<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dapil Kaltim Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/dapil-kaltim/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/dapil-kaltim/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Oct 2023 07:37:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>Dapil Kaltim Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/dapil-kaltim/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tantangan Menuju Senayan, Perang Bintang di Kaltim</title>
		<link>https://bontangpost.id/tantangan-menuju-senayan-perang-bintang-di-kaltim/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Oct 2023 08:30:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[Dapil Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[dpr ri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=120218</guid>

					<description><![CDATA[<p>Nama-nama pesohor Kaltim menghiasi daftar calon anggota legislatif menuju Senayan. Bumi Etam seperti arena perang bintang. Kaltim pun disebut “dapil neraka”. bontangpost.id &#8211; Dari 136 daftar calon sementara (DCS) caleg untuk DPR RI, Kaltim Post (induk bontangpost.id) menemukan, selain nama Ismail Thomas yang kini terjerat kasus dugaan korupsi, semua petahana dari Bumi Etam kembali bertarung [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/tantangan-menuju-senayan-perang-bintang-di-kaltim/">Tantangan Menuju Senayan, Perang Bintang di Kaltim</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nama-nama pesohor Kaltim menghiasi daftar calon anggota legislatif menuju Senayan. Bumi Etam seperti arena perang bintang. Kaltim pun disebut “dapil neraka”.</strong></p>
<p><strong>bontangpost.id &#8211; </strong>Dari 136 daftar calon sementara (DCS) caleg untuk DPR RI, Kaltim Post (induk bontangpost.id) menemukan, selain nama Ismail Thomas yang kini terjerat kasus dugaan korupsi, semua petahana dari Bumi Etam kembali bertarung mempertahankan kursi. Mereka bakal bersaing dengan pendatang baru yang punya latar belakang tak kalah mentereng.</p>
<p>Sebut saja Hadi Mulyadi yang akhir September lalu baru saja menuntaskan jabatan sebagai wakil gubernur Kaltim. Lalu ada mantan wali kota Balikpapan dua periode Rizal Effendi dan Yunus Nusi yang kini menjabat sebagai sekjen PSSI. Ada pula tokoh muda seperti Nabil Husein yang populer di kalangan pencinta olahraga.</p>
<p>Untuk diketahui, periode 2019-2024 ada delapan anggota DPR RI dari Dapil Kaltim. Satu di antaranya sedang terjerat kasus dugaan korupsi, yakni Ismail Thomas dari PDI Perjuangan. Sementara tujuh lainnya kembali maju sebagai petahana, yaitu G Budisatrio Djiwandono (Gerindra), Safaruddin (PDIP), Rudi Mas’ud (Golkar), Hetifah (Golkar), Awang Faroek Ishak (Nasdem), Aus Hidayat (PKS), dan Irwan (Demokrat).</p>
<p>Lantas bagaimana dengan strategi dan langkah petahana maupun caleg baru yang akan berlomba menuju Senayan? Kaltim Post berhasil mewawancarai sejumlah nama. Salah satunya Hetifah Sjaifudian, yang kini menduduki kursi Wakil Komisi X DPR RI.</p>
<p>Hetifah mengungkapkan, sebagai incumbent dirinya melihat nama-nama caleg yang ada saat ini, secara peta persaingan, tidak jauh berbeda dibanding periode-periode sebelumnya. Meski dirinya melihat ada wajah baru, namun menurutnya, setiap periode pileg memiliki tantangan tersendiri.</p>
<p>“Tiap periode selalu tidak mudah. Kami sebagai kandidat memiliki kekuatan dengan strateginya masing-masing,” ungkap Hetifah.</p>
