<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>liga 2 Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/liga-2/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/liga-2/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 01 Jun 2020 07:38:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>liga 2 Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/liga-2/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Merasa Jadi Anak Tiri di PT LIB, Klub Liga 2 Usulkan Operator Baru</title>
		<link>https://bontangpost.id/merasa-jadi-anak-tiri-di-pt-lib-klub-liga-2-usulkan-operator-baru/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2020 08:00:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[liga 2]]></category>
		<category><![CDATA[pssi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=76550</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rencana pembentukan operator kompetisi Liga 2 yang terpisah dari Liga 1 kian mengerucut. Namanya bahkan sudah disiapkan. Yaitu, PT Liga Indonesia Modern (PT LIM). Sekretaris PSMS Medan Julius Raja menyatakan, dengan operator baru tersebut, pengelolaan Liga 2 diharapkan lebih transparan. Lebih fokus mendengar dan membantu klub kasta kedua agar bisa survive dalam berkompetisi. ’’Agar Liga [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/merasa-jadi-anak-tiri-di-pt-lib-klub-liga-2-usulkan-operator-baru/">Merasa Jadi Anak Tiri di PT LIB, Klub Liga 2 Usulkan Operator Baru</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Rencana pembentukan operator kompetisi Liga 2 yang terpisah dari Liga 1 kian mengerucut. Namanya bahkan sudah disiapkan. Yaitu, PT Liga Indonesia Modern (PT LIM).</p>
<p>Sekretaris PSMS Medan Julius Raja menyatakan, dengan operator baru tersebut, pengelolaan Liga 2 diharapkan lebih transparan. Lebih fokus mendengar dan membantu klub kasta kedua agar bisa survive dalam berkompetisi. ’’Agar Liga 2 bisa lebih mandiri,’’ katanya.</p>
<p>Dengan adanya operator baru, beberapa hal bisa disesuaikan. Misalnya, untuk hak siar, Liga 2 bisa memakai hak siar berbeda dengan Liga 1. Termasuk bola yang dipakai. ’’Tapi, semua tetap satu pintu di PSSI. Sehingga klub bisa mandiri dan subsidinya jelas,’’ paparnya.</p>
<p>Operator baru untuk Liga 2 ini dianggapnya bisa membuat PSSI mendapatkan pemasukan yang lebih besar. Jika operator Liga 2 untung, PSSI akan mendapat dana tidak hanya dari operator Liga 1, tetapi juga dari Liga 2. ’’Transparansi uang ke PSSI juga jelas nantinya,’’ terangnya.</p>
<p>Agar tidak sekadar jadi wacana, Julius menyebut saat ini klub-klub Liga 2 berencana untuk bertemu. Untuk mematangkan konsep dan siapa yang layak ditunjuk jadi operator baru. ’’Kami akan kumpul di Jakarta sekitar Juni. Akan dimediasi Presiden Persiba Balikpapan Gede Widiade,’’ terangnya.</p>
<p>Semen Padang juga mengaku sepakat. Namun, ada beberapa syarat yang diajukan jika memang menginginkan Semen Padang masuk dalam rencana pembentukan operator tersebut. ’’Walaupun sangat setuju, tapi perlu pengkajian lebih dalam terkait rencana ini. Jangan sampai terjadi blunder nantinya,’’ ucap Direktur Operasional Semen Padang Effendi Syahputra.</p>
<p>Dia menambahkan, timnya setuju karena memang selama ini merasa hanya jadi anak tiri di LIB. Tidak bisa menyuarakan pendapat, tim-tim Liga 2 harus menerima semua keputusan yang dibuat di RUPS. ’’Kami sering tidak dilibatkan dalam kebijakan-kebijakan strategis,’’ tuturnya.</p>
<p>Namun, dia mengingatkan, kalau nanti sesudah terbentuk, operator baru ini tidak bisa langsung bekerja 100 persen. Masih ada tahapan-tahapan yang harus dicapai. Sebab, euforia klub Liga 2 tidak sebesar Liga 1. ’’Jangan berpikir uang subsidi akan naik berlipat-lipat dulu. Pikiran itu harus dihilangkan dulu,’’ harapnya.</p>
