<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>lapangan lang-lang Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/lapangan-lang-lang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/lapangan-lang-lang/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Jan 2025 02:55:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>lapangan lang-lang Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/lapangan-lang-lang/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>DPRD Bontang Soroti Pembangunan Monumen Bola di Lang-Lang</title>
		<link>https://bontangpost.id/dprd-bontang-soroti-pembangunan-monumen-bola-di-lang-lang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Jelita Nur Khasanah]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Jan 2025 02:55:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[lapangan lang-lang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=134632</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Bontang &#8211; Pembangunan monumen bola di Stadion Bessai Berinta Lang-Lang disorot DPRD Kota Bontang. Anggota Komisi C DPRD Kota Bontang Muhammad Sahib menyayangkan hal itu. Konstruksi pada pondasi monumen mestinya diperhatikan. &#8220;Tidak ada pondasi tiang monumen yang seperti ini,&#8221; katanya dalam sidak Komisi B dan C DPRD Bontang ke Lang-Lang, Senin (6/1/2025). Apalagi, proyek [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/dprd-bontang-soroti-pembangunan-monumen-bola-di-lang-lang/">DPRD Bontang Soroti Pembangunan Monumen Bola di Lang-Lang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONTANGPOST.ID, Bontang &#8211;</strong> Pembangunan monumen bola di Stadion Bessai Berinta Lang-Lang disorot DPRD Kota Bontang.</p>
<p>Anggota Komisi C DPRD Kota Bontang Muhammad Sahib menyayangkan hal itu. Konstruksi pada pondasi monumen mestinya diperhatikan.</p>
<p>&#8220;Tidak ada pondasi tiang monumen yang seperti ini,&#8221; katanya dalam sidak Komisi B dan C DPRD Bontang ke Lang-Lang, Senin (6/1/2025).</p>
<p>Apalagi, proyek perbaikan area ini menelan anggaran yang besar yakni sekitar Rp10,5 miliar. Kata dia, anggaran harus digunakan sebaik-baiknya untuk kepentingan masyarakat.</p>
<p>Selain itu, ia juga menyoroti cat monumen yang tidak rata. Adapun terdapat bekas aliran air hujan dari bagian atas.</p>
<p>&#8220;Masa baru dibangun, catnya seperti ini. Kalau soal aliran air hujan, ya bagaimana caranya agar tidak menodai catnya,&#8221; sebutnya.</p>
<p>Ia menuturkan, apabila pengerjaan tidak dilakukan dengan maksimal justru berpotensi mubazir alias buang-buang anggaran.</p>
<p>&#8220;Kalau jelek, tidak menutup kemungkinan malah dirombak lagi. Seperti itu kan mubazir. Jadi pembangunan harus sekalian bagus untuk jangka panjang. Ini kan uang masyarakat,&#8221; tutur dia.</p>
<p>Kabid Pemuda Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Kota Bontang Andi Parenrengi menuturkan, perbaikan bakal segera dilakukan.</p>
<p>&#8220;Ini masih ada pemeliharaan, jadi semuanya akan diperbaiki. Termasuk monumen dan item lain,&#8221; pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/dprd-bontang-soroti-pembangunan-monumen-bola-di-lang-lang/">DPRD Bontang Soroti Pembangunan Monumen Bola di Lang-Lang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketua DPRD Bontang Kritik Kualitas Proyek Revitalisasi Stadion Lang-Lang Senilai Rp 10,5 Miliar</title>