<p>Sebagai petahana, Hetifah tentu punya strategi sendiri. Tetapi seperti caleg lainnya, proses sosialisasi menjadi jalan terbaik untuk pemilih bisa mengenal dan mengetahui dirinya sebagai caleg. Dan sebagai petahana langkah tersebut utamanya untuk menyebarkan informasi apa yang telah dilakukan selama menjabat anggota dewan.</p>
<p>“Karena itu menjadi kekuatan utama kami. Kami secara nyata telah berbuat untuk Kaltim. Karena itu salah satu yang saya buat adalah mencetuskan tagline ‘Hebatnya Kaltim’ (Hetifah Berbuat Nyata untuk Kaltim),” ucap politikus Golkar itu.</p>
<p>Adapun alasan mengapa dirinya kembali maju, Hetifah menyebut karena adanya keinginan dan dorongan dari konstituennya, yakni masyarakat Kaltim. Selain itu ada pula amanah yang diberikan partai. Apalagi dengan sepak terjangnya selama ini, membuatnya dekat dengan masyarakat Kaltim, khususnya kaum muda. Dan menurutnya, masih banyak kepentingan Kaltim yang harus diperjuangkan di pusat.</p>
<p>“Kedekatan kami dengan teman-teman muda juga menjadi energi tersendiri untuk terus memperjuangkan kepentingan Kaltim di pusat. Dan ‘Hebatnya Kaltim’ adalah kristalisasi dari apa yang selama ini sudah kami perjuangkan,” ungkap dia.</p>
<p>Hetifah menyebut, dirinya yang duduk di Komisi X DPR RI membidangi Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Perpustakaan telah banyak membantu terealisasinya program pemerintah. Mulai dari beasiswa yang lebih banyak disalurkan, pengangkatan guru honorer menjadi ASN, program peningkatan kapasitas SDM pendidik, pengembangan destinasi dan event, penguatan SDM pariwisata, pembangunan infrastruktur dan sarpras perpustakaan di berbagai daerah</p>
<p>“Itu adalah sebagian dari kerja dan karya nyata yang bisa dirasakan langsung warga Kaltim,” ungkapnya.</p>
<p>Hetifah menyadari, di tengah prestasi anggota DPR RI saat ini pasti ada banyak hal yang belum terealisasi. Dan hal tersebut akan menjadi celah yang dimanfaatkan caleg pendatang baru sebagai bentuk kelemahan caleg incumbent. Namun dengan santai Hetifah menyebut tinggal bagaimana masyarakat cerdas dalam menilai kinerja caleg petahana.</p>
<p>“Ya, biasanya begitu, kalau incumbent bicara apa yang sudah dikerjakan, kalau pendatang baru akan bicara kelemahan incumbent. Bagi kami, bekerja secara maksimal saja, sehingga masyarakat bisa menilai apakah yang kita lakukan mendapatkan apresiasi atau tidak. Jadi cara meyakinkan masyarakat adalah dengan bekerja maksimal sesuai amanah, dan biarkan pemilih menilainya,” jelasnya.</p>
<p>Lanjut dia, jika pemilih sudah percaya, kampanye dengan menunjukkan cela caleg incumbent tidak akan mempan. Namun bisa juga terjadi sebaliknya, jika caleg incumbent hanya datang ke dapil saat dekat pencoblosan, menurutnya itu akan sulit untuk meyakinkan kembali pemilih. “Kami yakin pemilih Kaltim sudah memiliki akses informasi yang luas serta kecerdasannya sendiri,” imbuhnya.</p>
<p>Dalam menghadapi Pileg 2024, Hetifah tentu punya target. Dan target tersebut dibuatnya secara rasional. Berdasarkan apa yang sudah dilakukan selama ini. Dan dari pengalaman dalam setiap periode, hasil suaranya selalu mengalami peningkatan sekitar 70 persen dari suara sebelumnya.</p>
<p>“Untuk pemilu 2024 kami menargetkan kenaikan 100 persen dari suara sebelumnya,” ungkap Hetifah yang dalam Pileg 2019 lalu meraih 66.487 suara untuk melanggengkannya meraih kursi di DPR RI.</p>
<p><strong>OPTIMISME WAJAH BARU</strong></p>
<p>Syafruddin yang kini menjabat sebagai ketua PKB Kaltim menjadi salah satu dari 134 caleg DPR RI. Dirinya merupakan wajah baru di antara politikus Kaltim yang bertarung menuju Senayan. Kepada Kaltim Post Syafruddin menjelaskan, langkahnya menuju DPR RI karena menganggap sejauh ini perhatian dari pemerintah pusat kepada Bumi Etam belum memuaskan. Sementara “tangan” anggota dewan di daerah terbatas. Sehingga dirinya merasa perjuangannya harus dilanjutnya di level yang lebih tinggi.</p>