<p>Sementara itu, tidak semua klub Liga 2 setuju dengan adanya operator baru. Salah satunya klub promosi PSG Gresik. Melalui manajernya, Aziz Riduwanto, PSG Gresik tidak setuju adanya operator baru. Alasannya sederhana, klub Liga 2 tidak sebesar Liga 1.</p>
<p>Untuk operasional selama semusim saja, klub Liga 2 harus sekarat mencari dana. Apalagi untuk memikirkan membuat operator baru yang nantinya pasti membutuhkan dana awal untuk saham. ’’Untuk menggaji pelatih dan pemain saja kesulitan, betul tidak? Kami kurang setuju adanya operator baru,’’ tegasnya. (jpc)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/merasa-jadi-anak-tiri-di-pt-lib-klub-liga-2-usulkan-operator-baru/">Merasa Jadi Anak Tiri di PT LIB, Klub Liga 2 Usulkan Operator Baru</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bontang Bakal Punya Klub Liga 2</title>
		<link>https://bontangpost.id/bontang-bakal-punya-klub-liga-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Apr 2019 04:00:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[andi faiz]]></category>
		<category><![CDATA[askot pssi bontang]]></category>
		<category><![CDATA[liga 2]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=61034</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANG – Kota Bontang bakal mempunyai klub yang berlaga kompetisi sepak bola Liga 2, tahun depan. Pasalnya, saat ini proses pembicaraan dengan salah satu klub dari Jawa Timur yang bakal diakuisisi, sedang berjalan. Ketua Askot PSSI Bontang, Andi Faisal Hasdam belum bisa membocorkan nama dari klub tersebut. Ia meminta dukungan doa dari publik pencinta sepak [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/bontang-bakal-punya-klub-liga-2/">Bontang Bakal Punya Klub Liga 2</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONTANG</strong> – Kota Bontang bakal mempunyai klub yang berlaga kompetisi sepak bola Liga 2, tahun depan. Pasalnya, saat ini proses pembicaraan dengan salah satu klub dari Jawa Timur yang bakal diakuisisi, sedang berjalan.</p>
<p>Ketua Askot PSSI Bontang, Andi Faisal Hasdam belum bisa membocorkan nama dari klub tersebut. Ia meminta dukungan doa dari publik pencinta sepak bola di <em>Kota Taman</em> agar seluruh tahapan berjalan lancar.</p>
<p>“Negoisasi dengan klub tersebut sudah. Tetapi belum ada <em>deal</em>,” kata pria yang akrab disapa Andi Faiz.</p>
<p>Menurutnya, perlu kecermatan dalam pemilihan tim. Sebab, menyangkut pembiayaan dan pengelolaan manajerial klub itu. “Tidak boleh sembarangan asal mengambil klub. Perlu hati-hati,” ujar Andi Faiz setelah melihat pertandingan PKT FC melawan Borneo FC, Senin (8/4).</p>
<p>Adapun tujuan dari akuisisi tim dipandang Andi Faiz lebih instan untuk dapat bermain di level yang tinggi. Daripada harus berjuang dari Liga 3 terlebih dahulu. “Karena kalau dari Liga 3 peluang untuk ke Liga 2 itu kecil. Karena harus bertemu banyak tim di tingkat provinsi maupun nasional,” paparnya.</p>
<p>Berkenaan dengan nama klub nantinya pun belum ada gambaran. Akan tetapi, Andi Faiz menggaransi, markas tim nantinya di Bontang. Dengan berbekal tiga stadion yang ada, yakni Stadion Bessai Berinta, Taman Prestasi, dan Stadion Mulawarman.</p>
<p>Sementara tahun ini, lebih memfokuskan diri untuk mengikuti laga di Liga 3. Sebab, liga yang tergolong amatir ini merupakan salah satu bentuk pembinaan. Lima tim asal Bontang bakal diikutsertakan. Meliputi, PS PU, Bontang City FC, Bontang FC, PS Setda, dan Bontang Mitra United (BMU).</p>
