<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kebakaran bontang kuala Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/kebakaran-bontang-kuala/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/kebakaran-bontang-kuala/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Fri, 16 Oct 2020 00:21:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>kebakaran bontang kuala Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/kebakaran-bontang-kuala/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Wacana Pemadam Kebakaran Darurat Kembali Bergulir</title>
		<link>https://bontangpost.id/wacana-pemadam-kebakaran-darurat-kembali-bergulir/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fitri Wahyuningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2020 05:30:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[kebakaran bontang kuala]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=80253</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Bayang-bayang kebakaran cukup menghantui warga Bontang Kuala. Terang saja, lantaran kawasan tersebut padat penduduk. Permukiman yang dibangun di atas laut, membuat material sebagian besar rumah didominasi kayu. Jadi catatan juga, lantaran armada kebakaran tidak bisa mengakses permukiman tersebut. Wacana untuk mengadakan pemadam kebakaran darurat pun kembali mencuat. Bayang ketakutan ini sangat dirasakan Kamsiah [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/wacana-pemadam-kebakaran-darurat-kembali-bergulir/">Wacana Pemadam Kebakaran Darurat Kembali Bergulir</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id</strong> &#8211; Bayang-bayang kebakaran cukup menghantui warga Bontang Kuala. Terang saja, lantaran kawasan tersebut padat penduduk. Permukiman yang dibangun di atas laut, membuat material sebagian besar rumah didominasi kayu. Jadi catatan juga, lantaran armada kebakaran tidak bisa mengakses permukiman tersebut. Wacana untuk mengadakan pemadam kebakaran darurat pun kembali mencuat.</p>
<p>Bayang ketakutan ini sangat dirasakan Kamsiah (51). Warga RT 06 Bontang Kuala. Yang juga merupakan korban dalam dua musibah kebakaran di permukiman tersebut. Sebelumnya, api juga berkobar pada 2015.</p>
<p>&#8220;Ini sudah dua kali terbakar rumah. Di bulan yang sama dan lokasi yang tidak terlalu berjauhan dari rumah pertama yang terbakar,&#8221; terang Kamsiah..</p>
<p>Senada diungkapkan Robi Chandra Prima (28). Warga RT 01 Bontang Kuala. Lahir dan tumbuh di kawasan padat penduduk tersebut, membuat Roby mafhum benar potensi kebakaran demikian riskan di lingkungan rumahnya. Pun ketika musibah buruk itu terjadi, besar kemungkinan korban bakal &#8216;berderet-deret&#8217;. Selaras jarak rumah warga yang berhimpitan, dan dibangun menggunakan kayu.</p>
<p>&#8220;Waktu kecil suka takut ngebayangin rumah terbakar, karena susah dipadamin. Kemungkinan pasti merembet apinya. Dan sulit dipadamin,&#8221; ujar pria yang aktif dalam Ikatan Pemuda Bontang Kuala (IPBK) ini.</p>
<p>Sejatinya Roby berharap beberapa titik di kampung atas laut BK dilengkapi dengan fasilitas alat pemadam darurat. Sepeti hidrant, alat pemadam api ringan (apar), dan alkon. Jadi, ketika musibah itu terjadi, warga bisa langsung bergerak. Sembari menunggu tim Dinas Penyelamatan dan Kebakaran (Disdamkartan) tiba ke lokasi.</p>
<p>&#8220;Tapi terlebih dahulu warga diberitahu penggunaan alat-alatnya. Juga wajib tahu di mana saja alat disimpan. Jadi kami tidak bingung,&#8221; sarannya.</p>
<p>Terkait langkah antisipasi bencana, khususnya kebakaran, Lurah Bontang Kuala Rony Apriansyah menjelaskan, sejatinya sejak musibah 2015 silam perlahan alat pemadam darurat disispkan. Ada di beberapa titik, kendati sebarannya tak merata. &#8220;Sudah ada di beberapa RT. Cuma saya kurang tahu persis jumlahnya. Tapi ada,&#8221; katanya.</p>
