<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>harga tiket pesawat Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/harga-tiket-pesawat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/harga-tiket-pesawat/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 13 Apr 2026 07:43:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>harga tiket pesawat Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/harga-tiket-pesawat/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tiket Pesawat Bisa Tembus Puluhan Juta, Ini Penyebab Tiket Arus Balik Melonjak</title>
		<link>https://bontangpost.id/tiket-pesawat-bisa-tembus-puluhan-juta-ini-penyebab-tiket-arus-balik-melonjak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 07:43:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[harga tiket pesawat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=149228</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST &#8211; Penyesuaian tarif pesawat resmi berlaku mulai 6 April 2026 setelah terbitnya Keputusan Menteri Nomor 83 Tahun 2026. Di tengah tingginya permintaan pada arus balik Lebaran, masyarakat diimbau lebih cermat membedakan kenaikan tarif resmi dengan harga tiket yang melonjak tinggi akibat faktor tertentu, seperti transit dan kelas penerbangan. Kantor Otoritas Bandara (Otban) Wilayah VII [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/tiket-pesawat-bisa-tembus-puluhan-juta-ini-penyebab-tiket-arus-balik-melonjak/">Tiket Pesawat Bisa Tembus Puluhan Juta, Ini Penyebab Tiket Arus Balik Melonjak</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONTANGPOST &#8211; </strong>Penyesuaian tarif pesawat resmi berlaku mulai 6 April 2026 setelah terbitnya Keputusan Menteri Nomor 83 Tahun 2026.</p>
<p>Di tengah tingginya permintaan pada arus balik Lebaran, masyarakat diimbau lebih cermat membedakan kenaikan tarif resmi dengan harga tiket yang melonjak tinggi akibat faktor tertentu, seperti transit dan kelas penerbangan.</p>
<p>Kantor Otoritas Bandara (Otban) Wilayah VII saat ini tengah melakukan pengawasan terhadap tarif tiket. Penyesuaian tarif diperkirakan berada di kisaran 9 hingga 13 persen.</p>
<p>Sementara itu, aturan mengenai tarif batas atas dan tarif batas bawah belum mengalami revisi, sehingga masih mengacu pada ketentuan sebelumnya.</p>
<p>Penentuan harga tiket dipengaruhi sejumlah faktor, salah satunya fuel surcharge. Pemerintah diketahui telah menaikkan fuel surcharge untuk pesawat propeller maupun jet menjadi 38 persen.</p>
<p>Menurut pihak Otban, tingginya harga tiket saat ini bukan karena keterbatasan penerbangan, melainkan tingginya minat penumpang yang masih berada dalam periode arus balik Lebaran.</p>
<p>Masyarakat juga diminta lebih teliti jika menemukan harga tiket hingga puluhan juta rupiah. Umumnya, harga tersebut disebabkan oleh rute penerbangan dengan beberapa kali transit sebelum mencapai tujuan.</p>
<p>Selain itu, harga tinggi juga bisa terjadi karena tiket yang dibeli merupakan kelas bisnis. Perlu diketahui, tarif kelas bisnis tidak diatur pemerintah dan sepenuhnya menjadi kewenangan maskapai.</p>
<p>Pihak Otban memastikan maskapai akan tetap mematuhi aturan tarif batas atas dan bawah. Jika terjadi pelanggaran, maskapai akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. <strong>(KP) </strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/tiket-pesawat-bisa-tembus-puluhan-juta-ini-penyebab-tiket-arus-balik-melonjak/">Tiket Pesawat Bisa Tembus Puluhan Juta, Ini Penyebab Tiket Arus Balik Melonjak</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Masih Mahal, Lion Air Butuh Waktu Sesuaikan Tarif</title>
		<link>https://bontangpost.id/masih-mahal-lion-air-butuh-waktu-sesuaikan-tarif/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Jul 2019 06:10:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[harga tiket pesawat]]></category>