<p>Meski demikian, Bontang tampaknya enggan untuk menawarkan diri menjadi tuan rumah. Andi Faiz bakal mengikuti penunjukan venue pertandingan dari Asprov PSSI Kaltim. “Kewajiban anggota Asprov, yakni mengikuti Liga 3. Jadi itu tidak berbenturan dengan wacana pengakuisisian tersebut,” pungkas dia. <strong>(ak/is/prokal)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/bontang-bakal-punya-klub-liga-2/">Bontang Bakal Punya Klub Liga 2</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jelang Liga 2, Mitra Kukar Condong Pilih Rondong Demang</title>
		<link>https://bontangpost.id/jelang-liga-2-mitra-kukar-condong-pilih-rondong-demang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Feb 2019 07:00:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[liga 2]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Kukar]]></category>
		<category><![CDATA[piala indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[stadion rondong demang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=59011</guid>

					<description><![CDATA[<p>TENGGARONG–Desakan dari suporter Mitra Kukar agar tim kesayangan kembali bermain di Stadion Rondong Demang, Tenggarong, tampaknya akan terealisasi musim kompetisi 2019. Manajemen Naga Mekes kabarnya akan mendaftarkan dua venue sekaligus. Selain Stadion Aji Imbut, Tenggarong Seberang, Mitra Kukar juga akan mendaftarkan Rondong Demang. Hal itu sempat mencuat selepas Mitra Kukar menjamu Perseru Serui dalam lanjutan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/jelang-liga-2-mitra-kukar-condong-pilih-rondong-demang/">Jelang Liga 2, Mitra Kukar Condong Pilih Rondong Demang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>TENGGARONG–Desakan dari suporter Mitra Kukar agar tim kesayangan kembali bermain di Stadion Rondong Demang, Tenggarong, tampaknya akan terealisasi musim kompetisi 2019. Manajemen Naga Mekes kabarnya akan mendaftarkan dua venue sekaligus. Selain Stadion Aji Imbut, Tenggarong Seberang, Mitra Kukar juga akan mendaftarkan Rondong Demang.</p>
<p>Hal itu sempat mencuat selepas Mitra Kukar menjamu Perseru Serui dalam lanjutan babak 32 besar Piala Indonesia di Aji Imbut, Senin (4/2). Melihat minimnya animo masyarakat ke Aji Imbut, manajemen sepakat untuk menggodok kelayakan Rondong Demang untuk mentas di Liga 2, Juni mendatang.</p>
<p>Asisten Manajer Mitra Kukar Nor Alam menjelaskan, untuk kualitas lapangan, Rondong Demang sangat memenuhi syarat lolos verifikasi Liga 2. “Memang untuk Liga 1 masih belum layak. Tapi untuk level Liga 2 saya pikir masuk kriteria,” jelas Alam.</p>
<p>Alam melanjutkan, kekurangan paling menonjol dari Rondong Demang adalah lampu penerangan untuk menggelar pertandingan malam. Selain itu, Rondong Demang belum memiliki ruangan khusus untuk melakukan jumpa wartawan. Dan, drainase di belakang gawang juga perlu diperbaiki agar tidak tergenang air.</p>
<p>“Untuk lampu mungkin tidak bisa cepat karena biaya pasti besar. Untuk itu kita daftarkan juga Aji Imbut untuk main malam. Kalau main sore bisa di Rondong Demang. Nah, untuk persoalan penambahan ruang media dan perbaikan aliran pembuangan air, bukan hal yang sulit untuk dikerjakan segera,” imbuh Alam.</p>
<p>Lebih lanjut, Alam menyebut saat ini dirinya hanya menunggu perintah dari pemilik klub. Jika memungkinkan, dalam waktu dekat akan menggelar rapat manajemen. “Kita tunggu dulu apa hasil dari pertemuan di manajemen. Setelah itu baru bisa eksekusi,” papar ayah dua anak tersebut.</p>
<p>Alam mendukung penuh yang diinginkan suporter. Menurut dia, bermain di Rondong Demang akan lebih menguntungkan semua pihak. Sebab, letak stadion di tengah kota. Selain itu, kapasitasnya yang hanya mampu menampung 6 ribu penonton, memungkinkan Rondong Demang terisi penuh setiap laga kandang.</p>
