SANGATTA – Dinas Kesehatan (Diskes) Kutai Timur (Kutim) membantah, jika di Kutim banyak terdapat anak yang mengalami kurang gizi terlebih gizi buruk. Pihaknya mengklaim, jika Kutim mulai terhindar dari penyakit mematikan tersebut. “Ada tetapi satu dua saja di Kutim,” ujar Kadis Bahrani Hasanal.
Sebab, jauh hari pihaknya sudah mengantisipasi semua kemungkinan yang ada. Sehingga, semua bidang kesehatan baik rumah sakit, Puskesmas, Posyandu dan sejenisnya rutin memberikan bantuan cuma-cuma kepada masyarakat.
“Kami berikan pendamping ASI, Pemberian Makanan Tambahan Lokal (PMTL), ada juga kami galakkan Gerakan Minum Susu (Gerimis),sekolah makan bubur kacang hijau, beberapa susu tambahan dan fasilitas kesehatan lainnya,” kata Bahrani.
Jikapun ada, pihaknya memastikan tidak diperkotaan, akan tetapi terdapat dipedalaman Kutim. Karena, warga tersebut jauh dari fasilitas kesehatan. Seperti hal pelayanan di Posyandu yang digalakkan setiap bulannya. “Paling yang berada di perkebunan. Karena tidak ada Posyandu. Tetapi itu semua, akan kita usahakan agar Kutim bebas dari kurang gizi dan gizi buruk,” katanya.
Bahrani, juga mengingatkan kepada masyarakat Kutim, agar kiranya lebih memperhatikan kesehatan anaknya sejak dalam kandungan hingga dewasa. Mulai dari memberikan makanan sehat, nutrisi dan protein hingga selalu membawa anak ke Posyandu untuk diperiksakan kesehatannya.
“Jadi sekarang ini, tidak hanya kalangan miskin saja yang berpotensi terkena kurang gizi dan gizi buruk, orang kaya juga bisa. Karena mereka kurang memperhatikan anaknya. Bahkan ada yang lebih mementingkan merokok ketimbang membelikan anak susu,” kata mantan Direktur RSUD Kudungga itu,” katanya. (dy)







