<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Penanganan sampah Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/penanganan-sampah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/penanganan-sampah/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Mar 2023 02:36:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>Penanganan sampah Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/penanganan-sampah/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kurangi Sampah, Ini Empat Cara Mudah Terapkan Gaya Hidup Guna Ulang</title>
		<link>https://bontangpost.id/kurangi-sampah-ini-empat-cara-mudah-terapkan-gaya-hidup-guna-ulang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Mar 2023 02:33:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Penanganan sampah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=111425</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Tumpukan sampah kini sudah tak terkontrol. Kendati mendapat penghargaan Adipura Kencana, tumpukan sampah tetap berserakan bahkan di pinggir jalan protokol Bontang. Hal ini terjadi, semenjak Dinas Lingkungan Hidup mulai menarik seluruh tong sampah di ruas jalan. Dengan kondisi tersebut, masyarakat harus kembali mempertimbangkan gaya hidup hariannya. Salah satunya dengan mencoba gaya hidup guna [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/kurangi-sampah-ini-empat-cara-mudah-terapkan-gaya-hidup-guna-ulang/">Kurangi Sampah, Ini Empat Cara Mudah Terapkan Gaya Hidup Guna Ulang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211;</strong> Tumpukan sampah kini sudah tak terkontrol. Kendati mendapat penghargaan Adipura Kencana, tumpukan sampah tetap berserakan bahkan di pinggir jalan protokol Bontang. Hal ini terjadi, semenjak Dinas Lingkungan Hidup mulai menarik seluruh tong sampah di ruas jalan.</p>
<p>Dengan kondisi tersebut, masyarakat harus kembali mempertimbangkan gaya hidup hariannya. Salah satunya dengan mencoba gaya hidup guna ulang.</p>
<p>&#8220;Gaya hidup guna ulang adalah gaya hidup yang menjalankan prinsip pakai-habiskan-kembalikan,&#8221; ujar Executive Director Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) Tiza Mafira dalam konferensi pers di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, akhir Februari lalu.<strong><br />
</strong></p>
<p>Prinsip tersebut, lanjut Tiza, direplikasi terhadap cara masyarakat mengonsumsi produk rumah tangga lainnya. Tujuannya, tentu agar sampah yang dihasilkan jadi lebih sedikit.</p>
<p>Tiza juga kemudian menjelaskan beberapa cara mudah untuk menerapkan gaya hidup guna ulang, yakni <em>refill at home</em>, <em>refill on the go</em>, <em>return at home</em>, dan <em>return on the go</em>.</p>
<p><strong>Baca juga; <a href="https://bontangpost.id/polemik-penarikan-tong-sampah-dlh-sulit-ubah-kebiasaan-masyarakat/">Polemik Penarikan Tong Sampah, DLH; Sulit Ubah Kebiasaan Masyarakat</a></strong></p>
<p><strong>Baca juga; </strong><strong><a href="https://bontangpost.id/soal-penanganan-sampah-dlh-bontang-berencana-tambah-tpst/">Soal Penanganan Sampah, DLH Bontang Berencana Tambah TPST</a></strong></p>
<p><em><strong>1. Refill at home</strong></em></p>
<p>Cara ini dilakukan dengan menerapkan isi ulang dari rumah. Misalnya, menggunakan piring sendiri atau gelas sendiri saat penjual makanan gerobak ataupun sedang lewat di depan rumah.</p>
<p><em><strong>2. Refill on the go</strong></em></p>
<p>Metode ini adalah metode isi ulang dengan membawa wadah makan atau minum sendiri saat bepergian. Metode ini juga bisa dilakukan dengan membawa wadah saat belanja ke bulk store.</p>
<p>Bulk store adalah toko yang sudah menerapkan konsep<em> zero waste</em>. Produk yang dijual sama dengan toko-toko pada umumnya, di mana menjual berbagai kebutuhan dasar, seperti minyak, sabun, sampo, makanan ringan, dan lain-lain.</p>
<p><em><strong>3. Return at home</strong></em></p>
<p><em>Return at home</em> adalah metode pengembalian wadah yang telah digunakan dari rumah. Tanpa repot, wadah yang telah digunakan di rumah akan dijemput oleh produsen atau restoran-restoran yang menyediakan wadah tersebut. Wadah kemudian akan disanitasi dan diisi ulang oleh mereka sendiri dan didistribusikan kembali.</p>
<p><em><strong>4. Return on the go</strong></em></p>
<p><em>Return on the go</em> merupakan opsi di mana konsumen selagi bepergian bisa mengunjungi drop box yang telah disediakan untuk mengembalikan wadah yang sudah digunakan. <strong>(cnn)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/kurangi-sampah-ini-empat-cara-mudah-terapkan-gaya-hidup-guna-ulang/">Kurangi Sampah, Ini Empat Cara Mudah Terapkan Gaya Hidup Guna Ulang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Biaya BBM Penanganan Sampah Membengkak, Dewan Sebut Tak Masalah</title>
