<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>makan Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/makan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/makan/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Dec 2019 01:09:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>makan Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/makan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kunyahlah dengan Perlahan, Waspadai 5 Dampak Makan Terlalu Cepat</title>
		<link>https://bontangpost.id/kunyahlah-dengan-perlahan-waspadai-5-dampak-makan-terlalu-cepat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Dec 2019 04:00:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[makan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=67501</guid>

					<description><![CDATA[<p>Seseorang terkadang harus makan dengan cepat ketika terburu-buru atau menyantap makanan lezat dengan lahap. Sementara yang lainnya membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan satu kali makan. Ternyata ada hubungan antara waktu lamanya sekali makan dengan penyakit tertentu. Dilansir dari Pink Villa, Minggu (8/12/2019), orang yang makan dengan cepat berisiko terkena penyakit tertentu. Itu karena mereka menelan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/kunyahlah-dengan-perlahan-waspadai-5-dampak-makan-terlalu-cepat/">Kunyahlah dengan Perlahan, Waspadai 5 Dampak Makan Terlalu Cepat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Seseorang terkadang harus makan dengan cepat ketika terburu-buru atau menyantap makanan lezat dengan lahap. Sementara yang lainnya membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan satu kali makan. Ternyata ada hubungan antara waktu lamanya sekali makan dengan penyakit tertentu.</p>
<p>Dilansir dari Pink Villa, Minggu (8/12/2019), orang yang makan dengan cepat berisiko terkena penyakit tertentu. Itu karena mereka menelan makanan dan tidak mengunyahnya perlahan dan benar. Karena itu cobalah mengunyah dengan perlahan. Sebab makan dengan cepat akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan.</p>
<h5>1. Mendorong Makan Berlebihan</h5>
<p>Ketika makan terlalu cepat, Anda tidak memperhatikan berapa banyak yang dimakan. Makan berlebihan menyebabkan kenaikan berat badan dan masalah kesehatan lainnya. Ketika makan dengan cepat, otak tidak diberi waktu untuk menyadari bahwa perut sudah kenyang dan kelebihan kalori.</p>
<h5>2. Kegemukan</h5>
<p>Obesitas adalah salah satu masalah yang terjadi pada orang-orang yang makan dengan cepat. Orang gemuk biasanya disebabkan pola makan yang buruk dan kurangnya aktivitas fisik. Penyebab lainnya karena mereka tidak mengunyah makanan dengan perlahan.</p>
<h5>3. Gangguan Pencernaan</h5>
<p>Orang yang makan cepat, menelan makanannya tanpa mengunyahnya dengan benar akan membuat perut sakit. Akibatnya menyebabkan kembung dan gangguan pencernaan.</p>
<h5>4. Diabetes</h5>
<p>Ketika makan dengan cepat, dan hal itu terus menerus dilakukan, maka bisa menyebabkan lonjakan kadar gula darah dalam tubuh. Dalam jangka panjang menyebabkan resistensi insulin. Kondisi resistensi insulin dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah atau diabetes.</p>
<h5>5. Sindrom Metabolik</h5>
<p>Resistensi insulin terkait dengan sindrom metabolik meningkatkan risiko tidak hanya diabetes tetapi juga penyakit jantung dan stroke. Penelitian juga menunjukkan bahwa orang yang makan dengan cepat cenderung memiliki pinggang lebih besar dan kadar kolesterol HDL yang rendah. (jpc)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/kunyahlah-dengan-perlahan-waspadai-5-dampak-makan-terlalu-cepat/">Kunyahlah dengan Perlahan, Waspadai 5 Dampak Makan Terlalu Cepat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bolehkah Makan Sebelum Berolahraga? Ini Jawaban Para Ahli</title>
		<link>https://bontangpost.id/bolehkah-makan-sebelum-berolahraga-ini-jawaban-para-ahli/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Jan 2018 23:03:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[makan]]></category>
		<category><![CDATA[olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=28148</guid>

					<description><![CDATA[<p>Banyak orang bertanya-tanya apakah sebaiknya makan sebelum olahraga, atau justru mengosongkan perut. Sebuah studi berusaha menjawab pertanyaan tersebut dengan memeriksa ekspresi gen pada jaringan adiposa (lemak). Studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Physiology—Endocrinology and Metabolism tersebut melibatkan 10 pria kegemukan yang diminta untuk berjalan selama 60 menit dalam keadaan perut kosong. Di hari lain, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/bolehkah-makan-sebelum-berolahraga-ini-jawaban-para-ahli/">Bolehkah Makan Sebelum Berolahraga? Ini Jawaban Para Ahli</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak orang bertanya-tanya apakah sebaiknya makan sebelum olahraga, atau justru mengosongkan perut. Sebuah studi berusaha menjawab pertanyaan tersebut dengan memeriksa ekspresi gen pada jaringan adiposa (lemak).</p>
<p>Studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Physiology—Endocrinology and Metabolism tersebut melibatkan 10 pria kegemukan yang diminta untuk berjalan selama 60 menit dalam keadaan perut kosong. Di hari lain, mereka berjalan kembali namun dua jam sebelumnya sudah sarapan tinggi kalori dan karbohidrat.</p>
<p>Sampel darah dilakukan pada jangka waktu regular dan karingan adipose dikumpulkan tepat sebelum berjalan dan satu jam setelahnya. Selama pemeriksaan, para peneliti menemukan adanya perbedaan sample jaringan adiposa dari kedua percobaan dimana hasilnya menunjukkan bahwa puasa sebelum berolahraga lebih tepat dilakukan.</p>
<p>&#8220;Jaringan lemak sibuk merespon makanan dan olahraga saat itu tidak akan menstimulasi perubahan yang sama pada jaringan adipose,&#8221; ujar pemimpin studi Thompson pada Medical Xpress.</p>
<p>Artinya, olahraga dalam keadaan perut kosong lebih memprovokasi perubahan yang lebih menguntungkan di jaringan adiposa dan lebih bermanfaat pada kesehatan jangka panjang.</p>
<p>Sayangnya, penelitian ini berskala kecil dan hanya melibatkan pria sehingga kemungkinan tidak berlaku untuk populasi umum.</p>
<p>Namun, kabar baiknya, studi lain menemukan bahwa olahraga dalam keadaan puasa dapat membakar lemak 20 persen lebih banyak.(net)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/bolehkah-makan-sebelum-berolahraga-ini-jawaban-para-ahli/">Bolehkah Makan Sebelum Berolahraga? Ini Jawaban Para Ahli</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
