<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>martapura Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/martapura/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/martapura/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 15 Jan 2018 14:58:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>martapura Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/martapura/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>ASTAGA!! Penutup Lapangan Tenis Ambruk</title>
		<link>https://bontangpost.id/astaga-penutup-lapangan-tenis-ambruk/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Jan 2018 00:00:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[martapura]]></category>
		<category><![CDATA[puting beliung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=28601</guid>

					<description><![CDATA[<p>MARTAPURA – Terpal Penutup Lapangan Tenis Kayu Tangi Jalan Albasia, Kelurahan Keraton, Kecamatan Martapura ambruk, Senin (15/1) sekitar pukul 16.45 Wita. Hujan lebat disertai angin puting beliung mengakibatkan 3 pilar peyangga jatuh dari penopang pondasi, beruntung saat kejadian tidak ada aktivitas olahraga di bawahnya. Terpal yang menutupi lapangan tenis bagian C dan D robek setelah [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/astaga-penutup-lapangan-tenis-ambruk/">ASTAGA!! Penutup Lapangan Tenis Ambruk</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>MARTAPURA – Terpal Penutup Lapangan Tenis Kayu Tangi Jalan Albasia, Kelurahan Keraton, Kecamatan Martapura ambruk, Senin (15/1) sekitar pukul 16.45 Wita.</p>
<p>Hujan lebat disertai angin puting beliung mengakibatkan 3 pilar peyangga jatuh dari penopang pondasi, beruntung saat kejadian tidak ada aktivitas olahraga di bawahnya.</p>
<p>Terpal yang menutupi lapangan tenis bagian C dan D robek setelah diterjang angin yang datang dari arah RSUD Ratu Zalecha Martapura. Selain terpal, pagar kawat mengelilingi lapangan tenis bagian A dan B ikut tumbang, sedangkan pohon-pohon di sisi lapangan banyak yang tumbang.</p>
<p>Kejadian yang begitu cepat mengakibatkan warga yang tinggal di lokasi mengaku kaget. “Kejadiannya sangat cepat dan angin bertiup sangat kencang, lalu ada bunyi keras yang jatuh ke lapangan,” kata Agus, warga sekitar yang biasa main tenis di lapangan tersebut.</p>
<p>Di tiap sisi ada 7 fondasi yang menahan pilar besi setengah lingkaran yang menutupi seluruh lapangan tenis bagian C dan D tersebut. Ketika kejadian, 3 pilar besi yang tercerabut dari pondasinya sehingga besi-besi itu jatuh ke bawah. Dan penyangga besi mengalami patah. “Untungnya belum ada yang main tenis, biasanya ada saja yang latihan di sini,” ujarnya.</p>
<p>Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Rakhmat Dhany yang datang ke lokasi mengaku terkejut dan akan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait musibah akibat puting beliung tersebut. Ia juga belum mengetahui persis kejadian yang sebenarnya, sebelumnya, lapangan tenis ini selalu dimanfaatkan, dan aset tersebut ada di pihaknya.(mam/jpg)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/astaga-penutup-lapangan-tenis-ambruk/">ASTAGA!! Penutup Lapangan Tenis Ambruk</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Waduh,  Jalan Tergenang Berbulan-bulan. Kok Bisa?</title>
		<link>https://bontangpost.id/waduh-jalan-tergenang-berbulan-bulan-kok/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Jan 2017 03:30:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[jalan tergenang]]></category>
		<category><![CDATA[martapura]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=3923</guid>

					<description><![CDATA[<p>Warga Banua Anyar Sungai Tuan Gunakan Perahu MARTAPURA – Jalan Desa Banua Anyar Sungai Tuan (ST) sejak sebulan terakhir tak kunjung surut. Ditambah kondisi cuaca yang terus hujan makin membuat warga gelisah, debit air semakin meningkat. Sebagian kecil warga harus menggunakan jukung untuk mencapai jalan desa. Jalan terendam itu salah satu akses penting menghubungkan ke [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/waduh-jalan-tergenang-berbulan-bulan-kok/">Waduh,  Jalan Tergenang Berbulan-bulan. Kok Bisa?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Warga Banua Anyar Sungai Tuan Gunakan Perahu</h2>
<p>MARTAPURA – Jalan Desa Banua Anyar Sungai Tuan (ST) sejak sebulan terakhir tak kunjung surut. Ditambah kondisi cuaca yang terus hujan makin membuat warga gelisah, debit air semakin meningkat. Sebagian kecil warga harus menggunakan jukung untuk mencapai jalan desa.</p>
<p>Jalan terendam itu salah satu akses penting menghubungkan ke Desa Pematang Baru Kecamatan Martapura Timur dari Banua Anyar ST Kecamatan Astambul. Akses jalan jadi alternatif terdekat, namun belakangan selalu terendam dengan ketinggian bervariasi setinggi lutut orang dewasa atau lebih.</p>
<p>“Di sini sudah langganan banjir dan sekali-sekali ada angin puting beliung, sebulan kami menggunakan perahu kalau mau ke jalan desa yang baru dibangun,” kata Murjani, warga RT 4 Desa Banua Anyar ST, kemarin (19/1) siang.</p>
<p>Rumah warga yang berada di RT 4 dan 5 seperti bangunan mengapung karena dikelilingi air. Salah satu usaha aparat desa yang berjarak sekitar 8 km dari Pasar Astambul itu meninggikan jalan desa setinggi 80 cm. Dari target 1 km baru terealisasi 500 meter sehingga sisanya masih terendam termasuk rumah warga yang didominasi rumah panggung. “Kami selalu pakai jukung kalau ke luar rumah. Sepeda motor dititipkan ke rumah tetangga yang lebih tinggi,” ungkap Murjani.</p>
<p>Sedangkan Sunhaji, Ketua RT 4 Desa Banua Anyar ST mengakui kondisi jalan desa yang belum dibangun jadi kubangan air. Salah satu aspirasi meninggikan jalan, dirinya menilai, banjir yang menggenangi jalan desa kiriman dari Sungai Martapura yang meluncur dari Riam Kiwa. Mau tidak mau, sebagian warga dari 56 kepala keluarga sebanyak 360 jiwa harus gigit jari. “Kami memarkir jukung di teras rumah, jadi bila mau jalan tinggal dikayuh,” tukasnya.</p>
<p>Pambakal Desa Banua Anyar ST Hamka sangat yakin, bila jalan desa itu tuntas masalah klasik itu segera teratasi. Pembangunan jalan desa menggunakan dana desa sebanyak 4 tahap. Setiap tahan sepanjang 250 meter dan dalam setahun digabung langsung dua tahap. “Jadi selama setahun jalan itu baru selesai, kemungkinan bila dana desa cair kembali kami kembali mengerjakan sisa yang tergenang,” pungkasnya.</p>
<p>Sedangkan genangan air di Kelurahan Jawa dan Desa Tunggul Irang sudah surut sejak kemarin malam. Jalan desa itu selama 2 hari terendam akibat sungai meluap dan hujan di pegunungan tepatnya di daerah Pengaron.”Iya sudah surut, ini jalan sudah kering, tapi tetap was-was karena cuaca tidak menentu di daerah atas,” terang Pambakal Tunggul Irang Abdul Barry. (mam/yn/ram)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/waduh-jalan-tergenang-berbulan-bulan-kok/">Waduh,  Jalan Tergenang Berbulan-bulan. Kok Bisa?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
