• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kriminal

Oplos Pertalite dengan Pewarna, Raup Untung Rp2 Miliar

by Redaksi Bontang Post
30 Maret 2024, 09:55
in Kriminal
Reading Time: 2 mins read
0
Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri mengungkap kasus penipuan penjualan BBM di SPBU (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri mengungkap kasus penipuan penjualan BBM di SPBU (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Bareskrim membongkar SPBU yang memalsukan bahan bakar minyak jenis Pertamax. Empat SPBU yang pengelolanya saling mengenal itu, ”meracik” Pertalite menjadi Pertamax. Dalam setahun, keuntungannya mencapai Rp2 miliar.

Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Brigjen Nunung Syaifuddin mengatakan, awalnya ditemukan dua SPBU nakal yang memalsukan Pertalite menjadi Pertamax. Yakni di Jalan HOS Cokroaminoto dan Jalan KH Hasyim Ashari, Tangerang.

”Dari dua ini dikembangkan ke dua SPBU lain,” katanya.

Dua SPBU hasil pengembangan tersebut adalah SPBU Jalan Arteri Kelapa Dua, Jakarta Barat, dan SPBU Jalan Raya Bogor, Depok. Pengelola empat SPBU itu saling mengenal.

”Mereka saling belajar meracik Pertalite menjadi Pertamax,” bebernya. Tersangka juga menambahkan bubuk pewarna merek Coloursea warna biru.

Untuk ribuan liter Pertalite, hanya dibutuhkan dua sendok pewarna tersebut. ”Hasilnya, Pertalite menjadi berubah warna biru gelap. Saat sudah di tangki kendaraan, tidak terlihat bedanya antara asli dan palsu,” terangnya.

Menurut Nunung, saat Pertamax asli dan palsu disandingkan, terlihat jelas perbedaannya. Yang asli berwarna biru terang, sedangkan yang palsu biru gelap.

”Beda sekali kalau diisikan ke botol air mineral,” kata dia.

Para tersangka mengetahui modus pemalsuan BBM tersebut di wilayah Sumatera. Hanya, pemalsuan di wilayah Sumatera dilakukan di dalam truk tangki. Sedangkan tersangka menerapkannya di SPBU.

Tersangka memalsukan Pertalite menjadi Pertamax demi mengejar keuntungan Rp2.500 per liter. Hitungan penyidik, keuntungan yang diraup tersangk dalam setahun mencapai Rp 1,5 miliar hingga Rp 2,2 miliar.

”Lima tersangka ditangkap dalam kasus ini,” ungkap Nunung.

Kelimanya adalah RHS (pengelola SPBU), AP dan DM (manajer SPBU), serta RY dan AH (pengawas SPBU). Bareskrim menyita sekitar 29 ribu liter Pertamax palsu dari empat SPBU itu.

Menurut Nunung, kasus empat SPBU tersebut hanya salah satu kasus yang diungkap Dittipidter Bareskrim. Sejak Januari 2024, ada 17 kasus SPBU nakal dengan beragam modus.

”Salah satu modus paling banyak mengurangi volume bahan bakar,” paparnya. Modus memalsukan Pertamax dari Pertalite tergolong modus baru.

Terpisah, Dirut Pertamina Nicke Widyawati sepakat perlu ada ketegasan agar SPBU yang melakukan kecurangan dicabut izinnya.

”Kami cabut saja izinnya karena ini tidak bisa ditoleransi, khususnya untuk konsumen,” tegasnya pada rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI kemarin.

Nicke memastikan Pertamina akan terus menampung masukan dan laporan dari masyarakat terkait SPBU nakal. Meski begitu, Pertamina tetap harus berhati-hati dalam menutup SPBU yang melakukan kecurangan karena harus memerhatikan ketersediaan BBM di daerah tersebut.

”Satu hal memang ketika mencabut izinnya, kita harus memastikan ketersediaan di daerah tersebut. Jadi, harus ada sebelum nanti pengusaha yang baru yang menggantikan,” tuturnya. (idr/dee/c9/fal/jpg/riz/k15)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: pertalite oplosan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Tiket Pesawat dari dan ke Kaltim Mahal, Ini yang Mesti Dilakukan Pemerintah

Next Post

Antisipasi Kecurangan Jelang Lebaran, Kapolres Sidak SPBU di Bontang

Related Posts

No Content Available

Terpopuler

  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.