<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pasar citra mas terbakar Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/pasar-citra-mas-terbakar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/pasar-citra-mas-terbakar/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 20 Sep 2021 10:56:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>Pasar citra mas terbakar Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/pasar-citra-mas-terbakar/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Besaran Bantuan Pedagang Korban Kebakaran Pasar Citra Mas Bervariasi</title>
		<link>https://bontangpost.id/besaran-bantuan-pedagang-korban-kebakaran-pasar-citra-mas-bervariasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fitri Wahyuningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Sep 2021 10:52:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Citra Mas]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar citra mas terbakar]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Loktuan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=90650</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id — Dinas Koperasi Dinas Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskop UKMP) Bontang telah menetukan besaran bantuan bagi pedagang Pasar Citra Mas Loktuan. Besarannya bervariasi, menyesuaikan dampak kebakaran yang dirasakan korban. Kadiskop-UKMP Bontang Asdar Ibrahim menjelaskan, besaran bantuan itu mulai Rp 1.250.000 untuk pedagang yang terdampak atau kiosnya terbakar sebagian. Sementara yang kiosnya terbakar 100 [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/besaran-bantuan-pedagang-korban-kebakaran-pasar-citra-mas-bervariasi/">Besaran Bantuan Pedagang Korban Kebakaran Pasar Citra Mas Bervariasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id —</strong> Dinas Koperasi Dinas Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskop UKMP) Bontang telah menetukan besaran bantuan bagi pedagang Pasar Citra Mas Loktuan. Besarannya bervariasi, menyesuaikan dampak kebakaran yang dirasakan korban.</p>
<p>Kadiskop-UKMP Bontang Asdar Ibrahim menjelaskan, besaran bantuan itu mulai Rp 1.250.000 untuk pedagang yang terdampak atau kiosnya terbakar sebagian. Sementara yang kiosnya terbakar 100 persen bakal menerima Rp 5 juta sesuai komitmen awal pemerintah.</p>
<p>&#8220;Besaran ini kami sepakati setelah rapat bersama sejumlah unsur, termasuk asosiasi pedagang dan aliansi korban peduli pedagang pasar,&#8221; beber Asdar ketika ditemui di Sekretariat DPRD Bontang, Jalan Moh Roem, Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan, Senin (20/9/2021) siang.</p>
<p>Adapun data terakhir pedagang yang akan menerima bantuan mencapai 590 orang. Namun angka ini masih divalidasi kembali. Selain itu, seluruh pedagang yang menerima bantuan mesti terdaftar dalam Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD).</p>
<p>Sementara untuk teknis penyaluran, bantuan disalurkan langsung ke rekening penerima. Nantinya Diskop-UKMP meminta mereka membuat rekening baru. Yakni Bank BPR Bontang atau Bankaltimtara.</p>
<p>Kendati sudah menentukan besaran bantuan, namun Diskop-UKMP tak bisa menjanjikan kapan bantuan bisa disalurkan. Pasalnya, saat ini masih fokus pada regulasi teknis dan ketersediaan anggaran untuk disalurkan.</p>
<p>&#8220;Regulasi teknis ini yang masih perlu direview. Tapi saya kira bisa cepat itu,&#8221; tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/besaran-bantuan-pedagang-korban-kebakaran-pasar-citra-mas-bervariasi/">Besaran Bantuan Pedagang Korban Kebakaran Pasar Citra Mas Bervariasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Progres 95 Persen, Pembangunan Pasar Sementara Citra Mas Loktuan Malah Terhenti</title>