<p>Itu jika berdasar tingkat kehadiran penonton di Aji Imbut tiga musim terakhir (termasuk Indonesia Soccer Championship). Rata-rata penonton yang hadir hanya berkisar 3–4 ribu penonton. Bisa dibayangkan, jika penonton tersebut bergeser ke Rondong Demang, maka setengah dari kapasitasnya akan terisi.</p>
<p>“Sedih juga ya, setiap kali bermain di Aji Imbut, sepi penonton. Doakan saja semoga musim depan bisa main di Rondong supaya ramai yang hadir,” tukas Alam.</p>
<p>Hal serupa dirasakan pemain senior Mitra Kukar Anindito Wahyu. Pemain asal Solo itu mengatakan, kehadiran suporter adalah semangat bagi pemain di lapangan. Anindito mendukung penuh jika musim depan Mitra Kukar kembali ke Rondong Demang. Apalagi dia sudah memahami karakter Rondong Demang.</p>
<p>“Sebagai pemain kami siap saja bermain di Aji Imbut atau Rondong Demang. Tapi akan lebih menyenangkan jika bermain dengan dukungan penuh dari suporter,” pungkas. (don2/k8/kpg)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/jelang-liga-2-mitra-kukar-condong-pilih-rondong-demang/">Jelang Liga 2, Mitra Kukar Condong Pilih Rondong Demang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mei, Kompetisi Liga 2 Bergulir</title>
		<link>https://bontangpost.id/mei-kompetisi-liga-2-bergulir/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Jan 2019 07:30:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[liga 2]]></category>
		<category><![CDATA[persiba balikpapan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=58057</guid>

					<description><![CDATA[<p>BALIKPAPAN &#8211; Kepastian kompetisi Liga Indonesia akhirnya menemui titik terang. Setelah Kongres PSSI yang berlangsung di Bali, Plt Ketum PSSI Joko Driyono memastikan kick off Liga 1 paling cepat 1 Mei, dan paling lambat 8 Mei. Dua minggu setelahnya, barulah bergulir Liga 2. Tentu, kepastian ini membuat klub kasta tertinggi maupun kasta kedua punya waktu [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/mei-kompetisi-liga-2-bergulir/">Mei, Kompetisi Liga 2 Bergulir</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BALIKPAPAN &#8211; Kepastian kompetisi Liga Indonesia akhirnya menemui titik terang. Setelah Kongres PSSI yang berlangsung di Bali, Plt Ketum PSSI Joko Driyono memastikan kick off Liga 1 paling cepat 1 Mei, dan paling lambat 8 Mei. Dua minggu setelahnya, barulah bergulir Liga 2.</p>
<p>Tentu, kepastian ini membuat klub kasta tertinggi maupun kasta kedua punya waktu banyak untuk melakukan persiapan. Terkhusus, tim yang tidak lagi mengikuti kompetisi. Seperti Piala Indonesia 2018 ataupun kompetisi Asia. Termasuk Persiba Balikpapan. Saat dikonfirmasi, sang arsitek Beruang Madu, Salahudin mengatakan, kejelasan kompetisi memastikan semua tim bisa memantapkan kesiapan.</p>
<p>Pria kelahiran Palembang ini akan menyusun berbagai program untuk dijalankannya. Waktu kurang lebih empat bulan, sejak latihan perdana 5 Februari nanti, dirasa sudah cukup membentuk tim.</p>
<p>Termasuk mengikuti ajang pramusim bila ada. Seperti Piala Gubernur Kaltim III yang masih dalam rencana. ”Jauh dari cukup. Program yang mau dijalankan pasti bisa dilakukan semua. Apalagi, tim ini perlu melihat pemain yang direkrut,” jelas Salahudin, Selasa (22/1).</p>
<p>Pada 5 Februari nanti, skuat Beruang Madu langsung tancap gas melakukan seleksi pemain. Belum ada kepastian dari para pemain yang akan merapat, termasuk penggawa Madura FC.</p>
<p>Tercatat hanya enam pemain yang resmi berseragam biru-biru Persiba, yakni Fajar Setya, Ilhamsyah, Jemmy Lakengke, Beni Oktovianto, Bryan Cesar serta Fengky Turnando. Hanya saja, Fengky masih harus dilihat lagi perkembangannya. Mengingat manajemen tak ingin ambil risiko memaksakannya main.</p>
