<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>harga bahan pangan Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/harga-bahan-pangan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/harga-bahan-pangan/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Tue, 04 Apr 2023 10:09:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>harga bahan pangan Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/harga-bahan-pangan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Monitoring Pasar, Harga Ayam Turun, Telur Terus Meroket</title>
		<link>https://bontangpost.id/monitoring-pasar-harga-ayam-turun-telur-terus-meroket/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Lutfi Rahmatunnisa']]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Apr 2023 10:09:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[harga bahan pangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=112471</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Menjelang Idulfitri, Pemkot dan Polres Bontang mulai menggelar monitoring di Pasar Taman Rawa Indah, Selasa (4/4/2023) pukul 16.00. Operasi pasar yang dipimpin langsung Wali Kota Bontang Basri Rase itu untuk memastikan harga serta stok kebutuhan bahan pangan selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri. Hasilnya, harga ayam mengalami penurunan sedangkan harga telur ayam meroket. Harga [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/monitoring-pasar-harga-ayam-turun-telur-terus-meroket/">Monitoring Pasar, Harga Ayam Turun, Telur Terus Meroket</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211;</strong> Menjelang Idulfitri, Pemkot dan Polres Bontang mulai menggelar monitoring di Pasar Taman Rawa Indah, Selasa (4/4/2023) pukul 16.00.</p>
<p>Operasi pasar yang dipimpin langsung Wali Kota Bontang Basri Rase itu untuk memastikan harga serta stok kebutuhan bahan pangan selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri.</p>
<p>Hasilnya, harga ayam mengalami penurunan sedangkan harga telur ayam meroket. Harga satu ekor ayam ukuran kecil dengan berat 1,6 kilo dibanderol dengan harga Rp 50 ribu, sedangkan ayam ukuran sedang seharga Rp 55 ribu dan ukuran besar Rp 60 ribu.</p>
<p>Turunnya harga ayam per ekor disebabkan sedang memasuki musim panen. Stok  melimpah sementara permintaan stabil, sehingga membuat harga mengalami penurunan.</p>
<p>&#8220;Memang lagi banyak <em>sih</em> ini stoknya. Permintaan pembeli pun enggak banyak juga,&#8221; ucap salah seorang pedagang.</p>
<p>Sementara untuk harga telur ayam ukuran kecil Rp 60 ribu, ukuran sedang Rp 65 ribu dan ukuran besar Rp 68 ribu.</p>
<p>Kenaikan harga telur diketahui sejak awal Ramadan. Padahal, harga telur sebelumnya di kisaran Rp 55 ribu hingga Rp 60 ribu.</p>
<p>Menyikapi hal itu, Basri Rase bilang melalui OPD terkait pihaknya telah mengupayakan menekan dampak inflasi dengan menggelar pasar murah.</p>
<p>Mengenai stok bahan pangan pihaknya memastikan masih dalam taraf aman. Sehingga, masyarakat tak perlu khawatir.</p>
<p>&#8220;Harga cabai masih aman, bawang merah malah turun juga. Stoknya masih sangat mencukupi lah untuk masyarakat Bontang,&#8221; tuturnya.<strong> (*) </strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/monitoring-pasar-harga-ayam-turun-telur-terus-meroket/">Monitoring Pasar, Harga Ayam Turun, Telur Terus Meroket</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jelang Nataru, Harga Ayam Potong dan Telur Merangkak Naik</title>
		<link>https://bontangpost.id/jelang-nataru-harga-ayam-potong-dan-telur-merangkak-naik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Lutfi Rahmatunnisa']]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Dec 2022 04:05:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[harga bahan pangan]]></category>