<p>“Selama ini apa yang sudah disumbangkan Kaltim tidak berbanding lurus dengan yang kembali ke daerah. Rata-rata tiap tahun Rp 500 triliun sumbangan Kaltim ke pusat, namun yang kembali sangat kecil. Hanya Rp 50 triliun. Ini yang saya perjuangkan nantinya,” jelas anggota DPRD Kaltim dari Dapil Balikpapan tersebut.</p>
<p>Duduk sebagai wakil ketua Komisi III DPRD Kaltim, Syafruddin memang banyak menyoroti persoalan banjir dan pembangunan infrastruktur. Dirinya termasuk pula yang kritis terhadap masalah pertambangan dan terakhir sempat duduk sebagai ketua panitia khusus (pansus) investigasi pertambangan di DPRD Kaltim.</p>
<p>“Saya ingin pusat memerhatikan masalah tambang di Kaltim. Khususnya soal kawasan yang terdampak pertambangan,” ujar pria kelahiran Bima, 15 Oktober 1977, tersebut.</p>
<p>Syafruddin menjelaskan, maju menjadi caleg DPR RI juga menjadi bentuk tanggung jawabnya sebagai ketua PKB Kaltim yang sudah 10 tahun dipimpinnya. Dia ingin mencetak sejarah, PKB Kaltim mampu duduk di Senayan. Targetnya, secara pribadi dirinya yakin bisa meraih 150 ribu suara untuk mengantarkannya menjadi anggota DPR RI.</p>
<p>“Saya sudah tiga kali jadi caleg. Sekali gagal, dua berhasil. Basis suara murni ke saya jika ditotal sudah mencapai 25 ribu. Ditambah PKB Kaltim kini punya struktur partai yang kokoh dengan kader yang duduk sebagai kepala daerah di dua kabupaten/kota (Paser dan Bontang),” ucapnya.</p>
<p>Belum lagi kader PKB sebagai ketua dan DPRD di sejumlah daerah. Hasil survei juga menempatkan PKB sebagai partai terbesar ketiga dan keempat secara elektabilitas baik Kaltim maupun nasional.</p>
<p>“Ditambah efek ekor jas hasil dari majunya Ketua Umum PKB Gus Muhaimin Iskandar sebagai calon wakil presiden mendampingi Anies Rasyid Baswedan di Pilpres 2024. Semua modal tersebut memberi keyakinan pada kami untuk mengantarkan PKB merebut kursi DPR RI dari delapan kursi DPR RI dapil Kaltim,” imbuhnya.</p>
<p>Kemudian ada Ali Hamdi. Dua periode sebagai anggota DPRD Kukar dan tiga periode sebagai anggota DPRD Kaltim, menjadikan Ali Hamdi memutuskan maju sebagai caleg DPR RI dapil Kaltim di Pileg 2024. Dirinya ingin lewat pertarungan politik dirinya di Senayan, melahirkan regenerasi baru di daerah.</p>
<p>“Alasan pertama harus ada regenerasi. Saya sudah lima periode di daerah. Tidak pernah absen. Harus ada generasi baru yang duduk di tempat saya saat ini. Yang kabupaten/kota bisa naik ke provinsi. Muncul kader baru yang duduk di DPRD kabupaten/kota,” ucap anggota dewan dapil Kukar dan Kubar tersebut.</p>
<p>Ali yang dikenal kritis menyoroti banyak persoalan masyarakat terutama banjir dan kesejahteraan rakyat tersebut punya target duduk di Komisi V DPR RI dan masuk Badan Anggaran (Banggar). Baginya, SDA Kaltim yang melimpah dan banyak menyumbang pendapatan negara, seharusnya diimbangi dengan perhatian pemerintah pusat. Karena itu dia menyatakan akan bekerja keras dan berupaya maksimal. Termasuk menaruh modal besar agar bisa melanggengkan dirinya duduk di Senayan.</p>
<p>“Saya target bisa meraih minimal 120 ribu suara. Kukar dan Samarinda menjadi basis utama yang akan menopang itu. Di samping dengan bantuan keluarga dan teman-teman saya, baik melalui baliho dan secara door to door terus meluaskan dukungan sampai ke kabupaten/kota lain. Saya akan maksimal dalam ikhtiar ini, lalu takdir yang menentukan,” ungkap pria kelahiran Lamongan, 10 April 1969 itu.</p>
