<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pembangunan Pasar Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/pembangunan-pasar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/pembangunan-pasar/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Oct 2018 14:33:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>Pembangunan Pasar Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/pembangunan-pasar/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Warga Keluhkan Banjir Selutut Dewasa</title>
		<link>https://bontangpost.id/warga-keluhkan-banjir-selutut-dewasa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Oct 2018 03:54:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[banjir]]></category>
		<category><![CDATA[bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Pembangunan Pasar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=51160</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANG – Warga RT 48 Loktuan mengeluhkan keadaan permukimannya yang selalu diserang banjir saat hujan turun. Andi Arif selaku Ketua RT mengatakan, ketinggian air pun mencapai lutut orang dewasa. Kondisi diperparah dengan material lumpur yang ikut terbawa aliran air. “Jadi bukan hanya air saja tetapi lumpur juga penuh di parit,” kata Andi. Dikatakannya, keadaan ini [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/warga-keluhkan-banjir-selutut-dewasa/">Warga Keluhkan Banjir Selutut Dewasa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BONTANG – Warga RT 48 Loktuan mengeluhkan keadaan permukimannya yang selalu diserang banjir saat hujan turun. Andi Arif selaku Ketua RT mengatakan, ketinggian air pun mencapai lutut orang dewasa. Kondisi diperparah dengan material lumpur yang ikut terbawa aliran air. “Jadi bukan hanya air saja tetapi lumpur juga penuh di parit,” kata Andi.</p>
<p>Dikatakannya, keadaan ini mulai terjadi pascapembangunan pasar semi modern Loktuan atau akhir tahun lalu. Bagian samping kiri bangunan kondisinya longsor. Upaya koordinasi pun telah dilakukan dengan perusahaan di sekitar. “Perusahaan siap melakukan pembuangan lumpur akibat longsor ini,” tuturnya.</p>
<p>Andi pun berujar sempat melakukan pengumpulan tanda tangan warga untuk meminta pembangunan difokuskan kepada penanggulangan bencana ini. Namun justru pihak kontraktor mengerjakan penurapan di sisi kanan bangunan.</p>
<p>Warga pun tidak tinggal diam, kegiatan kerja bakti pun terus dilakukan. Namun hal tersebut kurang maksimal karena setelah itu bencana kembali menimpa. “Kerja bakti terus kami lakukan namun satu bulan kembali lagi,” tuturnya.</p>
<p>Sementara Kasi Perdagangan Dalam Negeri dan Meteorologi Legal Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (Diskop-UKMP) <em>Doddy Rosdian</em><em> mengatakan, upaya penanggulangan bencana longsor dan banjir di lokasi tersebut bakal dilaksanakan. </em></p>
<p><em>Tahun ini, pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) telah mengalokasikan sejumlah Rp 9 miliar. </em>Nantinya seluruh sisi dari bangunan pasar akan dilakukan pembangunan pagar keliling. Tentunya sesuai dengan batas lahan yang telah dibebaskan. “Tahun ini ada pemancangan pagar mengelilingi bangunan pasar ini,” kata Doddy.</p>
<p>Tak hanya itu, pembuatan parit juga akan dilakukan tahun depan. Namun hingga kini Diskop-UKMP belum mengetahui besaran dari penganggarannya. Upaya ini pun dirasa mampu untuk menanggulangi potensi bencana yang dialami oleh RT 48 Loktuan.</p>
<p>Sebelumnya diberitakan, gabungan komisi DPRD melakukan inspeksi mendadak (sidak) sehubungan keluhan warga tersebut. Wakil Ketua DPRD Faisal pun menuturkan dengan adanya program peembangunan pagar ini mampu menjawab keresahan warga selama ini.</p>
<p>“Warga mengira hanya sebatas satu sisi bangunan. Tetapi dengan rencana proyek pembangunan pagar ini, kekhawatiran masyarakat sudah terjawab,” pungkas Faisal. <strong>(ak)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/warga-keluhkan-banjir-selutut-dewasa/">Warga Keluhkan Banjir Selutut Dewasa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lanjutan Pembangunan Pasar Rawa Indah Dikawal Polisi</title>
		<link>https://bontangpost.id/lanjutan-pembangunan-pasar-rawa-indah-dikawal-polisi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Sep 2018 22:25:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Pembangunan Pasar]]></category>
