BONTANGPOST.ID, Bontang – Pemerintah Kota Bontang mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,7 miliar untuk mendukung pelaksanaan program Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) tahun 2026.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengatakan anggaran tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dan TNI dalam mempercepat pembangunan, khususnya di wilayah pesisir.
“Ini sangat membantu. Kita alokasikan Rp1,7 miliar untuk kegiatan TMMD tahun ini,” ujarnya.
Dalam program TMMD ke-128, salah satu pekerjaan utama adalah pembangunan jalan sepanjang 450 meter di Jalan Kerikil 7, Kelurahan Bontang Kuala. Jalan tersebut juga difungsikan sebagai tanggul untuk menahan banjir rob agar tidak masuk ke permukiman warga.
Selain pembangunan jalan, kegiatan TMMD juga mencakup pembuatan lima titik sumur bor, bedah empat rumah warga, serta pembangunan lima unit toilet umum.
Neni menilai pengerjaan melalui TMMD relatif lebih cepat dibandingkan proyek yang dikerjakan kontraktor. Pasalnya, TNI bersama Polri dan masyarakat dapat bekerja secara intensif dan fleksibel menyesuaikan kondisi di lapangan.
“Kalau dikerjakan TNI bersama masyarakat biasanya lebih cepat, bisa pagi, siang, hingga malam,” jelasnya.
Meski demikian, ia menegaskan tidak semua proyek pembangunan dapat dilakukan melalui skema TMMD. Pemerintah tetap mempertimbangkan keberlangsungan pelaku usaha lokal, termasuk kontraktor.
“Tidak semua bisa dikerjakan swakelola. Kita juga harus memikirkan pelaku usaha dan kontraktor lokal,” tuturnya.
Sementara itu, Dandim 0908/Bontang Letkol Inf Ardiansyah menambahkan, program TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menyasar penguatan sumber daya manusia (SDM), seperti pembinaan bela negara dan pemberdayaan masyarakat.
Ia pun optimistis seluruh target pekerjaan dalam program TMMD ke-128 dapat diselesaikan tepat waktu.
“Dengan dukungan semua pihak dan kerja sama di lapangan, kami optimistis seluruh sasaran bisa rampung sesuai target,” pungkasnya. (*)