<p>Disinggung terkait keberadaan petahana, KH Aus Hidayat Nur, Ali menyebut menjadi perjuangan tersendiri baginya. Dia menegaskan dalam prosesnya dirinya bisa meraih kursi, dilakukan secara terpisah tanpa mengganggu suara anggota DPR RI dari PKS. “Kami dengan incumbent sepakat bekerja tanpa beririsan,” imbuh anggota Komisi III tersebut.</p>
<p><strong>DAPIL NERAKA</strong></p>
<p>Pengamat politik dari Universitas Mulawarman Samarinda, Budiman, menyebut bahwa Pileg 2024 menjadi arena bertempur partai politik menunjukkan eksistensi partai mereka. Itu sebabnya, mereka akan berupaya semaksimal mungkin untuk bisa lolos ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) sebesar 4 persen yang ditetapkan dalam Pemilu 2024.</p>
<p>“Itu sebabnya parpol mengirimkan caleg-caleg potensial yang mampu meningkatkan suara untuk mencapai parliamentary threshold tersebut,” ungkap Budiman, Jumat (13/8).</p>
<p>Bagi Budiman, melihat komposisi caleg saat ini, maka bisa disebut Kaltim sebagai dapil “neraka”. Lantaran dari delapan kursi, tujuh caleg incumbent yang kembali maju punya basis yang kuat untuk bisa terpilih kembali. Sementara nama-nama caleg pendatang baru merupakan tokoh-tokoh juga punya kekuatan. Baik di sisi finansial dan basis massa. Dan caleg pendatang baru dalam Pileg 2024 ini lebih punya keyakinan besar bakal meraih kursi dengan tidak adanya nama Ismail Thomas akibat tersandung kasus dugaan korupsi.</p>
<p>“Tanpa Ismail Thomas yang kini sedang ‘sekolah’, maka kursi milik PDIP berpotensi akan berkurang satu jika PDIP tidak solid dan punya figur yang potensial. Hal ini pun dimanfaatkan caleg dari parpol untuk mendulang suara,” ujarnya.</p>
<p>Namun, kondisi ini lebih menguntungkan parpol besar dan dominan. Sementara untuk caleg dengan ketokohan kuat namun berasal dari partai baru seperti mantan Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi, menurutnya sangat berat. Secara personal, sosok Hadi memang bakal meraih banyak suara. “Namun apakah suara partainya cukup untuk bisa mengantarkan Pak Hadi ke Senayan?” ucap Budiman.</p>
<p>Di sisi lain, selain PDIP juga perlu kewaspadaan bagi Golkar yang kini punya dua perwakilan di DPR RI. Lantaran, saat ini efek ekor jas dari pasangan calon presiden-wakil presiden (capres-cawapres) pada Pilpres 2024 menjadi salah satu optimisme parpol yang tokohnya maju sebagai bakal capres-cawapres. Seperti PKB misalnya, yang ketua umumnya menjadi bakal cawapres.</p>
<p>“Tapi yang paling kuat saat ini dari komposisi calegnya adalah Gerindra. Sejumlah tokoh selain Budisatrio Djiwandono, memiliki basis suara yang besar karena berasal dari tokoh masyarakat suku tertentu yang loyal. Jadi prediksi saya Gerindra akan punya dua perwakilan di DPR RI, sementara PDIP berkurang satu,” ungkap Budiman.<strong> (dwi)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/tantangan-menuju-senayan-perang-bintang-di-kaltim/">Tantangan Menuju Senayan, Perang Bintang di Kaltim</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perebutan Kursi Senayan di Kaltim, Petahana Berpotensi Tumbang</title>