		<category><![CDATA[lcc]]></category>
		<category><![CDATA[lion air]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=63628</guid>

					<description><![CDATA[<p>Maskapai Lion Air masih belum juga mentaati kebijakan penurunan tarif tiket pesawat penerbangan berbiaya murah alias low cost carrier (LCC) domestik. Penurunan tarif tiket pesawat untuk rute dan jam tertentu seharusnya telah dimulai sejak Kamis (11/7/2019) lalu. Sesuai kesepakatan, dua maskapai penerbangan berbiaya murah yaitu Citilink dan Lion Air diminta memberikan tarif khusus setiap Selasa, Kamis, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/masih-mahal-lion-air-butuh-waktu-sesuaikan-tarif/">Masih Mahal, Lion Air Butuh Waktu Sesuaikan Tarif</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Maskapai Lion Air masih belum juga mentaati kebijakan penurunan tarif tiket pesawat penerbangan berbiaya murah alias <em>low cost carrier </em>(LCC) domestik. Penurunan tarif tiket pesawat untuk rute dan jam tertentu seharusnya telah dimulai sejak Kamis (11/7/2019) lalu.</p>
<p>Sesuai kesepakatan, dua maskapai penerbangan berbiaya murah yaitu Citilink dan Lion Air diminta memberikan tarif khusus setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu pada pukul 10.00 sampai 14.00 berdasar waktu bandara setempat. Tarif khusus yang harus dibebankan ke pihak maskapai adalah dengan memberikan tarif diskon hingga 50 persen dengan alokasi kursi sebesar 30 persen dari total jumlah kursi per harinya.</p>
<p>Berdasarkan penelusuran <em>JawaPos.com</em> melalui aplikasi Online Travel Agent (OTA) sampai Minggu (14/7/2019) ini,  maskapai Lion Air masih menerapkan tarif normal pada rute dan waktu penerbangan tertentu tersebut. Misalnya penerbangan dari Jakarta menuju Makassar pada hari Kamis (11/7/2019), Lion Air masih membanderol tiketnya dengan tarif normal sekitar  Rp 1,4 juta. Begitu juga penerbangan Jakarta menuju Pontianak, maskapai berlambang Singa itu masih menerapkan tarif normal sebesar Rp 1,1 juta.</p>
<p>Selain kedua rute penerbangan tersebut, tarif tiket normal juga terlihat pada 146 flight yang telah dijanjikan oleh pihak Lion Air. Saat <em>JawaPos.com</em> berusaha mengkonfirmasi hal ini, pihak Lion Air masih enggan memberikan keterangan pada awak media terkait alasannya yang belum menyesuaikan tarif tiket pesawat.</p>
<p>Sedangkan, Sesmen Kemenko Perekonomian Susiwijono mengaku telah bertemu pihak maskapai Lion Air di kantornya untuk membahas teknis penerapan tarif tiket pesawat LCC domestik yang telah berlaku. Diakui Susi, pihak Lion Air menjelaskan kalau penyesuaian tarif tiket pesawat memerlukan waktu.</p>
<p>“Pas rapat teknis itulah Lion Air melaporkan kalau mereka perlu waktu untuk melakukan update sistem reservasi tiket mereka, untuk dilakukan adjusment dengan kebijakan penurunan tiket,” kata Susi kepada <em>JawaPos.com</em>, Minggu (14/7/2019).</p>
<p>Susi menyatakan bahwa maskapai Lion Air berjanji penyesuaian sistem tersebut tidak akan berlangsung lama. Terhitung pada pekan depan, Lion Air akan bisa menerapkan kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.</p>
<p>“Mereka baru akan selesai update sistem dan siap memberlakukan di hari Kamis minggu depan,” katanya.</p>
<p>Sedangkan untuk maskapai Citilink, imbuh dia, telah mulai menyesuaikan tarif tiket pesawat LCC domestik sejak hari pertama peraturan tersebut diberlakukan. Sehingga penumpang mulai bisa langsung memberlakukan kebijakan penurunan tiket di sistem reservasinya. (jpc)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/masih-mahal-lion-air-butuh-waktu-sesuaikan-tarif/">Masih Mahal, Lion Air Butuh Waktu Sesuaikan Tarif</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Harga Tiket Pesawat Masih Tinggi, Omzet Agen Tiket Menurun</title>