		<category><![CDATA[rawa indah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=48417</guid>

					<description><![CDATA[<p>LANJUTAN pembangunan Pasar Rawa Indah harus dikawal oleh aparat kepolisian dari Polres Bontang. Pasalnya, pihak pemborong berebut untuk memulai pekerjaan. Sehingga untuk menghindari bentrokan, pembangunan pasar didampingi aparat keamanan. Kepala Dinas PU-PRK Bontang Tavip Nugroho mengatakan, pihak kontraktor khawatir jika langsung bekerja dan terjadi bentrokan. Sehingga untuk mengantisipasi, pihaknya meminta pendampingan dari aparat kepolisian. Meskipun [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/lanjutan-pembangunan-pasar-rawa-indah-dikawal-polisi/">Lanjutan Pembangunan Pasar Rawa Indah Dikawal Polisi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LANJUTAN</strong> pembangunan Pasar Rawa Indah harus dikawal oleh aparat kepolisian dari Polres Bontang. Pasalnya, pihak pemborong berebut untuk memulai pekerjaan. Sehingga untuk menghindari bentrokan, pembangunan pasar didampingi aparat keamanan.</p>
<p>Kepala Dinas PU-PRK Bontang Tavip Nugroho mengatakan, pihak kontraktor khawatir jika langsung bekerja dan terjadi bentrokan. Sehingga untuk mengantisipasi, pihaknya meminta pendampingan dari aparat kepolisian. Meskipun sudah ada Bhabinkamtibmas serta Babinsa Kelurahan Tanjung Laut Indah, namun Tavip meminta tambahan personel. “Kami tak ingin ada hal-hal yang tidak diinginkan. Ini sebenarnya ketakutan para pemborong, mereka nanti takutnya bukannya kerja tetapi malah mengurus orang kelahi,” jelas Tavip saat ditemui di acara sidak bersama Wali Kota Bontang di Stadion Bessai Berinta, Rabu (6/9) kemarin.</p>
<p>Kata dia, terkait pembangunan Pasar Rawa Indah memang sudah didampingi oleh Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah, dan Pembangunan Daerah (TP4D). Namun itu hanya pada proses dan pelaksanaannya. “Memang sempat ada rebutan antar dua pihak pemborong yang akan memasang pagar <em>safety</em>, dan hanya pagar yang diributkan,” terang Tavip.</p>
<p>Rebutan pekerjaan itulah, lanjut Tavip yang menghambat pembangunan Pasar Rawa Indah. “Kalau Kapolres sudah memberikan timnya maka pengerjaan fisik akan bisa dimulai,” ujarnya.</p>
<p>Bahkan, Tavip optimistis ketika pengerjaan fisik dilakukan, hanya membutuhkan waktu sekira tujuh bulan.</p>
<p>Sementara itu, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni meminta agar Dinas PU-PRK segera menyelesaikan permasalahan Pasar Rawa Indah. Mengingat pasar sementara Rawa Indah sudah tak layak karena banyak kebocoran yang menimbulkan banjir. “Pokoknya bagaimana PU agar pembangunannya bisa cepat dilanjutkan, kasihan para pedagang,” pintanya. (mga)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/lanjutan-pembangunan-pasar-rawa-indah-dikawal-polisi/">Lanjutan Pembangunan Pasar Rawa Indah Dikawal Polisi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemkot Bakal Buka Pasar Baru </title>
		<link>https://bontangpost.id/pemkot-bakal-buka-pasar-baru/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Jul 2018 03:31:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[Metro Samarinda]]></category>
		<category><![CDATA[Pembangunan Pasar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=44837</guid>

					<description><![CDATA[<p>SAMRINDA – Maraknya sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di sejumlah titik di Kota Tepian memang selalu menjadi sorotan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. Pasalnya, setelah ditertibkan oleh instansi terkait, jika dirasa telah aman, para PKL ini akan kembali berjualan di pinggir jalan. Sehingga dipandang perlunya sebuah terobosan untuk menertibkan PKL secara permanen agar tidak menjamuri setiap [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pemkot-bakal-buka-pasar-baru/">Pemkot Bakal Buka Pasar Baru </a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SAMRINDA – Maraknya sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di sejumlah titik di Kota Tepian memang selalu menjadi sorotan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. Pasalnya, setelah ditertibkan oleh instansi terkait, jika dirasa telah aman, para PKL ini akan kembali berjualan di pinggir jalan. Sehingga dipandang perlunya sebuah terobosan untuk menertibkan PKL secara permanen agar tidak menjamuri setiap sudut kota.</p>
