<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kutai kartanegara Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/kutai-kartanegara/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/kutai-kartanegara/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Sun, 02 Jan 2022 07:58:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>kutai kartanegara Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/kutai-kartanegara/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bupati Tanggapi Aksi Penolakan Warna Jembatan Kutai Kartanegara</title>
		<link>https://bontangpost.id/bupati-tanggapi-aksi-penolakan-warna-jembatan-kutai-kartanegara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Jan 2022 11:00:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan Kukar]]></category>
		<category><![CDATA[kutai kartanegara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=94580</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah turut menanggapi aksi unjuk rasa oleh sejumlah pihak yang menyatakan penolakan terhadap perubahan Jembatan Kutai Kartanegara. Untuk diketahui, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar sebelumnya melakukan perawatan jembatan dan mengecat jembatan menjadi warna merah dan putih. Sebelumnya, Kamis (30/12), musyawarah terkait perubahan warna jembatan digelar. Sejumlah pihak dipertemukan, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/bupati-tanggapi-aksi-penolakan-warna-jembatan-kutai-kartanegara/">Bupati Tanggapi Aksi Penolakan Warna Jembatan Kutai Kartanegara</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-reader-unique-id="1"><strong>bontangpost.id &#8211;</strong> Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah turut menanggapi aksi unjuk rasa oleh sejumlah pihak yang menyatakan penolakan terhadap perubahan Jembatan Kutai Kartanegara. Untuk diketahui, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar sebelumnya melakukan perawatan jembatan dan mengecat jembatan menjadi warna merah dan putih.</p>
<p data-reader-unique-id="3">Sebelumnya, Kamis (30/12), musyawarah terkait perubahan warna jembatan digelar. Sejumlah pihak dipertemukan, yaitu Pemkab Kukar, Remaong Kutai Berjaya (RKB) dan pihak Kesultanan Kukar Ing Martadipura. Salah satu poinnya yaitu menghentikan sementara rencana pengecetan jembatan dan bersurat kepada kesultanan.</p>
<p data-reader-unique-id="12">Sementara itu, Bupati Kukar Edi Damansyah memastikan Jembatan Kukar tetap berwarna merah dan putih. Pihaknya mengaku telah melakukan komunikasi dengan kesultanan terkait rencana tersebut. &#8220;Kami sudah bertemu Sultan, dan sudah ada pernyataan tertulis. Jadi, saya kira jangan dibesar-besarkan,&#8221; ujar Bupati pada Jumat (31/12).</p>
<p data-reader-unique-id="13">Dia pun menyebut, selaku putra daerah paham terkait persoalan tersebut. Dia meyakini, pengecatan Jembatan Kukar tidak ada melanggar adat istiadat. Berdasarkan penyampaian Dinas PU Kukar pada musyawarah, lanjut dia, pengecatan ini adalah untuk menghindari korosi jembatan.</p>
<p data-reader-unique-id="14">&#8220;Saya kira tidak mencerdaskan rakyat, karena kita ini untuk kebaikan. Jadi tidak ada kami melanggar hal-hal yang berkaitan dengan adat istiadat,&#8221; tuturnya. Bupati juga menyampaikan terkait bersurat ke Kesultanan, Dinas PU sangat aktif. Karena itu, dia juga meminta bantu untuk meyakinkan masyarakat Kukar, bahwa apa yang mereka lakukan ini tidak ada sama sekali bermaksud melanggar adat istiadat di Kukar. &#8220;Yang kami lakukan ini tidak ada sama sekali melanggar adat istiadat di Kukar,&#8221; ujar Edi.</p>
<p data-reader-unique-id="27">Untuk proses pengecatan Jembatan Kukar, Edi belum bisa memastikan, tetapi tetap berjalan. Untuk warna jembatan diperkirakan tetap berwarna merah dan putih sesuai dengan simbol bendera negara. <strong data-reader-unique-id="28">(qi/ind/k8)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/bupati-tanggapi-aksi-penolakan-warna-jembatan-kutai-kartanegara/">Bupati Tanggapi Aksi Penolakan Warna Jembatan Kutai Kartanegara</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rekonstruksi Pencurian di Gudang Perusahaan Batu Bara, Tutup CCTV Pakai Kantong Plastik</title>