		<category><![CDATA[nataru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=108309</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Pemerintah Kota Bontang mulai menyisir tiga pasar induk di Bontang. Seperti Pasar Telihan, Pasar Loktuan, dan Pasar Taman Rawa Indah. Penyisiran serentak dilakukan untuk memantau ketersedian bahan pangan menjelang perayaan Natal 2022 dan tahun baru 2023. Dari hasil monitoring tersebut, terpantau harga cabai rawit di pasar Tamrin mulai stabil alias mengalami penurunan harga. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/jelang-nataru-harga-ayam-potong-dan-telur-merangkak-naik/">Jelang Nataru, Harga Ayam Potong dan Telur Merangkak Naik</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211;</strong> Pemerintah Kota Bontang mulai menyisir tiga pasar induk di Bontang. Seperti Pasar Telihan, Pasar Loktuan, dan Pasar Taman Rawa Indah.</p>
<p>Penyisiran serentak dilakukan untuk memantau ketersedian bahan pangan menjelang perayaan Natal 2022 dan tahun baru 2023.</p>
<p>Dari hasil monitoring tersebut, terpantau harga cabai rawit di pasar Tamrin mulai stabil alias mengalami penurunan harga. Kini cabai rawit berada di kisaran p 51 ribu perkilo. Padahal 19 Desember kemarin harga berada di Rp 55 ribu perkilo.</p>
<p>Sementara itu, harga dua komoditi pangan mengalami gejolak harga. Seperti telur ayam yang mengalami kenaikan hingga menyentuh Rp 41 ribu perkilo dari harga sebelumnya Rp 38 ribu perkilo.</p>
<p>Erna salah seorang penjual telur Pasar Tamrin mengaku, kenaikan harga telur terjadi tiga hari terakhir.</p>
<p>Dalam menjajakan telur dagangannya, Erna tidak menjual satuan kilo namun menjual dalam hitungan per piring. Untuk satu piring telur dikenakan harga Rp 60 ribu hingga Rp 68 ribu. Harga tersebut terbilang melejit dari harga sebelumnya yakni Rp 48 ribu.</p>
<p>&#8220;Mungkin karena mau Nataru makanya naik. Itu pun stok yang ada berasal dari Surabaya saja. Biasanya ada juga dari Sulawesi. Harganya murah. Tapi stoknya susah didapat,&#8221; akunya saat dijumpai.</p>
<p>Kenaikan harga juga terjadi pada ayam potong. Yang mengalami kenaikan harga hingga Rp 39 ribu perkilo. Sedangkan per ekornya mencapai Rp 65 ribu dengan berat dua kilo.</p>
<p>Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKP3 Bontang Idhamsyah mengatakan bahwa seluruh kebutuhan bahan pokok dalam menyambut Nataru masih tercukupi. Dirinya tidak memungkiri adanya kenaikan sejumlah bahan pangan, namun hal itu menurutnya masih dalam taraf wajar.</p>
<p>&#8220;Tidak menutup kemungkinan harga bahan pangan tersebut akan terus naik menjelang perayaan Nataru,&#8221; ujarnya usai melakukan monitoring.</p>
<p>Diungkapkan Idham, alasan cabai rawit mengalami penurunan harga lantaran stok yang didatangkan dari luar daerah sudah mulai banyak. Sehingga kebutuhan masyarakat tidak lagi terbatas.</p>
<p>&#8220;Iya, sudah mulai banyak yang datang. Ini terjadi rata di tiga pasar induk Bontang,&#8221; timpalnya.</p>
<p>Untuk menjaga ketersediaan bahan pangan menjelang Nataru, Idham bilang pihaknya telah menjalin kerja sama dengan daerah penghasil bahan pangan.</p>
<p>&#8220;Kami sudah mengantisipasinya. Maka dari itu kami bekerja sama dengan daerah lain. Untuk berjaga-jaga mana tau stok di Bontang kosong. Karena kita tahu sendiri Bontang bukan daerah penghasil,&#8221; urainya.</p>
<p>Diketahui, untuk harga bahan pokok lainnya seperti beras, tepung terigu, minyak goreng, gula pasir, cabai besar, dan bawang merah, masih berada di harga normal dan stok barang semuanya aman.</p>
<p>Monitoring harga bahan pangan turut dihadiri PLT Asisten II Bontang Lukman, Anggota DPRD Bontang Suharno, TNI, Polri, Diskop UKMP Bontang dan Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3). <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/jelang-nataru-harga-ayam-potong-dan-telur-merangkak-naik/">Jelang Nataru, Harga Ayam Potong dan Telur Merangkak Naik</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jelang Ramadan, Harga Bahan Pangan Merangkak Naik</title>
