• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Diduga Bermasalah, Proyek Eskalator Masuk Radar Kejari

by BontangPost
19 April 2017, 12:56
in Bontang
Reading Time: 1 min read
0
DIDUGA BERMASALAH: Eskalator di kantor DPRD Bontang yang diduga tersangkut masalah hukum.EDWIN AGUSTYAN/KALTIM POST

DIDUGA BERMASALAH: Eskalator di kantor DPRD Bontang yang diduga tersangkut masalah hukum.EDWIN AGUSTYAN/KALTIM POST

Share on FacebookShare on Twitter

Dianggarkan di APBD 2015, Bernilai Rp 2,9 Miliar

BONTANG – Pengadaan eskalator di kantor DPRD Bontang menyisakan masalah. Kejaksaan Negeri (Kejari) Bontang sedang menyelidiki dugaan adanya penyelewengan anggaran dalam proyek tersebut.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bontang Budi Setyadi menyebut sudah melakukan penyelidikan sejak Maret. Korps Adhyaksa bahkan telah melakukan perpanjangan masa penyelidikan untuk mengumpul barang bukti dan meminta keterangan sejumlah saksi.

Saat ini, sudah 15 orang dimintai keterangan. Meski demikian, Budi menerangkan belum bisa berbicara banyak terkait mereka yang dipanggil. “Karena ini masih dalam proses penyelidikan,” katanya.

Walau masih enggan membeber lebih jauh, mantan koordinator Bidang Pidana Umum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim itu optimistis kasus tersebut bisa naik ke tahap penyidikan.

Baca Juga:  Sekda Kutim Diperiksa Polda Kaltim Terkait Pengadaan Mesin RPU

Saat ditemui di kantornya, Sekretaris DPRD Bontang Fahmi Rizal masih belum mau dikonfirmasi terkait kasus ini. “Nanti saja,” katanya singkat sambil berlalu.

Diketahui, eskalator yang diduga bermasalah itu menghubungkan lantai dasar dengan lantai satu di kantor DPRD Bontang. Jumlahnya ada dua unit, untuk naik dan turun. Proyek tersebut dianggarkan di APBD 2015 sebesar Rp 2,9 miliar.

Namun, pembayaran baru bisa dilakukan di APBD Perubahan 2016. Pasalnya, pengerjaan yang harusnya rampung pada 26 Desember 2015 tak bisa dipenuhi CV Etika Sejahtera selaku kontraktor. Saat itu, kontraktor beralasan eskalator yang didatangkan dari Tiongkok itu tertahan di Pelabuhan Semayang, Balikpapan. Jadi, diberikan adendum selama 50 hari untuk merampungkan pekerjaan.

Baca Juga:  Rapat Lima Jam, Yayasan Setuju Kembalikan Fungsi Fasum di BTN Pupuk Kaltim

Akibatnya, meski pekerjaan selesai pada Januari 2016, eskalator yang diklaim hemat listrik itu baru bisa digunakan pada pertengahan 2016. Pasalnya, sekretariat DPRD tidak berani menggunakan sebelum adanya pembayaran kepada kontraktor. (edw/ica/k8)

Tags: dprd bontangkorupsi
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Kisah Inspiratif Warga Bontang: Maskur (227); 25 Tahun Tekuni Fisioterapi, Bahagia Kalau Pasien Dapat Sembuh 

Next Post

KPU Luncurkan Rumah Pintar Pemilu

Related Posts

Daftar Tersangka OTT KPK di KPP Banjarmasin, Kepala Pajak Terima Suap Rp800 Juta untuk DP Rumah
Nasional

KPK Usut Dugaan Korupsi Cukai Rokok Djarum, Kerugian Negara Ditaksir Triliunan Rupiah

30 Oktober 2026, 12:56
Kejari Bontang Dalami Dugaan Kredit Fiktif BPR, Empat Saksi Diperiksa
Bontang

Kejari Bontang Dalami Dugaan Kredit Fiktif BPR, Empat Saksi Diperiksa

28 Oktober 2026, 13:43
52 Eks Karyawan Kaltim Equator Menunggu Pesangon Lebih dari Sedekade, DPRD Bontang Cari Jalan Keluar
Bontang

52 Eks Karyawan Kaltim Equator Menunggu Pesangon Lebih dari Sedekade, DPRD Bontang Cari Jalan Keluar

6 Oktober 2026, 15:23
Sudiyo Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Bontang, Gantikan Maming lewat PAW
Bontang

Sudiyo Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Bontang, Gantikan Maming lewat PAW

29 September 2026, 11:46
Proyek Rp12,8 Miliar di Kutim Diperiksa Kejari, Dugaan Kerugian Negara Capai Rp2,25 Miliar
Kaltim

Proyek Rp12,8 Miliar di Kutim Diperiksa Kejari, Dugaan Kerugian Negara Capai Rp2,25 Miliar

25 September 2026, 15:18
DPRD Bontang Pertanyakan Pemadaman Masif, Padahal Punya Tiga Pembangkit
Bontang

DPRD Bontang Pertanyakan Pemadaman Masif, Padahal Punya Tiga Pembangkit

15 September 2026, 14:55

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0
  • Berpura-pura Belanja, Komplotan Pencuri Gasak Tas Berisi Emas 200 Gram dan Rp30 Juta di Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.