<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kasus pembunuhan Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/kasus-pembunuhan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/kasus-pembunuhan/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Wed, 10 Sep 2025 05:08:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>kasus pembunuhan Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/kasus-pembunuhan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pembantaian 5 Anggota Keluarga di Indramayu, Dipicu Uang Sewa Mobil Rp750 Ribu</title>
		<link>https://bontangpost.id/pembantaian-5-anggota-keluarga-di-indramayu-dipicu-uang-sewa-mobil-rp750-ribu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Sep 2025 05:08:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[kasus pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=142137</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID &#8211; Dendam akibat uang sewa mobil tak dikembalikan menjadi pemicu pembantaian lima anggota keluarga di Indramayu. R (35), otak pembunuhan, mengaku kesal kepada Budi Awaludin (45), tetangganya, yang tak mengembalikan uang Rp750 ribu hasil sewa mobil Avanza. Rasa kesal itu berubah jadi rencana pembunuhan. R kemudian menggandeng rekannya, P (29), dengan janji imbalan uang. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pembantaian-5-anggota-keluarga-di-indramayu-dipicu-uang-sewa-mobil-rp750-ribu/">Pembantaian 5 Anggota Keluarga di Indramayu, Dipicu Uang Sewa Mobil Rp750 Ribu</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONTANGPOST.ID &#8211;</strong> Dendam akibat uang sewa mobil tak dikembalikan menjadi pemicu pembantaian lima anggota keluarga di Indramayu.</p>
<p>R (35), otak pembunuhan, mengaku kesal kepada Budi Awaludin (45), tetangganya, yang tak mengembalikan uang Rp750 ribu hasil sewa mobil Avanza.</p>
<p>Rasa kesal itu berubah jadi rencana pembunuhan. R kemudian menggandeng rekannya, P (29), dengan janji imbalan uang. Pada Kamis malam, 28 Agustus, keduanya mendatangi rumah keluarga Sahroni (76) di Jalan Siliwangi, Kelurahan Paoman. Pipa besi dibawa sebagai senjata.</p>
<p>Di dalam rumah, R memukul kepala Budi dan anggota keluarga lain: Sahroni, Euis Juwita (43), dan seorang anak berusia tujuh tahun. P, yang ikut masuk, menenggelamkan bayi berusia delapan bulan ke bak mandi.</p>
<p>Setelah memastikan semua korban tewas, kedua pelaku menyeret jasad ke halaman belakang, menggali lubang selebar empat meter, panjang 1,5 meter, dan dalam empat meter. Di situlah lima tubuh korban ditumpuk.</p>
<p>Tak berhenti di situ, R dan P kemudian mengepel lantai rumah untuk menghapus bercak darah. Mereka membawa kabur dua mobil, sejumlah perhiasan, serta uang milik korban. Pipa besi yang digunakan memukul kepala korban dibuang ke Sungai Cimanuk.</p>
<p>Warga sekitar mulai curiga karena rumah keluarga Sahroni sepi selama berhari-hari. Bau busuk yang menusuk hidung akhirnya membuat Ema (55), kerabat korban, mendobrak pintu rumah.</p>
<p>Dari halaman belakang, terlihat kaki manusia muncul dari gundukan tanah. “Itu jasad Haji Sahroni. Saya langsung minta tolong,” ujar Ema.</p>
<p>Polisi yang menerima laporan bergerak cepat. R dan P sempat melarikan diri hingga ke Surabaya, berniat bekerja sebagai anak buah kapal.</p>
<p>Namun, tim kepolisian berhasil menangkap keduanya sebelum kabur lebih jauh. Kapolres Indramayu, AKBP Fajar Gemilang, menyebut R adalah seorang residivis.</p>
<p>Kasus ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga besar korban. “Hukuman seberat-beratnya. Lima nyawa, termasuk bayi, tidak bisa dimaafkan,” kata Eni Sukaeni, sepupu korban. <strong>(KP)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pembantaian-5-anggota-keluarga-di-indramayu-dipicu-uang-sewa-mobil-rp750-ribu/">Pembantaian 5 Anggota Keluarga di Indramayu, Dipicu Uang Sewa Mobil Rp750 Ribu</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Selain Anak Bunuh Ibu Kandung, Ini Kasus Kriminal Sadis di Kaltim Sepanjang 2024</title>
		<link>https://bontangpost.id/selain-anak-bunuh-ibu-kandung-ini-kasus-kriminal-sadis-di-kaltim-sepanjang-2024/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Aug 2024 02:12:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[kasus pembunuhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=130291</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Sebuah kasus pembunuhan menggemparkan publik Kaltim terjadi pada Jumat (23/8/2024) malam. Betapa tidak. Seorang anak tega membunuh ibu kandungnya. Dengan cara ditikam. Di bagian leher. Peristiwa yang bikin mengelus dada ini terjadi di Gang Sepakat, Kelurahan Baru Tengah, Kecamatan Balikpapan Barat, Balikpapan, Kaltim. Setelah membunuh ibunya AR kabur. Beberapa jam kemudian, Sabtu (24/8/2024), dia berhasil ditangkap tim [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/selain-anak-bunuh-ibu-kandung-ini-kasus-kriminal-sadis-di-kaltim-sepanjang-2024/">Selain Anak Bunuh Ibu Kandung, Ini Kasus Kriminal Sadis di Kaltim Sepanjang 2024</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211; </strong>Sebuah kasus pembunuhan menggemparkan publik Kaltim terjadi pada Jumat (23/8/2024) malam.</p>
