<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Korban bullying Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/korban-bullying/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/korban-bullying/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Fri, 15 Aug 2025 03:33:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>Korban bullying Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/korban-bullying/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Wali Kota Neni Minta Disdikbud Bontang Pasang CCTV di Sekolah untuk Tekan Kasus Perundungan</title>
		<link>https://bontangpost.id/wali-kota-neni-minta-disdikbud-bontang-pasang-cctv-di-sekolah-untuk-tekan-kasus-perundungan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Aug 2025 03:33:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Bullying]]></category>
		<category><![CDATA[Korban bullying]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Layak Anak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=141074</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Bontang &#8211; Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni memerintahkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk melengkapi sarana di sekolah. Salah satunya perangkat Closed Circuit Television (CCTV). “Perangkat CCTV tidak terlalu mahal, tetapi manfaatnya luar biasa,” ungkapnya. Khususnya untuk memantau kasus perundungan yang terjadi di sekolah. Kehadiran perangkat itu tentunya bisa digunakan guru maupun Disdikbud melihat [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/wali-kota-neni-minta-disdikbud-bontang-pasang-cctv-di-sekolah-untuk-tekan-kasus-perundungan/">Wali Kota Neni Minta Disdikbud Bontang Pasang CCTV di Sekolah untuk Tekan Kasus Perundungan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-reader-unique-id="2"><strong>BONTANGPOST.ID, Bontang &#8211; </strong>Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni memerintahkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk melengkapi sarana di sekolah. Salah satunya perangkat <em data-reader-unique-id="4">Closed Circuit Television </em>(CCTV).</p>
<p data-reader-unique-id="5">“Perangkat CCTV tidak terlalu mahal, tetapi manfaatnya luar biasa,” ungkapnya.</p>
<p data-reader-unique-id="5">Khususnya untuk memantau kasus perundungan yang terjadi di sekolah. Kehadiran perangkat itu tentunya bisa digunakan guru maupun Disdikbud melihat kondisi di lapangan.</p>
<p data-reader-unique-id="7">“Jangan ada kasus perundungan. Karena Bontang sudah menuju kota layak anak (KLA),” ucapnya.</p>
<p data-reader-unique-id="12">Selain itu, dia juga menyorot agar fasilitas internet di sekolah dengan kecepatan memadai. Mengingat saat ini proses kegiatan belajar mengajar sudah memanfaatkan teknologi.</p>
<p data-reader-unique-id="12">“Jangan ada yang lelet. Makanya kurangi kegiatan bimtek,” tegasnya.</p>
<p><center data-reader-unique-id="14"></center></p>
<p data-reader-unique-id="17">Neni meminta tenaga pengajar tidak menghukum siswa di depan umum. Karena itu akan berdampak pada kondisi mental anak tersebut.</p>
<p data-reader-unique-id="17">Dia menyarankan jika terdapat kesalahan, pelajar dipanggil ke ruangan dan menasihati secara empat mata.</p>
<p data-reader-unique-id="21">Sementara itu, Plt Kepala Disdikbud Saparuddin mengatakan, pengadaan CCTV di sekolah sudah dianggarkan untuk APBD Perubahan 2025.</p>
<p data-reader-unique-id="21">Namun, saat disinggung berapa kucuran anggaran untuk pengadaan tersebut, dia belum bisa memerinci.</p>
<p data-reader-unique-id="22">“Intinya pengadaan dilakukan secara bertahap. Menyesuaikan kondisi keuangan daerah. Tetapi nantinya semua akan dilengkapi CCTV,” terangnya.</p>
<p data-reader-unique-id="23">Berdasarkan laman Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (Sirup) untuk pengadaan CCTV di jenjang sekolah dasar, dialokasikan anggaran senilai Rp 560.718.750. Jumlah perangkat yang akan dibeli sebanyak 30 unit. Spesifikasinya IP camera outdoor IRspeed dome DS-2DE4425IW-DE. Dengan 25 kali perbesar. Lensa 4 megapiksel PTZ.</p>
<p data-reader-unique-id="30">Sementara untuk jenjang SMP dikucurkan anggaran sejumlah Rp 168.215.625. Jumlah perangkatnya sembilan unit.</p>
<p data-reader-unique-id="30">Spesifikasinya sama dengan jenjang SD. Nantinya sekolah yang mendapatkan bantuan perlengkapan hanya status negeri. <strong data-reader-unique-id="31">(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/wali-kota-neni-minta-disdikbud-bontang-pasang-cctv-di-sekolah-untuk-tekan-kasus-perundungan/">Wali Kota Neni Minta Disdikbud Bontang Pasang CCTV di Sekolah untuk Tekan Kasus Perundungan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bocah SD Gantung Diri, Diduga Tak Tahan Sering Di-bully Tidak Punya Bapak</title>
