bontangpost.id – Munculnya pro kontra di masyarakat mengenai imunisasi polio tetes ditanggapi Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Bontang.
Katimja Surveilans dan Imunisasi Diskes Kota Bontang Yusuf Lensa Hamdan mengatakan, tidak ditemukan keterangan resmi yang membenarkan klaim pemberian vaksin polio tipe-2, justru memicu wabah penyakit polio.
“Hal itu berdasar dari penelusuran fakta yang telah dilakukan,” katanya.
Ia mengungkapkan, pemberian imunisasi polio melalui vaksin polio tetes novel Oral Polio Vaccine type 2 (nOPV2), justru direkomendasikan untuk menanggulangi kejadian luar biasa (KLB). Begitupun untuk mencegah perluasan transimisi virus polio.
Sementara itu, lanjut dia, World Health Organization (WHO) turut merekomendasikan imunisasi tersebut. Lantaran cakupan vaksinasi yang kurang optimal dapat meningkatkan risiko penularan.
“Jadi informasi yang menyebut pemberian vaksi polio tipe 2 malah memicu wabah penyakit itu tidak benar dan menyesatkan,” sambungnya.
Oleh sebab itu, orangtua diminta agar tetap melakukan imunisasi lengkap untuk anaknya. Mulai OPV 1 sampai 4, serta IPV 1 dan 2. Mengingat mobilitas masyarakat Bontang yang cukup tinggi, sehingga risiko penularan pun sangat memungkinkan.
“Maka sejauh ini, imunisasi sebagai bentuk pencegahan paling optimal. Alhamdulillah di Bontang saat ini tidak ada (kasus polio),” ucap dia.
Disinggung mengenai cakupan imunisasi polio di Bontang, ia menyebut persentasenya masih sekitar 33,52 persen. Menurut data Pekan Imunisasi Polio (PIN) tahap 1. Adapun tahap kedua bakal dilakukan pada 6-12 Agustus mendatang.
“Setelahnya pun akan dilakukan sweeping selama lima hari,” pungkasnya. (*)