<p>Betapa tidak. Seorang anak tega membunuh ibu kandungnya. Dengan cara ditikam. Di bagian leher.</p>
<p>Peristiwa yang bikin mengelus dada ini terjadi di Gang Sepakat, Kelurahan Baru Tengah, Kecamatan Balikpapan Barat, Balikpapan, Kaltim.</p>
<p>Setelah membunuh ibunya AR kabur. Beberapa jam kemudian, Sabtu (24/8/2024), dia berhasil ditangkap tim gabungan dari Jatanras Polda Kaltim, Polresta Balikpapan, dan Polsek Balikpapan Barat.</p>
<p>Selain perbuatan AR yang nekat membunuh ibu kandungnya, berikut beberapa kasus yang menarik perhatian publik Kaltim sepanjang tahun ini.</p>
<p><strong><span style="font-family: -apple-system, BlinkMacSystemFont, 'Segoe UI', Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, 'Helvetica Neue', sans-serif;">1. Pembunuhan satu keluarga di Babulu Laut, PPU</span></strong></p>
<p>seorang siswa SMK yang masih tercatat anak di bawah umur, membunuh satu keluarga yang merupakan tetangganya di Dusun Lima, Desa Babulu Laut, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), pada Selasa (6/2/2024) sekira pukul 01.30, dengan senjata tajam berupa parang.</p>
<p>Korban terdiri dari pasangan suami-istri, yaitu WL (34) dan SW (34) serta tiga anak pasangan ini. Yakni, RJ (15), VD (12), dan ZA (2,5).</p>
<p>Tersangka diketahui bahkan merudapaksa salah satu korbannya, RJ, yang sudah tak bernyawa.</p>
<p>Dia telah divonis oleh Pengadilan Negeri (PN) Penajam Kelas II dengan hukuman penjara selama 20 tahun pada Rabu (13/3/2024).</p>
<p><strong>2. Kasus Amel di Kubar</strong></p>
<p>Amel, warga Kampung Jengan Danum, Kecamatan Damai, Kabupaten Kutai Barat (Kubar) hilang sejak 1 Agustus 2024.</p>
<p>Saat itu bocah sembilan tahun ini sempat ke sekolah, sampai kemudian hilang bak ditelan bumi.</p>
<p class="class-paragraph">Sekira 13 hari kemudian, tepatnya 13 Agustus 2024, Amel ditemukan tak bernyawa sekira 1 kilometer dari rumahnya.</p>
<p>Bocah cantik tersebut ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Kepala tanpa rambut dan tanpa kaki kiri.</p>
<p>Kaki kanan juga terlihat patah, celana dan sandal korban terpisah jauh dari jasadnya yang separuh terkubur di dalam lumpur. Polisi masih mendalami kasus ini.</p>
<p>Pada Kamis (15/8/2024) 14.00 Wita, jenazah Amel dimakamkan di pemakaman umum Kampung Jengan Danum.</p>
<p><strong>3. Mayat perempuan di jalan poros</strong></p>
<p>Warga dihebohkan dengan penemuan jasad wanita tanpa identitas di jalan poros Tenggarong-Samarinda, Km 6, Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara (Kukar), Sabtu (3/8/2024).</p>
<p>Saat ditemukan jasad korban tertutup dedaunan.</p>
<p><span style="font-family: -apple-system, BlinkMacSystemFont, 'Segoe UI', Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, 'Helvetica Neue', sans-serif;">Pada Senin (5/8/2024), polisi pun membeber keberhasilan mereka mengungkap kasus ini.</span></p>
<p>Kapolres Kukar AKBP Heri Rusyaman mengungkapkan bahwa jasad wanita itu adalah N yang merupakan korban pembunuhan oleh pelaku inisial AA yang berprofesi sebagai sopir ekspedisi.</p>
<p>Diketahui bahwa N merupakan warga Samarinda dan AA merupakan warga Sulawesi.</p>
<p>Keduanya adalah sepasang kekasih yang menjalin hubungan terlarang sebab sama-sama telah berumah tangga.</p>
<p>Mereka bertemu melalui media sosial dan telah menjalin hubungan selama satu tahun.</p>
<p>Awalnya AA mengajak N untuk bertemu di Jalan PM Noor, Samarinda. N yang saat itu datang menggunakan motor Scoopy warna merah diajak masuk oleh AA ke dalam mobil truk yang biasa digunakannya untuk bekerja.</p>
<p>Semula, pertemuan N dan AA berjalan biasa. Sampai tiba-tiba keduanya terlibat adu mulut saat AA merasa kesal karena N tidak memperbolehkannya melihat handphone miliknya.</p>
<p>Puncaknya adalah ketika AA merasa dikhianati karena mengetahui, ternyata N yang selama ini mengaku janda rupanya masih bersuami.</p>
<p class="class-paragraph">AA pun kesal dan langsung melakukan pencekikan kepada N hingga tiga kali. Bahkan AA juga sempat meniduri N ketika yang bersangkutan sudah tidak berdaya sampai akhirnya meninggal. Pelaku kemudian membuang jasad korban. <strong>(far)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/selain-anak-bunuh-ibu-kandung-ini-kasus-kriminal-sadis-di-kaltim-sepanjang-2024/">Selain Anak Bunuh Ibu Kandung, Ini Kasus Kriminal Sadis di Kaltim Sepanjang 2024</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