<p>Di Bontang Kuala sendiri terdapat 20 RT. Sebanyak 9 di antaranya di darat. Sisanya, 11 RT ada di atas laut. Inilah yang rawan musibah kebakaran.<br />
Usai kebakaran Selasa (13/10/2020) lalu, Kelurahan Bontang Kuala dan Pemkot kembali menggulirkan rencana lama soal pemenuhan alat pemadam darurat. Apar dan alkon bakal diratakan sebarannya. Kalau memungkinkan di 11 RT itu. Pun menambah alat tambahan lain, yakni floating pump atau alat pemadam di permukiman atas air.</p>
<p>&#8220;Harapannya sudah disampaikan. Banyak rencana dari pemangku kebijakan kota. Kalau produta tidak bisa menutupi, dewan siap bantu,&#8221; bebernya.</p>
<p>Dikatakan Rony, sejatinya dalam kebakaran Selasa lalu, warga sempat berupaya memadamkan api menggunakan apar. Hanya, lantaran api kadung membesar, apar tidak bisa membantu banyak. Ini kemudian jadi catatan kelurahan, kalau alat pemadam darurat memang harus ditingkatkan.</p>
<p>&#8220;Sudah diusulkan, kami mestinya punya juga floating pump yang seperti milik Disdamkartan,&#8221; katanya.</p>
<p>Selain memenuhi alat darurat, rencana juga jalan beton dibangun di beberapa jalan utama di BK. Mulai gerbang masuk, hingga anjungan. Panjangnya sekitar 600 meter.</p>
<p>&#8220;Membantu sekali kalau jalan dibeton. Mobil pemadam bisa masuk. Cuma anggarannya kan tidak sedikit itu,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dari kedua opsi yang ada, pemenuhan alat pemadam darurat akan terealisasi selekasnya. &#8220;Kayak floating pump, 2021 setidaknya kami sudah punya,&#8221; tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/wacana-pemadam-kebakaran-darurat-kembali-bergulir/">Wacana Pemadam Kebakaran Darurat Kembali Bergulir</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Korban Kebakaran Pilih Mengungsi ke Rumah Kerabat</title>
		<link>https://bontangpost.id/korban-kebakaran-pilih-mengungsi-ke-rumah-kerabat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fitri Wahyuningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2020 13:37:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[kebakaran bontang kuala]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=80248</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id – Seluruh korban kebakaran di Bontang Kuala sementara waktu mereka bakal mengungsi ke kediaman kerabat masing-masing. Lurah Bontang Kuala Rony Apriansyah mengatakan, seluruh korban sudah mengungsi ke kediaman kerabat sejak H+1 paska kebakaran. Itu sebabnya kelurahan tidak mendirikan posko pengungsian. Tapi hanya posko pengumpulan donasi terpusat. &#8220;Alhamdullilah sementara seluruh korban sudah aman di rumah [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/korban-kebakaran-pilih-mengungsi-ke-rumah-kerabat/">Korban Kebakaran Pilih Mengungsi ke Rumah Kerabat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id –</strong> Seluruh korban kebakaran di Bontang Kuala sementara waktu mereka bakal mengungsi ke kediaman kerabat masing-masing. Lurah Bontang Kuala Rony Apriansyah mengatakan, seluruh korban sudah mengungsi ke kediaman kerabat sejak H+1 paska kebakaran. Itu sebabnya kelurahan tidak mendirikan posko pengungsian. Tapi hanya posko pengumpulan donasi terpusat.</p>
<p>&#8220;Alhamdullilah sementara seluruh korban sudah aman di rumah sanak familinya dulu,&#8221; ujar Rony kepada <em>bontangpost.id</em>, Kamis (15/10/2020).</p>
<p>Kata Rony, sejatinya Pemkot Bontang telah menyiapkan dan menawarkan kepada korban untuk tinggal di rumah singgah pelangi. Yang terletak di Jalan Parikesit, Bontang Baru. Sebagai langkah antisipatisi kalau ada korban yang belum mendapat tempat tinggal. Adapun total korban ialah 23 Kepala Keluarga (KK) atau 59 jiwa.</p>