		<link>https://bontangpost.id/progres-95-persen-pembangunan-pasar-sementara-citra-mas-loktuan-malah-terhenti/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fitri Wahyuningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Apr 2021 02:37:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar citra mas terbakar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=85338</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Progres pembangunan pasar sementara Citra Mas Loktuan terhenti. Pasalnya, material bangunan berupa seng habis. Meski begitu, UPT Pasar tetap optimis pembangunan bakal rampung sebelum ramadan. Pun begitu dengan relokasi pedagang. Kasubag Tata Usaha (TU) UPT Pasar Abdul Malik Rifai bilang pembangunan ini terhenti sejak Sabtu (3/4/2021).  Bahkan hingga berita ini ditulis, Senin (6/4/2021). [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/progres-95-persen-pembangunan-pasar-sementara-citra-mas-loktuan-malah-terhenti/">Progres 95 Persen, Pembangunan Pasar Sementara Citra Mas Loktuan Malah Terhenti</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211; </strong>Progres pembangunan pasar sementara Citra Mas Loktuan terhenti. Pasalnya, material bangunan berupa seng habis. Meski begitu, UPT Pasar tetap optimis pembangunan bakal rampung sebelum ramadan. Pun begitu dengan relokasi pedagang.</p>
<p>Kasubag Tata Usaha (TU) UPT Pasar Abdul Malik Rifai bilang pembangunan ini terhenti sejak Sabtu (3/4/2021).  Bahkan hingga berita ini ditulis, Senin (6/4/2021). Padahal progres pembangunan sudah 95 persen. Akibat ketiadaan material, aktivitas pembangunan pasar tak bisa dilanjutkan.</p>
<p>&#8220;Padahal tinggal itu lagi yang mau dikerjakan,&#8221; kata Malik kepada bontangpost.id, Selasa (6/4/2021) pagi.</p>
<p>Seluruh material diperoleh dari salah satu toko bangunan di Kelurahan Loktuan. Ketika pengerjaan bagian atap pasar berlangsung, seng di toko tersebut ludes. Walhasil, toko mesti melalukan pengiriman lagi dari luar kota. Ini yang buat pengerjaan terhenti. Padahal hampir semua bangunan pasar sudah berdiri layak. Tinggal satu blok belum beratap. Dua blok lain sisa setengah yang tak beratap.</p>
<p>&#8220;Kabarnya hari ini datang. Kalau memang benar, selesai juga hari ini pembangunan,&#8221; bebernya.</p>
<p>Diketahui pembangunan pasar sementara ini seluruhnya berasal dari bantuan perusahaan sekitar Loktuan. Melalui program CSR. Namun dalam prosesnya, UPT Pasar tidak menerima bantuan dalam bentuk uang tunai. Tapi berupa bantuan material bahan bangunan. Perusahaan membelikan material, seperti kayu, seng, paku, dan lain sebagainya. Pemerintah melalui UPT Pasar membangun dan bertanggungjawab dengan pekerja pasar.</p>
<p>&#8220;Kami tidak terima uang tapi material saja,&#8221; beber Malik.</p>
<p><strong>Relokasi Pedagang</strong></p>
<p>Di sejumlah sisi bekas bangunan Pasar Citra Mas Loktuan, berdiri bangunan semi permanen. Ini dibangun pedagang pasar. Mengambil lahan kosong di dekat pasar. Bentuk bangunan kayu, namun di beberapa sisi dicor pakai semen.</p>
<p>Abdul Malik tegaskan, ketika pasar sementara rampung, yang diproyeksi sebelum Ramadan, seluruh pedagang harus mau direlokasi. Ke pasar sementara. Itu wajib. Sebab berdasarkan kesepakatan UPT Pasar dan pedagang, mereka&#8211;pedagang, sepakat pindah ketika pasar sementara berdiri.</p>
<p>&#8220;Harus mau. Itukan kesepakatan bersama,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Menurutnya bila kelak pedagang direlokasi ke pasar sementara, itu juga akan menguntungkan mereka. Sebab bila bertahan di tempat sekarang&#8211; pinggir jalan dan di lahan warga, pedagang juga yang akan dirugikan. Sebab mengganggu kenyamanan pengunjung. Jalannya sempit. Lokasi parkirnya apalagi.</p>
<p>&#8220;Itukan jalan milik warga. Tempat parkir juga. Mana ada mau datang ke pasar kalau pengunjung tidak nyaman,&#8221; tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/progres-95-persen-pembangunan-pasar-sementara-citra-mas-loktuan-malah-terhenti/">Progres 95 Persen, Pembangunan Pasar Sementara Citra Mas Loktuan Malah Terhenti</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bantuan Tak Kunjung Diberikan, Pedagang; Sampai Ganti Wali Kota Belum Ada Tanda-tanda</title>