<p>Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Samarinda, Adriyani mengatakan, pihaknya siap menampung PKL agar berjualan ke dalam pasar. Namun, yang menjadi kendala saat ini adalah lapak yang menjadi kewenangan Pemkot Samarinda telah penuh. Walaupun ada lapak kosong, itu milik pihak ketiga. Sehingga ia khawatir biaya sewa lapak akan memberatkan pedagang.</p>
<p>“Biaya sewa menyewa itulah yang memberatkan pedagang. Karena pihak ketiga ini memiliki standar harga sendiri,&#8221; tutur dia, belum lama ini.</p>
<p>Mengenai terobosan pusat PKL, Adriyani mengatakan, ia tidak bisa berbicara banyak karena saat ini pihaknya masih fokus masalah penataan pasar. Walaupun demikian, tahun ini pihaknya akan membangun pasar baru di dekat Rusunawa Harapan Baru. Pembangunan ini sendiri mendapat bantuan anggaran dari pusat berupa dana alokasi khusus (DAK).</p>
<p>&#8220;Pedagang di Harapan Baru akan kami tarik untuk menempati pasar itu. Nanti jika masih ada lapak yang kosong, kemungkinan PKL bisa kami arahkan ke sana,&#8221; ujar Adriyani.</p>
<p>Untuk saat ini, pembangunan pasar tersebut sudah masuk proses lelang. Anggaran yang digelontorkan pun mencapai Rp 5,8 miliar. Dan  pasar baru yang akan dibangun itu memiliki tipe D.</p>
<p>“Jadi pasar tipe D ini memiliki kapasitas 150 pedagang, seperti pasar di Bengkuring, Kemuning dan Lok Bahu. Berbeda lagi dengan Pasar Pagi dan Pasar Segiri yang merupakan tipe A. Pasar tipe A dapat menampung hingga 500 pedagang,” ungkapnya .</p>
<p>Selain di Harapan Baru, pihaknya juga  mengusulkan pembangunan pasar dengan tipe D di kawasan Suryanata yang akan ditarget 2019 mendatang. &#8220;Semoga disetujui pemerintah pusat. Karena Pemkot Samarinda sedang defisit. Jadi kami berupaya melalui bantuan dari pusat,&#8221; tutup Adriyani. <strong>(*/dev)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pemkot-bakal-buka-pasar-baru/">Pemkot Bakal Buka Pasar Baru </a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pembangunan Pasar Dihalangi Oknum Warga </title>
		<link>https://bontangpost.id/pembangunan-pasar-dihalangi-oknum-warga/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Mar 2018 03:52:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Pembangunan Pasar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=35269</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANG – Pengerjaan proyek lanjutan pembangunan Pasar Rawa Indah akan segera dimulai. Namun, di awal pembangunan kontraktor mendapat hambatan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang Tavip Nugroho mengatakan, Terdapat oknum warga yang menghalangi pihak kontraktor saat melakukan pengukuran untuk pendirian pagar. “Kontraktor hendak mengukur lahan untuk pendirian pagar, tapi sudah dipermasalahkan,” [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pembangunan-pasar-dihalangi-oknum-warga/">Pembangunan Pasar Dihalangi Oknum Warga </a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BONTANG – Pengerjaan proyek lanjutan pembangunan Pasar Rawa Indah akan segera dimulai. Namun, di awal pembangunan kontraktor mendapat hambatan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang Tavip Nugroho mengatakan, Terdapat oknum warga yang menghalangi pihak kontraktor saat melakukan pengukuran untuk pendirian pagar.</p>
<p>“Kontraktor hendak mengukur lahan untuk pendirian pagar, tapi sudah dipermasalahkan,” kata Tavip saat menghadiri rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPRD, Senin (26/3) lalu.</p>
<p>Tavip mengatakan, oknum warga tersebut diduga pihak yang sebelumnya bersengketa terkait kepemilikan lahan. Padahal secara legal sudah diputuskan Mahkamah Agung (MA) dan dimenangkan oleh Pemkot Bontang.</p>
<p>Tak mau berpolemik lama sehingga menghambat pengerjaan, diputuskan untuk membentuk tim monitoring. Tim tersebut melibatkan UPT pasar, kelurahan, Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas. “Dalam satu dua hari membentuk tim monitoring. Agendanya berupa mengadakan sosialisasi dengan warga sekitar,” ucap Tavip.</p>
<p>Bukan terkait itu saja, tim ini nantinya juga akan mendata hunian dalam radius 100 meter dari lokasi pengerjaan. Bentuknya berupa pendokumentasian rumah warga pra dan pasca pengerjaan.</p>
