• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Dibayangi Golput, Partisipasi Digenjot

by BontangPost
15 Juni 2018, 10:01
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
RANGKUL PEMILIH: Beragam cara dilakukan KPU Bontang demi menyosialisasikan Pilgub Kaltim 2018. Termasuk melakukan kegiatan Jalan Sehat bersama masyarakat.(DOK BONTANG POST)

RANGKUL PEMILIH: Beragam cara dilakukan KPU Bontang demi menyosialisasikan Pilgub Kaltim 2018. Termasuk melakukan kegiatan Jalan Sehat bersama masyarakat.(DOK BONTANG POST)

Share on FacebookShare on Twitter

GOLONGAN Putih (Golput) alias pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya masih menghantui penyelenggaraan Pemilu di Bontang. Khususnya Pemilu terdekat yaitu Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018. Apalagi pada Pemilu terakhir, Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Bontang 2015, angka golput Kota Taman mencapai 34,82 persen. Atau sebanyak 43.210 orang dari 124.105 pemilih yang terdaftar, tidak menggunakan hak pilihnya.

Sementara untuk se-Kaltim, angka golput dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2015 mencapai 44,52 persen. Atau ada sebanyak 1,25 juta warga dengan hak pilih yang tidak menggunakan hak pilihnya. Meski Bontang mencatat jumlah partisipasi yang lebih baik dibandingkan kabupaten/kota lain di Kaltim yaitu 65,18 persen, Golput diperkirakan masih tetap tinggi.

Karenanya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bontang terus melakukan upaya-upaya sosialisasi demi menekan angka golput tersebut. Bahkan target partisipasi tinggi telah dipasang untuk Pilgub Kaltim 2018. Yaitu 80 persen partisipasi masyarakat dalam memberikan suaranya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada hari-H pilgub, 27 Juni mendatang.

Baca Juga:  Sebulan, Polling Pilgub Kaltim 2018 Digelar, Capai Sebelas Ribu Pemilih

Target ini melampaui target yang ditetapkan KPU RI dan KPU Kaltim. “KPU RI dan provinsi menargetkan 77,5 persen. Kami harus berani mengambil target di atasnya yaitu 80 persen,” kata Ketua KPU Bontang Suardi beberapa waktu lalu.

Menurut Suardi, target ini terbilang realistis. Bila melihat pada usaha-usaha yang dilakukan KPU di antaranya sosialisasi kepada masyarakat. Pun begitu, Suardi mengklaim angka tersebut bukan sekadar target KPU Bontang, melainkan juga merupakan komitmen dari seluruh penyelenggara ad hoc pemilu yang terdiri dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Bontang.

“Kami sepakat. Saya lihat dalam proses pemutakhiran data pemilih ini, mereka (penyelenggara ad hoc, Red.) siang malam mengerjakannya. Jadi semangat itu semangat kami bersama. Hal ini yang sering kami sampaikan di setiap pertemuan,” terangnya.

Kalaupun nantinya tak mampu mencapai target 80 persen, Suardi berharap setidaknya dapat memenuhi target nasional. Yaitu partisipasi mencapai 77,5 persen. Dia mengakui, pada pemilu terakhir di Bontang yaitu Pemilihan Wali Kota (Pilwali) 2015 lalu, tingkat partisipasi masyarakat terbilang rendah yaitu sekira 65,18 persen. Artinya ada sekira 34,82 persen masyarakat yang termasuk golongan putih (golput).

Baca Juga:  KPU Gencar Sosialisasi, Panwaslu Mengawasi

“Angka partisipasi itu memang agak rendah. Tapi untuk di Kaltim tidak juga, karena masih ada daerah yang partisipasinya di bawah Bontang. Ini akan jadi PR (pekerjaan rumah, Red.) bagi kami,” sebut Suardi.

Lebih lanjut dia mengurai, tak mengetahui persis penyebab rendahnya partisipasi masyarakat. Pasalnya ada banyak faktor yang mempengaruhi. Namun begitu KPU akan selalu berusaha maksimal dalam meningkatkan partisipasi ini. Salah satunya dengan gencar melakukan sosialisasi melibatkan stakeholder terkait.

Selain itu, penyusunan data pemilih menjadi tugas yang mesti dikawal dengan baik. Karena penyusunan data pemilih ini juga berpengaruh dalam hal partisipasi masyarakat. “Pengisian data pemilih ini berpengaruh juga untuk potensi golputnya. Kalau orangnya tidak ada tapi masih terdata kan berpengaruh dalam penghitungan persentasenya, jadi kami harus perbaiki data pemilih,” urai dia.

Baca Juga:  Yusran Tambah Suara

Lantas apakah figur-figur yang ditawarkan partai politik (parpol) sebagai pasangan calon (paslon) turut mempengaruhi partisipasi? Suardi enggan berkomentar banyak. Namun menurutnya, siapapun yang diajukan parpol untuk bertarung dalam pilgub merupakan kandidat yang terbaik. “Semua baik, tinggal memilih yang terbaik di antara yang baik,” jawab Suardi singkat.

Menurut dia, parpol turut berperan dalam hal peningkatan partisipasi masyarakat. Karena salah satu fungsi parpol yaitu memberikan pendidikan politik kepada warga negara. Sehingga KPU juga mengharapkan parpol dapat terus mendorong partisipasi masyarakat menggunakan hak suaranya.

“Ini harus. Semua stakeholder harus meningkatkan upayanya. Karena kita berada di angka yang belum sesuai harapan. Kami berharap parpol, pemerintah dan seluruh elemen masyarakat bersama-sama mendorong (partisipasi). Karena upaya itu tidak akan berhasil kalau hanya KPU. Semua stakeholder juga harus berperan bagaimana agar tingkat partisipasi ini bisa meningkat,” paparnya. (luk)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: golputpilgub kaltim 2018
Share3TweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

Next Post

Masyarakat Banyak Belum Tahu Kandidat Cagub

Related Posts

Riwayat ‘Hantu’ Golput dan Ancaman di Pemilu 2024
Nasional

Riwayat ‘Hantu’ Golput dan Ancaman di Pemilu 2024

29 September 2023, 09:10
Bikin Angka Golput Tinggi
Nasional

Angka Golput di Pemilu 2019 Diprediksi Capai 30 Persen

19 Februari 2019, 16:30
MUI Tegaskan Tidak Dukung Paslon
Nasional

MUI Tegaskan Lagi Fatwa Haram Golput

14 Februari 2019, 12:00
Sofyan dan Jaang Tidak Hadiri Penetapan Gubernur Kaltim Terpilih
Breaking News

Sofyan dan Jaang Tidak Hadiri Penetapan Gubernur Kaltim Terpilih

25 Juli 2018, 11:36
Ditetapkan Jadi Gubernur, Isran Santai
Breaking News

Ditetapkan Jadi Gubernur, Isran Santai

25 Juli 2018, 11:35
Golkar Yakin Bisa Move On 
Kaltim

Golkar Yakin Bisa Move On 

25 Juli 2018, 11:34

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpol PP dan Dishub Kembali Tertibkan PKL dan Parkir Liar di Trotoar Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Resep Cumi Hitam, Lezat dan Memanjakan Lidah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1.700 Personel Kawal Demo 21 April di Samarinda, Kantor Gubernur dan DPRD Jadi Sasaran Aksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan Amblas di KM 6 Bontang Ditambal Sementara, Perbaikan Total Tunggu Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.