• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Ragam

Gajah Kalimantan Masuk Daftar Hewan Terancam Punah

by BontangPost
29 Juni 2024, 10:51
in Ragam
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi gajah borneo alias gajah Kalimantan. Foto: ylq/Shutterstock

Ilustrasi gajah borneo alias gajah Kalimantan. Foto: ylq/Shutterstock

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Gajah borneo, atau lebih akrab disebut gajah kalimantan, resmi diklasifikasikan sebagai hewan “Terancam Punah” (Endangered) oleh International Union of the Conservation of Nature (IUCN).

Populasi gajah terkecil di dunia ini terus menurun akibat mengalami kerusakan habitat hingga konflik dengan manusia.

Gajah kalimantan memiliki tubuh yang lebih kecil ketimbang kerabatnya, tingginya sekitar 2,5 hingga 3 meter. Mereka telah lama dicurigai sebagai subspesies gajah Asia, dengan beberapa pihak berpendapat gajah kalimantan terpisah dari spesies gajah Asia lain sekitar 300.000 tahun lalu.

Kini, penelitian baru yang dilakukan oleh tim di Natural History Museum (NHM) di London berhasil mengonfirmasi kebenaran tersebut: Gajah kalimantan adalah subspesies dari gajah Asia. Ini membuat mereka ditempatkan sebagai hewan terancam punah dalam Daftar Merah IUCN.

Baca Juga:  Banteng Kalimantan, Satwa Dilindungi yang Memiliki Nilai Ekologis Tinggi

Penelitian ini melibatkan perbandingan dari 120 tengkorak gajah Asia dalam koleksi NHM, yang mengungkapkan beberapa perbedaan utama yang terlihat antara gajah kalimantan dengan kerabat dekat mereka yang lebih besar, salah satunya dalam hal ukuran kepalanya.

Selain itu, penelitian genetik juga menunjukkan perbedaan jelas antara kedua spesies ini.

Dengan penelitian dan pengklasifikasian gajah kalimantan sebagai subspesies ini, diharapkan upaya pelestarian gajah kalimantan bisa lebih baik lagi.

Saat ini, diperkirakan hanya ada sekitar 1.000 gajah kalimantan yang tersisa, dengan populasi yang terus menurun akibat meningkatnya konflik dengan manusia dan penebangan hutan di habitat aslinya di Kalimantan.

Penebangan hutan tersebut dilakukan baik untuk pembangunan infrastruktur maupun pembukaan lahan kelapa sawit.

Baca Juga:  Memahami Perbedaan dan Karakteristik Unik Gajah Kalimantan dan Gajah Sumatera

“Melestarikan keanekaragaman hayati berarti melestarikan variasi alami di semua tingkatan, tidak hanya spesies berbeda tapi juga populasi unik dalam spesies,” kata Professor Adrian Lister, paleobiolog di NHM dan anggota tim yang melakukan penelitian sebagaimana dikutip IFL Science.

“Pencantuman gajah kalimantan dalam Daftar Merah sangat penting dalam menggerakkan upaya konservasi dan mengarahkan sumber daya ke area yang paling penting,” tambah Dr. Cherly Cheah, ahli ekologi konservasi di WWF-Malaysia, dikutip dari kumparan.com.

Seperti dalam banyak kasus konservasi, melindungi satu kelompok hewan memiliki dampak yang sangat besar pada semua ekosistem hewan yang ada.

“Gajah merupakan spesies kunci yang memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan hutan hujan,” kata Lister.

Baca Juga:  Edukasi Konservasi Hutan lewat Lomba Lintas Alam

“Dengan melestarikan gajah-gajah ini, kita akan melindungi banyak spesies lain dan ekosistem yang lebih luas.” (kumparan)

Source: Kumparan
Tags: gajah kalimantanHewan dilindungikonservasi hutan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Korban Mafia Tanah di Kaltim Capai 165, di Bontang Ada 5 Kasus

Next Post

Wali Kota Bontang Raih Penghargaan Manggala Karya Kencana 2024

Related Posts

Banteng Kalimantan, Satwa Dilindungi yang Memiliki Nilai Ekologis Tinggi
Ragam

Banteng Kalimantan, Satwa Dilindungi yang Memiliki Nilai Ekologis Tinggi

21 Juni 2025, 16:12
Memahami Perbedaan dan Karakteristik Unik Gajah Kalimantan dan Gajah Sumatera
Ragam

Memahami Perbedaan dan Karakteristik Unik Gajah Kalimantan dan Gajah Sumatera

24 November 2024, 14:28
Edukasi Konservasi Hutan lewat Lomba Lintas Alam
Bontang

Edukasi Konservasi Hutan lewat Lomba Lintas Alam

20 Maret 2017, 13:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • Berpura-pura Belanja, Komplotan Pencuri Gasak Tas Berisi Emas 200 Gram dan Rp30 Juta di Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.