BONTANGPOST.ID, Bontang – Antrean truk pengisi solar di SPBU Tanjung Laut, Jalan Jenderal Soedirman, kembali mengular hingga simpang tiga Jalan Ir Haji Juanda, kawasan Bukit Indah, Jumat (24/4/2026).
Kondisi ini tidak hanya mengganggu arus lalu lintas, tetapi juga berdampak langsung pada aktivitas ekonomi warga di sekitar lokasi. Sejumlah pelaku usaha mengeluhkan akses menuju tempat usaha mereka tertutup deretan truk yang parkir di bahu jalan.
Nur, pemilik showroom motor bekas, mengaku persoalan tersebut sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa solusi yang jelas.
“Sudah capek kami mengeluh. Hampir lima tahun kami rasakan kondisi seperti ini,” ujarnya.
Ia mengatakan, antrean truk kerap menutup akses masuk ke tempat usahanya sehingga pelanggan kesulitan datang.
Keluhan serupa disampaikan Ari, pemilik bengkel di kawasan itu. Ia menilai penanganan persoalan ini seharusnya menjadi tanggung jawab instansi terkait, khususnya Dinas Perhubungan.
“Kami sudah tidak mau berdebat dengan sopir truk. Harusnya Dishub yang turun tangan, karena kami tidak punya kewenangan,” katanya.
Sementara itu, Yodi, pemilik usaha tailor, mengungkapkan bahwa antrean terjadi hampir setiap hari. Pada siang hari, antrean didominasi truk pengisi solar, sedangkan malam hari berganti antrean kendaraan pengisi pertalite.
Ia juga menyinggung wacana penerapan sistem nomor antrean yang sebelumnya disebut-sebut sebagai solusi. Namun, hingga kini kebijakan tersebut dinilai belum berjalan efektif.
“Katanya pakai nomor antrean supaya tertib, tapi di lapangan tetap saja semrawut,” keluhnya.
Para pelaku usaha berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan ini. Mereka meminta penanganan yang berkelanjutan, bukan sekadar penertiban sementara.
“Harus ada solusi nyata. Jangan hanya ditertibkan sebentar, lalu kembali seperti ini lagi,” pungkasnya. (*)