		<link>https://bontangpost.id/perebutan-kursi-senayan-di-kaltim-petahana-berpotensi-tumbang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Aug 2023 07:11:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[Dapil Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[dpr ri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=118278</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hingga awal pekan depan, masyarakat berkesempatan memastikan daftar calon sementara yang ditetapkan KPU, memenuhi dokumen persyaratan dan tidak bermasalah. Peran masyarakat memastikan calon yang diusung berintegritas masih terbuka. bontangpost.id &#8211; Sebanyak 9.925 orang daftar calon sementara (DCS) DPR RI telah diumumkan KPU pada 19 Agustus lalu. Dari jumlah tersebut, 136 DCS DPR berasal dari Kaltim. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/perebutan-kursi-senayan-di-kaltim-petahana-berpotensi-tumbang/">Perebutan Kursi Senayan di Kaltim, Petahana Berpotensi Tumbang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Hingga awal pekan depan, masyarakat berkesempatan memastikan daftar calon sementara yang ditetapkan KPU, memenuhi dokumen persyaratan dan tidak bermasalah. Peran masyarakat memastikan calon yang diusung berintegritas masih terbuka.</strong></em></p>
<p><strong>bontangpost.id &#8211; </strong>Sebanyak 9.925 orang daftar calon sementara (DCS) DPR RI telah diumumkan KPU pada 19 Agustus lalu. Dari jumlah tersebut, 136 DCS DPR berasal dari Kaltim. Para bakal calon wakil Kaltim di Senayan itu datang dari 18 parpol.</p>
<div id="AA_res_mid1">
<div id="ats-insert_ads-2-wrapper" class="insert_ads insert_ads-1 show_advertisement unrendered">
<div>PKB, Gerindra, PDI Perjuangan, Golkar, Nasional Demokrat (NasDem), Partai Buruh, PKS, Hanura, Partai Garda Perubahan Indonesia, PAN, Demokrat, PSI, Perindo dan PPP, masing-masing mengirimkan delapan calon. Sementara, Partai Gelora dan Partai Kebangkitan Nusantara mengutus tujuh calon. Lalu Partai Ummat dan PBB, masing-masing menjagokan 6 dan 2 calegnya untuk menduduki kursi DPR RI.</div>
</div>
</div>
<p>Untuk diketahui, berdasarkan hasil Pemilu 2019, wakil Kaltim di Senayan ada delapan orang (kursi). Mereka adalah, G Budisatrio Djiwandono (Gerindra), Safaruddin dan Ismail Thomas (PDI Perjuangan), Rudy Mas’ud dan Hetifah Sjaifudian (Golkar), Awang Faroek Ishak (NasDem), Aus Hidayat Nur (PKS), dan Irwan (Demokrat). Pada Pemilu 2024, nama-nama di atas masih mencalonkan diri. Mereka akan bersaing dengan sejumlah nama baru dan memiliki basis suara.</p>
<p>Seperti Nabil Husein Said Amin Alrasydi (Presiden Klub Liga 1 Borneo FC), mantan wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi, musisi Aji M Mirza Ferdinand Hakim (Icha Jikustik), dan Ketua Umum BPD Hipmi Kaltim Bakri Hadi. Termasuk tiga politikus gaek DPRD Kaltim yang memilih naik kelas ke tingkat nasional. Yakni, Syafruddin dari PKB, Veridiana Huraq Wang (PDI Perjuangan), dan Ali Hamdi (PKS).</p>
<p>Menurut pengamat politik Universitas Mulawarman (Unmul) Budiman, nama-nama baru tersebut tentu jadi ancaman bagi para petahana. Di antara nama-nama itu, Budiman menyebut sosok Nabil Husein Said Amin sangat berpotensi dan berpeluang menggantikan salah satu <em>incumbent.</em> Terlebih NasDem, partai pengusung Nabil Husein, punya struktur paling ideal di Kaltim. &#8220;Jadi bisa dipastikan adanya Nabil bisa menghilangkan salah satu<em> incumbent</em>. Dan dengan kondisi Pak Awang Faroek Ishak sekarang, saya merasa agak riskan bisa terpilih lagi,&#8221; paparnya.</p>
<p>Budiman mengaku ragu apakah masih ada pemilih loyal Awang Faroek Ishak. &#8220;Bisa terganti dengan Nabil Husein sesama dari Partai NasDem,&#8221; sambungnya. Budiman kemudian menggarisbawahi langkah Sofyan Hasdam (mantan wali kota Bontang) dan Bambang Susilo yang sebelumnya jadi politikus NasDem namun memilih jalur lain ke Senayan melalui pemilihan DPD RI.</p>