		<link>https://bontangpost.id/ketua-dprd-bontang-kritik-kualitas-proyek-revitalisasi-stadion-lang-lang-senilai-rp-105-miliar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Dec 2024 04:43:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[lapangan lang-lang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=134308</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Bontang – Proyek revitalisasi Stadion Bessai Berinta senilai Rp 10,5 miliar menuai sorotan Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam. Saat meninjau lokasi, ia menemukan sejumlah pekerjaan yang dinilai tidak rapi, termasuk pembangunan pagar dan monumen bola. Menurut Andi Faiz, pengerjaan pagar banyak yang terlihat tidak presisi. Plesteran bangunan tampak miring dan tidak rapi. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/ketua-dprd-bontang-kritik-kualitas-proyek-revitalisasi-stadion-lang-lang-senilai-rp-105-miliar/">Ketua DPRD Bontang Kritik Kualitas Proyek Revitalisasi Stadion Lang-Lang Senilai Rp 10,5 Miliar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONTANGPOST.ID, Bontang</strong> – Proyek revitalisasi Stadion Bessai Berinta senilai Rp 10,5 miliar menuai sorotan Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam. Saat meninjau lokasi, ia menemukan sejumlah pekerjaan yang dinilai tidak rapi, termasuk pembangunan pagar dan monumen bola.</p>
<p>Menurut Andi Faiz, pengerjaan pagar banyak yang terlihat tidak presisi. Plesteran bangunan tampak miring dan tidak rapi.</p>
<p>Monumen bola yang seharusnya berbentuk bulat sempurna justru terlihat lonjong. Selain itu, pengecatan pada beberapa bagian juga tampak tidak merata.</p>
<p>“Ini adalah pusat olahraga kebanggaan warga Bontang. Kenapa dibangun dengan hasil seperti ini? Anggarannya besar, tapi kualitasnya jauh dari harapan. Ini harus diperbaiki,” tegas Andi Faiz.</p>
<p>Sebagai Ketua PSSI Bontang, ia juga menyoroti pentingnya estetika dalam pembangunan fasilitas olahraga.</p>
<p>“Lihat monumennya, bolanya lonjong, bukan bulat. Sebagai wakil rakyat, saya menjalankan fungsi pengawasan. Kontraktor harus bertanggung jawab,” sambungnya.</p>
<p>Proyek ini diketahui dikerjakan oleh CV Ikhsan Makmur Jaya. Berdasarkan keterangan salah satu pekerja, proyek revitalisasi Stadion Bessai Berinta atau lebih dikenal Stadion Lang-Lang itu sudah selesai. Sisa dilakukan pembersihan.</p>
<p>Andi Faiz mengingatkan Pemkot Bontang, selaku pelaksana proyek, untuk memastikan hasil pembangunan sesuai desain yang telah direncanakan oleh ahli.</p>
<p>Ia berharap tidak ada persoalan hukum di kemudian hari akibat pekerjaan yang dianggap asal-asalan ini.</p>
<p>“Pemkot pasti memiliki desain yang sudah disusun matang. Bangunan seperti ini tidak mencerminkan kota kita. Malu kita sebagai warga Bontang jika kualitasnya seperti ini. Jangan sampai ada masalah hukum yang timbul,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/ketua-dprd-bontang-kritik-kualitas-proyek-revitalisasi-stadion-lang-lang-senilai-rp-105-miliar/">Ketua DPRD Bontang Kritik Kualitas Proyek Revitalisasi Stadion Lang-Lang Senilai Rp 10,5 Miliar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pengerjaan Stadion Lang-Lang Dikebut, Progres Sudah 75 Persen</title>
		<link>https://bontangpost.id/pengerjaan-stadion-lang-lang-dikebut-progres-sudah-75-persen/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Jelita Nur Khasanah]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Nov 2024 06:36:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[lapangan lang-lang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=132679</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Bontang &#8211; Perbaikan di Stadion Bessai Berinta (Lang-Lang) dikebut. Pada pekan ke-23, progres pengerjaan berada di angka 75 persen. Hal itu dituturkan Kabid Olahraga Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Kota Bontang Andi Parenrengi. Sejumlah item yang dibangun pun masih berjalan. Seperti pembangunan pagar keliling, panggung, gudang, hingga kantong parkir. &#8220;Sejauh ini [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pengerjaan-stadion-lang-lang-dikebut-progres-sudah-75-persen/">Pengerjaan Stadion Lang-Lang Dikebut, Progres Sudah 75 Persen</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONTANGPOST.ID, Bontang &#8211;</strong> Perbaikan di Stadion Bessai Berinta (Lang-Lang) dikebut. Pada pekan ke-23, progres pengerjaan berada di angka 75 persen.</p>