		<link>https://bontangpost.id/harga-tiket-pesawat-masih-tinggi-omzet-agen-tiket-menurun/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 May 2019 05:05:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[agen tiket]]></category>
		<category><![CDATA[harga tiket pesawat]]></category>
		<category><![CDATA[tarif tiket pesawat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=61872</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANG – Janji pemerintah untuk menurunkan tarif batas atas (TBA) tiket pesawat tak kunjung terealisasi. Bahkan, pemerintah menjanjikan menurunkan TBA hingga 15 persen agar harga tiket pesawat ikut turun. Hal ini berimbas kepada agen tiket pesawat di Kota Taman, terlebih menjelang musim mudik lebaran kali ini. Pemilik PT Bontang Indah Wisata, Sulaiman mengatakan tak seperti [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/harga-tiket-pesawat-masih-tinggi-omzet-agen-tiket-menurun/">Harga Tiket Pesawat Masih Tinggi, Omzet Agen Tiket Menurun</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BONTANG – Janji pemerintah untuk menurunkan tarif batas atas (TBA) tiket pesawat tak kunjung terealisasi. Bahkan, pemerintah menjanjikan menurunkan TBA hingga 15 persen agar harga tiket pesawat ikut turun. Hal ini berimbas kepada agen tiket pesawat di Kota Taman, terlebih menjelang musim mudik lebaran kali ini.</p>
<p>Pemilik PT Bontang Indah Wisata, Sulaiman mengatakan tak seperti tahun sebelumnya, harga tiket tahun lalu masih ada Rp 500 ribu.  Pembelinya pun bisa mencapai ratusan orang di kantornya yang berada di Jalan Ahmad Yani ini. Namun saat ini, harga tiket pesawat terendah mencapai Rp 1,5 juta. Pelanggannya pun menurun hingga 50 persen. “Sekarang sekitar 50 orang yang beli,” ungkapnya.</p>
<p>Selain harga tiket, terjunnya minat masyarakat menggunakan pesawat ini akibat penghapusan bagasi gratis yang dilakukan oleh beberapa maskapai. Penerapan bagasi berbayar ini mulai Januari lalu. “Sudah tiket mahal, warga juga kena biaya bagasi,” ucapnya.</p>
<p>Turunnya daya beli itu, diakuinya berpengaruh besar terhadap pemasukan perusahaannya. Jika dipersentasikan, omzetnya anjlok hingga 50 persen. “Ratusan juta saja mas tahun ini, itu pun <em>ngos-ngosan</em>,” keluhnya.</p>
<p>Melonjaknya harga tiket burung besi ini, membuat masyarakat mengalihkan mode transportasinya ke kapal laut. Lantaran, harganya yang jauh di bawah harga tiket pesawat, serta ditambah lagi adanya mudik gratis yang dibiayai oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN).</p>
<p>“Kalau tiket pesawat itu kan jutaan, kalau 3 atau 4 orang yang berangkatkan lumayan duitnya. Sedangkan kapal cuma ratusan ribu saja. Ada saja itu yang <em>nanyain</em> harga kapal di sini, sekitar satu sampai dua orang tiap hari,” katanya.</p>
<p>Penurunan juga dirasakan Pemilik Maharani Travel, Putra. Pendapatan yang didapatnya kali ini berbeda dengan 2016 dan 2017. Jatuhnya mencapai 50 persen. Jika sebelumnya Rp 150 juta, dua tahun terakhir ini hanya mencapai 75 juta. “Tapi kalau penurunan daya beli tiket pesawat untuk lebaran ini sih sama saja, seperti tahun lalu,” ujarnya.</p>
<p>Tak kunjung turunnya harga tiket pesawat membuat warga mendesak mencopot Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi.</p>
<p>Dilansir dari <a href="https://www.jawapos.com/ekonomi/09/05/2019/tarif-batas-atas-turun-15-persen-tiket-pesawat-masih-mahal/"><em>Jawa Pos</em></a>, di Twitter kini muncul tagar #PecatBudiKarya. Tagar tersebut merupakan puncak kekesalan warganet karena pemerintah dianggap membiarkan tingginya tarif tiket pesawat. Namun, desakan itu tampaknya diabaikan pemerintah. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan tidak begitu memedulikan tagar yang sedang ramai di Twitter tersebut. Dia menilai Budi sebagai menteri yang bagus.</p>
