<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kampung selambai Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/kampung-selambai/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/kampung-selambai/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Sat, 27 Jan 2024 06:41:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>kampung selambai Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/kampung-selambai/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Akses Kawasan Pesisir Diperbaiki, Kampung Selambai Dapat Jembatan Beton</title>
		<link>https://bontangpost.id/akses-kawasan-pesisir-diperbaiki-kampung-selambai-dapat-jembatan-beton/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jan 2024 02:14:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[kampung selambai]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan pesisir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=123055</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id – Pemkot Bontang kembali menata kawasan pesisir. Tahun ini dipastikan ada dua lokasi yang menjadi sasaran. Pertama ialah Kampung Selambai. Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) Much Cholis Edy Prabowo mengatakan anggaran yang dikucurkan berasal dari alokasi pemerintah pusat. “Nilainya ialah Rp21 miliar,” kata Edy. Bentuknya ialah pembangunan jalan beton dengan ukuran [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/akses-kawasan-pesisir-diperbaiki-kampung-selambai-dapat-jembatan-beton/">Akses Kawasan Pesisir Diperbaiki, Kampung Selambai Dapat Jembatan Beton</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id –</strong> Pemkot Bontang kembali menata kawasan pesisir. Tahun ini dipastikan ada dua lokasi yang menjadi sasaran. Pertama ialah Kampung Selambai. Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) Much Cholis Edy Prabowo mengatakan anggaran yang dikucurkan berasal dari alokasi pemerintah pusat.</p>
<p>“Nilainya ialah Rp21 miliar,” kata Edy.</p>
<p>Bentuknya ialah pembangunan jalan beton dengan ukuran panjang 445 meter dan lebar empat meter. Proses lelang pun telah dilakukan. Bahkan sudah berkontrak pada 11 Januari lalu. Dinas Perkimtan pun telah memfasilitasi sosialisasi dengan masyarakat dengan beberapa elemen. Mulai dari ketua RT, Bhabinkamtibmas, Babinsa, kelurahan, kecamatan, kantor kesyahbandaran dan otoritas pelabuhan.</p>
<p>“Sosialisasi langsung dilakukan oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kalimantan Timu dan pemenang tender,” ucapnya.</p>
<p>Pada prinsipnya masyarakat menyambut baik rencana ini. Rencananya pemancangan dilakukan awal Februari dan ditargetkan Juni rampung. Dengan proyek ini maka dipastikan 90 persen akses di Selambai sudah diperbaiki. Baik jembatan kayu maupun beton.</p>
<p>“Nantinya tinggal Selambai bagian belakang,” tutur dia.</p>
<p>Selain untuk konektivitas masyarakat, betonisasi jembatan di Kampung Selambai untuk mendorong kemajuan pariwisata di atas laut. Sekaligus mendukung pengentasan kampung kumuh dengan menggalakan program rumah layak huni (RLH) yang saat ini sedang tahap pendataan.</p>
<p>Adapun Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (Sirup) terdapat pos anggaran dari APBD Bontang senilai Rp1,5 miliar. Bentuknya peningkatan atau rehabilitasi jembatan kayu dengan pagar. Lebar jalan dua meter dengan panjang 394 meter. Mengacu sistem pengerjaan ini akan dimulai pada Juni mendatang.</p>
<p>Sementara untuk kawasan Pantai Harapan juga dikucur Rp769 juta dari APBD. Bentuknya peningkatan atau rehabilitasi jembatan kayu dengan pagar. Volume pekerjaan 202 meter persegi dengan lebar dua meter. Menurutnya saat ini masih proses survei ulang.</p>
<p>“programnya pembangunan jalan lingkungan dan jembatan kayu,” pungkasnya. <strong>(ak)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/akses-kawasan-pesisir-diperbaiki-kampung-selambai-dapat-jembatan-beton/">Akses Kawasan Pesisir Diperbaiki, Kampung Selambai Dapat Jembatan Beton</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perubahan Regulasi, Pengerjaan Masjid Terapung Molor</title>
