BONTANGPOST.ID, Bontang – Perpustakaan kelurahan dinilai memiliki keunggulan dalam inovasi layanan karena posisinya yang dekat dan langsung bersentuhan dengan masyarakat.
Kedekatan tersebut membuat perpustakaan lebih memahami kebutuhan warga di lingkungannya, sekaligus mampu menghadirkan program yang relevan.
Dalam lomba perpustakaan yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Bontang, aspek inovasi menjadi salah satu indikator utama penilaian.
“Perpustakaan tidak hanya dinilai dari koleksi buku, tetapi juga dari program berbasis masyarakat yang dijalankan,” ujar Kepala Bidang Perpustakaan, Indra Nopika Wijaya, Senin (27/4/2026).
Ia menegaskan, konsep transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial (TPBIS) menjadi fokus pengembangan layanan. Melalui pendekatan ini, perpustakaan didorong menjadi pusat aktivitas masyarakat, tidak hanya sebagai tempat membaca.
“Perpustakaan harus mampu berperan dalam edukasi hingga pemberdayaan masyarakat,” tambahnya.
Salah satu contoh inovasi tersebut terlihat pada Perpustakaan Mercusuar Loktuan yang berkembang menjadi ruang kreatif warga dan wadah pengembangan keterampilan.
Inovasi itu bahkan mendapat pengakuan nasional melalui penghargaan kategori advokasi dan kemitraan terbaik pada 2024.
DPK Bontang pun terus mendorong penguatan peran perpustakaan sebagai pusat literasi sekaligus ruang aktivitas masyarakat.
“Melalui berbagai inovasi, kami ingin perpustakaan semakin hidup dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)