		<link>https://bontangpost.id/bocah-sd-gantung-diri-diduga-tak-tahan-sering-di-bully-tidak-punya-bapak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Mar 2023 07:30:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[bunuh diri]]></category>
		<category><![CDATA[Korban bullying]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=111123</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Wasiah, 50, menjerit sekeras-kerasnya. Dia histeris melihat tubuh anaknya yang baru kelas IV SD menggantung di dapur rumah. Namun, Wasiah tak mampu menurunkan tubuh anak bungsunya itu. Nyawa bocah 11 tahun itu, akhirnya tak bisa diselamatkan. ”Ya, yang menemukan ibunya sendiri,” ujar Kapolsek Pesanggaran AKP Basori Alwi. Kisah memilukan itu terjadi di Desa [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/bocah-sd-gantung-diri-diduga-tak-tahan-sering-di-bully-tidak-punya-bapak/">Bocah SD Gantung Diri, Diduga Tak Tahan Sering Di-bully Tidak Punya Bapak</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211;</strong> Wasiah, 50, menjerit sekeras-kerasnya. Dia histeris melihat tubuh anaknya yang baru kelas IV SD menggantung di dapur rumah. Namun, Wasiah tak mampu menurunkan tubuh anak bungsunya itu. Nyawa bocah 11 tahun itu, akhirnya tak bisa diselamatkan.</p>
<p>”Ya, yang menemukan ibunya sendiri,” ujar Kapolsek Pesanggaran AKP Basori Alwi. Kisah memilukan itu terjadi di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Senin (27/2) sore.</p>
<p>Basori menceritakan, sebelum ditemukan meninggal, sekitar pukul 11.00, dia pulang dari sekolah dengan wajah murung. Dia lalu menangis dan langsung masuk kamar tanpa bersalaman dan mencium tangan Wasiah yang sedang bersih-bersih di depan rumah.</p>
<p>Lantas bocah malang itu lalu mengurung diri di dalam kamar. Dia tak kunjung menampakkan diri. Padahal, bocah tersebut setiap hari terbiasa membantu ibunya bersih-bersih. ”Biasanya setelah masuk rumah, ganti baju, lalu keluar lagi,” terangnya.</p>
<p>Karena tak kunjung keluar rumah, Wasiah mulai curiga. Ibu dua anak itu kemudian memanggil-manggil nama anaknya. Namun, tidak ada jawaban. Wasiah semula mengira anaknya sedang tidur siang. ”Tapi, dicari di dalam kamar tidak ada,” ungkapnya.</p>
<p>Wasiah lalu berjalan menuju ke dapur. Saat itulah dia menyaksikan tubuh anak kesayangannya tersebut sudah tergantung di pintu dapur, menggunakan tali plastik berwarna biru.</p>
<p>Di tengah kepanikan itu, Wasiah sempat mencoba menurunkan tubuh sang putra. Namun, dia tak mampu. Wasiah lantas menelepon kakak korban, Nur Rohim, yang bekerja di Pantai Pulau Merah. ”Rohim datang dan langsung menurunkan tubuh adiknya. Saat diturunkan, diduga masih hidup karena denyut nadinya masih terasa,” katanya.</p>
<p>Berharap ada keajaiban, Rohim melarikan adiknya ke Klinik BSI di Dusun Pancer, Desa Sumberagung. Tapi sayang, sebelum sampai di klinik, adik kesayangannya itu mengembuskan napas terakhir. ”Informasi kejadian sampai ke polsek setelah Magrib. Kami bersama anggota langsung ke lokasi,” ungkap Basori.</p>
<p>Mengapa dia berbuat nekat seperti itu? Dugaan awal, dia frustrasi karena sering menjadi korban <em>bullying</em> oleh teman-temannya. ”Dia sering jadi korban perundungan di sekolah,” jelas Basori.</p>
<p>Menurut keterangan ibu korban, lanjut Basori, dia sering murung dan menangis saat pulang sekolah. Kepada ibunya, dia mengaku tidak tahan diolok-olok karena sudah tidak punya bapak. Wasiah sampai hafal dengan sifat anaknya itu. Setiap di-<em>bully</em> teman-temannya, pasti cemberut saat pulang sekolah. Bahkan, terkadang dia menangis. ”Biasanya nangis. Oleh ibunya ditanya, katanya diolok-olok temannya, dipanggil anak yatim. Bapaknya memang sudah lama meninggal,” terangnya.</p>
<p>Diduga karena kerap diolok-olok, mentalnya pun terganggu. Bahkan, dia sering mengigau saat tidur. Dalam igauannya, dia mengaku sedang berjalan-jalan bersama bapaknya. ”Sering manggil-manggil nama bapaknya. Katanya sering lihat bapaknya ada di rumah,” ujarnya. <strong>(jawapos)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/bocah-sd-gantung-diri-diduga-tak-tahan-sering-di-bully-tidak-punya-bapak/">Bocah SD Gantung Diri, Diduga Tak Tahan Sering Di-bully Tidak Punya Bapak</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