		<link>https://bontangpost.id/perubahan-regulasi-pengerjaan-masjid-terapung-molor/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fitri Wahyuningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Jun 2021 08:00:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[kampung selambai]]></category>
		<category><![CDATA[masjid terapung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=87655</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Proyek pengerjaan masjid terapung di Kampung Selambai, Kelurahan Loktuan, Kecamatan Bontang Utara, molor dari target. Sebelumnya pemerintah menarget pengerjaan dimulai Juni 2021. Namun penayangan lelang di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Bontang ditunda, lantaran mengikuti regulasi terbaru. Kepala Bidang Tata Ruang dan Tata Bangunan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataaan Ruang Kota (PUPRK) Bontang [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/perubahan-regulasi-pengerjaan-masjid-terapung-molor/">Perubahan Regulasi, Pengerjaan Masjid Terapung Molor</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211; </strong>Proyek pengerjaan masjid terapung di Kampung Selambai, Kelurahan Loktuan, Kecamatan Bontang Utara, molor dari target. Sebelumnya pemerintah menarget pengerjaan dimulai Juni 2021. Namun penayangan lelang di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Bontang ditunda, lantaran mengikuti regulasi terbaru.</p>
<p>Kepala Bidang Tata Ruang dan Tata Bangunan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataaan Ruang Kota (PUPRK) Bontang Edi Suprapto mengatakan, sejatinya proyek ini sudah tayang di LPSE di pekan kedua Juni 2021. Namun ditahan lantaran PUPRK mesti melakukan penyesuaian usai terbitnya peraturan lembaga (perlem) Nomor 12 tahun 2021 tentang Pengadaan Barang dan Jasa.</p>
<p>&#8221;Banyak yang harus diubah ulang karena perlem ini. Saya lupa apa saja. Termasuk petunjuk teknis diatur dalam perlem ini,&#8221; ujar Edi ketika ditemui di kantor PUPRK Bontang, Jalan DI Panjaitan, Bontang Baru, Bontang Utara, Rabu (17/6/2021) pagi.</p>
<p>Kendati begitu, Edi optimis lelang sudah siap tayang di LPSE pekan ini. Sementara proses dari tahap lelang, hingga pemenang tanda tangan kontrak butuh waktu sekitar 23 hari.</p>
<p>&#8221;Kalau sudah tanda tangan kontrak, sudah bisa mulai pengerjaan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Pengerjaan lanjutan ini adalah finalisasi masjid. Dengan nilai mencapai Rp 10,8 miliar. Finalisasi ini mencakup pemasangan keramik masjid, cat, pemasangan jaringan air, listrik, dan halaman di penjuru masjid. Tapi ini tidak termasuk pengerjaan halaman di darat dan lapangan parkir masjid. Hanya finalisasi di struktur bangunan yang berada di atas air. Edi bilang, masjid terapung ini ditarget bisa difungsikan setidaknya penghujung Desember 2021. Sebabnya, ini yang akan menjadi catatan penting bagi peserta lelang.</p>
<p>&#8221;Target kami kan Desember ini sudah bisa difungsikan masjid itu. Maka mau tidak mau, kontraktor mesti lembur kerja, karena finalisasi kan agak lama,&#8221;tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/perubahan-regulasi-pengerjaan-masjid-terapung-molor/">Perubahan Regulasi, Pengerjaan Masjid Terapung Molor</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tiga Bulan Molor, Pembangunan Kotaku Selambai Ditarget Rampung Agustus</title>
		<link>https://bontangpost.id/tiga-bulan-molor-pembangunan-kotaku-selambai-ditarget-rampung-agustus/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Feb 2020 08:27:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[kampung selambai]]></category>
		<category><![CDATA[kotaku]]></category>