		<link>https://bontangpost.id/biaya-bbm-penanganan-sampah-membengkak-dewan-sebut-tak-masalah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Mar 2023 02:29:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Penanganan sampah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=111236</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id – Pemkot Bontang berhasil mendapatkan Piala Adipura Kencana 2022. Namun demikian penanganan sampah masih menyisakan permasalahan. Sebab saat ini warga harus membuang sampah ke tempat pengolahan sampah terpadu (TPST). Padahal sebelumnya tempat pembuangan disediakan di tepi jalan yang menjadi rute pengambilan oleh truk sampah. Menanggapi itu, Wakil Ketua DPRD Agus Haris mengatakan memang untuk [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/biaya-bbm-penanganan-sampah-membengkak-dewan-sebut-tak-masalah/">Biaya BBM Penanganan Sampah Membengkak, Dewan Sebut Tak Masalah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id –</strong> Pemkot Bontang berhasil mendapatkan Piala Adipura Kencana 2022. Namun demikian penanganan sampah masih menyisakan permasalahan. Sebab saat ini warga harus membuang sampah ke tempat pengolahan sampah terpadu (TPST). Padahal sebelumnya tempat pembuangan disediakan di tepi jalan yang menjadi rute pengambilan oleh truk sampah.</p>
<p>Menanggapi itu, Wakil Ketua DPRD Agus Haris mengatakan memang untuk pembuangan di tepi jalan itu menyebabkan situasi menjadi kumuh. Pandangan mata dan aroma yang tak sedap juga mengganggu pengendara yang melintas di sejumlah titik. Akan tetapi Pemkot Bontang harus mencari solusi yang tepat.</p>
<p>“Menurut saya harus ada skema penanganan sampah yang baik,” kata dia.</p>
<p>Politikus Partai Gerindra ini menyarankan agar pengelolaan sampah dilakukan di lingkup lingkungan terkecil. Pemkot harus memfasilitasi minimal dua RT diberikan satu kendaraan pengangkut sampah beroda tiga. Kendaraan itu nantinya mengangkut sampah tiap warga.</p>
<p>“Harus diberikan fasilitas. Itu juga bisa dibentuk pokmas. Nah peran pokmas nanti bisa sebagai pemilah sampah yang bisa didaur ulang atau tidak,” ucapnya.</p>
<p>Hasil pengelolaan sampah yang bisa didaur ulang menjadi pemasukan dan pembiayaan operasional pokmas. Setelah diangkut menggunakan kendaraan roda tiga, sampah langsung diarahkan ke truk. Ia berharap tiap kelurahan disiagakan satu unit.</p>
<p>Disinggung mengenai faktor dipusatkannya pengambilan sampah di TPST untuk meminimalisasi anggaran pembelian BBM, ia pun memandang berbeda kebijakan pemkot. Menurutnya untuk pelayanan masyarakat yang mendasar memang harus difasilitasi oleh pemkot. Artinya dengan penambahan armada yang berpotensi membengkaknya biaya BBM tak jadi soal.</p>
<p>“Kalau harus 10 miliar rupiah digelontorkan ya tidak masalah. Ini pelayanan jangan berhitung-hitung,” tutur dia.</p>
<p>Permasalahan dengan skema di atas yang berbeda dengan situasi sebelumnya ialah pembuangan sampah tidak dilakukan di median jalan. Tetapi terstruktur dengan kelibatan warga kemudian diangkut menuju TPA oleh armada di tiap kelurahan.</p>
<p><strong>Baca juga; <a href="https://bontangpost.id/di-balik-prestasi-adipura-kencana-pasukan-kuning-keluhkan-banyak-warga-buang-sampah-sembarangan/">Di Balik Prestasi Adipura Kencana, Pasukan Kuning Keluhkan Banyak Warga Buang Sampah Sembarangan</a></strong></p>
<p><strong>Baca juga; <a href="https://bontangpost.id/dianggap-menganggu-estetika-dlh-cabut-tong-sampah-di-pinggir-jalan/">Dianggap Menganggu Estetika, DLH Cabut Tong Sampah di Pinggir Jalan</a><br />
</strong></p>
<p>Sebelumnya Kota Bontang menerima penghargaan Adipura Kencana dari Kementrian Lingkungan Hidup, di Auditorium Dr Soejarwo, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup di Jakarta, Selasa (28/2).</p>
<p>Penghargaan Adipura Kencana tersebut sebagai simbol kota paling bersih di Indonesia. Hal inipun mendapat sambutan hangat dan gembira dari pasukan kuning.</p>
<p>Kerja keras para pahlawan kebersihan berbuah manis. Di saat yang lain masih di bawah selimut, personel pasukan kuning sudah berada di jalan pada pukul 05.30 untuk menyapu ruas demi ruas jalanan.</p>
<p>Tak terkecuali Arniah. Seorang wanita berusia 56 tahun yang mengabdikan diri sebagai petugas kebersihan selama 15 tahun itu membuatnya acap kali bangga dengan prestasi yang ditorehkan Kota Bontang perihal kebersihan lingkungan. Menurut wanita yang bermukim di Kelurahan Guntung ini, raihan penghargaan dari pemerintah pusat sudah lebih dari cukup untuk membayar jerih payahnya bersama rekan-rekan pasukan kuning lainnya selama ini.</p>
<p>“Bontang dapat piala itu saja sudah cukup membuat senang. Bagi saya pribadi, dengan prestasi itu membuat saya semakin semangat menyapu setiap hari,” ucapnya.</p>
<p>Namun, belasan tahun mengabdikan diri, kata Arniah tingkat kesadaraan masyarakat Bontang masih belum maksimal dalam menjaga kebersihan ingkungan. Pasalnya masih banyak masyarakat yang membuang sampah tidak pada tempatnya. “Ya dukanya itu sih. Karena, sudah berulang kali saya ingatkan tapi, tetap saja ada yang buang sampah,” pungkasnya. <strong>(ak)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/biaya-bbm-penanganan-sampah-membengkak-dewan-sebut-tak-masalah/">Biaya BBM Penanganan Sampah Membengkak, Dewan Sebut Tak Masalah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