		<link>https://bontangpost.id/bantuan-tak-kunjung-diberikan-pedagang-sampai-ganti-wali-kota-belum-ada-tanda-tanda/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yulianti Basri]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Mar 2021 03:37:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar citra mas terbakar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=85155</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Kebakaran Pasar Citra Mas Loktuan sudah hampir dua bulan berlalu. Namun, pedagang masih harus bersabar menanti santunan dana yang dijanjikan pemerintah. Seperti yang diutarakan Zulfikar. Pedagang jajanan kue tradisional ini menuntut pemerintah menunaikan janjinya. Bantuan dana senilai Rp 5 juta seperti yang digembor-gemborkan tempo hari, dinilai sangat bernilai bagi mereka. &#8220;Kami dikumpulkan saja [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/bantuan-tak-kunjung-diberikan-pedagang-sampai-ganti-wali-kota-belum-ada-tanda-tanda/">Bantuan Tak Kunjung Diberikan, Pedagang; Sampai Ganti Wali Kota Belum Ada Tanda-tanda</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211;</strong> Kebakaran Pasar Citra Mas Loktuan sudah hampir dua bulan berlalu. Namun, pedagang masih harus bersabar menanti santunan dana yang dijanjikan pemerintah.</p>
<p>Seperti yang diutarakan Zulfikar. Pedagang jajanan kue tradisional ini menuntut pemerintah menunaikan janjinya. Bantuan dana senilai Rp 5 juta seperti yang digembor-gemborkan tempo hari, dinilai sangat bernilai bagi mereka.</p>
<p>&#8220;Kami dikumpulkan saja tidak ada. Tahu mau ada bantuan ya dari berita. Wali kota sampai sudah ganti, belum ada juga tanda-tanda,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Bagi Zulfikar dan istri yang kini harus menumpang tempat untuk berjualan, bantuan tersebut nantinya bisa digunakan untuk membangun dinding dan meja di lapak darurat. &#8220;Itu kan cuma atap sama tiang saja yang dibangunkan sama perusahaan, meja, dan lain-lain ya pedagang usaha sendiri,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Senada, Nur pedagang aneka plastik juga menyayangkan sikap pemkot yang terkesan lamban dalam memenuhi janji bantuan dana bagi korban kebakaran Pasar Citra Mas Loktuan. Tak hanya soal dana bantuan, tetapi lapak darurat yang sampai sekarang tak kunjung rampung. Dia pun memilih berjualan di pinggir jalan tepatnya depan kantor Kelurahan Loktuan, menggunakan mobil bak terbuka.</p>
<p>&#8220;Lumayan kalau dibagi bantuannya, bisa untuk modal jualan pas puasa,&#8221; katanya.</p>
<p>Sementara, Isnani pedagang baju juga ikut menagih bantuan yang sebelumnya dijanjikan akan segera diberikan kepada pedagang. &#8220;Kami sudah tidak mikir penyebab kebakaran, yang penting segera bantuan itu. Lapak juga kalau bisa cepat selesai, capek saya lari-lari, naik turun jualan, karena tidak ada tempat,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Dikonfirmasi terpisah, Plh Wali Kota Bontang Aji Erlynawati mengatakan, masih membahas bersama tim perihal penyaluran bantuan tersebut. Menurut pejabat yang akrab disapa Iin ini, sulit menyalurkan bantuan dengan besaran yang sama, yakni Rp 5 juta. Pasalnya, dinilai bertentangan dengan hukum dan berpotensi menjadi temuan di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).</p>
<p>&#8220;Tim juga harus konsultasi dulu dengan BPK, niat kami bagus, tapi jangan sampai jadi masalah di kemudian hari,&#8221; ujarnya,</p>
<p>Aji pun tak bisa menargetkan kapan bantuan dapat direalisasikan. Pihaknya masih akan berkoordinasi dengan tim khusus yang menggodok aturan hukum penyaluran bantuan bagi korban kebakaran Pasar Citra Mas Loktuan.</p>
<p>&#8220;Saya <em>nggak</em> berani menargetkan kapan, mudah-mudahan bisa sedikit bersabar lagi, kami pasti berusaha mengupayakan yang terbaik,&#8221; pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/bantuan-tak-kunjung-diberikan-pedagang-sampai-ganti-wali-kota-belum-ada-tanda-tanda/">Bantuan Tak Kunjung Diberikan, Pedagang; Sampai Ganti Wali Kota Belum Ada Tanda-tanda</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sudah Sebulan, Hasil Penyelidikan Kebakaran Pasar Belum Keluar</title>
		<link>https://bontangpost.id/sudah-sebulan-hasil-penyelidikan-kebakaran-pasar-belum-keluar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Mar 2021 03:00:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar citra mas terbakar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=84499</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Tepat sebulan lalu, musibah kebakaran menyasar bangunan Pasar Citra Mas Loktuan. Pihak kepolisian pun telah memeriksa saksi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Namun hingga kini penyebab munculnya si jago merah masih menjadi teka-teki. Kapolres Bontang AKBP Hanifa Martunas Siringoringo melalui Kasat Reskrim Iptu Asriadi belum mendapat laporan hasil penelusuran dari Tim [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/sudah-sebulan-hasil-penyelidikan-kebakaran-pasar-belum-keluar/">Sudah Sebulan, Hasil Penyelidikan Kebakaran Pasar Belum Keluar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211; </strong>Tepat sebulan lalu, musibah kebakaran menyasar bangunan Pasar Citra Mas Loktuan. Pihak kepolisian pun telah memeriksa saksi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Namun hingga kini penyebab munculnya si jago merah masih menjadi teka-teki.</p>
