<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pencemaran limbah Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/pencemaran-limbah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/pencemaran-limbah/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Fri, 15 Mar 2019 06:49:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>pencemaran limbah Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/pencemaran-limbah/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Polusi, 111 Sekolah Tutup</title>
		<link>https://bontangpost.id/polusi-111-sekolah-tutup/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Mar 2019 10:00:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[pencemaran limbah]]></category>
		<category><![CDATA[polusi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=60343</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUALA LUMPUR – Pencemaran limbah di Sungai Kim Kim, Kota Pasir Gudang, Johor, makin parah. Pemerintah terpaksa menutup 111 sekolah yang diduga terdampak gas beracun. Namun, desakan parlemen untuk menyatakan status darurat nasional belum dituruti. Menurut Channel News Asia, penduduk yang terdampak polusi bahan beracun itu sudah mencapai 1.900 jiwa. Jumlah tersebut termasuk 390 orang [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/polusi-111-sekolah-tutup/">Polusi, 111 Sekolah Tutup</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KUALA LUMPUR – Pencemaran limbah di Sungai Kim Kim, Kota Pasir Gudang, Johor, makin parah. Pemerintah terpaksa menutup 111 sekolah yang diduga terdampak gas beracun. Namun, desakan parlemen untuk menyatakan status darurat nasional belum dituruti.</p>
<p>Menurut Channel News Asia, penduduk yang terdampak polusi bahan beracun itu sudah mencapai 1.900 jiwa. Jumlah tersebut termasuk 390 orang yang masih dirawat di rumah sakit sejak gejala keracunan muncul 7 Maret lalu.</p>
<p>’’Prioritas kami adalah keselamatan murid, guru, dan seluruh karyawan di sekolah. Kami terus menunggu kabar dari Kementerian Lingkungan Hidup,’’ ujar Menteri Pendidikan Malaysia Maszlee Malik sebagaimana dilansir The Strait Times.</p>
<p>Legislator telah mendesak agar pemerintah segera menerapkan status darurat nasional. Dengan begitu, penanganan bencana itu bisa lebih intensif. Namun, hal tersebut ditolak halus oleh Wakil Perdana Menteri Wan Azizah Wan Ismail. ’’Kami harus rapat lebih dulu untuk melihat opsi apa saja yang tersedia,’’ ungkapnya.</p>
<p>Pemerintah memang cukup kalem dalam menangani masalah itu. Pada 10 Maret lalu, mereka sudah menangkap tiga tersangka yang diduga membuang limbah di jembatan yang melintasi Sungai Kim Kim 6 Maret lalu. Mereka terdiri atas pemilik pabrik bahan kimia, pemilik pabrik pembuangan limbah, dan pekerja pabrik pembuangan limbah.</p>
<p>’’Saya rasa situasi masih terkendali,’’ ujar Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menurut Reuters. (bil/c22/dos/jpg)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/polusi-111-sekolah-tutup/">Polusi, 111 Sekolah Tutup</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>RSUD Kudungga Bantah Buang Limbah Oli ke Parit Sekitar</title>
		<link>https://bontangpost.id/rsud-kudungga-bantah-buang-limbah-oli-ke-parit-sekitar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2018 03:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Limbah Oli]]></category>
		<category><![CDATA[pencemaran limbah]]></category>
		<category><![CDATA[rsud kudungga]]></category>
		<category><![CDATA[Sangatta Post]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=46491</guid>

					<description><![CDATA[<p>SANGATTA &#8211; Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga Sangatta membantah jika limbah oli yang berada jauh di parit bangunan belakang merupakan hasil buangan RSUD. Pasalnya, RSUD mengklaim limbah oli yang dihasilkan tidak langsung dibuang, melainkan dikelola. Limbah tersebut dikumpulkan lalu dikirim untuk dikelola. &#8220;Kami punya SOP. Oli bekas itu kami tampung dan kirim. Dokumen lengkap. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/rsud-kudungga-bantah-buang-limbah-oli-ke-parit-sekitar/">RSUD Kudungga Bantah Buang Limbah Oli ke Parit Sekitar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SANGATTA &#8211; Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga Sangatta membantah jika limbah oli yang berada jauh di parit bangunan belakang merupakan hasil buangan RSUD.</p>
<p>Pasalnya, RSUD mengklaim limbah oli yang dihasilkan tidak langsung dibuang, melainkan dikelola. Limbah tersebut dikumpulkan lalu dikirim untuk dikelola.</p>
<p>&#8220;Kami punya SOP. Oli bekas itu kami tampung dan kirim. Dokumen lengkap. Bukti kirim kami juga punya. Pengiriman limbah kami punya bukti. Kami perbaiki semua,&#8221; ujar Direktur RSUD Kudungga, Anik Istiandari.</p>
<p>Masalah lainnya, antara RSUD dan parit yang terdapat genangan oli terbilang jauh. Dibatasi oleh jalan. Sehingga, cukup mustahil oli RSUD mengalir ke parit tersebut.</p>
<p>&#8220;Kan jauh dari rumah sakit. Memang bisa oli RSUD melompat. Enggak mungkin oli nyebrang jalan. Jadi jauh antara parit dan RSUD,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Selain itu, jikapun muncul kecurigaan dari parit RSUD mengalir ke parit yang tercemar oli, hal inipun dapat dibantahkan. Sebab, parit RSUD buntu. Tak terhubung dengan parit belakang RSUD.</p>
