<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Eksploitasi Anak Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/eksploitasi-anak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/eksploitasi-anak/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Apr 2021 04:20:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>Eksploitasi Anak Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/eksploitasi-anak/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Cucu Dipaksa Ngemis Selama Sekolah Daring, Digebuki Jika Setoran Kurang</title>
		<link>https://bontangpost.id/cucu-dipaksa-ngemis-selama-sekolah-daring-digebuki-jika-setoran-kurang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Apr 2021 04:16:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Eksploitasi Anak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=86226</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Penyesalan baru terucap ketika S, wanita paruh baya (46) di Palembang, ditangkap aparat kepolisian. S Ditangkap lantaran kerap memukuli TK (8), cucunya yang diduga dipaksa ngemis di jalanan selama sekolah daring. Dikutip Antara, kasus eksploitasi anak itu terungkap setelah rekaman video amatir merekam S saat memukuli korban di sebuah trotoar di Kota Palembang. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/cucu-dipaksa-ngemis-selama-sekolah-daring-digebuki-jika-setoran-kurang/">Cucu Dipaksa Ngemis Selama Sekolah Daring, Digebuki Jika Setoran Kurang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211;</strong> Penyesalan baru terucap ketika S, wanita paruh baya (46) di Palembang, ditangkap aparat kepolisian. S Ditangkap lantaran kerap memukuli TK (8), cucunya yang diduga dipaksa ngemis di jalanan selama sekolah daring.</p>
<p>Dikutip <em>Antara</em>, kasus eksploitasi anak itu terungkap setelah rekaman video amatir merekam S saat memukuli korban di sebuah trotoar di Kota Palembang. Dugaan sementara, S memaksa cucunya untuk menyetorkan uang Rp 30 ribu setiap hari dari hasil meminta-minta di jalan.</p>
<p>Buntut dari aksinya itu, polisi meringkus wanita itu pada Rabu (29/4/2021) sore dengan membawa serta cucunya yang menjadi korban kasus penganiayaan itu.</p>
<p>&#8220;Kami masih mendalami keterangan pelaku, korban dan saksi,&#8221; kata Kepala Unit PPA Polrestabes Palembang Ipti Fifin Sumailan.</p>
<p>S diduga memperkerjakan TK sebagai pengemis di Simpang Charitas yang dikenal sebagai persimpangan paling ramai di Kota Palembang. TK diduga telah dijadikan pengemis dalam waktu yang lama hingga seorang warga diam-diam merekam aksinya.</p>
<p>TK tampak memberikan sejumlah uang kepada pelaku, namun justru anak kecil malang itu mendapat pukulan di kepala berulang kali dan membuat geram warga yang merekam.</p>
<p>Potongan video tersebut diposting ke sosial media Instagram dan sekejap menjadi viral. Netizen ramai-ramai menandai akun kepolisian setempat dan meminta bergerak cepat menangkap pelaku.</p>
<p>&#8220;Kami langsung mendapat atensi pimpinan untuk menangkapnya,&#8221; kata Fifin.</p>
<p>Berdasarkan pemeriksaan sementara, S menyatakan TK merupakan cucunya yang diajak mengemis satu pekan terakhir dengan dalih mengisi waktu kosong belajar daring di rumah.</p>
<p>&#8220;Saya menyesal, Pak,&#8221; kata S kepada petugas yang saat ditangkap di jalan dan sempat meronta-meronta dan memeluk TK.</p>
<p>Diketahui TK mengaku harus menyetor kepada S sebesar Rp 30 ribu setiap hari, jika tidak maka dirinya akan menerima pukulan serta jambakan dari neneknya itu.</p>
<p>Polisi memutuskan mengirim TK ke Rumah Aman Dinas Sosial Sumsel, tempat pemerintah setempat menampung anak-anak jalanan. Di tempat itu petugas juga dua pekan lalu telah mengamankan bocah laki-laki yang diduga kuat merupakan adik TK.</p>
<p>Sementara S dijebloskan ke penjara dan bersiap menghadapi tuntutan pasal eksploitasi undang-undang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/cucu-dipaksa-ngemis-selama-sekolah-daring-digebuki-jika-setoran-kurang/">Cucu Dipaksa Ngemis Selama Sekolah Daring, Digebuki Jika Setoran Kurang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
