• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

by BontangPost
15 Juni 2018, 10:00
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
ILUSTRASI

ILUSTRASI

Share on FacebookShare on Twitter

Beragam faktor ikut mempengaruhi masyarakat untuk tidak menggunakan hak pilih alias golput dalam penyelenggaraan Pemilu. Mulai dari kekecewaan terhadap proses demokrasi tersebut, hingga karena alasan ideologis.

—————–

Seorang warga berinisial RZ mengatakan, memilih golput lantaran merasa bosan dengan janji-janji manis yang diungkapkan oleh pasangan calon (paslon) pada pemilu-pemilu sebelumnya.

“Dulu saya pernah dijanjikan ini dan itu. Tapi kenyataannya ketika dia jadi (terpilih, Red.) janji-janji itu tidak ditepati. Padahal saat kampanye, saya ini orang yang ikut mempromosikan calon tersebut ke masyarakat. Sekarang saya malas sudah dengan yang namanya politik,” ujar RZ.

Hal berbeda diungkapkan ibu rumah tangga berinisial SN yang merasa tidak ada perubahan yang berarti dalam kehidupannya sekalipun sudah memberikan suara. Ibu dua anak ini menilai, datang ke TPS saat pemungutan suara hanya membuang-buang waktu.

Baca Juga:  Djailani Dapat Dukungan

“Paling kalau mereka terpilih juga tidak ingat sama kami rakyat kecil. Jadi buat apa dipilih. Mending saya di rumah saja memasak dan menjaga anak,” beber SN.

Selain karena sikap pesimistis, alasan ideologis juga membuat seseorang menolak memberikan suaranya dalam pemilu. Ali salah satunya, warga Bontang ini mantap memutuskan untuk tidak memberikan suaranya dalam setiap bentuk pemilu yang digelar. Baik pileg, pilpres, maupun pilkada, termasuk pilgub yang akan datang.

Ali berujar, dia tidak mencoblos lantaran menurutnya sistem demokrasi yang ada saat ini bertentangan dengan keyakinan agama yang dia pahami. “Agama saya tidak hanya mewajibkan memilih pemimpin yang seiman. Tapi dalam kepemimpinannya juga harus memakai cara-cara sesuai agama,” kilah Ali.

Meski sejumlah pihak ada yang menyatakan akan golput, antusiasme untuk memberikan suara nyatanya terus bermunculan di kalangan masyarakat. Salah satunya dari kalangan penyandang disabilitas. Rizky, salah seorang tunarungu di Bontang malahan giat mengampanyekan Pilgub Kaltim 2018 di kalangan komunitasnya. Dia tergabung dalam Relawan Demokrasi di KPU Bontang.

Baca Juga:  Hasdam Rebut Posisi Awang

Tak banyak harapan digantungkan Rizky untuk bakal pemimpin mendatang. Sebagaimana rakyat Bumi Etam lainnya, lajang yang bekerja membuat sablon kaus dan gelas ini menginginkan pembangunan Kaltim yang lebih baik. Namun sebagaimana penyandang disabilitas yang kerap termarjinalkan, Rizky memiliki harapan khusus.

“Yang pasti gubernur nanti yang bisa mengangkat derajat teman-teman ABK (anak berkebutuhan khusus, Red.). Rizky berharap kalau bisa gubernurnya jangan menganggap remeh ABK,” ungkap Rizky melalui bahasa isyarat.

Sementara itu Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bontang mengimbau masyarakat untuk tidak golput melainkan tetap menggunakan hak pilihnya. Ketua MUI Bontang, Imam Hambali menuturkan, sekalipun belum ada fatwa yang tegas melarang golput, namun pihaknya tetap menganjurkan masyarakat yang memiliki hak pilih untuk memberikan suaranya.

Baca Juga:  Isran Peringkat Empat

Pasalnya, jika masyarakat tidak menggunakan hak pilih dengan baik, sama saja membiarkan dirinya dipimpin siapapun dan menyetujui hal tersebut. Ibarat perempuan yang mendapat tawaran untuk menikah lantas diam, artinya memberikan persetujuan. “Misal yang terpilih nanti orang jahat, berarti ya setuju saja dipimpin orang jahat,” sebut Imam.

Diakui, isu pemimpin muslim memang tengah hangat beredar di kalangan umat Islam sebagai pemeluk agama terbesar. Beruntung hal ini dimiliki empat paslon yang bertarung dalam Pilgub Kaltim 2018. Yang membedakan kini hanya partai dan golongan yang menjadi latar belakang masing-masing paslon.

“Imbauan MUI, setiap orang yang sudah memenuhi syarat wajib memilih, maka gunakan hak pilih dalam pilkada atau pemilu yang akan datang,” pungkasnya. (luk)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: golputpilgub kaltim 2018
Share2TweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

KM Tidar Tak Bisa Masuk Bontang

Next Post

Dibayangi Golput, Partisipasi Digenjot

Related Posts

Riwayat ‘Hantu’ Golput dan Ancaman di Pemilu 2024
Nasional

Riwayat ‘Hantu’ Golput dan Ancaman di Pemilu 2024

29 September 2023, 09:10
Bikin Angka Golput Tinggi
Nasional

Angka Golput di Pemilu 2019 Diprediksi Capai 30 Persen

19 Februari 2019, 16:30
MUI Tegaskan Tidak Dukung Paslon
Nasional

MUI Tegaskan Lagi Fatwa Haram Golput

14 Februari 2019, 12:00
Sofyan dan Jaang Tidak Hadiri Penetapan Gubernur Kaltim Terpilih
Breaking News

Sofyan dan Jaang Tidak Hadiri Penetapan Gubernur Kaltim Terpilih

25 Juli 2018, 11:36
Ditetapkan Jadi Gubernur, Isran Santai
Breaking News

Ditetapkan Jadi Gubernur, Isran Santai

25 Juli 2018, 11:35
Golkar Yakin Bisa Move On 
Kaltim

Golkar Yakin Bisa Move On 

25 Juli 2018, 11:34

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpol PP dan Dishub Kembali Tertibkan PKL dan Parkir Liar di Trotoar Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Resep Cumi Hitam, Lezat dan Memanjakan Lidah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1.700 Personel Kawal Demo 21 April di Samarinda, Kantor Gubernur dan DPRD Jadi Sasaran Aksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan Amblas di KM 6 Bontang Ditambal Sementara, Perbaikan Total Tunggu Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.