<p>Kapolres Bontang AKBP Hanifa Martunas Siringoringo melalui Kasat Reskrim Iptu Asriadi belum mendapat laporan hasil penelusuran dari Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Surabaya. “Masih menunggu hasil dari tim Labfor. Kalau sudah ada pasti nanti kami sampaikan,” kata Iptu Asriadi.</p>
<p>Keterlambatan pengungkapan ini lantaran tim yang turut melakukan olah TKP itu tidak hanya menangani kasus yang ada di Bontang. Melainkan musibah kebakaran di Surabaya dan ledakan kapal tongkang di Samarinda. Dengan waktu kejadian yang hampir bersamaan.</p>
<p>“Sejatinya memang itu keluar tiga pekan setelah olah TKP. Tetapi karena ada beberapa peristiwa yang hampir bersamaan ini saya belum bisa prediksikan (keluar hasil),” ucapnya.</p>
<p>Sementara, untuk jumlah saksi yang diperiksa sebanyak 20 orang. Terdiri dari pedagang dan masyarakat yang bermukim di sekitar lokasi kejadian kebakaran. Begitu pun dengan barang bukti masih sama, Yakni 1 CCTv milik pedagang.</p>
<p>Sebelumnya, Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Surabaya mulai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kebakaran Pasar Citra Mas Loktuan, Selasa (16/2/2021) sore. Olah TKP rampung dalam sehari. Tim Labfor membawa arang, debu, dan kabel dari lokasi. Hasilnya kemudian dibawa ke Surabaya untuk diselidiki.</p>
<p>Berhembus kabar munculnya si jago merah karena adanya sabotase. Pasalnya seorang pedagang yang merupakan saksi mata Herdi menuturkan ada empat titik api. Rinciannya, dua titik di lapak sayur, satu titik di lapak sembako, dan satunya di lapak ikan. Munculnya api itu disebut hanya selang beberapa detik.</p>
<p>“Kami berkeyakinan ada unsur sabotase,” sebutnya.</p>
<p>Akibat dari peristiwa itu, 481 lapak hangus tak bersisa. Dari total 596 data lapak yang dikantongi UPT Pasar. Jumlah itu termasuk 75 pedagang emperan yang berjualan di sekitar pasar. <strong>(*/ak)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/sudah-sebulan-hasil-penyelidikan-kebakaran-pasar-belum-keluar/">Sudah Sebulan, Hasil Penyelidikan Kebakaran Pasar Belum Keluar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hasil Penyelidikan Penyebab Kebakaran Pasar Citra Mas oleh Tim Labfor Terancam Molor</title>
		<link>https://bontangpost.id/hasil-penyelidikan-penyebab-kebakaran-pasar-citra-mas-oleh-tim-labfor-terancam-molor/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yulianti Basri]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2021 12:00:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar citra mas terbakar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=83794</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id – Penyebab pasti kebakaran Pasar Citra Mas Loktuan masih dalam penyelidikan. Saat ini Polres Bontang menanti hasil olah TKP yang dilakukan oleh Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Surabaya. Dikatakan Kapolres Bontang AKBP Hanifa Martunas Siringoringo melalui Kasat Reskrim Iptu Asriadi, sejatinya hasil penyelidikan yang dilakukan Tim Labfor bisa selesai dalam kurun waktu 10 hari. Namun, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/hasil-penyelidikan-penyebab-kebakaran-pasar-citra-mas-oleh-tim-labfor-terancam-molor/">Hasil Penyelidikan Penyebab Kebakaran Pasar Citra Mas oleh Tim Labfor Terancam Molor</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id – </strong>Penyebab pasti kebakaran Pasar Citra Mas Loktuan masih dalam penyelidikan. Saat ini Polres Bontang menanti hasil olah TKP yang dilakukan oleh Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Surabaya.</p>