		<link>https://bontangpost.id/rekonstruksi-pencurian-di-gudang-perusahaan-batu-bara-tutup-cctv-pakai-kantong-plastik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2020 03:30:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[kutai kartanegara]]></category>
		<category><![CDATA[pencurian]]></category>
		<category><![CDATA[polres bontang]]></category>
		<category><![CDATA[polsek marangkayu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=76836</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Polsek Marangkayu menggelar rekonstruksi pencurian di gudang barang perusahaan batu bara di Laydown Power Plant Desa Santan Ilir, Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara, Rabu (10/6/2020). Kelima orang tersangka itu memperagakan bagaimana mereka melaksanakan aksinya yang diakui sejak Januari hingga Maret. “Ada sebanyak 6 adegan diperagakan,&#8221; ungkap Kapolsek Marangkayu Iptu Sugiharto didampingi Kanit Reskrim Bripka [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/rekonstruksi-pencurian-di-gudang-perusahaan-batu-bara-tutup-cctv-pakai-kantong-plastik/">Rekonstruksi Pencurian di Gudang Perusahaan Batu Bara, Tutup CCTV Pakai Kantong Plastik</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id</strong> &#8211; Polsek Marangkayu menggelar rekonstruksi pencurian di gudang barang perusahaan batu bara di Laydown Power Plant Desa Santan Ilir, Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara, Rabu (10/6/2020). Kelima orang tersangka itu memperagakan bagaimana mereka melaksanakan aksinya yang diakui sejak Januari hingga Maret.</p>
<p>“Ada sebanyak 6 adegan diperagakan,&#8221; ungkap Kapolsek Marangkayu Iptu Sugiharto didampingi Kanit Reskrim Bripka Ambo Tang Bs.</p>
<p>Diakui para pelaku, dalam aksi tersebut pemuda berinisial S mengajak ke empat orang temannya untuk melaksanakan aksi tidak terpuji itu. Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), mereka menutup kamera <em>closed circuit television</em> (CCTv) yang dipasang perusahaan, untuk memuluskan aksi kejahatannya agar tidak diketahui orang.</p>
<p>“Tersangka dengan cerdik menutup kamera CCTv menggunakan kantong plastik,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Lebih lanjut, mereka mulai membuka pintu gudang dengan cara memotong gembok di pintu dengan gergaji besi. Setelah gembok berhasil terpotong, tersangka pun masuk. Cara mereka mencuri tembaga, dengan mengulur kabel <em>ground</em> melalui saluran pipa.</p>
<p>“Mereka segera potong kabel itu dengan gergaji besi, kemudian dikupas kulitnya sehingga tertinggal tembaganya. Tembaga itu lalu disimpan di rerumputan,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Kemudian aksi itu dilanjutkan esok pagi. Barang jarahan tersebut diambil dengan memuatnya ke dalam mobil <em>pick up</em> berwarna hitam, untuk dijual ke penumpukan besi tua.</p>
<p>“Uang hasil penjualan dibagi rata,&#8221; pungkasnya. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/rekonstruksi-pencurian-di-gudang-perusahaan-batu-bara-tutup-cctv-pakai-kantong-plastik/">Rekonstruksi Pencurian di Gudang Perusahaan Batu Bara, Tutup CCTV Pakai Kantong Plastik</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tak Kunjung Ditempati, Bra Bekas Berhamburan di Rumah Dinas DPRD</title>
		<link>https://bontangpost.id/tak-kunjung-ditempati-bra-bekas-berhamburan-di-rumah-dinas-dprd/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Jun 2019 02:07:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Kukar]]></category>
