<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pahlawan nasional Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/pahlawan-nasional/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/pahlawan-nasional/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 10 Nov 2025 07:56:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>pahlawan nasional Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/pahlawan-nasional/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Daftar 10 Penerima Gelar Pahlawan Nasional, Gus Dur hingga Marsinah</title>
		<link>https://bontangpost.id/daftar-10-penerima-gelar-pahlawan-nasional-gus-dur-hingga-marsinah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Nov 2025 07:56:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[pahlawan nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=144178</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Bontang -Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh berpengaruh di Istana Negara, Jakarta, bertepatan dengan Hari Pahlawan, Senin (10/11). Kesepuluh tokoh tersebut mewakili berbagai latar belakang, mulai dari mantan presiden, aktivis buruh, hingga ulama.Upacara penganugerahan dimulai dengan khidmat, dibuka dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Acara inti dilanjutkan dengan pembacaan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/daftar-10-penerima-gelar-pahlawan-nasional-gus-dur-hingga-marsinah/">Daftar 10 Penerima Gelar Pahlawan Nasional, Gus Dur hingga Marsinah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Bontang -Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh berpengaruh di Istana Negara, Jakarta, bertepatan dengan Hari Pahlawan, Senin (10/11).</p>
<p>Kesepuluh tokoh tersebut mewakili berbagai latar belakang, mulai dari mantan presiden, aktivis buruh, hingga ulama.Upacara penganugerahan dimulai dengan khidmat, dibuka dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya.</p>
<p>Acara inti dilanjutkan dengan pembacaan resmi Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Presiden Prabowo secara langsung menyerahkan gelar kehormatan ini kepada para ahli waris yang hadir.</p>
<p><strong>Dua Mantan Presiden dan Tokoh Buruh Diberi Penghargaan</strong></p>
<p>Dari daftar penerima gelar, terdapat nama-nama besar yang menjadi sorotan utama. Dua di antaranya adalah mantan kepala negara, yaitu Presiden ke-2 Soeharto dan Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur).</p>
<p>Selain itu, penghargaan ini juga diberikan kepada tokoh buruh yang berani, Marsinah, serta tokoh militer berpengaruh, Sarwo Edhie Wibowo.</p>
<p>Berikut 10 Tokoh yang Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional:</p>
<ol>
<li>Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Jawa Timur, mantan Presiden RI ke-4</li>
<li>Jenderal Besar TNI Soeharto, Jawa Tengah, mantan Presiden RI ke-2</li>
<li>Marsinah, Jawa Timur, Aktivis Buruh</li>
<li>Mochtar Kusumaatmadja, Jawa Barat, Tokoh Diplomat/Negarawan</li>
<li>Hajjah Rahmah El Yunusiyyah, Sumatera Barat, Tokoh Pendidikan Wanita</li>
<li>Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo, Jawa Tengah, Tokoh Militer</li>
<li>Sultan Muhammad Salahuddin, NTB, Tokoh Kerajaan/Daerah</li>
<li>Syaikhona Muhammad Kholil, Jawa Timur, Ulama Besar</li>
<li>Tuan Rondahaim Saragih, Sumatera Utara,Tokoh Daerah</li>
<li>Zainal Abidin Syah, Maluku Utara, Tokoh Kerajaan/Daerah.</li>
</ol>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/daftar-10-penerima-gelar-pahlawan-nasional-gus-dur-hingga-marsinah/">Daftar 10 Penerima Gelar Pahlawan Nasional, Gus Dur hingga Marsinah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Meski Diwarnai Polemik, Prabowo Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto di Istana Negara</title>