<p>Dikatakan Kapolres Bontang AKBP Hanifa Martunas Siringoringo melalui Kasat Reskrim Iptu Asriadi, sejatinya hasil penyelidikan yang dilakukan Tim Labfor bisa selesai dalam kurun waktu 10 hari. Namun, hasil olah TKP kebakaran di Pasar Citra Mas Loktuan ini diprediksi molor.</p>
<p>Sebabnya, Tim Labfor Surabaya tak hanya menangani kebakaran di Bontang saja, tetapi ada dua daerah lainnya. Samarinda dan Surabaya. Belum lagi tim yang terbatas. Hanya 6 orang saja.</p>
<p>“Mereka juga menyelidiki kebakaran di Samarinda dan Surabaya yang waktunya hampir bersamaan dengan kebakaran di Bontang, walau pun memang kebakaran di Bontang lebih dulu terjadi,” ungkapnya kepada bontangpost.id, Selasa sore (23/2/2021).</p>
<p>Kendati begitu dia tak dapat memastikan kapan hasil olah TKP itu bisa diterima pihaknya. “Bisa jadi 3 mingguan baru selesai. Kalau sudah ada hasil nanti Kapolres akan konferensi pers, undang rekan-rekan wartawan ya,” jelasnya.</p>
<p>Sementara, untuk jumlah saksi yang diperiksa sebanyak 20 orang. Terdiri dari pedagang dan masyarakat yang bermukim di sekitar lokasi kejadian kebakaran. Begitu pun dengan barang bukti masih sama, Yakni 1 CCTv milik pedagang. “Bisa jadi bertambah lagi, kami tidak diam, terus lakukan penyelidikan,” ujar pria ramah tersebut.</p>
<p>Sebelumnya, Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Surabaya mulai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kebakaran Pasar Citra Mas Loktuan, Selasa (16/2/2021) sore.</p>
<p>Olah TKP rampung dalam sehari. Tim Labfor membawa arang, debu, dan kabel dari lokasi. Hasilnya kemudian dibawa ke Surabaya untuk diselidiki. <strong>(*) </strong><strong><br />
</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/hasil-penyelidikan-penyebab-kebakaran-pasar-citra-mas-oleh-tim-labfor-terancam-molor/">Hasil Penyelidikan Penyebab Kebakaran Pasar Citra Mas oleh Tim Labfor Terancam Molor</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lokasi Olah TKP Diprotes Pedagang, Polisi: Itu Titik Awal Api</title>
		<link>https://bontangpost.id/lokasi-olah-tkp-diprotes-pedagang-polisi-itu-titik-awal-api/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yulianti Basri]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2021 08:00:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar citra mas terbakar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=83555</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Beberapa pedagang Pasar Citra Mas Loktuan protes terkait lokasi olah TKP yang dilakukan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri Cabang Surabaya. Mereka menilai itu bukan titik awal api. Ridwan salah seorang saksi sekaligus pedagang sembako menyebut titik awal munculnya api berada di bagian tengah pasar. “Kami bingung. Titik awal muncul dari bagian tengah. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/lokasi-olah-tkp-diprotes-pedagang-polisi-itu-titik-awal-api/">Lokasi Olah TKP Diprotes Pedagang, Polisi: Itu Titik Awal Api</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211; </strong>Beberapa pedagang Pasar Citra Mas Loktuan protes terkait lokasi olah TKP yang dilakukan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri Cabang Surabaya. Mereka menilai itu bukan titik awal api.</p>
<p>Ridwan salah seorang saksi sekaligus pedagang sembako menyebut titik awal munculnya api berada di bagian tengah pasar.</p>
<p>“Kami bingung. Titik awal muncul dari bagian tengah. Tapi yang diperiksa di bagian belakang karena alasannya api muncul dari sana. Ini titik api kedua,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Olah TKP yang dilakukan Selasa (16/2/2021) kemarin dibantu 13 personel dari Polres Bontang. Hanya satu titik menjadi fokus polisi dalam olah TKP ini. Titik tersebut letaknya tak jauh dari pelataran pasar. Sisi kanan depan, los sayur-sembako. Olah TKP oleh Tim Labfor hanya membutuhkan waktu satu hari. Mereka membawa arang, debu, dan kabel dari lokasi. Hasilnya kemudian diperiksa di Surabaya.</p>
<p>Menanggapi itu, Kapolres Bontang AKBP Hanifa Martunas Siringoringo Kasat Reskrim Polres Bontang Iptu Asriadi menyebut, pihaknya telah melakukan olah TKP secara menyeluruh di semua titik. Sebelum pembersihan puing sisa kebakaran dilakukan.</p>
<p>“Sebelum Tim Forensik dari Surabaya datang, tim kami ada 12 orang sudah lebih dulu olah TKP,” katanya.</p>