		<category><![CDATA[loktuan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=71885</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANG &#8211; Proyek pembangunan Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Selambai, Kelurahan Loktuan akhirnya berjalan pada awal 2020. Proyek tersebut molor tiga bulan, yang seharusnya sudah berjalan pada Oktober 2019 lalu. Project Manager PT Berau Mandiri Indonesia, Natalius Ayen mengatakan pengerjaan baru dapat dilaksanakan pada 18 Januari lalu. Hal ini karena setelah melakukan tes tanah, hasilnya [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/tiga-bulan-molor-pembangunan-kotaku-selambai-ditarget-rampung-agustus/">Tiga Bulan Molor, Pembangunan Kotaku Selambai Ditarget Rampung Agustus</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BONTANG &#8211; Proyek pembangunan Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Selambai, Kelurahan Loktuan akhirnya berjalan pada awal 2020. Proyek tersebut molor tiga bulan, yang seharusnya sudah berjalan pada Oktober 2019 lalu.</p>
<p>Project Manager PT Berau Mandiri Indonesia, Natalius Ayen mengatakan pengerjaan baru dapat dilaksanakan pada 18 Januari lalu. Hal ini karena setelah melakukan tes tanah, hasilnya tidak sesuai dengan perencanaan awal. Sebab itu pihaknya harus melakukan penyelidikan tanah ulang terkait kedalaman laut di kampung pesisir tersebut untuk pemasangan pancang jembatan. Mengingat kampung tersebut berdiri di atas laut. Sehingga harus kokoh demi keamanan dan ketahanan jembatan.</p>
<p>“Kami tidak ingin mengambil risiko. Kami melakukan pendataan ulang, karena kami tidak ingin pembangunan ini selesai tidak sesuai ekspektasi,&#8221; ungkapnya saat dihubungi <em>Bontangpost.id</em>.</p>
<p>Selain itu, pihaknya juga merubah tiang pancang yang semula pancang biasa dirubah menjadi pancang khusus. Mengingat ini merupakan pembangunan di atas laut, sehingga menggunakan tiang pancang khusus laut yang tahan terhadap kadar air asin yang dapat membuatnya keropos.</p>
<p>“Yang kami punya ini permintaan khusus, tidak<em> ready stock</em>,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Pihaknya kini sudah mulai melakukan pembongkaran jembatan, hingga pos ojek, warung dan pemindahan fasilitas lainnya baik itu jaringan listrik dan air bersih. Hal itu dilakukan setelah melakukan mediasi dengan warga sekitar.</p>
<p>“Sisa 56 meter yang belum di bongkar,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Selanjutnya, pekan depan akan dilakukan pengerukan jalur masuk kapal untuk pemancangan. Mengingat saat ini kawasan itu dangkal sehingga menyulitkan kapal besar masuk.</p>
<p>“Yang di depan itu dangkal, kalau tidak didalami tidak bisa masuk ponton. Karena kita mancang dari laut,&#8221; paparnya.</p>
<p>Sementara, material baik itu besi dan pancang yang di ambil dari luar daerah mulai berdatangan. Sedangkan bahan yang lain akan diambil dari Bontang saja.</p>
<p>“Pancang itu tanggal 15 sudah ada di Loktuan, ini proses pengiriman dari Surabaya. Kalau besi sudah datang nanti malam satu rombongan,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Proyek senilai Rp 18,5 miliar itu akan mengerjakan jembatan sepanjang 385 meter dengan lebar 4 meter, disertai pagar jembatan dan pembangunan <em>landmark</em> atau pembangunan sebuah ikon wisata.</p>
<p>“Di ujung itu ada <em>landmark. </em>Bisa dibilang pujasera, tapi lebih kecil ukuran 4&#215;12 meter,&#8221; katanya.</p>
<p>Katanya, jika melihat sesuai kontrak pengerjaan sampai 9 Agustus mendatang. Sehingga agar proses dapat lebih cepat, pihaknya akan menggunakan dua alat pancang. “Secara teknis kami hitung selesai,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Hingga kini, katanya tidak ada kendala yang dihadapi, masyarakat sangat mendukung pengerjaan tersebut.</p>
<p>Sementara itu, anggota DPRD Bontang Faisal membenarkan bahwa pengerjaan sudah mulai sejak 18 Januari lalu. Dimulai dari pembongkaran jembatan mulai dari pintu masuk kampung tersebut. Dengan menyisakan dua meter jalan untuk pengendara motor lewat.</p>
<p>“Kalau motor bisa lewat, untuk mobil bisa lewat jalur RT 7,&#8221; katanya.</p>
<p>Pria yang bermukim di kampung Selambai ini mengatakan, sangat bangga proses pemugaran kampung tersebut dapat dilaksanakan. Sehingga nantinya dapat menjadi obyek wisata di Bontang dan meningkatkan perekonomian masyarakat.</p>