<p>&#8220;Sudah ditawarkan, bahkan oleh pak Pjs Wali Kota Bontang (Riza Indra Riadi). Tapi korban sudah ngungsi ke rumah sanak famili,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ditambahkan, sehari paska musibah itu pun, Pemkot telah mengambil langkah cepat. Bantuan langsung disalurkan kepada korban. Sebagian besar bantuan berupa kebutuhan pokok sehari-hari.</p>
<p>Rony tidak bisa menyebut dalam angka bantuan yang dikuncurkan kepada korban. Tapi yang jelas, sumber dananya berasal dari kas Bontang dan dari pemerintah pusat. Yakni Kementerian Sosial (Kemensos).</p>
<p>&#8220;Saya tidak tahu itu nilainya. Karena langsung Pemkot yang salurkan,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Adapun kebakaran yang melanda kampung atas laut BK terjadi Selasa (13/10/2020) pukul 19.50 Wita. Dalam tempo 3 jam, belasan rumah, kios, dan kafe kini hanya menyisakan puing. Dalam catatan Disdamkartan Bontang, kerugian materil dari kebakaran itu mencapai Rp 1 miliar lebih. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/korban-kebakaran-pilih-mengungsi-ke-rumah-kerabat/">Korban Kebakaran Pilih Mengungsi ke Rumah Kerabat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cerita Korban Kebakaran di Bontang Kuala, Trauma Rumah Kembali Terbakar, Hanya Sisa Pakaian di Badan</title>
		<link>https://bontangpost.id/cerita-korban-kebakaran-di-bontang-kuala-trauma-rumah-kembali-terbakar-hanya-sisa-pakaian-di-badan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fitri Wahyuningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2020 11:14:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[kebakaran bontang kuala]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=80242</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kamsiah duduk termangu. Ekspresinya kosong. Di depannya, kobaran api tengah membubung tinggi. Membakar rumah perempuan berusia 51 tahun itu. &#8212;- KAMSIAH satu di antara 44 korban kebakaran di kampung atas laut Bontang Kuala (BK). Dalam musibah yang terjadi Selasa (13/10) malam, setidaknya ada 11 bangunan terpanggang. Termasuk rumah Kamsiah. Yang sudah ditempatinya 5 tahun terakhir. Musibah [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/cerita-korban-kebakaran-di-bontang-kuala-trauma-rumah-kembali-terbakar-hanya-sisa-pakaian-di-badan/">Cerita Korban Kebakaran di Bontang Kuala, Trauma Rumah Kembali Terbakar, Hanya Sisa Pakaian di Badan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kamsiah duduk termangu. Ekspresinya kosong. Di depannya, kobaran api tengah membubung tinggi. Membakar rumah perempuan berusia 51 tahun itu.</strong></p>
<p>&#8212;-</p>
<p><strong>KAMSIAH</strong> satu di antara 44 korban kebakaran di kampung atas laut Bontang Kuala (BK). Dalam musibah yang terjadi Selasa (13/10) malam, setidaknya ada 11 bangunan terpanggang. Termasuk rumah Kamsiah. Yang sudah ditempatinya 5 tahun terakhir.</p>
<p>Musibah itu terasa demikian cepat. Saking cepatnya, dia hanya bisa menyaksikan setiap bagian dari rumahnya digilas api. Perlahan hangus, lantas jadi arang. Ada trauma menghantui Kamsiah. Maklum saja, dia juga korban kebakaran di kampung atas laut BK. Kala itu, 5 tahun lalu.</p>
<p>&#8220;Ibu betul-betul terpaku. Ekspresi di mukanya sudah enggak ada waktu menyaksikan rumah kami terbakar lagi,&#8221; ujar Aprik, putra kedua Kamsiah kala berbincang media ini, Rabu (14/10) sore.</p>