		<link>https://bontangpost.id/jelang-ramadan-harga-komoditas-pangan-merangkak-naik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Lutfi Rahmatunnisa']]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Mar 2022 05:30:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[harga bahan pangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=96911</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Sejumlah komoditas pangan di pasar tradisional menjelang Ramadan mulai merangkak naik. Dari pantauan redaksi bontangpost.id di Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin), Rabu (9/3/2022) bahan pangan yang tercatat mulai mengalami kenaikan yakni cabai rawit, bawang merah, ayam potong, telur hingga gula pasir. Sementara penurunan barang pangan hanya terjadi pada komoditas tomat. Salah satu pedagang [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/jelang-ramadan-harga-komoditas-pangan-merangkak-naik/">Jelang Ramadan, Harga Bahan Pangan Merangkak Naik</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211;</strong> Sejumlah komoditas pangan di pasar tradisional menjelang Ramadan mulai merangkak naik.</p>
<p>Dari pantauan redaksi bontangpost.id di Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin), Rabu (9/3/2022) bahan pangan yang tercatat mulai mengalami kenaikan yakni cabai rawit, bawang merah, ayam potong, telur hingga gula pasir. Sementara penurunan barang pangan hanya terjadi pada komoditas tomat.</p>
<p>Salah satu pedagang Pasar Tamrin Jefri yang seluruh barang dagangannya di ambil dari Samarinda mengatakan, harga cabai rawit mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Kini harganya menyentuh Rp 66 ribu per kilogram, padahal sebelumnya dijual dengan harga Rp 50 ribu per kilo.</p>
<p>&#8220;Naiknya tidak langsung Rp 60 ribu, tapi bertahap, dari seribu, sampai lima ribu sehari,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sedangkan harga cabai rawit yang dijual pedagang di Jalan KS Tubun, sekitar pasar Tamrin jauh lebih tinggi. Sekilonya dijual dengan harga Rp 80 ribu. &#8220;Modalnya lombok saja Rp 70 ribu,&#8221; kata Fatimah.</p>
<p>Tak hanya cabai rawit. Harga bawang merah ikut naik. Dari Rp 35 ribu menjadi Rp 38 ribu per kilonya. Berbeda dengan bawang putih yang masih stabil di harga Rp 27 ribu/kg.</p>
<p>Kenaikan harga ayam tampaknya ikut menyusul. Dari 55 ribu per ekor naik menjadi Rp 58 ribu. Kenaikan ini secara bertahap. Dan diprediksi akan terus mengalami kenaikan hingga puasa nanti.</p>
<p>Kenaikan harga ayam dikatakan seorang pedagang di Pasar Tamrin, lantaran permintaan yang tinggi, namun tidak sebanding dengan stok yang ada. &#8220;Bisa jadi karena harga pakan ayamnya naik juga. Kalau saya enggak mesti ambil dari Samarinda. Kadang juga dari Balikpapan atau Berau,&#8221; kata pria paruh baya yang enggan disebutkan namanya.</p>
<p>Harga telur pun turut naik. Kendati begitu, masih dalam batas wajar. Kenaikannya seribu rupiah per piring. Satu piring berisi 30 butir telur kecil dikenakan harga Rp 46 ribu. Sedangkan telur berukuran sedang seharga Rp 48 ribu. Adapun telur berukuran besar dibanderol dengan harga Rp 55 ribu.</p>
<p>&#8220;Kemungkinan besar telur pada momen puasa naik. Ini saya juga jual gula, harganya ikut naik, sekarang Rp 15 ribu/kg. Biasanya hanya Rp 12 ribu/kg,&#8221;  bebernya.</p>
<p>Berbeda dengan pedagang yang berada di gedung Pasar Tamrin. Pedagang telur ayam yang berada di Jalan KS Tubun menjual satu piring telur berukuran kecil dengan harga lebih murah, yakni Rp 43 ribu. Ukuran sedang Rp 43 ribu, dan besar Rp 50 ribu per piring.</p>
<p>&#8220;Ya, karena kita ambilnya dari Jawa jadi murah. Apalagi pakai kontainer sendiri,&#8221; ujar pemilik toko telur Mama Anjas. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/jelang-ramadan-harga-komoditas-pangan-merangkak-naik/">Jelang Ramadan, Harga Bahan Pangan Merangkak Naik</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pasokan Bahan Pangan Aman, DKP3; Sebagian Alami Gejolak Harga</title>