<p>”Kalau masih cedera, kemungkinan tidak kami ambil,” jelas Manajer Persiba, Alwi Al Qadrie. Pun dengan Sandi, kehadirannya di Kota Beriman masih berstatus seleksi.</p>
<p>Soal seleksi pemain, Salahudin menambahkan, waktu sepuluh hari sudah cukup. Disitu, sudah pasti akan terlihat lini yang masih kurang. ”Hanya beri waktu 10 hari seleksi. Setelah itu, fokus bentuk tim. Sambil melihat posisi mana yang masih dibutuhkan,” tambahnya. (ham/kpnn/is/k15/kpg)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/mei-kompetisi-liga-2-bergulir/">Mei, Kompetisi Liga 2 Bergulir</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Degradasi ke Liga 2, Tuntut Perubahan di Tubuh Manajemen Mitra Kukar</title>
		<link>https://bontangpost.id/degradasi-ke-liga-2-tuntut-perubahan-di-tubuh-manajemen-mitra-kukar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Jan 2019 06:00:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[liga 2]]></category>
		<category><![CDATA[mitman]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Kukar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=57530</guid>

					<description><![CDATA[<p>TENGGARONG &#8211; Terdegradasinya Mitra Kukar ke Liga 2 musim ini, menjadi tamparan keras bagi semua pihak. Menilik situasi tersebut, pemilik klub sudah seharusnya mengevaluasi kinerja anak buahnya. Yang tidak berkompeten, sebaiknya diganti dengan yang pantas mengisi posisi di manajemen. Hal itu mulai ramai diperbincangkan di kalangan suporter. Mereka sudah jengah dengan kepengurusan tiga tahun terakhir. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/degradasi-ke-liga-2-tuntut-perubahan-di-tubuh-manajemen-mitra-kukar/">Degradasi ke Liga 2, Tuntut Perubahan di Tubuh Manajemen Mitra Kukar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>TENGGARONG &#8211; Terdegradasinya Mitra Kukar ke Liga 2 musim ini, menjadi tamparan keras bagi semua pihak. Menilik situasi tersebut, pemilik klub sudah seharusnya mengevaluasi kinerja anak buahnya. Yang tidak berkompeten, sebaiknya diganti dengan yang pantas mengisi posisi di manajemen.</p>
<p>Hal itu mulai ramai diperbincangkan di kalangan suporter. Mereka sudah jengah dengan kepengurusan tiga tahun terakhir. Di mana Naga Mekes tidak sekalipun nangkring di papan atas. Puncaknya, kini tim kesayangan masyarakat Kutai Kartanegara (Kukar) kembali ke kasta kedua setelah delapan tahun eksis di Liga 1.</p>
<p>Perwakilan Mitra Mania (Mitman), Nuzul Azmi Hadi mengatakan, tiga tahun terakhir kepengurusan tidak berjalan dengan baik. Hanya segelintir saja yang terlihat bekerja. Sementara yang lain hanya berpangku tangan. Untuk itu, Nuzul berharap, bos Mitra Kukar Endri Erawan segera merombak kepengurusan agar Mitra Kukar bisa lebih baik.</p>
<p>“Mungkin karena posisi Pak Endri di Jakarta, sehingga beliau hanya menerima laporan yang manis-manis (baik-baik) saja selama ini. Padahal situasi di lapangan berbeda dengan yang dilaporkan,” tegas Nuzul.</p>
<p>Sebagai supporter, Nuzul paham benar, Mitman bukan penyumbang dana. Bahkan jumlah anggota pun tak banyak. Tapi, jika tak ada yang bersuara, Nuzul khawatir Mitra Kukar akan selamanya di Liga 2. Apa yang disuarakan Mitman adalah tanda, bahwa suporter ingin tim kesayangannya bangkit.</p>
<p>“Kami seperti ini (protes) karena kami cinta Mitra Kukar. Kami ingin penyegaran di tubuh manajemen Mitra Kukar musim ini. Harus kompeten dan tidak hanya cari penghidupan di klub,” tegas Nuzul.</p>
<p>Nada serupa terlontar dari tribune barat. The Warriors menginginkan agar kepengurusan Mitra Kukar mengalami perubahan. Ijong, salah satu pentolan The Warriors menyayangkan dalam tiga musim terakhir (termasuk ISC) manajemen seolah mengabaikan jeritan suporter.</p>