<p>Hal itu dituturkan Kabid Olahraga Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Kota Bontang Andi Parenrengi.</p>
<p>Sejumlah item yang dibangun pun masih berjalan. Seperti pembangunan pagar keliling, panggung, gudang, hingga kantong parkir.</p>
<p>&#8220;Sejauh ini progresnya bagus,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Selain itu, monumen berbentuk bola juga masih dalam pembangunan. Lokasinya berada di depan, sebab monumen tersebut akan menjadi ikon pintu masuk.</p>
<p>Sejatinya, perombakan juga menyasar pada perbaikan drainase yang mengelilingi lapangan. Terdapat pula perbaikan akses jalan di dalam lingkungan stadion.</p>
<p>Diketahui, proyek bernilai Rp10,5 miliar ini ditarget rampung Desember mendatang. Meski begitu, tidak ada penambahan tenaga kerja. Melainkan penambahan waktu.</p>
<p>&#8220;Iya, saya minta begitu. Jadi pekerja lembur. Semoga dapat selesai tepat waktu,&#8221; pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pengerjaan-stadion-lang-lang-dikebut-progres-sudah-75-persen/">Pengerjaan Stadion Lang-Lang Dikebut, Progres Sudah 75 Persen</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dispopar Ajukan Anggaran Rp5 Miliar untuk Lampu Stadion Bessai Berinta</title>
		<link>https://bontangpost.id/dispopar-ajukan-anggaran-rp5-miliar-untuk-lampu-stadion-bessai-berinta/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Feb 2024 03:00:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Society]]></category>
		<category><![CDATA[lapangan lang-lang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=124022</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id – Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) mengajukan anggaran untuk pengadaan penerangan jalan umum. Nilainya mencapai Rp5 miliar. Mengacu sistem informasi rencana umum pengadaan (SIRUP), nantinya daya lampu mencapai 100 watt. Dengan panjang tiang lampu sembilan meter. Satu tiang terdapat dua lampu. Volume pekerjaannya mencapai 129 titik. Kaltim Post pun mencoba menghubungi Kabid Pariwisata [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/dispopar-ajukan-anggaran-rp5-miliar-untuk-lampu-stadion-bessai-berinta/">Dispopar Ajukan Anggaran Rp5 Miliar untuk Lampu Stadion Bessai Berinta</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id –</strong> Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) mengajukan anggaran untuk pengadaan penerangan jalan umum. Nilainya mencapai Rp5 miliar. Mengacu sistem informasi rencana umum pengadaan (SIRUP), nantinya daya lampu mencapai 100 watt.</p>
<p>Dengan panjang tiang lampu sembilan meter. Satu tiang terdapat dua lampu. Volume pekerjaannya mencapai 129 titik. Kaltim Post pun mencoba menghubungi Kabid Pariwisata Muhammad Ihsan. Tetapi di bidang pariwisata tidak mengajukan permohonan ini.</p>
<p>“Kemungkinan pengadaan ini berada di bidang Olahraga. Kalau di kami tidak ada,” kata Ihsan.</p>
<p>Selanjutnya, Kabid Olahraga Andi Parerengi membenarkan adanya pengadaan untuk lampu Stadion Bessai Berinta, tahun ini. “Tetapi kami akan pastikan lagi apakah nilai tersebut memang untuk Stadion Bessai Berinta,” ucapnya.</p>