<p>Penentuan titik api juga tak sembarangan dilakukan. 15 saksi bahkan telah diperiksa. Sejumlah barang bukti diamankan, termasuk CCTv milik pedagang. “Dari pemeriksaan kami, itu adalah titik awal api, kalau saksi mengatakan pernyataan yang berbeda silahkan saja, yang jelas tim kami bekerja di lapangan,” ujarnya.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://bontangpost.id/olah-tkp-hanya-sehari-tim-labfor-ambil-sampel-arang-dari-lokasi-kebakaran/">Olah TKP Hanya Sehari, Tim Labfor Ambil Sampel Arang dari Lokasi Kebakaran</a></strong><strong><br />
</strong></p>
<p>Perihal pembersihan pasar menurutnya, juga merupakan kesepakatan bersama antara pemerintah, maupun pedagang sekitar. Namun, dia memastikan pembersihan tak menghilangkan jejak penyelidikan. “Sehari sebelum dibersihkan, kami sudah olah TKP,” terangnya.</p>
<p>Sebelumnya, musibah kebakaran terjadi di Pasar Citra Mas, Loktuan, Rabu (10/2/2021) sekira pukul 02.30 Wita. Si jago merah menghabisi 447 lapak milih pedagang, dari total 596 pedagang yang mengais rejeki di Pasar Loktuan tersebut. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/lokasi-olah-tkp-diprotes-pedagang-polisi-itu-titik-awal-api/">Lokasi Olah TKP Diprotes Pedagang, Polisi: Itu Titik Awal Api</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Relokasi Pedagang Terhalang Bangunan Pasar yang Belum Rampung</title>
		<link>https://bontangpost.id/relokasi-pedagang-terhalang-bangunan-pasar-yang-belum-rampung/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fitri Wahyuningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2021 05:00:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar citra mas terbakar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=83494</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Pemkot Bontang tak bisa memastikan kapan tepatnya relokasi pedagang korban kebakaran Pasar Citra Mas Loktuan. Pasalnya sejumlah prasarana di gedung pasar baru rupanya belum rampung. Untuk menyelesaikan semua, estimasi waktu dibutuhkan sekira 3-4 bulan. Dibeberkan Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Kadiskop-UKMP) Bontang, Asdar Ibrahim, percepatan finalisasi pembangunan Pasar Taman Citra [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/relokasi-pedagang-terhalang-bangunan-pasar-yang-belum-rampung/">Relokasi Pedagang Terhalang Bangunan Pasar yang Belum Rampung</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211;</strong> Pemkot Bontang tak bisa memastikan kapan tepatnya relokasi pedagang korban kebakaran Pasar Citra Mas Loktuan. Pasalnya sejumlah prasarana di gedung pasar baru rupanya belum rampung. Untuk menyelesaikan semua, estimasi waktu dibutuhkan sekira 3-4 bulan.</p>
<p>Dibeberkan Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Kadiskop-UKMP) Bontang, Asdar Ibrahim, percepatan finalisasi pembangunan Pasar Taman Citra Mas lagi-lagi terhalang anggaran. Rp 2,3 miliar yang bersumber dari APBD belum cair. Padahal dana itu akan digunakan membangun pagar keliling di sisi kiri, depan, dan belakang pasar sepanjang 300 meter. Memasang instalasi air, gapura, dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL).</p>
<p>&#8220;Tahun ini memang untuk penyempurnaan Pasar Taman Citra Mas,&#8221; kata Kadiskop-UKMP Bontang Asdar Ibrahim.</p>
<p>Dalam kalkukasi Diskop-UKMP Bontang, waktu 3-4 bulan untuk menyelesaikan semuanya itu terbilang cepat. Sebagai gambaran, kata Asdar, untuk persiapan masuk lelang saja butuh waktu sekitar 30 hari. Tender, sampai penandatangan kontrak membutuhkan paling tidak sebulan. Pembangunan konstruksi pun 3-4 bulan.</p>
<p>&#8220;Ini masih kami konsultasikan dengan Unit Layanan Pengadaan (ULP),&#8221; katanya.</p>
<p>Pekan ini Diskop-UKMP Bontang akan membentuk panitia relokasi. Pengundian lapak pedagang rencana digelar awal Maret 2021. Sebelum Ramadan pengundian sudah rampung. Sehingga ketika pasar baru benar-benar siap digunakan, pedagang tinggal masuk. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/relokasi-pedagang-terhalang-bangunan-pasar-yang-belum-rampung/">Relokasi Pedagang Terhalang Bangunan Pasar yang Belum Rampung</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Olah TKP Hanya Sehari, Tim Labfor Ambil Sampel Arang dari Lokasi Kebakaran</title>