		<category><![CDATA[kutai kartanegara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=63272</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sejak dibangun 2004 kemudian proyeknya selesai 2008 silam, sampai kini rumah dinas DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) di Jalan Pahlawan, Kelurahan Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong, Kalimantan Timur (Kaltim), belum juga difungsikan. Bangunan permanen itu justru kini dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab untuk sebagai tempat berbuat mesum. Buktinya patroli petugas Satpol PP Kukar pada Minggu (24/6) malam, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/tak-kunjung-ditempati-bra-bekas-berhamburan-di-rumah-dinas-dprd/">Tak Kunjung Ditempati, Bra Bekas Berhamburan di Rumah Dinas DPRD</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak dibangun 2004 kemudian proyeknya selesai 2008 silam, sampai kini rumah dinas DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) di Jalan Pahlawan, Kelurahan Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong, Kalimantan Timur (Kaltim), belum juga difungsikan. Bangunan permanen itu justru kini dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab untuk sebagai tempat berbuat mesum.</p>
<p>Buktinya patroli petugas Satpol PP Kukar pada Minggu (24/6) malam, menemukan beberapa lembar pakaian dalam wanita berupa BH alias bra beraneka corak dan warna serta ukurannya. Diduga pakaian dalam wanita itu tertinggal lantaran pemiliknya bergegas pergi dari bangunan yang disediakan bagi para wakil rakyat Kukar.</p>
<p>“Sejumlah petugas kami kerahkan ke lokasi itu (perumahan dinas DPRD Kukar, Red), karena adanya laporan warga. Selain banyak ditemukan BH, kondisi bangunan rumah Dewan di Bukit Biru tersebut sebagian besar sudah rusak parah. Banyak lemari dapur hilang. Begitu pula daun pintu maupun jendela,” jelas Kepala Satpol PP Kukar Fida Hurasani dikutip dari <em>Samarinda Pos (Kaltim Post Group)</em>, Selasa (26/6).</p>
<p>Ketika berpatroli ke lokasi perumahan terletak di Bukit Biru Tenggarong itu, petugas Satpol PP tidak menemukan siapa-siapa. Namun begitu masuk ke sejumlah bangunan, justru menemukan lembaran-lembaran pakaian dalam wanita berupa bra. Akhirnya, setelah dikumpulkan, lembaran BH bekas itu lalu dibakar petugas.</p>
<p>“Tadi barang bukti itu (bra alias BH, Red) langsung dibakar,” tegas Koko, demikian Kasi Ops Satpol PP Kukar ini akrab disapa.</p>
<p>Kondisi perumahan dinas yang dibangun untuk para anggota DPRD Kukar tersebut, tentu saja membuat masyarakat prihatin. Mengingat tidak sedikit uang negara digunakan, mencapai sebesar Rp 60 miliar untuk mendirikan rumah sebanyak 64 unit. Entah apa sebabnya, sejak 2008 sampai 2019 ini pun, bangunan tersebut tidak juga difungsikan.</p>
<p>“Sangat disayangkan, kenapa Pemkab Kukar mengeluarkan dana mencapai Rp 60 miliar untuk membangun perumahan Dewan tersebut? Jika ujung-ujungnya tidak bermanfaat,” ucap Wardi, seorang warga Kota Raja. (jpc)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/tak-kunjung-ditempati-bra-bekas-berhamburan-di-rumah-dinas-dprd/">Tak Kunjung Ditempati, Bra Bekas Berhamburan di Rumah Dinas DPRD</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dilirik Pengusaha, Enam Daerah Untung jika Akses Kukar ke Bandara Tersambung</title>
		<link>https://bontangpost.id/dilirik-pengusaha-enam-daerah-untung-jika-akses-kukar-ke-bandara-tersambung/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Feb 2019 11:00:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[bandara APT Pranoto]]></category>
		<category><![CDATA[jalan kukar]]></category>
		<category><![CDATA[kutai kartanegara]]></category>
		<category><![CDATA[pemprov kaltim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=59845</guid>

