• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Bocah SD Gantung Diri, Diduga Tak Tahan Sering Di-bully Tidak Punya Bapak

by Redaksi Bontang Post
1 Maret 2023, 15:30
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
Anggota Polsek Pesanggaran melakukan olah TKP di lokasi gantung diri bocah SD di Desa Sumberagung, Banyuwangi, kemarin (28/2)

Anggota Polsek Pesanggaran melakukan olah TKP di lokasi gantung diri bocah SD di Desa Sumberagung, Banyuwangi, kemarin (28/2)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Wasiah, 50, menjerit sekeras-kerasnya. Dia histeris melihat tubuh anaknya yang baru kelas IV SD menggantung di dapur rumah. Namun, Wasiah tak mampu menurunkan tubuh anak bungsunya itu. Nyawa bocah 11 tahun itu, akhirnya tak bisa diselamatkan.

”Ya, yang menemukan ibunya sendiri,” ujar Kapolsek Pesanggaran AKP Basori Alwi. Kisah memilukan itu terjadi di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Senin (27/2) sore.

Basori menceritakan, sebelum ditemukan meninggal, sekitar pukul 11.00, dia pulang dari sekolah dengan wajah murung. Dia lalu menangis dan langsung masuk kamar tanpa bersalaman dan mencium tangan Wasiah yang sedang bersih-bersih di depan rumah.

Lantas bocah malang itu lalu mengurung diri di dalam kamar. Dia tak kunjung menampakkan diri. Padahal, bocah tersebut setiap hari terbiasa membantu ibunya bersih-bersih. ”Biasanya setelah masuk rumah, ganti baju, lalu keluar lagi,” terangnya.

Baca Juga:  Depresi Skripsi Tak Selesai, Mahasiswa di Samarinda Bunuh Diri

Karena tak kunjung keluar rumah, Wasiah mulai curiga. Ibu dua anak itu kemudian memanggil-manggil nama anaknya. Namun, tidak ada jawaban. Wasiah semula mengira anaknya sedang tidur siang. ”Tapi, dicari di dalam kamar tidak ada,” ungkapnya.

Wasiah lalu berjalan menuju ke dapur. Saat itulah dia menyaksikan tubuh anak kesayangannya tersebut sudah tergantung di pintu dapur, menggunakan tali plastik berwarna biru.

Di tengah kepanikan itu, Wasiah sempat mencoba menurunkan tubuh sang putra. Namun, dia tak mampu. Wasiah lantas menelepon kakak korban, Nur Rohim, yang bekerja di Pantai Pulau Merah. ”Rohim datang dan langsung menurunkan tubuh adiknya. Saat diturunkan, diduga masih hidup karena denyut nadinya masih terasa,” katanya.

Baca Juga:  Diduga Idap Penyakit, Remaja Ini Nekat Panjat Menara Listrik

Berharap ada keajaiban, Rohim melarikan adiknya ke Klinik BSI di Dusun Pancer, Desa Sumberagung. Tapi sayang, sebelum sampai di klinik, adik kesayangannya itu mengembuskan napas terakhir. ”Informasi kejadian sampai ke polsek setelah Magrib. Kami bersama anggota langsung ke lokasi,” ungkap Basori.

Mengapa dia berbuat nekat seperti itu? Dugaan awal, dia frustrasi karena sering menjadi korban bullying oleh teman-temannya. ”Dia sering jadi korban perundungan di sekolah,” jelas Basori.

Menurut keterangan ibu korban, lanjut Basori, dia sering murung dan menangis saat pulang sekolah. Kepada ibunya, dia mengaku tidak tahan diolok-olok karena sudah tidak punya bapak. Wasiah sampai hafal dengan sifat anaknya itu. Setiap di-bully teman-temannya, pasti cemberut saat pulang sekolah. Bahkan, terkadang dia menangis. ”Biasanya nangis. Oleh ibunya ditanya, katanya diolok-olok temannya, dipanggil anak yatim. Bapaknya memang sudah lama meninggal,” terangnya.

Baca Juga:  Petani Karet Tewas Gantung Diri

Diduga karena kerap diolok-olok, mentalnya pun terganggu. Bahkan, dia sering mengigau saat tidur. Dalam igauannya, dia mengaku sedang berjalan-jalan bersama bapaknya. ”Sering manggil-manggil nama bapaknya. Katanya sering lihat bapaknya ada di rumah,” ujarnya. (jawapos)

Tags: bunuh diriKorban bullying
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Cegah Stunting, Bayi Wajib Ditimbang Tiap Bulan

Next Post

Rahasiakan Nominal Bonus Pasukan Kuning, Najirah; Tidak Kurang dari Sebelumnya

Related Posts

Wali Kota Neni Minta Disdikbud Bontang Pasang CCTV di Sekolah untuk Tekan Kasus Perundungan
Bontang

Wali Kota Neni Minta Disdikbud Bontang Pasang CCTV di Sekolah untuk Tekan Kasus Perundungan

15 Agustus 2025, 11:33
Usai Cekcok dengan Pacar, Mahasiswi di Samarinda Gantung Diri di Indekos
Kaltim

Usai Cekcok dengan Pacar, Mahasiswi di Samarinda Gantung Diri di Indekos

20 Mei 2021, 16:20
Depresi Skripsi Tak Selesai, Mahasiswa di Samarinda Bunuh Diri
Kaltim

Depresi Skripsi Tak Selesai, Mahasiswa di Samarinda Bunuh Diri

13 Juli 2020, 14:09
Diduga Idap Penyakit, Remaja Ini Nekat Panjat Menara Listrik
Bontang

Diduga Idap Penyakit, Remaja Ini Nekat Panjat Menara Listrik

20 Januari 2020, 19:59
Dua Kali Coba Bunuh Diri Loncat dari Jembatan Mahakam, Dua Kali Juga Selamat
Kaltim

Dua Kali Coba Bunuh Diri Loncat dari Jembatan Mahakam, Dua Kali Juga Selamat

20 Januari 2020, 10:04
Akhiri Hidup di Kamar Hotel, Tinggalkan Surat untuk Orang Tua
Kaltim

Akhiri Hidup di Kamar Hotel, Tinggalkan Surat untuk Orang Tua

15 Agustus 2019, 15:00

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.