<p>Luhut membantah anggapan bahwa pemerintah membiarkan harga tiket pesawat melambung. Dia mengatakan, pemerintah bakal menurunkan tarif batas atas (TBA) penerbangan sebesar 15 persen. “Kemarin Garuda sudah yes (sepakat, Red). Rini (Menteri BUMN Rini Soemarno) juga,” kata Luhut di hadapan awak media, beberapa waktu lalu.</p>
<p>TBA dan tarif batas bawah (TBB) untuk tiap kelas dan rute tidak sama. Untuk kelas ekonomi dengan rute penerbangan Jakarta-Surabaya, misalnya, TBA-nya kini Rp 1.372.000 dan TBB Rp 480.000. Jika TBA diturunkan hanya 15 persen, berarti menjadi Rp 1.166.200. Jika maskapai mematok tarif sesuai TBA, hampir pasti tetap muncul protes warga yang terbiasa dengan tarif lama. Sebab, tarif sebelumnya dengan rute yang sama hanya Rp 500 ribu sampai Rp 700 ribu. Mengenai hal itu, Luhut mengatakan bahwa pemerintah masih perlu melihat tren <em>demand</em> dan situasi pasar.</p>
<p>Sementara itu, Menhub Budi Karya menyatakan, penentu tarif tiket pesawat terdiri atas beberapa komponen. Antara lain, 45 persen merupakan biaya bahan bakar, 35 persen adalah biaya leasing pesawat, dan sisanya adalah pengeluaran lain-lain. Ada juga 15 persen biaya sumber daya manusia (SDM). “Kalau dibilang biaya parkir di bandara mahal itu tidak. Dibanding negara lain malah lebih murah,” ungkapnya saat ditemui di gedung BPK kemarin.</p>
<p>Budi menambahkan, bisnis maskapai merupakan bisnis padat modal. Penghasilannya mengandalkan omzet. Terkait jumlah penumpang tahun ini yang lebih rendah, Budi membenarkan. Menurut dia, mungkin itu terjadi karena pengurangan penerbangan oleh Garuda Indonesia. Hal tersebut memengaruhi jumlah penumpang pesawat di tanah air. “Saya tidak cek lagi yang lain. Kalau Lion Air itu karena sepuluh pesawat Boeing 737 MAX 8-nya grounded,” bebernya.</p>
<p>Pria asli Palembang tersebut juga berjanji mengevaluasi TBA pesawat. Dia tengah berkonsultasi kepada stakeholder terkait seperti Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan Ombudsman RI. “Senin nanti hasil konsultasi itu saya sampaikan kepada Menko Perekonomian,” ujar Budi. (zae)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/harga-tiket-pesawat-masih-tinggi-omzet-agen-tiket-menurun/">Harga Tiket Pesawat Masih Tinggi, Omzet Agen Tiket Menurun</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Harga Tiket Pesawat Turun Bertahap</title>
		<link>https://bontangpost.id/harga-tiket-pesawat-turun-bertahap/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Jan 2019 07:30:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[harga tiket pesawat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=57696</guid>

					<description><![CDATA[<p>BALIKPAPAN–Turunnya harga tiket disambut positif pelaku usaha penjualan tiket pesawat terbang. Namun, penurunan belum dilakukan secara menyeluruh. Khususnya rute keberangkatan dari Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan. Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Air Carriers Association/INACA) menyatakan, maskapai penerbangan sepakat menurunkan harga tiket pesawat domestik sebesar 20–60 persen. Penurunan ini dilakukan setelah melihat banyaknya masukan dari [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/harga-tiket-pesawat-turun-bertahap/">Harga Tiket Pesawat Turun Bertahap</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BALIKPAPAN–Turunnya harga tiket disambut positif pelaku usaha penjualan tiket pesawat terbang. Namun, penurunan belum dilakukan secara menyeluruh. Khususnya rute keberangkatan dari Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan.</p>
<p>Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Air Carriers Association/INACA) menyatakan, maskapai penerbangan sepakat menurunkan harga tiket pesawat domestik sebesar 20–60 persen. Penurunan ini dilakukan setelah melihat banyaknya masukan dari masyarakat terkait mahalnya tarif tiket pesawat domestik.</p>