<p>“Akan terus saya kawal pembangunan ini,&#8221; ucapnya. (Zaenul)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/tiga-bulan-molor-pembangunan-kotaku-selambai-ditarget-rampung-agustus/">Tiga Bulan Molor, Pembangunan Kotaku Selambai Ditarget Rampung Agustus</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Selambai Bakal Diguyur Rp 50 Miliar</title>
		<link>https://bontangpost.id/selambai-bakal-diguyur-rp-50-miliar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Aug 2018 22:00:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[kampung selambai]]></category>
		<category><![CDATA[kementerian pupr]]></category>
		<category><![CDATA[kota tanpa kumuh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=46969</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANG – Perbaikan infrastruktur akan kembali diprogramkan oleh pemerintah pusat kepada Pemkot Bontang. Dalam waktu dekat, Kampung Selambai menjadi bidikan dalam hal pengentasan kekumuhan. Tak tanggung-tanggung nominalnya pun besar mencapai Rp 50 miliar. Sekretaris Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP) Maksi Dwiyanto mengatakan anggaran tersebut masuk dalam program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). Program Kementerian [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/selambai-bakal-diguyur-rp-50-miliar/">Selambai Bakal Diguyur Rp 50 Miliar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BONTANG – Perbaikan infrastruktur akan kembali diprogramkan oleh pemerintah pusat kepada Pemkot Bontang. Dalam waktu dekat, Kampung Selambai menjadi bidikan dalam hal pengentasan kekumuhan. Tak tanggung-tanggung nominalnya pun besar mencapai Rp 50 miliar.</p>
<p>Sekretaris Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP) Maksi Dwiyanto mengatakan anggaran tersebut masuk dalam program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). Program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ini telah masuk dalam tahapan perencanaan.</p>
<p>“Selambai kami ajukan untuk mendapatkan anggaran dalam hal pengentasan kekumuhan,” kata Maksi usai menghadiri upacara HUT ke-73 RI di Stadion Taman Prestasi, Jumat (17/8) lalu.</p>
<p>Adapun infrastruktur yang menjadi prioritas ialah perbaikan jalan. Nantinya jalan utama sepanjang 350 meter akan dibeton. Tentunya hal ini akan mempermudah akses warga yang bermukim di lokasi tersebut.</p>
<p>Tak hanya itu, mengingat kampung Selambai berada di atas air. Maka diperlukan fasilitas keamanan dalam penanganan terjadinya musibah kebakaran. Melalui program ini juga bakal disediakan fasilitas pompa kebakaran.</p>
<p>“Untuk <em>fire hidrant</em> nanti akan dipasang di empat titik. Tujuannya agar mempermudah petugas bilamana terjadi musibah yang tidak diinginkan,” ucapnya.</p>
<p>Bukan itu saja, fasilitas kebersihan berupa penyediaan tempat sampah juga diberikan. Setiap titik terdapat tiga tempat sampah untuk jenis organik, non-organik, dan kertas. Maksi berharap ketersediaan sarana ini dapat mengaktifkan partisipasi masyarakat untuk membuang sampah berdasarkan kategorinya.</p>
<p>Nantinya sarana toilet umum juga bakal ditempatkan di sejumlah titik di kawasan tersebut. Bahkan saluran pembuangan air limbah juga akan menjadi fokus penataan.</p>
<p>Sehubungan dengan rumah warga, Maksi menyebut akan ada sedikit penataan. Ke depan hunian di sana akan dihadapkan ke arah laut. “Ini untuk mempercantik. Wajah hunian akan dihadapkan ke laut,” ungkapnya.</p>
<p>Sebelumnya Pemkot Bontang telah melakukan sosialisasi kepada kelompok swadaya masyarakat di area tersebut. Termasuk rencana Pemkot Bontang untuk melengkapi dengan pembangunan dermaga dan pujasera.</p>
<p>Sebagai informasi, tujuh kelurahan di Bontang juga mendapatkan bantuan Kotaku. Namun nominalnya tidak sebesar yang ada di Selambai. Ketujuhnya meliputi Kelurahan Tanjung Laut, Berebas Tengah, Belimbing, Bontang Lestari, Loktuan, Guntung, dan Tanjung Laut Indah. (ak)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/selambai-bakal-diguyur-rp-50-miliar/">Selambai Bakal Diguyur Rp 50 Miliar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