<p>Kata Aprik, ibunya memang masih memendam trauma akibat musibah kebakaran sebelumnya. Ketika musibah ini kembali menguji keluarga mereka, sang ibulah yang sangat terpukul. Sejak menyaksikan rumah terbakar hingga Rabu sore, Kamsiah lebih banyak diam. Tubunya lesu. Makan seadanya. Dan hanya terbaring lemah di kediaman keluarga. Tempat mereka mengungsi barang beberapa saat.</p>
<p>&#8220;Apalagi ibu ada penyakit saraf. Saya betul-betul enggak tega lihatnya. Rasa pengin mau nangis,&#8221; ujar pria berkacamata ini.</p>
<p>Adapun, kediaman Aprik berada persis di sisi kiri lokasi perdana api diduga muncul. Yakni di Kafe Mutiara. Sekira pukul 19.40 Wita. Ketika api berkobar di kafe itu, api dengan cepat merembet ke bagian depan kediaman Kamsiah. Sebab, posisi bangunan memang berdampingan.</p>
<p>&#8220;Rumah <em>kan</em> di kirinya kafe. Jadi, pas berkobar api, langsung merembet bagian ruang tamu,&#8221; beber Aprik.</p>
<p>Kala kejadian itu bermula, enam anggota keluarga Aprik berada di rumah. Yakni nenek, ayah, ibu, dan seorang adik lelakinya. Serta kakak dan iparnya yang tengah hamil.</p>
<p><a href="https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2020/10/WhatsApp-Image-2020-10-14-at-20.51.42-e1602760360383.jpeg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-80244" src="https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2020/10/WhatsApp-Image-2020-10-14-at-20.51.42-e1602760360383.jpeg" alt="" width="944" height="780" srcset="https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2020/10/WhatsApp-Image-2020-10-14-at-20.51.42-e1602760360383.jpeg 944w, https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2020/10/WhatsApp-Image-2020-10-14-at-20.51.42-e1602760360383-768x635.jpeg 768w, https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2020/10/WhatsApp-Image-2020-10-14-at-20.51.42-e1602760360383-750x620.jpeg 750w" sizes="(max-width: 944px) 100vw, 944px" /></a></p>
<div id="ATS_pc_mid1">
<div id="ats-insert_ads-12-wrapper" class="insert_ads insert_ads-2 show_advertisement rendered">
<div>
<div id="ats-insert_ads-12" class="ats-slot" data-google-query-id="CPLa46W6tuwCFQNKjwoduT8HPQ">
<div id="google_ads_iframe_/21622890900/ID_Prokal.co_res_article_mid1_300x250//336x280_0__container__">Tak ada yang bisa diselamatkan dari dalam rumah. Lantaran api langsung merembet ke bagian depan rumah. Ayahnya, H Yoyok dan adik lelakinya sempat berusaha menyelamatkan dokumen berharga. Namun, karena kondisinya listrik PLN telah padam, mereka kesulitan mencari. Jangan tanya barang berharga lain, dibiarkan saja tertinggal dalam rumah. Ketimbang nyawa jadi taruhan.</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
<p>&#8220;Posisi kamar di belakang. Sementara yang dibakar duluan bagian ruang tamu. Akhirnya bapak ditarik warga keluar, dan tak ada apapun bisa diselamatkan. Selain kain di tubuh,&#8221; urai Aprik. Ada nada lirih dalam suaranya.</p>
<p>Dari kebakaran ini, Aprik menaksir kerugian materiil yang keluarganya telan lebih Rp 1 miliar. Sebab, dulunya rumah itu dibeli keluarganya Rp 600 juta. Ditambah renovasi yang memakan biaya Rp 400 juta tahun lalu. Belum lagi perabotan lain yang kini tak berbentuk lagi. &#8220;Lebih semiliar, Mbak,&#8221; katanya.</p>
<p>Kata Aprik, sementara keluarganya mengungsi ke kediaman sanak famili. Entah sampai kapan. Sebab hingga kini mereka belum memiliki rencana pasti. Mungkin menyewa rumah. Yang nyaman, dan terjangkau untuk keluarga mereka.</p>
<p>&#8220;Masih belum ada rencana. Ini juga keluarga masih syok, utamanya ibu,&#8221; bebernya.</p>
<p>Untuk kebutuhan sehari-hari, ujar Aprik, keluarga masih bisa memenuhi dari sisa tabungan. Namun, tak tahu sampai kapan. Lantaran kebutuhan mencari kediaman baru pun mendesak. Terlebih kondisi Kamsiah, ibunya, sedang turun. Sementara iparnya tengah hamil besar.</p>
<div id="ATS_pc_mid1">