<p>Namun, dari pantauan di sejumlah aplikasi travel online, beberapa maskapai belum berubah harganya. Sriwijaya Air dan Lion Air ada perubahan, meski tidak terlalu banyak. Tetap saja perubahan tidak seperti sebelum masuk masa peak season Natal dan tahun baru.</p>
<p>General Manager PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Branch Office Balikpapan Boydike Kussuadiarso mengatakan, pihaknya belum melakukan penurunan secara menyeluruh untuk penerbangan domestik.</p>
<p>“Penurunan tiket baru dilakukan rute Jakarta-Surabaya, Jakarta-Denpasar, Jakarta-Jogjakarta, Jakarta-Padang, dan Bandung-Denpasar. Rute lainnya akan kami lakukan secara bertahap. Kami masih melakukan rapat internal,” terangnya.</p>
<p>Kapan rute Balikpapan atau Samarinda? Dia mengaku belum tahu. Masih menunggu arahan dari pusat.</p>
<p>Sales Manager Sriwijaya Air Area District Balikpapan Rudizar Putra mengaku, pihaknya sudah menerapkan atau menurunkan harga tiket. Sebagai contoh, rute Balikpapan-Jogjakarta kemarin sempat Rp 1,6 juta, sekarang sudah Rp 1,4 juta.</p>
<p>“Senin (14/1) pagi kami sudah buka harga Jakarta Rp 1,2 juta, dan Rp 1,2 juta untuk tujuan Jogjakarta. Kami masih melihat lagi. Sementara untuk tiga hari ke depan harga memang turun. Namun, hari lainnya masih dilihat manajemen pusat,” tuturnya.</p>
<p>Ditanya lebih detail, dia belum bisa berbicara banyak. Pasalnya, hak jawab ada di pusat. Dia hanya bisa menginformasikan kondisi di Balikpapan. Sriwijaya Air memiliki delapan rute dari Balikpapan dengan 10 kali penerbangan.</p>
<p>Ditemui terpisah, pengusaha travel di Kota Minyak July Shinta Novianti mengatakan, turunnya harga tiket penerbangan domestik disambut positif oleh pelaku usaha penjualan tiket penerbangan.</p>
<p>&#8220;Kami menyambut positif langkah yang dilakukan INACA dalam menurunkan harga tiket penerbangan domestik. Tapi sejauh ini penurunan masih tidak besar. Paling hanya Rp 100–200 ribu. Belum ke harga biasanya,&#8221; kata July.</p>
<p>Dia mengatakan, dengan turunnya harga tiket membuat daya beli otomatis juga akan meningkat. &#8220;Untuk saat ini belum tampak karena berita penurunan harga tiket baru hari Minggu kemarin. Tapi diprediksi mulai seminggu ke depan ini baru terasa peningkatan pembelian tiket pesawat domestik,&#8221; terangnya.</p>
<p>Juli menambahkan, rute Jakarta, Surabaya, Makassar, dan Jogjakarta masih paling tinggi permintaannya. &#8220;Kalau di rata-rata, tiap harinya bisa sampai 10 kali penerbangan untuk satu maskapai saja,” serunya.</p>
<p>Meski harga tiket penerbangan domestik melambung tinggi awal 2019, namun tak berdampak signifikan dalam lalu lintas penerbangan di Bumi Etam. “Dampak memang ada tapi enggak begitu besar,” ucap Ilsa Sopamena, wakil ketua I Association of Indonesian Tour and Travel Agencies (Asita) Kaltim yang dikonfirmasi media ini, kemarin (14/1).</p>
<p>Perekonomian Kaltim yang bercorak perindustrian dan pertambangan menjadi salah satu penyangga lesunya penjualan tiket penerbangan domestik awal 2019 ini. Keperluan bisnis, kata dia, perlu ketepatan waktu agar usaha tak tersendat. Karena itu, lonjakan harga seperti ini tak memberi impak besar. Pengaruh besar itu hanya muncul bagi warga yang ingin pakansi saja.</p>
<p>“Biasanya pengusaha enggak begitu memikirkan masalah ini karena bisa berpengaruh ke bisnis mereka,” tuturnya.</p>
<p>Pasalnya, ada opsi lain yang menjadi siasat agar dompet tak jebol untuk urusan tiket. Yakni mengambil penerbangan yang transit ke luar negeri karena perbedaan harga nyaris 50 persen dari harga tiket penerbangan domestik.</p>
<p>“Kebanyakan seperti itu, mau ke Jakarta ambil jalur penerbangan yang transit ke Malaysia karena harga murah. Pembuatan visa pun terbilang ramai karena opsi seperti ini,” ulasnya.</p>