<p>&#8220;Justru langkah cerdas ketika keduanya mencalonkan diri di DPD. Karena kemungkinan mengalahkan Nabil Husein di DPR susah. Apalagi ada Rizal Effendi yang juga dari Partai NasDem. Artinya, NasDem punya banyak figur untuk menaikkan elektabilitas,&#8221; katanya. Budiman melanjutkan, hal lain yang menjadi catatan adalah PDI Perjuangan. Setelah kasus hukum yang menjerat Ismail Thomas, dia menyebut praktis hanya Safaruddin yang memiliki elektabilitas mumpuni. Budiman ragu, PDI Perjuangan bisa mempertahankan dua kursi DPR RI dapil Kaltim di Senayan. &#8220;Dan sejauh ini, tidak pernah terlihat baliho mantan kapolda Kaltim tersebut,&#8221; katanya.</p>
<p>&#8220;Saya juga belum melihat struktur caleg di bawahnya. Jangan sampai misalnya cuma Safaruddin yang tinggi suaranya, tapi tidak didukung dengan perolehan suara yang lain,&#8221; urainya. Pada periode sebelumnya, terang dia, Safaruddin diuntungkan usai pemilihan gubernur yang masih punya tabungan suara. Ditambah ketika itu juga baru masa transisi setelah pensiun dari jabatannya sebagai kapolda Kaltim. &#8220;Sehingga masih banyak simpul organisasi tertentu yang bisa digerakkan. Nah, sekarang apakah simpul yang lama itu masih bisa dia gerakkan,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Disinggung soal kans Veridiana Huraq Wang yang punya kemungkinan sebagai pengganti Ismail Thomas yang sama-sama dari Kutai Barat, Budiman menegaskan, kondisi keduanya sangat berbeda. Ismail merupakan mantan bupati, kemudian bupati Kubar juga dari PDI Perjuangan. &#8220;Artinya bisa menggerakkan massa di Kutai Barat. Sekarang apakah Veridiana bisa menggerakkan bupati yang ada sekarang? Itu jadi kelemahan,&#8221; sebutnya. Sementara untuk pemilih di Kutai Barat dan Mahakam Ulu diklaim sedikit. Bahkan, pada pemilihan legislatif sebelumnya, suara Martinus yang merupakan menantu Ismail Thomas, perolehannya lebih tinggi dari Veridiana saat kontestasi DPRD Kaltim periode lalu.</p>
<p>Berkaca dari analisis itu, apabila batas suara tidak dicapai, caleg lain punya suara bisa menjadi pelengkap agar meraih satu kursi. &#8220;Seperti Awang Faroek sebelumnya. Yang hanya mengantongi sekitar 30 ribu suara. Tapi ada angka yang lain seperti Pak Sofyan Hasdam sehingga bisa menjadikan satu kursi. Dan sangat berisiko mengandalkan satu figur untuk menarik suara. Beda dengan NasDem punya banyak figur,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Dia mencontohkan, seumpama Nabil Husein menarik 50 ribu suara, kemudian ada Rizal Effendi, lalu ditambah Awang Faroek, maka NasDem berpeluang menambah satu kursi. &#8220;Dan PKB siapa yang bisa menarik suara selain Syafruddin sendiri sebagai ketua PKB Kaltim,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Kemudian, untuk Hadi Mulyadi yang saat ini menjabat Wakil Gubernur Kaltim, dinilai Budiman bisa meraih kursi di Senayan. Namun, Budiman tidak yakin partainya bisa mencapai ambang batas parlemen (parliamentary threshold) 4 persen.</p>
<p>&#8220;Meskipun Pak Hadi bisa mendapatkan suara untuk satu kursi, tapi partai tidak lolos maka tidak bisa duduk. Dan otomatis kasusnya seperti Giring Nidji sebelumnya, PSI tidak mencapai 2 persen kala itu,&#8221; kata Budiman.</p>
<p>Dan sekarang, ambang batas tersebut naik jadi 4 persen. Bahkan ada beberapa partai yang sudah duduk di Senayan terancam, seperti PAN dan PPP. &#8220;Dan di sini saya melihat ada kejelian Rusman Yaqub menurut saya. Sepertinya ragu mencapai parliamentary threshold 4 persen. Makanya beliau tidak jadi caleg DPR RI, padahal dengung-dengung dulu Rusman Yaqub mau nyalon DPR RI,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Hal menarik lainnya adalah, pasangan suami-istri yang bertarung. Itu terjadi di Golkar. Rudi Mas&#8217;ud bersaing dengan istrinya, Syarifah Suraidah. Keterlibatan istri Rudy disebut