<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>gajah kalimantan Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/gajah-kalimantan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/gajah-kalimantan/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Sun, 24 Nov 2024 06:28:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>gajah kalimantan Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/gajah-kalimantan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Memahami Perbedaan dan Karakteristik Unik Gajah Kalimantan dan Gajah Sumatera</title>
		<link>https://bontangpost.id/memahami-perbedaan-dan-karakteristik-unik-gajah-kalimantan-dan-gajah-sumatera/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Nov 2024 06:28:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[gajah kalimantan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=133191</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID &#8211; Gajah merupakan mamalia darat terbesar dari famili Elephantidaedan ordo Proboscidea yang memiliki peran dan fungsi yang penting sebagai penyeimbang ekosistem di alam bebas. Sunarto, Ekolog Satwa Liar WWF Indonesia mengatakan bahwa gajah merupakan mamalia darat yang memiliki kemampuan makan sangat banyak. Namun disitulah sebenarnya peran gajah bagi alam. Satwa pintar bertubuh besar ini [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/memahami-perbedaan-dan-karakteristik-unik-gajah-kalimantan-dan-gajah-sumatera/">Memahami Perbedaan dan Karakteristik Unik Gajah Kalimantan dan Gajah Sumatera</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONTANGPOST.ID &#8211;</strong> Gajah merupakan mamalia darat terbesar dari famili Elephantidaedan ordo Proboscidea yang memiliki peran dan fungsi yang penting sebagai penyeimbang ekosistem di alam bebas.</p>
<p>Sunarto, Ekolog Satwa Liar WWF Indonesia mengatakan bahwa gajah merupakan mamalia darat yang memiliki kemampuan makan sangat banyak. Namun disitulah sebenarnya peran gajah bagi alam. Satwa pintar bertubuh besar ini mampu memakan hingga 300 kilogram makanan sehari. Seperti halnya tanaman, hutan pun perlu dirawat. Jika pohon-pohon di hutan tidak ada yang memakan, maka akan tumbuh klimaks sehingga tidak produktif bagi satwa yang lain.</p>
<p>Gajah merupakan satwa teritorial yang tidak bisa menetap di satu lokasi. Mereka akan selalu bergerak dalam jalur jelajahnya untuk mencari makan, minum dan lain sebagainya. Ketika melewati hutan, gajah akan membuka lahan untuk memberikan jalan bagi satwa lain. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan ketergantungan antar spesies yang terjadi di alam.</p>
<p>Ketika berjalan, gajah menginjak semak-semak di sekitarnya sehingga banyak bibit tumbuhan yang melekat pada kaki maupun kotorannya. Bibit-bibit tersebut mempunyai peluang untuk tumbuh di sepanjang jalur yang dilalui gajah.</p>
<p>Dilansir dari National Geographic, riset menunjukkan bahwa biji-bijian yang dimakan gajah, jika terbuang lewat kotoran dan tertanam dalam tanah, maka biji tersebut akan tumbuh lebih cepat karena memiliki kelebihan khusus yakni telah diolah oleh sistem pencernaan dari gajah sendiri. Semakin banyak gajah dalam satu kelompok semakin banyak pula peluang bibit-bibit itu untuk tersebar dan tumbuh di dalam hutan.</p>
<p><strong>Mengenal Gajah Sumatera dan Gajah Kalimantan</strong></p>
<p>Gajah Asia atau Elephas maximus memiliki tiga sub spesies yaitu Elephas maximus indicus, Elephas maximus maximus dan Elephas maximus sumatranus. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki dua jenis gajah berbeda sebagai tempat tinggalnya yakni Gajah Sumatera dan Gajah Kalimantan.</p>
<p>Menurut IUCN status konservasi Gajah Sumatera berada diambang kepunahan atau masuk dalam kategori Critically Endangered (CR). Status CR tersebut berkedudukan hanya dua tingkat dari status punah di alam liar dan punah sepenuhnya. Gajah Sumatera adalah salah satu subspesies Gajah Asia yang memiliki nama ilmiah Elephas maximus sumatranus.</p>