<p>“Sehingga nantinya tidak ada warga yang mengaku rumahnya rusak akibat adanya getaran saat proyek berlangsung,” paparnya.</p>
<p>Sementara itu Project Manager PT Sasmito yang merupakan pemenang proyek, Arfiono, membenarkan terjadi gangguan saat karyawannya melakukan pengukuran. Tujuan pendirian pagar guna memberikan batas supaya tidak terganggu dari pihak lain. “Terutama saat nanti sudah ada alat berat yang masuk,” kata Arfiono.</p>
<p>Lantas, ia meminta bantuan kepada Dinas PUPRK untuk menyelesaikan masalah ini. Dikarenakan gangguan dapat menyebabkan pengerjaan menjadi tersendat. “Kami minta untuk lahan lokasi bisa steril,” pungkasnya. (ak)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pembangunan-pasar-dihalangi-oknum-warga/">Pembangunan Pasar Dihalangi Oknum Warga </a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pembangunan Pasar Rawa Indah Dilanjutkan</title>
		<link>https://bontangpost.id/pembangunan-pasar-rawa-indah-dilanjutkan-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Mar 2018 03:54:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Pembangunan Pasar]]></category>
		<category><![CDATA[rawa indah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=33613</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANG – Pasar Rawa Indah mulai dilanjutkan pembangunannya tahun ini. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang sudah mendapat pemenang lelang dan akan segera bekerja. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas PUPRK Bontang, Tavip Nugroho. Disebutkan bahwa pemenang lelang lanjutan pembangunan Pasar Rawa Indah ini yakni PT Sasmito. “Pemenang mulai bekerja sejak 27 Februari [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pembangunan-pasar-rawa-indah-dilanjutkan-2/">Pembangunan Pasar Rawa Indah Dilanjutkan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BONTANG – Pasar Rawa Indah mulai dilanjutkan pembangunannya tahun ini. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang sudah mendapat pemenang lelang dan akan segera bekerja.</p>
<p>Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas PUPRK Bontang, Tavip Nugroho. Disebutkan bahwa pemenang lelang lanjutan pembangunan Pasar Rawa Indah ini yakni PT Sasmito.</p>
<p>“Pemenang mulai bekerja sejak 27 Februari 2018 hingga 24 Februari 2019,” jelas Tavip, Rabu (7/3) kemarin.</p>
<p>Saat ini, kontraktor pun mulai melakukan pengerjaan dengan mobilisasi beberapa pegawai termasuk alat-alat kerjanya. Berbagai persiapan lain pun dilakukan. Hanya saja, kontraktor pelaksana terkendala area pasar yang belum steril. Mengingat pengerjaan proyek ini dimulai dari awal pemancangan lagi.</p>
<p>“Kami sudah melapor ke bu wali, terkait pedagang di pinggir atau sekitar lokasi bangunan pasar agar segera disterilkan. Karena kami mengharapkan mereka segera bergeser agar tidak mengganggu area kerja lanjutan pembangunan pasar,” ungkapnya.</p>
<p>Sterilisasi area merupakan permintaan kontraktor, sehingga Tavip pun sudah berkoordinasi dengan UPT Pasar dari Disperindagkop Bontang. Mengingat para pedagang merupakan tanggung jawab UPT pasar, pihak Dinas PUPRK Bontang pun sudah melayangkan surat resmi menginformasikan bahwa pasar akan segera dibangun kembali. “Tak hanya UPT pasar, kami juga sudah menginformasikan kepada Camat, dan lurah setempat. Tetapi dari UPT pasar belum ada jawaban,” terang dia.</p>
<p>Tavip sendiri meminta agar pengerjaan Pasar Rawa Indah, yang sudah lama dinanti-nantikan warga Bontang segera dikerjakan, mengingat masa kerja hanya sebentar yakni hanya 365 hari saja.</p>
<p>“Harapannya waktu yang tidak terlalu panjang dan tidak terlalu lama ini, bisa digunakan kontraktor dengan sebaik-baiknya. Saya juga mengharap kan agar pelaksana memanfaatkan waktu se-efesien mungkin. Karena ada cuaca yang ekstrem dan saya juga berharap, mereka menyiapkan segala sesuatunya dengan tepat, baik manusianya maupun alatnya,” pintanya.</p>
<p>Tavip menambahkan, kemungkinan dua bulan ke depan aktivitas proyek pembangunan pasar Rawa Indah sudah mulai ramai.</p>
<p>“Mereka sekarang sudah punya mes di HOP, untuk karyawan, dan saya lihat sudah mulai mendirikan direksi kit di pasar. Semoga pengerjaannya berjalan lancar dan selesai sesuai kontrak,” pungkasnya. (mga)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pembangunan-pasar-rawa-indah-dilanjutkan-2/">Pembangunan Pasar Rawa Indah Dilanjutkan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fasilitas Pengelolaan Limbah Belum Ada, Tapi Gencar Pembangunan Pasar </title>
