BONTANG – Dinas Perhubungan (Dishub) menghimbau para nelayan termasuk Asosiasi Penyedia Jasa Transportasi Wisata Laut (APJTWL) yang berlokasi di Pelabuhan Tanjung Laut Indah, untuk tidak melaut ataupun mengangkut penumpang selama kondisi angin di perairan laut Bontang masih kencang dan ombak laut masih besar.
Pasalnya hal tersebut dapat berpotensi membahayakan diri nelayan ataupun penumpang yang mereka bawa. Hal ini disampaikan Sjafruddin, Kabid Laut dan Udara Dishub atas pernyataan pihak Asosiasi yang sebelumnya meminta pemerintah untuk melakukan razia .
“Kami sifatnya hanya himbauan khusus saja. Karena untuk melakukan patroli di lapangan, kami tidak punya sarananya,” ujarnya Jumat (3/2).
Kata dia, yang berhak melakukan pengawasan penuh terhadap aktivitas di pelabuhan tersebut adalah dari pihak Syahbandar Tanjung Laut. Selain itu, ketua asosiasi pun juga diminta untuk membantu pengawasan terhadap para anggotanya jika sekiranya ada hal-hal yang membahayakan.
“Kami juga sudah pernah memberikan bantuan life jacket, Life Buoy, dan peralatan nelayan lainnya kepada asosiasi. Untuk itu kami minta ketika melaut peralatan itu dipakai untuk menjaga keselamatan selama di laut,” jelasnya.
Pihaknya pun mengaku, juga telah menerbitkan surat keterangan pas kecil maupun sertifikat kesempurnaan kapal sebagai tanda kapal telah dicek kelayakannya. Dishub juga rutin melakukan pengecekan kelayakan kapal yang telah memiliki surat keterangan tersebut. Bila nantinya ditemukan kapal saat berlayar diluar ketentuan yang berlaku, maka Dishub berhak untuk menegur ataupun mencabut izin kelayakan kapalnya.
“Harapannya masyarakat lebih berhati-hati lagi bila ingin ke laut. Pastikan alat-alat kelengkapan keselamatan seperti life jacket dan Life Buoy tersedia di kapal yang dinaiki,” pungkasnya. (bbg)