<p>Konon lampu stadion saat ini banyak yang mengalami kerusakan. Alhasil penerangan dalam sebuah pertandingan pun tidak maksimal. Mengingat beberapa lampu tidak menyala.</p>
<p>“Kalau benar itu untuk Stadion Bessai Berinta maka penggantian lampu yang berada di lapangan,” tutur dia.</p>
<p>Sejatinya pengadaan lampu baru dilakukan pada 2018 silam. Artinya sudah berusia lima tahun. Saat itu total daya pencahayaan mencapai 33.000 watt. Sekelas kompetisi sepakbola Liga 1 membutuhkan penerangan minimal 800 lux. Kala itu Pemkot menggelontorkan anggaran senilai Rp2,3 miliar. Guna mempercantik kawasan ini.</p>
<p>Selain lampu, Pemkot Bontang telah menyiapkan anggaran perbaikan pagar Stadion Bessai Berinta Kota Bontang atau Lang-lang. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kota Bontang Ahmad Aznem mengatakan, perbaikan tersebut juga mencakup perbaikan pada akses jalan di dalam pagar.</p>
<p>“Semuanya akan diperbaiki. Termasuk perbaikan drainase di sekitar lapangan,” katanya.</p>
<p>Adapun anggaran yang digelontorkan untuk perbaikan tersebut sekitar Rp10,5 miliar. “Kemungkinan Maret masuk tahap lelang,” ujar dia.</p>
<p>Sementara diketahui, pagar yang mengelilingi stadion akan dirombak, sehingga ada tiga pintu masuk. Terinci, satu pintu berada di sayap kanan, masuk ke gang di sebelah area panjat tebing. Satu pintu di sebelah kiri, tepatnya di dekat area pujasera. Sementara satu pintu lagi di bagian depan, yang saat ini dijadikan pintu masuk utama.</p>
<p>“Di pintu depan akan dibuatkan ornamen berbentuk bola, sebagai ikon pintu masuk,” sambungnya.</p>
<p>Kendati demikian, pihaknya belum dapat memastikan apakah selama perbaikan, aktivitas di wilayah tersebut tetap berjalan atau tidak. “Nanti dikaji dulu, sekaligus menunggu hasil lelang pemenang,” pungkasnya. <strong>(ak)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/dispopar-ajukan-anggaran-rp5-miliar-untuk-lampu-stadion-bessai-berinta/">Dispopar Ajukan Anggaran Rp5 Miliar untuk Lampu Stadion Bessai Berinta</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kembali Ditutup, Pedagang Lang-Lang Minta Jangan Tebang Pilih</title>
		<link>https://bontangpost.id/kembali-ditutup-pedagang-lang-lang-minta-jangan-tebang-pilih/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fitri Wahyuningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Jul 2021 04:00:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Ditutup lagi]]></category>
		<category><![CDATA[lapangan lang-lang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=88219</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Sejumlah pedagang di Lapangan Bessai Berinta (Lang-Lang) melayangkan protes terhadap kebijakan penutupan pusat olahraga dan kuliner itu ke Pemkot Bontang, Selasa (6/7/2021) pagi. Mereka menilai, kebijakan tersebut tidak adil. Salah seorang perwakilan pedagang Ike Suhartini mengatakan, setiap kali terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Bontang, pedagang di Bessai Berinta selalu menjadi korban. Ketika pemerintah [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/kembali-ditutup-pedagang-lang-lang-minta-jangan-tebang-pilih/">Kembali Ditutup, Pedagang Lang-Lang Minta Jangan Tebang Pilih</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211;</strong> Sejumlah pedagang di Lapangan Bessai Berinta (Lang-Lang) melayangkan protes terhadap kebijakan penutupan pusat olahraga dan kuliner itu ke Pemkot Bontang, Selasa (6/7/2021) pagi. Mereka menilai, kebijakan tersebut tidak adil.</p>
