• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Cerita Korban Kebakaran di Bontang Kuala, Trauma Rumah Kembali Terbakar, Hanya Sisa Pakaian di Badan

by Fitri Wahyuningsih
15 Oktober 2020, 19:14
in Bontang, Feature
Reading Time: 3 mins read
0
Kebakaran yang melanda perkampungan terapung di Bontang Kuala pada Selasa (13/10) lalu menyisakan trauma bagi korban. (Nasrullah/bontangpost.id)

Kebakaran yang melanda perkampungan terapung di Bontang Kuala pada Selasa (13/10) lalu menyisakan trauma bagi korban. (Nasrullah/bontangpost.id)

Share on FacebookShare on Twitter

Kamsiah duduk termangu. Ekspresinya kosong. Di depannya, kobaran api tengah membubung tinggi. Membakar rumah perempuan berusia 51 tahun itu.

—-

KAMSIAH satu di antara 44 korban kebakaran di kampung atas laut Bontang Kuala (BK). Dalam musibah yang terjadi Selasa (13/10) malam, setidaknya ada 11 bangunan terpanggang. Termasuk rumah Kamsiah. Yang sudah ditempatinya 5 tahun terakhir.

Musibah itu terasa demikian cepat. Saking cepatnya, dia hanya bisa menyaksikan setiap bagian dari rumahnya digilas api. Perlahan hangus, lantas jadi arang. Ada trauma menghantui Kamsiah. Maklum saja, dia juga korban kebakaran di kampung atas laut BK. Kala itu, 5 tahun lalu.

“Ibu betul-betul terpaku. Ekspresi di mukanya sudah enggak ada waktu menyaksikan rumah kami terbakar lagi,” ujar Aprik, putra kedua Kamsiah kala berbincang media ini, Rabu (14/10) sore.

Kata Aprik, ibunya memang masih memendam trauma akibat musibah kebakaran sebelumnya. Ketika musibah ini kembali menguji keluarga mereka, sang ibulah yang sangat terpukul. Sejak menyaksikan rumah terbakar hingga Rabu sore, Kamsiah lebih banyak diam. Tubunya lesu. Makan seadanya. Dan hanya terbaring lemah di kediaman keluarga. Tempat mereka mengungsi barang beberapa saat.

Baca Juga:  Lilin Disenggol Kucing, Rumah Tukang Parkir Terbakar 

“Apalagi ibu ada penyakit saraf. Saya betul-betul enggak tega lihatnya. Rasa pengin mau nangis,” ujar pria berkacamata ini.

Adapun, kediaman Aprik berada persis di sisi kiri lokasi perdana api diduga muncul. Yakni di Kafe Mutiara. Sekira pukul 19.40 Wita. Ketika api berkobar di kafe itu, api dengan cepat merembet ke bagian depan kediaman Kamsiah. Sebab, posisi bangunan memang berdampingan.

“Rumah kan di kirinya kafe. Jadi, pas berkobar api, langsung merembet bagian ruang tamu,” beber Aprik.

Kala kejadian itu bermula, enam anggota keluarga Aprik berada di rumah. Yakni nenek, ayah, ibu, dan seorang adik lelakinya. Serta kakak dan iparnya yang tengah hamil.

Baca Juga:  Rumah di Dekat Pasar Rawa Indah Bontang Terbakar

Tak ada yang bisa diselamatkan dari dalam rumah. Lantaran api langsung merembet ke bagian depan rumah. Ayahnya, H Yoyok dan adik lelakinya sempat berusaha menyelamatkan dokumen berharga. Namun, karena kondisinya listrik PLN telah padam, mereka kesulitan mencari. Jangan tanya barang berharga lain, dibiarkan saja tertinggal dalam rumah. Ketimbang nyawa jadi taruhan.

