<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pasar tradisional Bontang Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/pasar-tradisional-bontang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/pasar-tradisional-bontang/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Apr 2026 05:24:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>Pasar tradisional Bontang Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/pasar-tradisional-bontang/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Uji Coba Parkir Nontunai di Pasar Bontang Dimulai, Pembayaran Tunai Tetap Ada</title>
		<link>https://bontangpost.id/uji-coba-parkir-nontunai-di-pasar-bontang-dimulai-pembayaran-tunai-tetap-ada/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dwi Kurniawan Nugroho]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Apr 2026 06:22:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar tradisional Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[pembayaran nontunai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=148869</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Bontang – Pemerintah Kota Bontang resmi memulai uji coba sistem parkir nontunai di tiga pasar utama sejak 1 April 2026. Program ini akan berlangsung selama dua bulan hingga akhir Mei. Meski sistem nontunai diterapkan, masyarakat tetap dapat melakukan pembayaran tunai. Kepala DKUMPP Bontang, Eko Arisandi, menegaskan hal ini untuk memudahkan pengunjung yang belum terbiasa [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/uji-coba-parkir-nontunai-di-pasar-bontang-dimulai-pembayaran-tunai-tetap-ada/">Uji Coba Parkir Nontunai di Pasar Bontang Dimulai, Pembayaran Tunai Tetap Ada</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="389" data-end="590"><strong>BONTANGPOST.ID, Bontang –</strong> Pemerintah Kota Bontang resmi memulai uji coba sistem parkir nontunai di tiga pasar utama sejak 1 April 2026. Program ini akan berlangsung selama dua bulan hingga akhir Mei.</p>
<p data-start="592" data-end="809">Meski sistem nontunai diterapkan, masyarakat tetap dapat melakukan pembayaran tunai. Kepala DKUMPP Bontang, Eko Arisandi, menegaskan hal ini untuk memudahkan pengunjung yang belum terbiasa dengan pembayaran digital.</p>
<p data-start="811" data-end="942">“Selama uji coba, pembayaran tunai tetap kami sediakan agar semua pengunjung bisa menyesuaikan diri,” ujar Eko, Jumat (3/4/2026).</p>
<p data-start="944" data-end="1198">Penerapan dilakukan secara bertahap dengan adanya petugas di tiap pasar untuk membantu dan memberi edukasi mengenai penggunaan sistem nontunai. Pedagang yang sudah membayar retribusi lapak diberikan kartu akses gratis agar mobilitas mereka lebih mudah.</p>
<p data-start="1200" data-end="1423">Beberapa opsi nontunai tersedia, termasuk QRIS, kartu parkir (tap), dan dompet digital seperti ShopeePay. Selama dua bulan uji coba, pihak DKUMPP akan mengevaluasi efektivitas sistem serta kendala yang muncul di lapangan.</p>
<p data-start="1425" data-end="1600">Meski beberapa pengunjung mendukung langkah modernisasi, mereka berharap pembayaran tunai tetap tersedia, terutama bagi lansia atau pengunjung yang hanya membawa uang tunai.</p>
<p data-start="1602" data-end="1753">“Bagus ada sistem nontunai, tapi tetap harus ada tunai. Tidak semua orang paham teknologi,” ujar Selvi, salah satu pengunjung Pasar Taman Rawa Indah.<strong> (*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/uji-coba-parkir-nontunai-di-pasar-bontang-dimulai-pembayaran-tunai-tetap-ada/">Uji Coba Parkir Nontunai di Pasar Bontang Dimulai, Pembayaran Tunai Tetap Ada</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ratusan Kios Pasar di Bontang Disegel, Pedagang Sebut Tak Ada Koordinasi</title>