		<link>https://bontangpost.id/meski-diwarnai-polemik-prabowo-anugerahkan-gelar-pahlawan-nasional-kepada-soeharto-di-istana-negara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Nov 2025 04:47:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[hari pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[pahlawan nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=144167</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID &#8211; Presiden Prabowo Subianto resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 RI, Jenderal Besar TNI (Purn) H. M. Soeharto. Hal itu secara resmi dilakukan dalam upacara kenegaraan di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11). Penganugerahan tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116 TK Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. “Nomor urut 2, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/meski-diwarnai-polemik-prabowo-anugerahkan-gelar-pahlawan-nasional-kepada-soeharto-di-istana-negara/">Meski Diwarnai Polemik, Prabowo Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto di Istana Negara</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-reader-unique-id="3"><strong>BONTANGPOST.ID &#8211; </strong>Presiden Prabowo Subianto resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 RI, Jenderal Besar TNI (Purn) H. M. Soeharto. Hal itu secara resmi dilakukan dalam upacara kenegaraan di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11).</p>
<p data-reader-unique-id="5">Penganugerahan tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116 TK Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.</p>
<p data-reader-unique-id="6">“Nomor urut 2, almarhum H. Jenderal Besar TNI M. Soeharto, tokoh dari Provinsi Jawa Tengah,” kata Sekretaris Militer Presiden, Mayjen TNI Kosasih saat membacakan keputusan tersebut.</p>
<p data-reader-unique-id="7">Gelar pahlawan nasional untuk Soeharto diterima oleh ahli warisnya, yaitu Siti Hardijanti Hastuti Rukmana (Tutut Soeharto) dan Bambang Trihatmodjo.</p>
<p data-reader-unique-id="8">Turut hadir dalam acara itu antara lain, Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) serta Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo (Didit Hediprasetyo).</p>
<p data-reader-unique-id="9">Upacara penganugerahan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Pahlawan Nasional 2025, yang setiap tahunnya diperingati pada 10 November.</p>
<p data-reader-unique-id="10">Pemberian gelar pahlawan nasional itu tetap disematkan, meski menuai pro dan kontra.</p>
<p data-reader-unique-id="10">Sebagian publik menilai pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto tidak layak, melihat rekam jejak masa Orde Baru penuh dengan kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM), hingga kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN). <strong>(JPG)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/meski-diwarnai-polemik-prabowo-anugerahkan-gelar-pahlawan-nasional-kepada-soeharto-di-istana-negara/">Meski Diwarnai Polemik, Prabowo Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto di Istana Negara</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kisah BM Diah, Sosok Wartawan yang Memungut Teks Proklamasi Asli dari Tempat Sampah</title>
		<link>https://bontangpost.id/kisah-bm-diah-sosok-wartawan-yang-memungut-teks-proklamasi-asli-dari-tempat-sampah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Aug 2020 09:00:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[bm diah]]></category>
		<category><![CDATA[HUT RI]]></category>
		<category><![CDATA[kemerdekaan indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[pahlawan nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=78807</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Nama Burhanudin Mohammad Diah atau lebih dikenal BM Diah mungkin tidak banyak diketahui masyarakat Indonesia. Namun, dia adalah tokoh yang berperan penting menyelamatkan teks asli Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945. Dialah yang menyimpan selama 49 tahun, sehingga bisa kita saksikan hingga sekarang. Dilansir dari JPNN, pada saat Perumusan Naskah Proklamasi, BM Diah [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/kisah-bm-diah-sosok-wartawan-yang-memungut-teks-proklamasi-asli-dari-tempat-sampah/">Kisah BM Diah, Sosok Wartawan yang Memungut Teks Proklamasi Asli dari Tempat Sampah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id</strong> &#8211; Nama Burhanudin Mohammad Diah atau lebih dikenal BM Diah mungkin tidak banyak diketahui masyarakat Indonesia. Namun, dia adalah tokoh yang berperan penting menyelamatkan teks asli Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945. Dialah yang menyimpan selama 49 tahun, sehingga bisa kita saksikan hingga sekarang.</p>