<p>Adanya kebijakan yang bakal dirilis INACA dengan memangkas harga tiket penerbangan domestik antara 20 hingga 60 persen jelas ditunggu kalangan agensi tur dan travel, termasuk di Kaltim. “Kami sangat apresiasi jika kebijakan itu bisa diimplementasikan segera mungkin,” tutupnya.</p>
<p>INSENTIF UNTUK MASKAPAI</p>
<p>INACA telah memutuskan menurunkan harga tiket pesawat hingga 60 persen. Maskapai pun diminta berhemat. Namun, hal tersebut membutuhkan dukungan berbagai pihak.</p>
<p>Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham menjelaskan, maskapai bisa berhemat dengan berbagai cara. Misalnya, sistem yang diubah. ”Mulai air navigasi, biaya bandara, dan sebagainya,” ungkapnya. Dia pun meminta agar semua yang terlibat dalam sektor penerbangan harus bekerja sama.</p>
<p>Hal tersebut ditanggapi Kepala Humas PT Angkasa Pura I Awaludin. Dia mengatakan, perusahaannya tengah menghitung formula yang tepat untuk membantu maskapai. ”Kalau jasa di bandara itu macam-macam. Mulai dari counter check in hingga perawatan pesawat,” ucapnya kemarin (14/1).</p>
<p>Dia belum bisa menyebut dengan pasti formula apa yang akan diberikan untuk memberi bantuan keringanan kepada maskapai. Meski demikian, Awal mengatakan, insentif yang diberikan PT Angkasa Pura 1 merupakan salah satu bantuan. Selama ini insentif diberikan untuk bagi pesawat yang pertama kali landing maupun take off di bandara milik AP 1.</p>
<p>Penyesuaian tarif yang dilakukan INACA mendapat apresiasi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. ”Tentunya langkah yang dilakukan ini telah diperhitungkan dengan matang oleh rekan-rekan INACA. Penurunan tarif tiket penerbangan tersebut dilakukan sesuai dengan regulasi penerbangan nasional dan tetap mengutamakan keselamatan penerbangan,” ucapnya. Dia menjamin penurunan harga tetap mempertimbangkan keamanan dan maintenance seluruh pesawat tetap terjaga.</p>
<p>Budi juga mengatakan, pihaknya akan mendukung maskapai nasional dengan memberikan keringanan pada aspek biaya pendukung seperti layanan kebandarudaraan dan biaya navigasi. Melalui dukungan tersebut diharapkan maskapai dapat melakukan penyesuaian cost operasional layanan penerbangan sehingga tarif tiket penerbangan dapat diturunkan.</p>
<p>”Operator Bandara seperti Angkasa Pura I dan II serta Lembaga Navigasi Airnav Indonesia, telah berkomitmen membantu maskapai. Untuk itu saya juga mengapresiasi dukungan dari Angkasa Pura dan Airnav Indonesia,” katanya.</p>
<p>Wakil Presiden Jusuf Kalla angkat bicara soal tariff tiket pesawat yang dirasakan naik dari harga biasanya. Menurut JK, selama ini biaya-biaya yang dikeluarkan maskapai itu dalam bentuk dolar. Sementara itu, pembayaran yang mereka terima dari konsumen atau penumpang dalam bentuk rupiah.</p>
<p>”Membeli pesawat dengan dolar, membeli avtur dengan dolar. Tapi tarifnya rupiah. Maka mau tidak mau harus ada penyesuaian-penyesuaian secara bertahap,” ujar JK di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, kemarin (14/1). Keluarga Kalla juga punya usaha di bidang penerbangan.</p>
<p>Dia menyebutkan bila penyesuaian harga itu tidak dilakukan, maka akan berimbas pada bisnis penerbangan. Bisa jadi, jumlah maskapai akan semakin berkurang karena kesulitan keuangan.</p>
<p>”Hari ini begitu banyak pesawat terbang, tapi kita tahu juga berapa perusahaan yang bangkrut, yang berhenti,” ungkap dia.</p>
<p>Pria berdarah Sulawesi itu menuturkan, bila jumlah maskapai makin sedikit potensi harga makin tinggi justru semakin besar. Sebab, bisa saja terjadi monopoli maskapai yang memiliki pesawat.</p>
<p>”Hati-hati juga, kita harus mempertimbangkan unsur itu, unsur kepentingan konsumen tapi kita juga memerhatikan unsur perusahaan,” tegas JK. (lyn/jun/jpg/aji/*/ryu/dwi/k8/kpg)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/harga-tiket-pesawat-turun-bertahap/">Harga Tiket Pesawat Turun Bertahap</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