		<link>https://bontangpost.id/pasokan-bahan-pangan-aman-dkp3-sebagian-alami-gejolak-harga/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fitri Wahyuningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Apr 2021 05:00:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[harga bahan pangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=85308</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Kebutuhan bahan pokok di Bontang sepekan jelang bulan suci Ramadan dipastikan aman kendati harganya bergejolak. Ini diketahui usai Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Bontang melakukan monitoring pasokan dan harga di Pasar Taman Rawa Indah Bontang, Senin (5/4/2021) pagi. Ada sebelas bahan pokok yang dipantau. Meliputi beras medium, gula pasir, minyak goreng, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pasokan-bahan-pangan-aman-dkp3-sebagian-alami-gejolak-harga/">Pasokan Bahan Pangan Aman, DKP3; Sebagian Alami Gejolak Harga</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211;</strong> Kebutuhan bahan pokok di Bontang sepekan jelang bulan suci Ramadan dipastikan aman kendati harganya bergejolak. Ini diketahui usai Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Bontang melakukan monitoring pasokan dan harga di Pasar Taman Rawa Indah Bontang, Senin (5/4/2021) pagi.</p>
<p>Ada sebelas bahan pokok yang dipantau. Meliputi beras medium, gula pasir, minyak goreng, kacang tanah. Kemudian jagung pipil, kedelai, bawang merah, cabai rawit, dan cabai besar. Pun daging sapi, daging ayam ras, telur ayam ras, dan bawang putih.</p>
<p>Kabid Ketahanan Pangan DKP3 Bontang, Debora Kristiani menegaskan ke-11 bahan pokok tersebut aman jelang Ramadan. DKP3 tidak hanya melakukan pemantauan di Pasar Tamrin, tim lain ikut disebar ke pasar tradisional lainnya yakni Pasar Telihan dan Pasar Citra Mas Loktuan.</p>
<p>&#8221;Pemantauan juga dilakukan di sejumlah agen. Itu lebih ke Diskop-UKMP. Tapi data hariannya dari mereka juga kami pegang,&#8221; beber Debora kepada media usai monitoring.</p>
<p>Dari ke-11 bahan pokok tersebut, 9 di antaranya mengalami kenaikan. Tapi stoknya masih terjaga. Yang mengalami gejolak cukup tinggi ialah minyak goreng, kedelai, bawang merah, cabai rawit dan bawang putih. Harga beras medium mulai merangkak naik. Meski tidak signifikan. Harga acuan beras dipatok Rp 11.028 per kilogram. Hasil monitoring menunjukkan kenaikan menjadi Rp 11.067 per kilogram. Atau mengalami gejolak 0,35 persen.</p>
<p>Hal sama juga berlaku untuk cabai rawit. Harga acuan cabai rawit dipatok Rp 80.044 per kilogram. Kini melonjak jadi Rp 103.333 per kilogram. Mengalami gejolak 29,10 persen.</p>
<p>Debora bilang cabai rawit meroket karena stok dari petani juga terbatas. Gejolak harga terjadi lantaran banyaknya gagal panen di daerah penghasil cabai. Seperti di Sulawesi dan Jawa. Karena musim hujan, sehingga cabai diserang hama penyakit dan gagal pangen.</p>
<p>Sementara untuk cabai kecil reguler, justru mengalami penurunan. Usai bertahan di angka Rp 100-110 ribu per kilogram sepanjang Maret 2021, kini harga mulai merosot jadi Rp 85 ribu per kilo. Harga ini masih kurang dijangkau konsumen. Sebab sebelum melambung, harga cabai terpantau Rp 50-60 per kilo. Itu di awal 2021 lalu. Sebabnya, pembukaan Pelabuhan Loktuan diharapkan dapat menekan harga cabai yang harganya terlampau &#8221;pedas&#8221; sepanjang Maret lalu.</p>
<p>&#8221;Jadi kalau lewat pelabuhan biaya pengiriman cabai dari Pare-Pare (Sulsel) bisa ditekan. Enggak mesti lewat Samarinda lagi,&#8221; harapnya.</p>
<p>Dikatakan Debora, kebutuhan pangan di Bontang sangat tergatung dari pengiriman luar daerah. Dengan persentase 90 persen dari luar, dan 10 persennya ditalangi petani lokal. Seperti sayuran hijau dan cabai lokal.</p>
<p>&#8221;Bontang kan bukan daerah penghasil. Jadi sebagian besar memang ya bergantung pengiriman dari luar,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Dia menegaskan, monitoring harga dan pasokan seperti ini dilakukan DKP3 Bontang saban hari. Tapi untuk monitoring gabungan yang melibatkan personel gabungan TNI dan Polri melihat momen penting. Misal jelang hari besar keagamaan, atau jelang akhir tahun.</p>
<p>&#8221;Nanti kami monitoring gabungan seperti ini beberapa hari sebelum Ramadan,&#8221; tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pasokan-bahan-pangan-aman-dkp3-sebagian-alami-gejolak-harga/">Pasokan Bahan Pangan Aman, DKP3; Sebagian Alami Gejolak Harga</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
