karena membagikan berita hoax yang tak diyakini kebenarannya? (***)

Sumber: Bontang.prokal.co

Print Friendly, PDF & Email
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Akses Ke Bandara Bontang

Next Post

Menilik Antioksidan dalam Makanan

Related Posts

Sekolah di Bontang Bersiap Hadapi Ujian Akademik SD dan SMP Bulan Depan
Bontang

Sekolah di Bontang Bersiap Hadapi Ujian Akademik SD dan SMP Bulan Depan

11 Maret 2026, 10:03
Masuk Pekan Ketiga Ramadan, ASN Bontang Masih Menanti THR
Bontang

Masuk Pekan Ketiga Ramadan, ASN Bontang Masih Menanti THR

11 Maret 2026, 07:30
Kedua dalam Sepekan, Warga BSD Bontang Tangkap Buaya 3 Meter di Kebun Belakang Perumahan
Bontang

Kedua dalam Sepekan, Warga BSD Bontang Tangkap Buaya 3 Meter di Kebun Belakang Perumahan

11 Maret 2026, 06:40
Polisi Temukan Dua Pohon Ganja di Rumah Warga Bontang Barat
Kriminal

Polisi Temukan Dua Pohon Ganja di Rumah Warga Bontang Barat

10 Maret 2026, 17:53
Video Doa Berbuka Disisipi Kata Kasar Viral, Wali Kota Bontang Minta Pelaku Dibina
Bontang

Video Doa Berbuka Disisipi Kata Kasar Viral, Wali Kota Bontang Minta Pelaku Dibina

10 Maret 2026, 16:48
GPM Digelar Rabu Besok di Tanjung Laut, DKP3 Bontang Batasi Pembelian Beras dan Telur
Bontang

GPM Digelar Rabu Besok di Tanjung Laut, DKP3 Bontang Batasi Pembelian Beras dan Telur

10 Maret 2026, 15:30

Terpopuler

  • Polres Bontang Kantongi Identitas Pria yang Diduga Berdoa dengan Kata Tak Pantas

    Polres Bontang Kantongi Identitas Pria yang Diduga Berdoa dengan Kata Tak Pantas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Viral Doa Berbuka Diselipi Kata Kasar, Pria di Bontang Klarifikasi tapi Proses Hukum Tetap Berjalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Temukan Dua Pohon Ganja di Rumah Warga Bontang Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Beasiswa Gratispol Kaltim Disusupi Modus NIK Palsu, Puluhan Mahasiswa Luar Daerah Dicoret

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Isu PHK PPPK Menguat, Bontang Pastikan Ribuan Pegawai Tetap Aman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
No Result
View All Result

Komentar Terbaru

    Arsip

    • Maret 2026
    • Februari 2026
    • Januari 2026
    • Desember 2025
    • November 2025
    • Oktober 2025
    • September 2025
    • Agustus 2025
    • Juli 2025
    • Juni 2025
    • Mei 2025
    • April 2025
    • Maret 2025
    • Februari 2025
    • Januari 2025
    • Desember 2024
    • November 2024
    • Oktober 2024
    • September 2024
    • Agustus 2024
    • Juli 2024
    • Juni 2024
    • Mei 2024
    • April 2024
    • Maret 2024
    • Februari 2024
    • Januari 2024
    • Desember 2023
    • November 2023
    • Oktober 2023
    • September 2023
    • Agustus 2023
    • Juli 2023
    • Juni 2023
    • Mei 2023
    • April 2023
    • Maret 2023
    • Februari 2023
    • Januari 2023
    • Desember 2022
    • November 2022
    • Oktober 2022
    • September 2022
    • Agustus 2022
    • Juli 2022
    • Juni 2022
    • Mei 2022
    • April 2022
    • Maret 2022
    • Februari 2022
    • Januari 2022
    • Desember 2021
    • November 2021
    • Oktober 2021
    • September 2021
    • Agustus 2021
    • Juli 2021
    • Juni 2021
    • Mei 2021
    • April 2021
    • Maret 2021
    • Februari 2021
    • Januari 2021
    • Desember 2020
    • November 2020
    • Oktober 2020
    • September 2020
    • Agustus 2020
    • Juli 2020
    • Juni 2020
    • Mei 2020
    • April 2020
    • Maret 2020
    • Februari 2020
    • Januari 2020
    • Desember 2019
    • November 2019
    • Oktober 2019
    • September 2019
    • Agustus 2019
    • Juli 2019
    • Juni 2019
    • Mei 2019
    • April 2019
    • Maret 2019
    • Februari 2019
    • Januari 2019
    • Desember 2018
    • November 2018
    • Oktober 2018
    • September 2018
    • Agustus 2018
    • Juli 2018
    • Juni 2018
    • Mei 2018
    • April 2018
    • Maret 2018
    • Februari 2018
    • Januari 2018
    • Desember 2017
    • November 2017
    • Oktober 2017
    • September 2017
    • Agustus 2017
    • Juli 2017
    • Juni 2017
    • Mei 2017
    • April 2017
    • Maret 2017
    • Februari 2017
    • Januari 2017
    • Desember 2016

    Kategori

    • Advertorial
    • Bontang
    • Breaking News
    • Catatan
    • Celoteh Edwin
    • Cerpen
    • Dahlan Iskan
    • Dispopar
    • DPRD Bontang
    • ekonomi
    • Entertainment
    • Feature
    • Hikmah
    • Hoaks atau Tidak?
    • Infografis
    • Internasional
    • Kaltim
    • Kesehatan
    • Kolom Redaksi
    • Kriminal
    • Kriminal
    • Kuliner
    • Lensa
    • Lifestyle
    • Lingkungan
    • Loker Bontang
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Pemkot Bontang
    • Pendidikan
    • Pilihan Editor
    • Politik
    • Polling
    • PON 2021 Papua
    • Pupuk Kaltim
    • Ragam
    • Society

    Meta

    • Masuk
    • Feed entri
    • Feed komentar
    • WordPress.org
    • Indeks Berita
    • Redaksi
    • Mitra
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Pedoman Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
    • Kontak

    © 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

    No Result
    View All Result
    • Home
    • Bontang
    • Kaltim
    • Nasional
    • Advertorial
      • Advertorial
      • Pemkot Bontang
      • DPRD Bontang
    • Ragam
      • Infografis
      • Internasional
      • Olahraga
      • Feature
      • Resep
      • Lensa
    • LIVE

    © 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.