<p>Dilansir dari <em><a href="https://www.jpnn.com/news/kisah-bm-diah-sosok-wartawan-yang-memungut-teks-proklamasi-asli-dari-tempat-sampah">JPNN</a></em>, pada saat Perumusan Naskah Proklamasi, BM Diah merupakan salah seorang yang turut hadir dalam momen tersebut. Akhirnya, BM Diah pun menyerahkan naskah proklamasi yang ia simpan kepada residen Soeharto pada 1993. BM Diah meninggal pada 1996 dalam usianya yang ke-79 tahun dan dimakamkan di Jakarta. Buku biografi BM Diah, &#8220;Butir-butir Padi B.M. Diah, Tokoh Sejarah yang Menghayati Zaman&#8221;, disusun Dasman Djamaluddin (diterbitkan Pustaka Merdeka,1992).</p>
<p>Dalam buku ini, BM Diah mengungkapkan bagaimana dia menyimpan naskah yang sebenarnya telah dibuang oleh Sayuti Melik ke tempat sampah.</p>
<p>&#8220;Setelah naskah tersebut disalin oleh Sayuti Melik, naskah tersebut dibuang ke tempat sampah begitu saja,&#8221; tutur BM Diah.</p>
<p>Namun, naluri BM Diah yang saat itu sudah menjadi wartawan &#8212; pendiri suratkabar Merdeka &#8212; mempunyai insting untuk menyelamatkan bukti-bukti setiap momen atau peristiwa.</p>
<p>Dia memungutnya dari tempat sampah di rumah Laksamana Maeda saat naskah tersebut dibuang oleh Sayuti. Teks itu lantas dikantonginya dan dia simpan sepanjang lebih dari 40 tahun lamanya sebelum diserahkan ke pemerintah Republik Indonesia pada 1992. Kertas lecek itu dia bawa ke mana-mana saat dia berdinas sebagai Duta Besar di Cekoslovakia, Inggris dan Thailand antara 1959 hingga 1968.</p>
<p>Salah satu alasan yang dikemukakan Diah saat dia mengantongi kertas yang sudah lecek itu, karena dia takut dokumen itu akan dibuang kembali jika diserahkan ke beberapa tokoh yang ada di rumah Laksamana Maeda saat itu karena dianggap sudah tidak terpakai lagi. Kini berkat tindakan yang dilakukan oleh B.M. Diah, kita bisa merasakan dramatisnya proses pembuatan teks proklamasi. Karena teks tulisan tangan tersebut ada coret-coretan pada kata yang tak terpakai saat kalimat proklamasi itu disusun oleh para pendiri bangsa tersebut.</p>
<h3>Perjuangan BM Diah</h3>
<p>Burhanudin Mohammad Diah atau lebih dikenal BM Diah lahir tanggal 7 April 1917 di Kotaraja, Aceh. Ayahnya bernama Mohammad Diah sedangkan ibunya bernama Siti Saidah. Pendidikannya dimulai di HIS Kutaraja  pada 1929, kemudian dilanjutkan di sekolah MULO di Medan.</p>
<p>Tahun 1935 – 1937 BM. Diah melanjutkan sekolah di Ksatrian instituut atau lebih dikenal dengan Middelbaar National Handels Collegium (Sekolah Tinggi Ekonomi dan Jurnalistik Partikelir) di Bandung. Rasa nasionalisme yang tertanam pada dirinya sudah muncul sejak dia bersekolah di Medan. BM Diah melihat kelicikan dan kekejian imperialis Belanda.</p>
<p>Pada saat Jepang menduduki Indonesia, BM. Diah merupakan redaktur pelaksana dan wakil pemimpin redaksi SK Asia Raya, sehingga beliau banyak mengetahui keadaan sebenarnya, baik di dalam maupun luar negeri. BM. Diah bisa menilai apa artinya rakyat dengan sukarela menyerahkan padinya atau hasil bumi yang lain untuk memenangkan perang “Asia Timur Raya”.</p>
<p>Dari sinilah nasionalisme BM. Diah semakin tinggi, sehingga dia bersama teman-temannya pada 3 Juni 1945 membentuk gerakan Angkatan Baru yang bertujuan memperjuangkan Indonesia Merdeka. Gerakan ini mencanangkan tekad pemuda mencapai kemerdekaan. Walaupun ada janji-janji dari pemerintah Jepang menghadiahkan kemerdekaan, golongan ini tidak percaya pada ucapan-ucapan Jepang. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/kisah-bm-diah-sosok-wartawan-yang-memungut-teks-proklamasi-asli-dari-tempat-sampah/">Kisah BM Diah, Sosok Wartawan yang Memungut Teks Proklamasi Asli dari Tempat Sampah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