<p>Salah seorang perwakilan pedagang Ike Suhartini mengatakan, setiap kali terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Bontang, pedagang di Bessai Berinta selalu menjadi korban. Ketika pemerintah memberlakukan penutupan terhadap fasilitas umum, Lapangan Bessai Berinta selalu masuk daftar pertama untuk ditutup. Namun kebijakan serupa tak diberlakukan bagi fasilitas publik lain, superti Taman Adipura, Taman Tanjung Laut, anjungan Bontang Kuala, dan Pusat Kuliner Berebas Pantai. Padahal, sebutnya, lokasi-lokasi tersebut kerap dijadikan tempat orang-orang berkumpul.</p>
<p>‘’Pasti kami terus yang selalu ditutup. Yang lain mana? Kami minta keadilan,’’ tuntut Ike Suhartini kepada Pemkot Bontang.</p>
<p>Dia mengatakan, pedagang di Lapangan Bessai Berinta sejatinya sangat mendukung seluruh upaya pemerintah dalam menekan angka paparan kasus Covid-19. Namun mereka berharap pemerintah bersikap tegas dan adil. Tidak hanya membuat kebijakan penutupan di pusat kuliner dan olahraga yang terletak di Jalan KS Tubun itu, tapi hal sama tak diberlakukan di fasilitas umum dan lokasi wisata lain. Menurutnya, pemerintah seperti menunjuk jari bila Lapangan Bessai Berinta menjadi biang keladi meroketnya angka positif Covid-19 di Kota Taman.</p>
<p>‘’Kami mendukung sekali upaya pemerintah. Tapi coba adil. Tempat lain jelas banyak orang kumpul-kumpul, tapi tidak ditutup. Ada apa ini sebenarnya,’’ tanyanya.</p>
<p>Dia mengatakan, sejak kasus perdana Covid-19 mencuat di Bontang, sudah 3 kali Lapangan Bessai Berinta ditutup. Pertama, awal pandemi sekira Maret 2020. Kedua, pada Oktober 2020, dan terakhir pada akhir Juni 2021 kemarin. Padahal lokasi itu baru seja dibuka 10 hari, sebelum pemerintah memutuskan menutup kembali.</p>
<p>‘’Kasihan teman-teman yang ada pinjaman. Baru juga buka sudah ditutup lagi,’’ keluhnya.</p>
<p>Hal senada diutarakan Hendro Suharno. Dia bilang, lokasi ini merupakan tempat mereka menggantungkan hidup. Dari berdagang aneka makanan dan minuman di Lapangan Bessai berinta, mereka dapat menafkahi dan membiayai pendidikan anak-anak di rumah.</p>
<p>Dia berharap pemerintah sensitif terhadap kesulitan mereka. Sudah nyaris satu setengah tahun Lapangan Bessai Berinta ditutup. Mereka tak bisa menunggu lebih lama lagi. Sebab ada keluarga yang perlu diberi makan. Sementara menunggu bantuan pemerintah tak ubahnya mencari jarum dalam jerami alias susah dan nyaris tak mungkin.</p>
<p>‘’Bantuan saja harus cari sendiri, susah. Ada perut mau dikasih makan ini. Tidak mungkin kami begini terus,’’ ungkapnya.</p>
<p>Baik Ike maupun Hendro mengatakan, malam ini mereka berencana menyambangi Pendopo Rujab Wali Kota Bontang. Mereka akan sampaikan protes ini langsung ke Wali Kota Basri Rase.</p>
<p>‘’Malam ini kami rencana datang ke Rujab ketemu pak Basri,’’ ujar Ike. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/kembali-ditutup-pedagang-lang-lang-minta-jangan-tebang-pilih/">Kembali Ditutup, Pedagang Lang-Lang Minta Jangan Tebang Pilih</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lang-Lang dan Tempat Wisata Ditutup Kembali</title>
		<link>https://bontangpost.id/lang-lang-dan-tempat-wisata-ditutup-kembali/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fitri Wahyuningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Jun 2021 01:25:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[lapangan lang-lang]]></category>
		<category><![CDATA[ppkm mikro]]></category>