<p>“Yang kita minta sepele saja. Kami pengin punya jersey Mitra Kukar ada dijual. Nah, ini sudah tiga musim kami hanya memakai baju palsu yang kami beli di pasar. Padahal kami akan lebih bangga, jika yang kami pakai jersey orisinal,” papar Ijong.</p>
<p>Dari jersey saja, Ijong menilai, bahwa manajemen tidak serius mengelola tim. Padahal pemasukan dari penjualan jersey atau merchandise sedikit banyak bisa menutupi biaya operasional. Semisal operasional latihan.</p>
<p>“Yang sepele terkadang justru sangat penting. Semoga suara kami ada yang mendengar. Kami kritik bukan membenci, ini demi kemajuan Mitra Kukar,” papar Ijong.</p>
<p>Dari sederet citra kurang baik di atas, Mitra Kukar sebenarnya punya potensi bagus. Apalagi Naga Mekes termasuk tim profesional. Terutama dalam memberikan hak pemain berupa gaji. Tidak pernah terdengar kabar Mitra Kukar telat menggaji pemain hingga berbulan-bulan. “Yang bagus dipertahankan, yang buruk dibuang,” tukas Ijong. (don/is/k15/kpg)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/degradasi-ke-liga-2-tuntut-perubahan-di-tubuh-manajemen-mitra-kukar/">Degradasi ke Liga 2, Tuntut Perubahan di Tubuh Manajemen Mitra Kukar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Astaga, Hampir Semua Tim Liga 2 Atur Pertandingan</title>
		<link>https://bontangpost.id/astaga-hampir-semua-tim-liga-2-atur-pertandingan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Jan 2019 07:20:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[liga 2]]></category>
		<category><![CDATA[match fixing]]></category>
		<category><![CDATA[pssi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=57487</guid>

					<description><![CDATA[<p>JOGJAKARTA – Bola salju terus membesar. Semakin banyak saja yang mau berbicara untuk mengungkap kebusukan sepak bola Indonesia. Salah seorang wasit yang bertugas di Liga 2 2018, Muhammad Irham, yang mengaku dengan kesadaran pribadi mendatangi Mapolda Daerah Istimewa Jogjakarta kemarin (10/1). Dia menyampaikan data penting kepada polisi. Terutama terkait adanya tekanan kepada wasit yang mengarah [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/astaga-hampir-semua-tim-liga-2-atur-pertandingan/">Astaga, Hampir Semua Tim Liga 2 Atur Pertandingan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>JOGJAKARTA – Bola salju terus membesar. Semakin banyak saja yang mau berbicara untuk mengungkap kebusukan sepak bola Indonesia.</p>
<p>Salah seorang wasit yang bertugas di Liga 2 2018, Muhammad Irham, yang mengaku dengan kesadaran pribadi mendatangi Mapolda Daerah Istimewa Jogjakarta kemarin (10/1). Dia menyampaikan data penting kepada polisi. Terutama terkait adanya tekanan kepada wasit yang mengarah pada pengaturan hasil pertandingan. ’’Saya punya cita-cita besar agar kompetisi bisa berjalan normal dan profesional,” kata Irham.</p>
<p>Momentum bersih-bersih di sepak bola nasional yang melibatkan kepolisian dalam Satgas Antimafia Bola ikut mendorong banyak pihak untuk menjadi whistle-blower. ’’Saya pastikan hampir semua klub di Liga 2 terlibat (pengaturan skor),” papar Irham.</p>
<p>Bahkan, menurut dia, ada beberapa wasit dan perangkat pertandingan yang dintimidasi untuk memberikan keuntungan kepada tim tertentu. ’’Mas Irham sudah memberikan bukti-bukti terkait itu,” ucap kuasa hukum Irham, Taufiqurrohman.</p>
<p>Dugaan pengaturan pertandingan di Liga 2 dan 3 menyita perhatian publik sepak bola nasional. Apalagi, sudah ada lima tersangka yang dibekuk Satgas Antimafia Bola. Dua di antaranya adalah mantan anggota Komite Eksekutif PSSI Johar Lin Eng dan eks anggota Komisi Disiplin Dwi Irianto alias Mbah Putih. Terbaru, Satgas juga menangkap wasit Nurul Safarid yang diduga mengatur pertandingan Liga 3 antara Persibara Banjarnegara melawan Persekabpas Pasuruan.</p>