		<link>https://bontangpost.id/ratusan-kios-pasar-di-bontang-disegel-pedagang-sebut-tak-ada-koordinasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Jelita Nur Khasanah]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Jun 2024 07:02:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar tradisional Bontang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=127271</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Para pedagang di Pasar Taman Citra Mas Loktuan mengeluhkan lapak yang disegel. Salah seorang pedagang Edi Setiawan mengatakan, lapaknya yang berada di lantai dua disegel tanpa sepengetahuannya. &#8220;Disegel juga di siang hari, saat kebanyakan pedagang sudah pulang,&#8221; katanya. Ia menuturkan bila telah menyewa lapak di lantai satu. Keputusan tersebut diambil karena sepinya pembeli [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/ratusan-kios-pasar-di-bontang-disegel-pedagang-sebut-tak-ada-koordinasi/">Ratusan Kios Pasar di Bontang Disegel, Pedagang Sebut Tak Ada Koordinasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211;</strong> Para pedagang di Pasar Taman Citra Mas Loktuan mengeluhkan lapak yang disegel.</p>
<p>Salah seorang pedagang Edi Setiawan mengatakan, lapaknya yang berada di lantai dua disegel tanpa sepengetahuannya.</p>
<p>&#8220;Disegel juga di siang hari, saat kebanyakan pedagang sudah pulang,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia menuturkan bila telah menyewa lapak di lantai satu. Keputusan tersebut diambil karena sepinya pembeli saat ia berjualan di lantai dua.</p>
<p>&#8220;Sudah sekitar empat bulan saya menyewa di sini (lantai satu). Kalau di lantai dua sebelumnya sudah lebih dari setahun,&#8221; tutur dia.</p>
<p>Adapun ia menyebut, penyegelan di lapaknya yang berada di lantai dua dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya.</p>
<p>Padahal, di lapak tersebut masih ada barang-barang yang belum dipindahkan.</p>
<p>&#8220;Itu yang saya pertanyakan. Kenapa harus disegel, masih ada barang kami di atas (lantai dua). Kami kan aktif berjualan, berjuang dari awal pindah,&#8221; sebut dia.</p>
<p>Ia pun menyayangkan hal tersebut. Mestinya, ada koordinasi lebih lanjut bila memang ada lapak yang ingin disegel.</p>
<p>&#8220;Setidaknya duduk bersama untuk membahas,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Dikonfirmasi Kepala UPT Pasar Kota Bontang Nurfaidah, seluruh regulasi penyegelan sejatinya telah sesuai dengan aturan yang berlaku.</p>
<p>Jika demikian, pihaknya membantah bila ada lapak pedagang yang disegel tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.</p>
<p>&#8220;Kami sudah berikan surat peringatan, bahkan sampai tiga kali,&#8221; ujar dia.</p>
<p>Setiap kali surat peringatan diterbitkan, diberikan waktu satu pekan untuk kembali mengisi lapak.</p>
<p>Oleh sebab itu, menurutnya tidak mungkin bila pedagang tidak mengetahui adanya surat pemberitahuan yang dilayangkan.</p>
<p>&#8220;Enggak mungkin (tidak tahu). Masalahnya ada juga pedagang yang malah tidak menggubris surat yang sudah diterbitkan,&#8221; sebutnya.</p>
<p>Lebih lanjut, ia mengungkapkan tak jarang lapak yang sebelumnya ditempati pedagang, diisi oleh barang-barang.</p>
<p>&#8220;Seakan-akan masih berjualan, supaya tidak disegel. Ini yang juga akan kami evaluasi dalam tiga bulan ke depan,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Diketahui, UPT Pasar melayangkan surat teguran kepada lapak pedagang yang kosong beberapa waktu lalu.</p>
<p>Tercatat, ada 851 kios di Pasar Taman Rawa Indah yang mendapat teguran. Kemudian 31 kios di Pasar Taman Telihan.</p>
<p>Sementara di kios di Pasar Taman Citra Mas Loktuan masih dalam tahap evaluasi.</p>
<p>&#8220;Dari catatan terakhir, surat teguran ketiga diberikan kepada 84 kios,&#8221; pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/ratusan-kios-pasar-di-bontang-disegel-pedagang-sebut-tak-ada-koordinasi/">Ratusan Kios Pasar di Bontang Disegel, Pedagang Sebut Tak Ada Koordinasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