Budiman sebagai langkah politis politik. &#8220;Seumpama Rudi Mas&#8217;ud jadi maju ke pemilihan gubernur maka bisa PAW ke istrinya. Ya, iseng-iseng berhadiah, kalau dapat tiga (kursi) syukur. Kalau tidak ya maju, dan keluarga sendiri yang PAW,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Untuk diketahui, sejak DCS diumumkan 19 Agustus lalu, KPU membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan hingga 28 Agustus. ”Kami telah menetapkan DCS untuk anggota DPR dan anggota DPD dari 38 daerah pemilihan (dapil) provinsi,” kata Ketua KPU Hasyim Asy’ari saat konferensi pers di Media Center KPU RI, Jakarta pekan lalu.</p>
<p>Selanjutnya, kata Hasyim, pihaknya mengumumkan DCS kepada masyarakat luas melalui media yang ditentukan KPU serta lewat situs web dan akun media sosial milik komisi tersebut.</p>
<p>Jadi, siapa pun warga negara Indonesia yang berkepentingan bisa membaca, melihat, dan mencermati nama-nama calon anggota DPR RI yang masuk daftar tersebut. ”Masyarakat bisa langsung mengetahui dan melihat calon dewan dari pengumuman tersebut,” terangnya.</p>
<p>Menurut Hasyim, KPU provinsi dan kabupaten/kota juga mengumumkan DCS anggota DPRD provinsi dan kabupaten/kota. Waktu pengumumannya sama, yaitu mulai 19–23 Agustus. Selain pengumuman, kata Hasyim, KPU membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memberikan tanggapan dan masukan terhadap DCS yang diumumkan. Saran dan masukan bisa disampaikan mulai 19–28 Agustus. ”Penyampaian masukan dilakukan sesuai dengan tingkatan,” ujarnya.</p>
<p>Untuk DCS anggota DPR RI, saran dan masukan bisa disampaikan langsung ke KPU RI. Untuk DCS anggota DPRD provinsi dan kabupaten/kota, masyarakat bisa menyampaikan saran dan masukan ke KPU daerah masing-masing.  ”Para pihak yang memberikan catatan, masukan, dan tanggapan harus mencantumkan identitas yang jelas sehingga bisa dikonfirmasi,” paparnya. Pria asal Pati, Jawa Tengah, itu menyatakan bahwa masukan dan tanggapan masyarakat tersebut bakal disampaikan kepada partai politik (parpol). Sebab, partailah yang mengusulkan daftar calon anggota DPR RI. Jadi, KPU akan melakukan konfirmasi dan klarifikasi kepada partai terkait dengan masukan tersebut.</p>
<p>Selanjutnya, KPU meminta klarifikasi kepada lembaga-lembaga yang memiliki otoritas atau wewenang. Misalnya, tanggapan terkait dengan pendidikan para calon anggota dewan. Begitu juga keterangan dari pengadilan. Jika ada masyarakat yang memberikan masukan soal surat keterangan, KPU bakal melakukan klarifikasi kepada Mahkamah Agung (MA) atau pengadilan negeri. Jadi, dalam mengambil langkah, KPU akan mengacu pada standar yang ditentukan. Yaitu, melakukan klarifikasi kepada parpol dan lembaga-lembaga yang menerbitkan dokumen yang menjadi persyaratan calon anggota DPR RI.</p>
<p>Hasyim menjelaskan, setelah pengumuman DCS selesai, tahap berikutnya adalah pencermatan terhadap rancangan daftar calon tetap (DCT). Jadi, sebelum menuju DCT, KPU mencermati rancangan DCT, yang dimulai 24 September hingga 3 Oktober. Menurut Hasyim, penetapan DCT bakal berlangsung pada 3 November. Pengumuman DCT, baik bacaleg DPR RI, DPRD provinsi, maupun DPRD kabupaten/kota, akan dilakukan pada 4 November 2023.</p>
<p>“Sehingga masyarakat berkesempatan membaca dan mencermati nama-nama calon tetap, mulai 4 November 2023 sampai 14 Februari 2024,” tuturnya. <strong>(riz2/k16)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/perebutan-kursi-senayan-di-kaltim-petahana-berpotensi-tumbang/">Perebutan Kursi Senayan di Kaltim, Petahana Berpotensi Tumbang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
