• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Tiga Bulan Molor, Pembangunan Kotaku Selambai Ditarget Rampung Agustus

by M Zulfikar Akbar
4 Februari 2020, 16:27
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Kampung Selambai di Loktuan.(DOK/BONTANG POST)

Kampung Selambai di Loktuan.(DOK/BONTANG POST)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG – Proyek pembangunan Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Selambai, Kelurahan Loktuan akhirnya berjalan pada awal 2020. Proyek tersebut molor tiga bulan, yang seharusnya sudah berjalan pada Oktober 2019 lalu.

Project Manager PT Berau Mandiri Indonesia, Natalius Ayen mengatakan pengerjaan baru dapat dilaksanakan pada 18 Januari lalu. Hal ini karena setelah melakukan tes tanah, hasilnya tidak sesuai dengan perencanaan awal. Sebab itu pihaknya harus melakukan penyelidikan tanah ulang terkait kedalaman laut di kampung pesisir tersebut untuk pemasangan pancang jembatan. Mengingat kampung tersebut berdiri di atas laut. Sehingga harus kokoh demi keamanan dan ketahanan jembatan.

“Kami tidak ingin mengambil risiko. Kami melakukan pendataan ulang, karena kami tidak ingin pembangunan ini selesai tidak sesuai ekspektasi,” ungkapnya saat dihubungi Bontangpost.id.

Selain itu, pihaknya juga merubah tiang pancang yang semula pancang biasa dirubah menjadi pancang khusus. Mengingat ini merupakan pembangunan di atas laut, sehingga menggunakan tiang pancang khusus laut yang tahan terhadap kadar air asin yang dapat membuatnya keropos.

Baca Juga:  Pria di Loktuan Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi, Diduga Alami Serangan Jantung

“Yang kami punya ini permintaan khusus, tidak ready stock,” ucapnya.

Pihaknya kini sudah mulai melakukan pembongkaran jembatan, hingga pos ojek, warung dan pemindahan fasilitas lainnya baik itu jaringan listrik dan air bersih. Hal itu dilakukan setelah melakukan mediasi dengan warga sekitar.

“Sisa 56 meter yang belum di bongkar,” ujarnya.

Selanjutnya, pekan depan akan dilakukan pengerukan jalur masuk kapal untuk pemancangan. Mengingat saat ini kawasan itu dangkal sehingga menyulitkan kapal besar masuk.

“Yang di depan itu dangkal, kalau tidak didalami tidak bisa masuk ponton. Karena kita mancang dari laut,” paparnya.

Sementara, material baik itu besi dan pancang yang di ambil dari luar daerah mulai berdatangan. Sedangkan bahan yang lain akan diambil dari Bontang saja.

Baca Juga:  Jambret Babak Belur Diamuk Massa

“Pancang itu tanggal 15 sudah ada di Loktuan, ini proses pengiriman dari Surabaya. Kalau besi sudah datang nanti malam satu rombongan,” ucapnya.

Proyek senilai Rp 18,5 miliar itu akan mengerjakan jembatan sepanjang 385 meter dengan lebar 4 meter, disertai pagar jembatan dan pembangunan landmark atau pembangunan sebuah ikon wisata.

“Di ujung itu ada landmark. Bisa dibilang pujasera, tapi lebih kecil ukuran 4×12 meter,” katanya.

Katanya, jika melihat sesuai kontrak pengerjaan sampai 9 Agustus mendatang. Sehingga agar proses dapat lebih cepat, pihaknya akan menggunakan dua alat pancang. “Secara teknis kami hitung selesai,” ujarnya.

Hingga kini, katanya tidak ada kendala yang dihadapi, masyarakat sangat mendukung pengerjaan tersebut.

Baca Juga:  Loktuan Membara, Tiga Rumah Ludes Jadi Arang 

Sementara itu, anggota DPRD Bontang Faisal membenarkan bahwa pengerjaan sudah mulai sejak 18 Januari lalu. Dimulai dari pembongkaran jembatan mulai dari pintu masuk kampung tersebut. Dengan menyisakan dua meter jalan untuk pengendara motor lewat.

“Kalau motor bisa lewat, untuk mobil bisa lewat jalur RT 7,” katanya.

Pria yang bermukim di kampung Selambai ini mengatakan, sangat bangga proses pemugaran kampung tersebut dapat dilaksanakan. Sehingga nantinya dapat menjadi obyek wisata di Bontang dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Akan terus saya kawal pembangunan ini,” ucapnya. (Zaenul)

Tags: kampung selambaikotakuloktuan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Mahasiswi Tingkat Akhir Beli Ganja 2,5 Kg dari Medan

Next Post

Pra-Desain Tol Samarinda-Bontang Diduga Masuk Kawasan Hutan Lindung

Related Posts

Pria di Loktuan Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi, Diduga Alami Serangan Jantung
Bontang

Pria di Loktuan Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi, Diduga Alami Serangan Jantung

9 Desember 2025, 15:37
Warga Loktuan Siap-siap Tampung Air, Akhir Pekan Ini Ada Pemeliharaan WTP PDAM
Bontang

Warga Loktuan Siap-siap Tampung Air, Akhir Pekan Ini Ada Pemeliharaan WTP PDAM

13 Februari 2025, 10:15
Akses Kawasan Pesisir Diperbaiki, Kampung Selambai Dapat Jembatan Beton
Bontang

Akses Kawasan Pesisir Diperbaiki, Kampung Selambai Dapat Jembatan Beton

25 Januari 2024, 10:14
Perubahan Regulasi, Pengerjaan Masjid Terapung Molor
Bontang

Perubahan Regulasi, Pengerjaan Masjid Terapung Molor

17 Juni 2021, 16:00
Pembangunan Masjid Terapung Minus Rp 16 Miliar
Bontang

Pembangunan Masjid Terapung Minus Rp 16 Miliar

14 Mei 2020, 15:46
Lawan Covid-19, FKPM Loktuan Bagi 1.500 Masker Gratis
Bontang

Lawan Covid-19, FKPM Loktuan Bagi 1.500 Masker Gratis

11 Mei 2020, 09:10

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.