					<description><![CDATA[<p>JALAN menuju Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto di Samarinda, tak berhenti menjadi sorotan. Selain sempit, macet dan banjir kerap menjadi masalah. Kini, ada jalur alternatif yang telah disiapkan Pemkab Kukar menuju bandara. Jalur ini bahkan disebut-sebut turut membuka ruang investasi dan mendongkrak perekonomian di enam kota sekaligus. Sejak diresmikan Gubernur Awang Faroek Ishak periode [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/dilirik-pengusaha-enam-daerah-untung-jika-akses-kukar-ke-bandara-tersambung/">Dilirik Pengusaha, Enam Daerah Untung jika Akses Kukar ke Bandara Tersambung</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="bs-intro">JALAN menuju Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto di Samarinda, tak berhenti menjadi sorotan. Selain sempit, macet dan banjir kerap menjadi masalah. Kini, ada jalur alternatif yang telah disiapkan Pemkab Kukar menuju bandara. Jalur ini bahkan disebut-sebut turut membuka ruang investasi dan mendongkrak perekonomian di enam kota sekaligus.</p>
<p>Sejak diresmikan Gubernur Awang Faroek Ishak periode 2008-2018 tahun lalu, Bandara APT Pranoto belum juga memiliki akses jalan yang layak. Terlebih lagi, saat memasuki cuaca ekstrem yang kerap melumpuhkan akses menuju lapangan terbang yang disebut-sebut bakal meningkatkan perekonomian sejumlah daerah di Samarinda dan sekitarnya.</p>
<p>Tak hanya ada di sisi Samarinda, jalur alternatif menuju bandara, ternyata sudah lama disiapkan Pemkab Kukar. Yaitu melalui Desa Manunggal Jaya, Kecamatan Tenggarong Seberang yang berbatasan langsung dengan Desa Batu Cermin, Samarinda. Berdasarkan analisa Dinas PU Kukar, jalur ini bisa memangkas waktu tempuh hingga lebih dari setengah jam.</p>
<p>Jalur ini juga rata-rata berada di kawasan dataran tinggi, serta berada di daerah pengembangan. Selain bebas banjir, potensi kemacetan di jalur ini juga sangat kecil. Dengan menggunakan sepeda motor, awak media Kaltim Post belum lama ini menyambangi satu per satu jalur alternatif tersebut.</p>
<p>Semula, garis start ditempuh dari Kantor Bupati Kukar di Tenggarong melalui Jembatan Kukar hingga menuju Simpang Tiga Pos Lembuswana. Jalur ini ditempuh dengan jarak sekira 14,9 kilometer dalam kondisi badan jalan semen yang mulus.</p>
<p>Selanjutnya, jalan milik Pemprov Kaltim di kawasan L2 atau Desa Manunggal Jaya yang kondisinya masih berlubang ditempuh sepanjang 6 kilometer. Kerusakan jalan pada akses ini disebut-sebut akibat lalu lalang truk bermuatan besar dengan tonase melebihi kemampuan beban jalan.</p>
<p>Setelah melewati kantor Camat Tenggarong Seberang, sekitar 700 meter kemudian terdapat jalan simpang empat menuju permukiman warga. Jalur di sebelah kanan inilah yang menjadi cikal bakal jalur alternatif menuju Bandara APT Pranoto di Samarinda. Jalan milik Pemkab Kukar ini tampak mulus dengan panjang 3,1 kilometer.</p>
<p>Setelah jalan itu, perbedaan mencolok begitu tampak. Pasalnya, akses jalan berikutnya di Desa Batu Cermin masih berbentuk tanah. Belum bisa dilalui mobil. Terlebih lagi jika jalur ini baru diguyur hujan. Padahal, badan jalan dengan rata-rata 15-20 meter sudah tampak menggiurkan.</p>
<p>“Hanya sekitar 3 kilometer saja lagi di Desa Cermin. Badan jalan sudah ada, jika ini mulus, maka akan membuka akses jalan ke Samarinda hingga Bandara APT Pranoto,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar Muhammad Yamin, Senin (18/2).</p>
<p>Semula, jalur ini dibangun Pemkab Kukar untuk menghubungkan Kecamatan Muara Badak menuju Tenggarong. Belakangan, pada sisi Desa Manunggal Jaya yang berbatasan dengan Desa Batu Cermin, ternyata juga terkoneksi dengan Desa Batu Besaung yang menuju langsung ke Sungai Siring hingga Bandara APT Pranoto.</p>
<p>“Kalau badan jalan di Desa Batu Cermin ini selesai, maka tidak hanya Kukar dan Samarinda yang merasakan dampak positifnya. Tetapi juga Kubar, Mahakam Ulu, Kutai Timur, dan Bontang. Selain itu, jalur ini juga bebas banjir dan macet. Saya menaruh harapan Pemprov bisa mendorong akses ini,” kata imbuh Bupati Kukar Edi Damansyah.</p>