		<link>https://bontangpost.id/fasilitas-pengelolaan-limbah-belum-ada-tapi-gencar-pembangunan-pasar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Mar 2018 03:03:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Pembangunan Pasar]]></category>
		<category><![CDATA[pengolahan limbah]]></category>
		<category><![CDATA[Sangatta Post]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=33360</guid>

					<description><![CDATA[<p>SANGATTA &#8211; Pemerintah Kabupaten Kutai Timur memang terus berupaya mencapai target pembangunan lima pasar per tahun, namun hingga saat ini tak ada pengelolaan limbah di seluruh pasar Kutim. Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kutim, Edward saat diwawancarai usai forum coffe morning di Kantor Bupati, Senin (5/3). Dirinya mengungkapkan bahwa pengelolaan pasar [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/fasilitas-pengelolaan-limbah-belum-ada-tapi-gencar-pembangunan-pasar/">Fasilitas Pengelolaan Limbah Belum Ada, Tapi Gencar Pembangunan Pasar </a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SANGATTA &#8211; Pemerintah Kabupaten Kutai Timur memang terus berupaya mencapai target pembangunan lima pasar per tahun, namun hingga saat ini tak ada pengelolaan limbah di seluruh pasar Kutim. Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kutim, Edward saat diwawancarai usai forum coffe morning di Kantor Bupati, Senin (5/3).</p>
<p>Dirinya mengungkapkan bahwa pengelolaan pasar sudah disepakati menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPT), berdasarkan ketetapan Undang-Undang.</p>
<p>&#8220;Semua sistem pengelola pasar sekarang sudah menjadi UPT. Kami hanya melakukan semua sesuai dengan peraturan perundang-undangan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Lebih lanjut dia mengungkapkan kucuran dana dari Pemerintah Provinsi Kaltim, hingga saat ini tak ada perolehan sama sekali. Dengan dalih terlambat membuat program sehingga tak sempat mengajukan ke Pemprov.</p>
<p>&#8220;Dari provinsi kita belum mendapat dana. Hal tersebut karena keterlambatan mengajukan program. Sehingga lambat pula dikonfirmasi,&#8221; paparnya.</p>
<p>Sementara itu, Edward mengungkapkan bahwa dari keseluruhan pasar yang telah dibangun pada 2017 lalu. Pasar di kutim masuk pada 100 peringkat terbaik, yakni berada di Rantau Pulung dan akan diresmikan oleh presiden dalam waktu dekat.</p>
<p>&#8220;Kabar membahagiakan bagi warga Kutim, pasalnya dari ribuan pasar yang ada. Kutim menduduki peringkat 100 besar menjadi kategori pasar terbaik. Prestasi yang cukup membanggakan,&#8221; kata Edward.</p>
<p>Namun dirinya menyayangkan karena ada beberapa pasar yang seharusnya dibangun dengan anggaran Rp 14 miliar rupiah, namun hanya diberikan dana sekira Rp 5 lima miliar. Sehingga hal tersebut berimbas kepada pembangunan pasar yang dipaksakan. Dimana seharusnya yang dibangun adalah pasar tipe A, namun hanya dibuat tipe B. Hal tersebut dilakukan demi menyelamatkan program 5.000 pasar di Indonesia.</p>
<p>&#8220;Seharusnya memang membangun pasar tipe A. Tapi anggaran yang sedang kita alami tidak stabil seperti tahun sebelumnya. Defisit menjadi kendala pembangunan. Sehingga kita hanya dapat membangun pasar tipe B,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Sementara itu saat dirinya ditanyai mengenai pengelolaan air dan limbah pasar, Edward mengungkapkan bahwa hal tersebut memang menjadi kendala, karna dengan anggaran terbatas tentunya hal tersebut tidak terpenuhi. Dia berharap perolehan dana hibah untuk menutupi keterbatasan tersebut. Dirinya juga tak menyangkal kalau semua pasar di Kutim tak memiliki pengelolaan limbah dan air.</p>
<p>&#8220;Hampir semua pasar kita belum ada pengelolaan limbahnya. Hal tersebut menjadi tuntutan yang harus diperhatikan. Kami akan mengupayakan agar seluruh pasar di Kutim dapat mengelola limbah dengan baik&#8221; tutupnya. (*/la)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/fasilitas-pengelolaan-limbah-belum-ada-tapi-gencar-pembangunan-pasar/">Fasilitas Pengelolaan Limbah Belum Ada, Tapi Gencar Pembangunan Pasar </a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