<figure id="attachment_133192" aria-describedby="caption-attachment-133192" style="width: 1070px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-133192" src="https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2024/11/20210102202729.jpg" alt="" width="1070" height="660" srcset="https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2024/11/20210102202729.jpg 1070w, https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2024/11/20210102202729-768x474.jpg 768w, https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2024/11/20210102202729-750x463.jpg 750w" sizes="(max-width: 1070px) 100vw, 1070px" /><figcaption id="caption-attachment-133192" class="wp-caption-text">Gajah Sumatera. (Sunarto/forestdigest.com)</figcaption></figure>
<p>Gajah sumatera memiliki ciri khas tertentu dari bentuk fisiknya. Ciri-ciri gajah sumatera secara umum adalah sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Bobot gajah sumatera sekitar 3-5 ton dengan tinggi 2-3 meter.</li>
<li>Kulitnya terlihat lebih terang dibanding Gajah Asia lain.</li>
<li>Pada bagian kuping sering terlihat depigmentasi seperti flek putih kemerahan. Kuping Gajah Sumatera berukuran lebih kecil dan berbentuk segitiga.</li>
<li>Hanya gajah jantan yang memiliki gading yang panjang. Sedangkan gajah betina, jika memiliki gading akan cenderung memiliki ukuran yang pendek dan hampir tidak terlihat. Berbeda dengan gajah Afrika dimana jantan dan betina sama-sama punya gading.</li>
<li>Bagian atas kepala Gajah Sumatera memiliki dua tonjolan.</li>
<li>Gajah sumatera memiliki 5 kuku di kaki bagian depan dan 4 kuku di kaki belakang.</li>
</ul>
<p>Selain gajah sumatera, Indonesia juga memiliki gajah kalimantan yang masih digolongkan sebagai <em>Elephas maximus indicus</em>. Namun dalam keterangan lain disebutkan bahwa gajah kalimantan merupakan subspesies tersendiri yang memiliki nama <em>Elephas maximus bornensis</em>. Sama halnya dengan gajah sumatera, gajah kalimantan ditetapkan masuk dalam kategori <em>Critically Endangered</em> (CR) berdasarkan IUCN.</p>
<figure id="attachment_133193" aria-describedby="caption-attachment-133193" style="width: 600px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-133193" src="https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2024/11/60758b863bdfca8406eee17f-borneo-elephant-facts-are-interesting-3f5c573947-5be77dd23a73aaf9d3374da589f75fbe-0d8f7ddbee37dd4b631b3c138575fd67_600x400.jpg" alt="" width="600" height="400" /><figcaption id="caption-attachment-133193" class="wp-caption-text">Induk dan anak Gajah Kalimantan yang sedang merumput. (kidadl.com)</figcaption></figure>
<p>Gajah kalimantan memiliki ciri khas tertentu dari bentuk fisiknya. Ciri-ciri gajah sumatera secara umum adalah sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil daripada spesies gajah asia yang lain.</li>
<li>Gajah kalimantan memiliki tinggi tubuh maksimal 2,9 meter dan berat antara 2,9 ton hingga 4,9 ton.<br />
Kulit berwarna abu-abu dan ditumbuhi rambut-rambut kecil.</li>
<li>Memiliki bentuk kuping bulat yang lebih kecil.</li>
<li>Memiliki taring yang lebih lurus dan ekor yang panjang.</li>
<li>Bagian atas kepala memiliki dua tonjolan.</li>
<li>Memiliki 4 kuku di kaki belakang.</li>
</ul>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/memahami-perbedaan-dan-karakteristik-unik-gajah-kalimantan-dan-gajah-sumatera/">Memahami Perbedaan dan Karakteristik Unik Gajah Kalimantan dan Gajah Sumatera</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gajah Kalimantan Masuk Daftar Hewan Terancam Punah</title>
		<link>https://bontangpost.id/gajah-kalimantan-masuk-daftar-hewan-terancam-punah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Jun 2024 02:51:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[gajah kalimantan]]></category>
		<category><![CDATA[Hewan dilindungi]]></category>
