BONTANG – Salah satu gebrakan yang dilakukan Lurah Tanjung Laut Indah (TLI) usai dilantik beberapa waktu lalu, adalah menghidupkan salat subuh berjemaah di masjid ataupun musala di wilayahnya. Rencananya kegiatan ini akan dilakukan rutin setiap sebulan sekali.
Dan sebagai kegiatan perdana, Minggu (29/1) pagi kemarin, Lurah TLI beserta stafnya kelurahan lainnya melakukan kegiatan safari salat subuh berjemaah di Masjid Al Huda, Jalan Sutan Syahrir Gang Ikan Mas RT 06, Kelurahan Tanjung laut Indah.
Dalam kesempatan ini turut dihadiri langsung oleh Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni didampingi suaminya Andi Sofyan Hasdam, Asisten Administrasi Pembangunan Setda Emlizar Muchtar, Asisten Administrasi Umum Setda Sarifah Nurul Hidayati, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Amiluddin, Camat Bontang Selatan Asdar, Sekretaris Camat (Sekcam) Budiman, Lurah Tanjung Laut Indah Rosianton Herlambang, Lurah Berebas Tengah Usman HM, dan Kasubbid Ekonomi Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Eko Mashudi, serta tokoh masyarakat dan warga sekitar.
Lurah TLI Rosianton Herlambang mengatakan, dalam safari subuh berjemaah ini juga merangkul seluruh mitra kelurahan seperti LPM, PKK, Karang Taruna, Pokja Sehat, Takmir masjid, dan seluruh Ketua RT yang ada di wilayahnya. Sebagai gerakan yang dihimbau langsung oleh Wali Kota, Anton — panggilan akrabnya–, langsung meneruskan himbauan tersebut ke bawahannya sehingga diharapkan, seluruh elemen masyarakat Tanjung Laut Indah dapat mendukung visi misi yang dicanangkan oleh Pemkot Bontang. Lewat safari subuh berjemaah ini pula, kelurahan memanfaatkan momen tersebut untuk menjadi wadah dialog dengan warga.
“Sehingga ketika ada warga yang memiliki permasalahan dan ingin disampaikan ke pemerintah, bisa langsung disampaikan dalam forum tersebut. Bila Wali Kota atau Wawali berhalangan hadir saat itu, maka kami yang akan mewakili beliau bertatap muka dengan jemaah ,” terangnya.
Usai salat berjemaah, kegiatan safari ini diisi ceramah agama terlebih dahulu oleh Ustaz Mustamin Syam. Usai mendengarkan tausiyah, kegiatan langsung dilanjutkan dengan sambutan Wali Kota Bontang sekaligus memimpin dialog kepada warga.
Dalam sambutannya, Neni menuturkan gerakan subuh berjemaah ini merupakan salah satu bentuk gerakan revolusi mental kepada warganya. Dirinya berharap, dengan masyarakatnya banyak yang melaksanakan salat subuh berjemaah di masjid, dapat membantu Pemerintah dalam menangani berbagai macam permasalahan seperti kekerasan rumah tangga, perceraian, maupun kekerasan seksual pada anak.
“Semoga tidak hanya seremonial saja. Tetapi juga dapat dilaksanakan secara rutin setiap hari,” harapnya. (bbg)