<div id="ats-insert_ads-12-wrapper" class="insert_ads insert_ads-2 show_advertisement rendered">
<p>Bantuan dari donatur mulai masuk. Kebanyakan berupa sembako. Juga pakaian bekas layak pakai. Mereka pun sudah didata Kelurahan Bontang Kuala sebagai korban kebakaran.</p>
</div>
</div>
<p>&#8220;Kalau ada bantuan, apapun bentuknya itu kami terima kasih sekali. Tapi baiknya juga bila donasi bisa dalam uang tunai. Jadi kami bisa menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/cerita-korban-kebakaran-di-bontang-kuala-trauma-rumah-kembali-terbakar-hanya-sisa-pakaian-di-badan/">Cerita Korban Kebakaran di Bontang Kuala, Trauma Rumah Kembali Terbakar, Hanya Sisa Pakaian di Badan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kelurahan Bontang Kuala Hanya Buka Satu Posko Bantuan Kebakaran</title>
		<link>https://bontangpost.id/kelurahan-bontang-kuala-hanya-buka-satu-posko-bantuan-kebakaran/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fitri Wahyuningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2020 06:52:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[kebakaran bontang kuala]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=80239</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id – Kelurahan Bontang Kuala hanya mendirikan satu posko induk bantuan kebakaran. Untuk menghimpun dan mengatur seluruh bantuan publik bagi korban kebakaran di RT 06 dan RT 07 kampung atas laut Bontang Kuala. Pemusatan posko ini dimaksudkan agar tata kelola bantuan publik lebih mudah dan transparan. Kelurahan Bontang Kuala sebagai penanggungjawab posko, dapat menyalurkan bantuan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/kelurahan-bontang-kuala-hanya-buka-satu-posko-bantuan-kebakaran/">Kelurahan Bontang Kuala Hanya Buka Satu Posko Bantuan Kebakaran</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id – </strong>Kelurahan Bontang Kuala hanya mendirikan satu posko induk bantuan kebakaran. Untuk menghimpun dan mengatur seluruh bantuan publik bagi korban kebakaran di RT 06 dan RT 07 kampung atas laut Bontang Kuala.</p>
<p>Pemusatan posko ini dimaksudkan agar tata kelola bantuan publik lebih mudah dan transparan. Kelurahan Bontang Kuala sebagai penanggungjawab posko, dapat menyalurkan bantuan tepat sasaran. Serta menghindari kemungkinan oknum nakal memainkan bantuan publik atas nama bantuan kemanusiaan.</p>
<p>&#8220;Kami pusatkan. Posko bantuan satu saja,&#8221; ujar Lurah Bontang Kuala, Rony Apriansyah kepada <em>bontangpost.id</em>, Kamis (15/10/2020) pagi.</p>
<p>Pemusatan posko juga dilakukan selaras dengan SOP yang ditetapkan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Disos-PM) Bontang. Jadi seluruh bantuan nantinya hanya akan dihimpun di posko ini. Dan pembukaan posko minimal 3 hari.</p>
<p>Terkait sistema penyaluran, ujar Rony, disepakati bantuan harus disalurkan kepada korban saban hari usai salat maghrib. Ini dimaksdukan agar bantuan tidak menumpuk di posko, dan menghindari barang rusak atau disalahgunakan.</p>
<p>&#8220;Pembagian dilakukan sesuai porsi. Seberapa besar damdak kebakaran kepada korban,&#8221; terangnya.</p>
<p>Klasifikasi penerima bantuan dibagi 3. Pertama, mereka yang rumahnya habis terbakar. Dua, mereka yang rumahnya terdampak kebakaran tapi tidak seluruhnya terbakar. Ketiga, mereka yang kios atau kafenya dilahap si jago merah. Tapi tidak bertempat tinggal di sana.</p>
<p>&#8220;Kami sudah beri penjelasan. Alhamdullilah, mereka paham saja,&#8221; tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/kelurahan-bontang-kuala-hanya-buka-satu-posko-bantuan-kebakaran/">Kelurahan Bontang Kuala Hanya Buka Satu Posko Bantuan Kebakaran</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