<p>Di Liga 2, laporan atas dugaan pengaturan pertandingan antara PSS Sleman dan Madura FC pada babak 8 besar Liga 2 2018 juga tengah didalami Satgas. Nah, informasi dari wasit Irham bisa menjadi data pendukung bagi mereka.</p>
<p>Secara terpisah, Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria menyatakan bahwa PSSI tetap terbuka dengan penyelidikan yang dijalankan Satgas Antimafia Bola. ’’Apabila ada indikasi pelanggaran yang dilakukan, siapa pun yang ada di football family harus ditindak,” tegasnya.</p>
<p>Selanjutnya, PSSI juga akan menindaklanjuti melalui mekanisme organisasi. Pada 2017, PSSI, kata Tisha, juga sudah memanggil wasit-wasit yang melakukan pelanggaran disiplin.</p>
<p>Sementara itu, Persijap Jepara mengaku bakal buka suara soal terjadinya match setting. Mereka sedang menunggu momen yang tepat untuk melapor ke Satgas Antimafia Bola. Laskar Kalinyamat merasa dikerjai dalam babak penyisihan grup 3 Liga 2 musim 2017.</p>
<p>Ada beberapa momen yang membuat Presiden Persijap Esti Puji Lestari yakin timnya dijahili. Yang paling mencolok adalah empat kekalahan beruntun yang diderita Persijap pada babak penyisihan grup 3. Yakni, kontra Persibangga Purbalingga, Persip Pekalongan, PSS Sleman, dan Persibat Batang. Uniknya, seluruh laga berakhir dengan skor identik, 1-0.</p>
<p>Kondisi yang membuat Esti marah. Padahal, sebelum itu, timnya mampu meraih dua kemenangan beruntun. Yakni, menang 4-1 atas PSGC Ciamis serta unggul 2-1 atas Persibas Banyumas. Kejanggalan yang membuat manajemen Persijap melapor ke komdis. ’’Bahkan, saya bertemu Mbak Tisha. Saya mohon agar diberi wasit yang baik,’’ ungkap Esti kepada Jawa Pos.</p>
<p>Namun, hal itu ternyata tak terwujud. Dalam laga kontra PSS Sleman pada 18 Agustus 2017, Persijap merasa dikerjai. Mereka dihukum penalti pada menit ke-90, menjadikan PSS menang 1-0. Bahkan, hal serupa terulang dalam macthday selanjutnya kontra Persibat Batang pada 27 Agustus 2017. Hingga menit ke-90, Persijap unggul 2-1. Tapi, pada menit ke-90+4, wasit menunjuk titik putih untuk Persibat. Pemain dan ofisial Persijap protes. Penonton masuk lapangan. ’’Wasit malah kabur, padahal pemain masih ada di lapangan,’’ kata Esti.</p>
<p>Nah, esoknya, Persijap dinyatakan kalah WO. Dengan demikian, Persibat lolos ke babak 16 besar mendampingi PSS dari grup 3. ’’Kami sudah banding berkirim surat, tapi ya sudah lah. Kami ikhlaskan,’’ katanya.</p>
<p>Dengan berbagai kejanggalan itu, apakah Esti bakal melapor ke Satgas Antimafia Bola? ’’Saya lagi runut satu-satu apa yang terjadi. Untuk kasus seperti ini kan butuh bukti. Nah, kami masih lihat ke depan seperti apa,’’ terangnya.</p>
<p>Karena itu, Esti lebih memilih menunggu. Dia yakin semua tabir akan terbuka, termasuk soal skandal yang membuat timnya harus terdegradasi ke Liga 3 pada akhir musim 2017. ’’Kami lihat dulu perkembangannya seperti apa. Lagi pula, kami harus pastikan semua (pemain dan ofisial) di Persijap harus bersih,’’ ujarnya.</p>
<p>Hal itu cukup masuk akal. Sebab, pada musim 2016, CEO lama Persijap sempat meminta kepada Esti yang saat itu menjabat general manager Persijap agar memberikan uang Rp 20 juta. ’’Intinya agar tim kami menang, sementara tim lawan kami kalah. Tim lawan itu juga sedang kesusahan uang, makanya mereka menjual laga. Tapi, saya belum bisa sebut nama tim itu,’’ katanya. (nap/dho/JPC/gus/c17/nur/jpg)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/astaga-hampir-semua-tim-liga-2-atur-pertandingan/">Astaga, Hampir Semua Tim Liga 2 Atur Pertandingan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