		<link>https://bontangpost.id/olah-tkp-hanya-sehari-tim-labfor-ambil-sampel-arang-dari-lokasi-kebakaran/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fitri Wahyuningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2021 08:50:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar citra mas terbakar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=83508</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Surabaya mulai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kebakaran Pasar Citra Mas Loktuan, Selasa (16/2/2021) sore. Tim yang berjumlah dua personel ini didatangkan langsung oleh Polres Bontang untuk mengusut penyebab kebakaran di pasar tersebut. Kasat Reskrim Polres Bontang, Iptu Asriadi mengatakan, olah TKP ini sepenuhnya menjadi tugas [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/olah-tkp-hanya-sehari-tim-labfor-ambil-sampel-arang-dari-lokasi-kebakaran/">Olah TKP Hanya Sehari, Tim Labfor Ambil Sampel Arang dari Lokasi Kebakaran</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><strong>bontangpost.id &#8211;</strong> Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Surabaya mulai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kebakaran Pasar Citra Mas Loktuan, Selasa (16/2/2021) sore.</p>
<p class="p1">Tim yang berjumlah dua personel ini didatangkan langsung oleh Polres Bontang untuk mengusut penyebab kebakaran di pasar tersebut.</p>
<p class="p1"><span class="s1">Kasat Reskrim Polres Bontang, Iptu Asriadi mengatakan, olah TKP ini sepenuhnya menjadi tugas tim Labfor Surabaya. Pihaknya, yang turut menerjunkan 13 personel, dan dua kendaraan lapangan, hanya bertugas melakukan pendampingan. Serta membantu sesuai dengan porsinya. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Bukan kami yang olah TKP. Tim Labfor yang bekerja,&#8221; kata Iptu Asriadi ketika disambangi di lokasi TKP, Selasa (16/2/2021) siang. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Tim datang ke lokasi pukul 13.10 Wita. Olah TKP dimulai sekira pukul 13.30 Wita. Hanya satu titik menjadi fokus polisi dalam olah TKP ini. Titik tersebut letaknya tak jauh dari pelataran pasar. Sisi kanan depan, los sayur-sembako. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Titik itu menjadi fokus kepolisian. Sebab berdasar keterangan 15 saksi yang berhasil dihimpun, dari titik itulah api disinyalir bermula. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Adapun 15 saksi yang ditarik keterangannya merupakan pedagang, warga setempat, petugas kebersihan, petugas keamanan, dan dari UPT Pasar. Dalam olah TKP ini, polisi kembali menghadirkan pedagang yang kiosnya masuk dalam titik fokus penyelidikan. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Kan ada 15 saksi. Nah, saksi pedagang kami hadirkan kembali dalam olah TKP ini,&#8221; bebernya. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ketika proses olah TKP dimulai, pagar pembatas seng yang sebelumnya mengelilingi titik fokus penyelidikan dibongkar polisi. Setelahnya dilakukan pengukuran. Beberapa titik pun diberi tanda. Kata Iptu Asriadi, di lokasi itu, petugas sedang mencari titik api. Apakah bukti tumpahan minyak sebagai pemicu api lainnya. Atau korsleting listrik. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Ini lagi mengambil sampel,&#8221; bebernya. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Olah TKP ini rampung dalam sehari. Tim Labfor membawa arang, debu, dan kabel dari lokasi. Hasilnya kemudian dibawa ke Surabaya. &#8220;Doakan semoga hasilnya bisa ke luar pekan ini,&#8221; pungkasnya. <strong>(*) </strong></span></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/olah-tkp-hanya-sehari-tim-labfor-ambil-sampel-arang-dari-lokasi-kebakaran/">Olah TKP Hanya Sehari, Tim Labfor Ambil Sampel Arang dari Lokasi Kebakaran</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Polisi Kembali Panggil 1 Saksi Kebakaran Pasar Citra Mas</title>