		<category><![CDATA[Tutup kembali]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=87996</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id — Satgas Covid-19 kemballi menggelar rapat evaluasi PPKM Mikro, Selasa (29/6/2021) malam. Sejumlah keputusan penting diambil dalam rapat ini. Di antaranya, menutup kembali seluruh fasilitas umum dan lokasi wisata yang dikelola pemerintah. Fasilitas umum milik pemerintah yang dipastikan tutup ialah Lapangan Bessai Berinta (eks Lang-Lang) di Jalan KS Tubun dan Sport Center Loktuan. Sementara [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/lang-lang-dan-tempat-wisata-ditutup-kembali/">Lang-Lang dan Tempat Wisata Ditutup Kembali</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id —</strong> Satgas Covid-19 kemballi menggelar rapat evaluasi PPKM Mikro, Selasa (29/6/2021) malam. Sejumlah keputusan penting diambil dalam rapat ini. Di antaranya, menutup kembali seluruh fasilitas umum dan lokasi wisata yang dikelola pemerintah.</p>
<p>Fasilitas umum milik pemerintah yang dipastikan tutup ialah Lapangan Bessai Berinta (eks Lang-Lang) di Jalan KS Tubun dan Sport Center Loktuan. Sementara untuk lokasi wisata seperti Pulau Beras Basah dan Bontang Mangrove Park, Jalan Sultan Hasanuddin juga ditutup untuk para wisatawan.</p>
<p>Penutupan tempat ini diusulkan Tim Satgas dalam rapat yang dihelat di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang itu. Dia bilang, sebaiknya tempat-tempat itu ditutup untuk meminimalisir potensi kerumunan serta kumpul-kumpul yang berpotensi sebagai ladang penyebaran Covid-19.</p>
<p>“Saran ditutup saja. Untuk menghindari kerumunan,” kata Kepala Dispopar Bambang Cipto Mulyono disela rapat.</p>
<p>Kendati memutuskan menutup seluruh fasilitas dan lokasi wisata tersebut, namun dalam rapat ini belum dibahas teknis penutupan, kapan mulai ditutup dan hingga kapan kebijakan ini berlaku. Mengingat kebijakan ini langsung berimbas ke sejumlah pihak yang mengantungkan hidup di tempat tersebut. Seperti pelaku UMKM yang menjajakan makanan dan minuman di Lapangan Bessai Berinta serta pelaku bisnis penyewaan kapal di pelabuhan untuk ke Pulau Beras Basah.</p>
<p>Bambang bilang untuk mematangkan kebijakan ini, selekasnya Dispopar melakukan rapat internal. Aturan akan dikembalikan sebagaimana instruksi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).</p>
<p>‘’Nanti kami breakdown dulu instruksi Kemendagri. Milik pemerintah ditutup, kalau swasta dikembalikan 25 persen. Nanti kami sosialisasikan lagi,’’ ungkapnya.</p>
<p>Sementara Wali Kota Bontang Basri Rase menambahkan, pemerintah terpaksa harus menarik rem darurat. Pasalnya kondisi Bontang dinilai sudah di taraf mengkhawatirkan terhadap Covid-19. Pemerintah tak mau ambil risiko sebab ini menyangkut kesehatan dan keamanan warga kota. Meski keputusan penutupan ini diambil, dia menegaskan bila kebijakan ini hanya berlaku sementara. Ia berjanji selekasnya melakuka evaluasi bila kondisi Bontang mulai membaik.</p>
<p>Adapun, berdasarkan data Dinas Kesehatan per Selasa (29/6/2021) total terkonfirmasi Covid-19 di Bontang sebanyak 660 orang. 138 dirawat di sejumlah rumah sakit rujukan, dan sisanya, 552 menjalani isolasi mandiri. Dari 15 kelurahan yang ada di Bontang terdapat 11 kelurahan dengan zona merah, tiga zona orange dan satu zona kuning.</p>
<p>“Iya kembali ditutup untuk sementara. Kalau kasus melandai pasti akan kami buka kembali,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/lang-lang-dan-tempat-wisata-ditutup-kembali/">Lang-Lang dan Tempat Wisata Ditutup Kembali</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PPKM Mikro Diperpanjang, Tempat Karaoke Dapat Relaksasi, Lang-Lang Masih Tutup</title>
		<link>https://bontangpost.id/ppkm-mikro-diperpanjang-tempat-karaoke-dapat-relaksasi-lang-lang-masih-tutup/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Mar 2021 06:00:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[bessai berinta]]></category>
		<category><![CDATA[lapangan lang-lang]]></category>