“Posisi kamar di belakang. Sementara yang dibakar duluan bagian ruang tamu. Akhirnya bapak ditarik warga keluar, dan tak ada apapun bisa diselamatkan. Selain kain di tubuh,” urai Aprik. Ada nada lirih dalam suaranya.

Dari kebakaran ini, Aprik menaksir kerugian materiil yang keluarganya telan lebih Rp 1 miliar. Sebab, dulunya rumah itu dibeli keluarganya Rp 600 juta. Ditambah renovasi yang memakan biaya Rp 400 juta tahun lalu. Belum lagi perabotan lain yang kini tak berbentuk lagi. “Lebih semiliar, Mbak,” katanya.

Baca Juga:  Avanza Pembawa Jeriken BBM Terbakar

Kata Aprik, sementara keluarganya mengungsi ke kediaman sanak famili. Entah sampai kapan. Sebab hingga kini mereka belum memiliki rencana pasti. Mungkin menyewa rumah. Yang nyaman, dan terjangkau untuk keluarga mereka.

“Masih belum ada rencana. Ini juga keluarga masih syok, utamanya ibu,” bebernya.

Untuk kebutuhan sehari-hari, ujar Aprik, keluarga masih bisa memenuhi dari sisa tabungan. Namun, tak tahu sampai kapan. Lantaran kebutuhan mencari kediaman baru pun mendesak. Terlebih kondisi Kamsiah, ibunya, sedang turun. Sementara iparnya tengah hamil besar.

Bantuan dari donatur mulai masuk. Kebanyakan berupa sembako. Juga pakaian bekas layak pakai. Mereka pun sudah didata Kelurahan Bontang Kuala sebagai korban kebakaran.

“Kalau ada bantuan, apapun bentuknya itu kami terima kasih sekali. Tapi baiknya juga bila donasi bisa dalam uang tunai. Jadi kami bisa menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing,” tandasnya.

Tags: kebakarankebakaran bontang kuala
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Kelurahan Bontang Kuala Hanya Buka Satu Posko Bantuan Kebakaran

Next Post

Kewenangan Dipangkas Pusat, Lingkungan Kaltim Kian Terancam, Pemda Cuma Jadi Penonton

Related Posts

Kebakaran di Tenggarong, Perjuangan Ayah Selamatkan Dua Buah Hati Berakhir Pilu
Kaltim

Duka Kebakaran Tenggarong: Berjuang Obati Luka Bakar 75 Persen, Hamri Noor Susul Kedua Anaknya

15 Oktober 2026, 08:25
Kebakaran di Tenggarong, Perjuangan Ayah Selamatkan Dua Buah Hati Berakhir Pilu
Kaltim

Kebakaran di Tenggarong, Perjuangan Ayah Selamatkan Dua Buah Hati Berakhir Pilu

14 Oktober 2026, 09:49
Bakar Sampah Sembarangan di Bontang, Siap-siap Kena Denda Rp50 Juta
Bontang

Bakar Sampah Sembarangan di Bontang, Siap-siap Kena Denda Rp50 Juta

3 September 2026, 15:12
Sempat Minta Tolong, Bocah 4 Tahun Tewas Terjebak Kebakaran di Karang Rejo Balikpapan
Kaltim

Sempat Minta Tolong, Bocah 4 Tahun Tewas Terjebak Kebakaran di Karang Rejo Balikpapan

27 Agustus 2026, 09:00
Bengkel di Jalan Poros Bontang-Kutim Terbakar, Satu Orang Alami Luka Saat Selamatkan Barang
Society

Bengkel di Jalan Poros Bontang-Kutim Terbakar, Satu Orang Alami Luka Saat Selamatkan Barang

24 Agustus 2026, 13:14
Lupa Matikan Kompor, Dapur Warga Jalan KS Tubun Bontang Kuala Terbakar
Society

Lupa Matikan Kompor, Dapur Warga Jalan KS Tubun Bontang Kuala Terbakar

23 Agustus 2026, 19:02

Terpopuler

  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.