		<link>https://bontangpost.id/polisi-kembali-panggil-1-saksi-kebakaran-pasar-citra-mas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yulianti Basri]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2021 06:24:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar citra mas terbakar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=83495</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Polisi kembali memanggil 1 orang saksi untuk dimintai keterangan mengenai kebakaran Pasar Citra Mas Loktuan. Pemanggilan saksi dilakukan, Selasa (16/2/2021) pagi. Saksi merupakan warga sekitar. &#8220;Sekira 30 menit tadi pemeriksaan di Polres,&#8221; ungkap Kapolres Bontang AKBP Hanifa Martunas Siringoringo melalui Kasat Reskrim Polres Bontang Iptu Asriadi. Total saksi yang sudah diperiksa 15 orang. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/polisi-kembali-panggil-1-saksi-kebakaran-pasar-citra-mas/">Polisi Kembali Panggil 1 Saksi Kebakaran Pasar Citra Mas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><strong>bontangpost.id &#8211;</strong> Polisi kembali memanggil 1 orang saksi untuk dimintai keterangan mengenai kebakaran Pasar Citra Mas Loktuan.</p>
<p class="p1"><span class="s1">Pemanggilan saksi dilakukan, Selasa (16/2/2021) pagi. Saksi merupakan warga sekitar.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Sekira 30 menit tadi pemeriksaan di Polres,&#8221; ungkap Kapolres Bontang AKBP Hanifa Martunas Siringoringo melalui Kasat Reskrim Polres Bontang Iptu Asriadi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Total saksi yang sudah diperiksa 15 orang. Kasat Reskrim menyebut tidak menutup kemungkinan saksi akan bertambah.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Bisa jadi, ini kami masih penyelidikan,&#8221; ujarnya. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Saat ini olah TKP sedang dilakukan di lokasi Pasar Citra Mas Loktuan yang terbakar. 2 Tim Laboratorium Forensik Surabaya didatangkan, dibantu 13 personel Polres Bontang.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Mereka lagi ambil sampel, nanti apakah dikirim ke Surabaya atau bagaimana, mohon doanya, tim kami masih bekerja,&#8221; pungkasnya. <strong>(*)</strong></span></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/polisi-kembali-panggil-1-saksi-kebakaran-pasar-citra-mas/">Polisi Kembali Panggil 1 Saksi Kebakaran Pasar Citra Mas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BREAKING NEWS!!! Petugas Laboratorium Forensik Olah TKP Kebakaran Pasar Citra Mas</title>
		<link>https://bontangpost.id/breaking-news-petugas-laboratorium-forensik-olah-tkp-kebakaran-pasar-citra-mas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fitri Wahyuningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2021 05:45:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar citra mas terbakar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=83489</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id – Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri Cabang Surabaya mulai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi awal diduga api menyala di Pasar Citra Mas, Selasa (16/2/2021) siang. Kasat Reskrim Polres Bontang Iptu Asriadi yang melakukan pengawalan mengatakan Tim Labfor tiba di lokasi sekira pukul 13.10 Wita. Dari polres, ada 13 petugas diterjunkan. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/breaking-news-petugas-laboratorium-forensik-olah-tkp-kebakaran-pasar-citra-mas/">BREAKING NEWS!!! Petugas Laboratorium Forensik Olah TKP Kebakaran Pasar Citra Mas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id –</strong> Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri Cabang Surabaya mulai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi awal diduga api menyala di Pasar Citra Mas, Selasa (16/2/2021) siang.</p>
<p><span class="s1">Kasat Reskrim Polres Bontang Iptu Asriadi</span> yang melakukan pengawalan mengatakan Tim Labfor tiba di lokasi sekira pukul 13.10 Wita. Dari polres, ada 13 petugas diterjunkan. Sementara dari Labfor sebanyak 2 orang. Ada pula dua mobil diterjunkan di lapangan. &#8220;Kira-kira total ada 15 yang turun,&#8221; katanya.</p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, olah TKP masih berlangsung. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/breaking-news-petugas-laboratorium-forensik-olah-tkp-kebakaran-pasar-citra-mas/">BREAKING NEWS!!! Petugas Laboratorium Forensik Olah TKP Kebakaran Pasar Citra Mas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