		<category><![CDATA[ppkm mikro]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=84896</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Pemkot Bontang memastikan memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro. Sekretaris Kota (Sekkot) Aji Erlynawati mengatakan durasi perpanjangan selama 14 hari atau dua pekan. Kebijakan itu bakal berakhir pada 5 April mendatang. “PPKM Mikro tetap dilanjutkan. Sesuai instruksi pemerintah pusat,” kata pejabat yang akrab disapa Iin ini. Pada perpanjangan PPKM Mikro kedua [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/ppkm-mikro-diperpanjang-tempat-karaoke-dapat-relaksasi-lang-lang-masih-tutup/">PPKM Mikro Diperpanjang, Tempat Karaoke Dapat Relaksasi, Lang-Lang Masih Tutup</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211; </strong>Pemkot Bontang memastikan memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro. Sekretaris Kota (Sekkot) Aji Erlynawati mengatakan durasi perpanjangan selama 14 hari atau dua pekan. Kebijakan itu bakal berakhir pada 5 April mendatang.</p>
<p>“PPKM Mikro tetap dilanjutkan. Sesuai instruksi pemerintah pusat,” kata pejabat yang akrab disapa Iin ini.</p>
<p>Pada perpanjangan PPKM Mikro kedua ini terdapat beberapa relaksasi. Terkhusus bagi tempat karaoke. Sebab waktu operasional tempat hiburan itu dapat dimulai sejak siang hari. Berbeda dengan sebelumnya diatur dari 19.00 hingga 23.00 Wita. Meski demikian kapasitas maksimal tetap 50 persen. Sementara untuk tempat hiburan malam tetap tutup sementara.</p>
<p>“Tempat karaoke jam siangnya yang diperpanjang. Mulai 10.00 hingga 23.00 Wita. Kalau pub tetap mengacu ketentuan sebelumnya,” ucapnya.</p>
<p>Tak hanya itu, penggunaan <em>sport centre</em> juga dibuka pada kali ini. Akan tetapi dikhususkan bagi pembinaan atlet yang akan mengikuti even pertandingan. Baik berskala regional maupun nasional. Waktunya ditentukan yakni 07.00 hingga 18.00 Wita tiap harinya. Sebelumnya sarana olahraga ini ditutup.</p>
<p>“Stadion Bessai Berinta masih ditutup,” tutur dia.</p>
<p>Dijelaskan dia, tren paparan masih fluktuatif. Sebelumnya terdapat dua kelurahan berstatus zona hijau. Kini tinggal satu yakni Kelurahan Tanjung Laut Indah. Meski ada juga perubahan yang sebelumnya zona merah berganti menjadi oranye. “Jadi tidak berani untuk melakukan relaksasi lebih banyak,” terangnya.</p>
<p>Kegiatan seni, sosial, dan budaya yang dapat menimbulkan keramaian diizinkan. Syaratnya kouta pengunjung maksimal 25 persen dari kapasitas ruangan. Panitia acara juga wajib meminta rekomendasi dari Diskes.</p>
<p>Mengenai skema kegiatan pada tempat kerja masih 50 persen WFH dan WFO. Tempat kuliner juga diatur pembatasan pengunjung sebesar 50 persen. Dengan durasi maksimal pukul 21.00 Wita. Selebihnya layanan makanan melalui pesan bawa pulang. Ketentuan durasi ini juga berlaku bagi pusat perbelanjaan.</p>
<p>Aspek pariwisata juga ditentukan kapasitas maksimal 50 persen. Operasional dapat buka tiap harinya. Kecuali destinasi Pulau Beras Basah ditutup pada Sabtu dan Minggu. Pun demikian pembatasan kapasitas juga berlaku di tempat ibadah. Berkaitan dengan kegiatan pernikahan dapat dilakukan resepsi. Akan tetapi jumlahnya terbatas. Selain itu, pemohon juga wajib meminta rekomendasi lurah sebelum pelaksanaan.</p>
<p>“Kami tidak mau menghalangi acara sakral. Tetapi jumlahnya tidak bisa mencapai ratusan atau ribuan tamu. Terbatas saja,” pungkasnya. <strong>(*/ak)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/ppkm-mikro-diperpanjang-tempat-karaoke-dapat-relaksasi-lang-lang-masih-tutup/">PPKM Mikro Diperpanjang, Tempat Karaoke Dapat Relaksasi, Lang-Lang Masih Tutup</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
