• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Minyak Goreng Mahal, Penjual Gorengan Naikkan Harga Jual

by Fitri Wahyuningsih
11 Januari 2022, 14:57
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Harga minyak melambung, sejumlah pedagang gorengan terpaksa menaikkan harga jual (Nasrullah/bontangpost.id)

Harga minyak melambung, sejumlah pedagang gorengan terpaksa menaikkan harga jual (Nasrullah/bontangpost.id)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Melambungnya harga minyak goreng di pasaran sangat dikeluhkan penjual gorengan di Bontang, Kalimantan Timur. Akibat kenaikan ini, beberapa di antaranya terpaksa harus menaikkan harga jual gorengan.

Seperti yang terlihat di lapak gorengan Sukowati milik Paimin (43) di Jalan MH Thamrin, atau beken dengan gorengan depan rudal. Paimin mengaku, saat harga minyak melambung, sebelum perayaan Hari Raya Natal 2021 lalu, ia mulai menaikkan harga jual gorengan. Mulanya dibanderol Rp 1000 per biji. Sekarang Rp 5000 untuk 4 biji gorengan.

“Terasa sekali. Terpaksa dinaikkan harganya. Mulai sebelum natalan itu,” ujarnya ketika disambangi di sela berjualan, Selasa (11/1/2022) siang.

Paimin mengatakan, menaikkan harga menjadi opsi paling realistis buat diambil guna mengakali kenaikan harga minyak. Bila terus bertahan dengan harga lama, keuntungan jelas berkurang. Apalagi jumlah minyak goreng yang dipakai saban harinya tak boleh kurang. Sebab ini dapat mempengaruhi kualitas gorengan. Dalam sehari, setidaknya lelaki asal Pulau Jawa ini mesti menghabiskan 10 liter minyak.

“Kami bisa habis Rp 200 ribu lebih cuma buat minyak. Belum lagi buat yang lain,” ungkapnya.

Kendati menaikkan harga jual, menurut Paimin harga yang dipatoknya itu masih dijangkau konsumen. Sejauh ini, lanjutnya, belum ada konsumen yang mengeluh terkait harga gorengan.

“Cuma itu saja (naik harga). Yang lain, kayak ukuran gorengan itu tidak saya ubah. Masih sama saja,” tandasnya.

Hal berbeda terjadi di salah satu warung gorengan populer di Bontang, yakni Gorengan Bastino. Sang pemilik, Aa Bastino, mengaku kenaikan minyak goreng tentu sangat dikeluhkan. Sebab minyak goreng salah satu bahan utama produk gorengan itu sendiri.

Meski harga minyak goreng meroket, Aa Bastino mengaku tidak menaikkan harga jual. Pun tak mengurangi ukuran gorengan. Tetap sama seperti sebelum harga minyak goreng di pasaran merangkak naik.

“Masih sama saja. Harganya, ukurannya, tidak berubah,” sebutnya disela-sela melayani konsumen.

Dia mengaku, kenaikan ini membuat pendapatan harian sedikit berkurang sebab harus menalangi harga minyak goreng. Kendati tak menyebut pengurangan pendapatan, tapi Aa Bastino menyebut nilainya tak signifikan. Masih masuk kalkulasi, sebab harga jual gorengan di warungnya sendiri cukup menutupi. Adapun per biji gorengan, mulai pisang, bakwan, tahu isi, tempe goreng, dibanderol rata, Rp 2 ribu per biji.

“Kita enggak naikkan. Sudah segini memang jauh sebelum minyak goreng naik,” ucapnya.

Sementara hasil pantauan bontangpost.id di sejumlah pedagang sekitar Jalan KS Tubun Bontang, harga minyak goreng masih bertahan di angka Rp 39 hingga Rp 42 ribu untuk ukuran dua liter. Perbedaan terletak pada merek minyak goreng.

Salah seorang pedagang, Sagena mengaku tak tahu penyebab dan sampai kapan kenaikan ini berlangsung. Ia sendiri mendapat minyak goreng dari agen, dan untung per bungkusnya pun tak banyak. Hanya Rp 1000-Rp 1500.

“Kita beli di kampas dan agen memang sudah mahal. Tidak tahu juga kenapa mahal ini,” tandasnya. Diketahui saat ini harga minyak goreng per liternya yakni Rp 19-21 ribu. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Harga minyak naik
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Tidak Ada Anggaran Khusus Pengembangan Pariwisata di Bontang Kuala

Next Post

Optimalisasi Waduk Kanaan, Tahun Ini Dapat Kucuran Dana Rp 1,3 Miliar

Related Posts

No Content Available

Terpopuler

  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ironi Pajak Walet Bontang: Bangunan Ratusan, Setoran Nol

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuk Aturan KTR, Vape Tak Lagi Boleh Dihisap di Tempat Umum Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.