<p>Diketahui, Kecamatan Muara Bengkal dan Muara Ancalong saat ini menggunakan jalan provinsi yang melewati Tenggarong Seberang untuk menuju Sangatta, pusat Kabupaten Kutim. Jalur ini pun menjadi pendekat antar-kecamatan tersebut.</p>
<p>Anggota DPRD Kukar Alif Turiadi juga menyebut jika semula jalur tersebut hendak dibangun sendiri oleh Kukar. Namun ternyata, saat penentuan tapal batas wilayah, ternyata sekitar 3 kilometer yang tersisa masuk dalam wilayah Desa Batu Cermin Samarinda. Ia telah menyampaikan kondisi tersebut kepada pihak Pemprov Kaltim. Lantaran akses jalan ini diyakini tidak hanya sebagai jalan alternatif, melainkan jalur utama bagi sejumlah masyarakat yang hendak ke APT Pranoto.</p>
<p>Anggota DPRD Kaltim Dapil Kukar Baharudin Demmu juga menyebut pihaknya telah berjuang mendapatkan anggaran jalur L2 menuju Desa Tanah Datar, Kecamatan Muara Badak. Tahun ini, melalui bantuan keuangan (Bankeu) provinsi, sebesar Rp 23 miliar dikucurkan. Namun anggaran tersebut, belum termasuk jalur di Desa Batu Cermin yang menghubungkan ke Ring Road Desa Batu Besaung hingga Bandara APT Pranoto.</p>
<p><strong>Iming-Iming Prioritas</strong></p>
<p>Gubernur Kaltim Isran Noor saat ditemui Kaltim Post mengatakan akses jalan di Desa Batu Cermin menjadi salah satu prioritas Pemprov Kaltim. Hanya, kata dia, pihaknya masih berupaya mendorong pemerintah pusat menurunkan anggaran jalan tersebut. Pasalnya, jalan tersebut merupakan akses menuju aset vital nasional berupa Bandara APT Pranoto.</p>
<p>Ia juga mengatakan, prosesnya saat ini juga sedang dipertimbangkan, terkait kemungkinan jalan tersebut menjadi status jalan nasional. Hal ini kaitannya juga sebagai akses jalan yang menuju aset vital nasional, yaitu bandara. Supaya perolehan kucuran APBN juga bisa membantu percepatan jalan tersebut.</p>
<p>“Besar itu jalannya nanti. Dua jalur dengan median jalan di tengahnya. Itu mungkin bisa jadi jalan nasional nantinya,” tuturnya.</p>
<p>Kasubbid Prasarana Wilayah Bappeda Kaltim Ahmad Muzakir Hidayat mengatakan, akses jalan tersebut masih dalam proses identifikasi lahan ulang. Secara teknis, kata dia hal tersebut ditangani oleh Dinas PU Kaltim. Terkait peningkatan jalan, ia menyebut hal itu tak menutup kemungkinan terjadi. Bahkan, dalam perencanaan di Bappeda Kaltim, ia turut memastikan bahwa akses jalan tersebut merupakan prioritas Pemprov Kaltim.</p>
<p>Kaltim Post lalu menyusuri kembali akses jalan tersebut dari Desa Batu Cermin. Sepanjang sekitar 8 kilometer, dari simpang tiga Batu Besaung-Batu Cermin telah mulus. Di ujung jalan cor semen, menuju jalan pendekat ring road Desa Batu Besaung jaraknya hampir 3 km dengan badan jalan tanah.</p>
<p>Awak Kaltim Post pun berhasil menemui Subandi, ketua RT 7 Desa Batu Besaung. Ia beserta warga setempat tampak antusias menceritakan upaya masyarakat mendorong percepatan pembangunan jalan Tenggarong Seberang menuju Desa Batu Cermin di Samarinda itu. Ia menyebut sudah lama mengawal proses pembebasan lahan hingga terbukanya badan jalan yang ada.</p>
<p>“Lahan di sini sudah bebas semua. Tidak ada lagi masalahnya, karena masyarakat semua sangat mendukung adanya jalan ini. Tinggal ditingkatkan saja lagi. Jadi tidak ada lagi lahan yang menjadi masalah,” ujarnya.</p>
<p>Beserta sejumlah warga, Subandi menunjukkan titik persimpangan serta jalur menuju Bandara APT Pranoto. Warga bahkan menyebut ada beberapa lahan yang sengaja dihibahkan sebagai bentuk dukungan masyarakat kepada pemerintah. “Kalau pun ada masalah, yang kecil-kecil saja lagi. Itu pun sudah selesai semua. Kami sangat menunggu sekali jalur ini selesai,” kata Subandi. (qi/ndu/k15/kpg)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/dilirik-pengusaha-enam-daerah-untung-jika-akses-kukar-ke-bandara-tersambung/">Dilirik Pengusaha, Enam Daerah Untung jika Akses Kukar ke Bandara Tersambung</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