		<category><![CDATA[konservasi hutan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=128071</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Gajah borneo, atau lebih akrab disebut gajah kalimantan, resmi diklasifikasikan sebagai hewan “Terancam Punah” (Endangered) oleh International Union of the Conservation of Nature (IUCN). Populasi gajah terkecil di dunia ini terus menurun akibat mengalami kerusakan habitat hingga konflik dengan manusia. Gajah kalimantan memiliki tubuh yang lebih kecil ketimbang kerabatnya, tingginya sekitar 2,5 hingga [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/gajah-kalimantan-masuk-daftar-hewan-terancam-punah/">Gajah Kalimantan Masuk Daftar Hewan Terancam Punah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-reader-unique-id="13"><strong>bontangpost.id &#8211; </strong>Gajah borneo, atau lebih akrab disebut gajah kalimantan, resmi diklasifikasikan sebagai hewan “Terancam Punah” (Endangered) oleh International Union of the Conservation of Nature (IUCN).</p>
<p data-reader-unique-id="13">Populasi gajah terkecil di dunia ini terus menurun akibat mengalami kerusakan habitat hingga konflik dengan manusia.</p>
<p data-reader-unique-id="22">Gajah kalimantan memiliki tubuh yang lebih kecil ketimbang kerabatnya, tingginya sekitar 2,5 hingga 3 meter. Mereka telah lama dicurigai sebagai subspesies gajah Asia, dengan beberapa pihak berpendapat gajah kalimantan terpisah dari spesies gajah Asia lain sekitar 300.000 tahun lalu.</p>
<p data-reader-unique-id="23">Kini, penelitian baru yang dilakukan oleh tim di Natural History Museum (NHM) di London berhasil mengonfirmasi kebenaran tersebut: Gajah kalimantan adalah subspesies dari gajah Asia. Ini membuat mereka ditempatkan sebagai hewan terancam punah dalam Daftar Merah IUCN.</p>
<p data-reader-unique-id="25">Penelitian ini melibatkan perbandingan dari 120 tengkorak gajah Asia dalam koleksi NHM, yang mengungkapkan beberapa perbedaan utama yang terlihat antara gajah kalimantan dengan kerabat dekat mereka yang lebih besar, salah satunya dalam hal ukuran kepalanya.</p>
<p data-reader-unique-id="25">Selain itu, penelitian genetik juga menunjukkan perbedaan jelas antara kedua spesies ini.</p>
<p data-reader-unique-id="33">Dengan penelitian dan pengklasifikasian gajah kalimantan sebagai subspesies ini, diharapkan upaya pelestarian gajah kalimantan bisa lebih baik lagi.</p>
<p data-reader-unique-id="39">Saat ini, diperkirakan hanya ada sekitar 1.000 gajah kalimantan yang tersisa, dengan populasi yang terus menurun akibat meningkatnya konflik dengan manusia dan penebangan hutan di habitat aslinya di Kalimantan.</p>
<p data-reader-unique-id="39">Penebangan hutan tersebut dilakukan baik untuk pembangunan infrastruktur maupun pembukaan lahan kelapa sawit.</p>
<p data-reader-unique-id="41">“Melestarikan keanekaragaman hayati berarti melestarikan variasi alami di semua tingkatan, tidak hanya spesies berbeda tapi juga populasi unik dalam spesies,” kata Professor Adrian Lister, paleobiolog di NHM dan anggota tim yang melakukan penelitian sebagaimana dikutip<em data-reader-unique-id="42"> IFL Science</em>.</p>
<p data-reader-unique-id="43">“Pencantuman gajah kalimantan dalam Daftar Merah sangat penting dalam menggerakkan upaya konservasi dan mengarahkan sumber daya ke area yang paling penting,” tambah Dr. Cherly Cheah, ahli ekologi konservasi di WWF-Malaysia, dikutip dari <b>kumparan.com</b>.</p>
<p data-reader-unique-id="51">Seperti dalam banyak kasus konservasi, melindungi satu kelompok hewan memiliki dampak yang sangat besar pada semua ekosistem hewan yang ada.</p>
<p data-reader-unique-id="52">“Gajah merupakan spesies kunci yang memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan hutan hujan,” kata Lister.</p>
<p data-reader-unique-id="52">“Dengan melestarikan gajah-gajah ini, kita akan melindungi banyak spesies lain dan ekosistem yang lebih luas.” <strong>(kumparan)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/gajah-kalimantan-masuk-daftar-hewan-terancam-punah/">Gajah Kalimantan Masuk Daftar Hewan Terancam Punah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