<p>&#8220;Kalau aliran parit kami bersih. Itupun buntu juga. Kalau merembes tidak mungkin. Jadi oli tersebut bukan dari RSUD. Mending olinya kami jual dari pada dibuang,&#8221; katanya.</p>
<p>Sebelumnya, lahan di belakang RSUD terbakar. Anehnya, ada beberapa titik api sulit dipadamkan. Saat ditelusuri, terdapat genangan yang diduga oli. Warga menduga, oli tersebut bersumber dari RSUD. (dy)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/rsud-kudungga-bantah-buang-limbah-oli-ke-parit-sekitar/">RSUD Kudungga Bantah Buang Limbah Oli ke Parit Sekitar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sungai Pengadan Diduga Tercemar</title>
		<link>https://bontangpost.id/sungai-pengadan-diduga-tercemar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Sep 2017 03:04:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[pencemaran limbah]]></category>
		<category><![CDATA[sanggata post]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=20048</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kondisi Airnya Keruh dan Berbau SANGATTA &#8211; Sungai Pengadan yang terletak di wilayah Kecamatan Karangan, diduga telah tercemar oleh limbah dari aktivitas kebun perusahaan sawit. Pasalnya, kondisinya kini keruh dan berbau. Bahkan, beberapa warga sempat ada yang dilaporkan mengalami iritasi kulit setelah menggunakan air tersebut. Camat Karangan Suharman berharap, agar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) segera [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/sungai-pengadan-diduga-tercemar/">Sungai Pengadan Diduga Tercemar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kondisi Airnya Keruh dan Berbau</p>
<p>SANGATTA &#8211; Sungai Pengadan yang terletak di wilayah Kecamatan Karangan, diduga telah tercemar oleh limbah dari aktivitas kebun perusahaan sawit. Pasalnya, kondisinya kini keruh dan berbau. Bahkan, beberapa warga sempat ada yang dilaporkan mengalami iritasi kulit setelah menggunakan air tersebut.</p>
<p>Camat Karangan Suharman berharap, agar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) segera menurunkan tim untuk melakukan pemeriksaan terhadap masalah tersebut. Sehingga, jika benar sungai tercemar limbah, pelakunya dapat diminta pertanggungjawaban.</p>
<p>&#8220;Perlu ada pemeriksaan secepatnya. Karena warga sudah dirugikan,&#8221; ucap Suharman, Selasa (5/9).</p>
<p>Dia menerangkan, Sungai Pengadan merupakan satu satunya sumber air bersih utama bagi dua ribu lebih warga Desa Pengadan. Mengingat di kawasan tersebut belum dilayani air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).</p>
<p>&#8220;Dulunya kondisi airnya baik. Bahkan banyak warga yang memanfaatkannya untuk air minum. Tapi, sekarang tidak bisa lagi. Bahkan untuk mandi sekalipun,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Suharman mengaku, pihaknya juga sudah bersurat ke DLH untuk segera melakukan pengecekan. Bahkan, kasus dugaan pencemaran ini juga sudah disampaikan langsung ke Bupati Ismunandar. Sehingga diharapkan segera ada langkah untuk mengatasi perspalan tersebut.</p>
<p>&#8220;Sebagian warga ada yang terpaksa masih menggunakan air dari sungai itu. Karena, kalau pun ada sumber air lain, jaraknya cukup jauh. Yah, mudah-mudahan saja cepat ada tindak lanjutnya,&#8221; harap Suharman. (aj)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/sungai-pengadan-diduga-tercemar/">Sungai Pengadan Diduga Tercemar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pencemaran di Sungai Sangatta Tinggi</title>
		<link>https://bontangpost.id/pencemaran-sungai-sangatta-tinggi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Feb 2017 04:59:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[kutim]]></category>
		<category><![CDATA[pencemaran limbah]]></category>
		<category><![CDATA[sungai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=6142</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; ForDAS Usulkan Agar Dibenahi dan Ditata Ulang SANGATTA – Tingkat pencemaran di Sungai Sangatta saat ini tergolong cukup tinggi. Bukan hanya dari aktivitas kegiatan usaha, namun juga akibat limbah sampah rumah tangga. Itu sebabnya, Forum Daerah Aliran Sungai (ForDAS) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) merekomendasikan penanganan pencemaran Sungai Sangatta sebagai prioritas utama dari 282 sungai [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pencemaran-sungai-sangatta-tinggi/">Pencemaran di Sungai Sangatta Tinggi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>ForDAS Usulkan Agar Dibenahi dan Ditata Ulang</p>
<p>SANGATTA – Tingkat pencemaran di Sungai Sangatta saat ini tergolong cukup tinggi. Bukan hanya dari aktivitas kegiatan usaha, namun juga akibat limbah sampah rumah tangga. Itu sebabnya, Forum Daerah Aliran Sungai (ForDAS) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) merekomendasikan penanganan pencemaran Sungai Sangatta sebagai prioritas utama dari 282 sungai di kabupaten tersebut.</p>
<p>Ketua ForDAS Kutim, Profesor (Prof) Juremi Sugeri mengatakan, perlu adanya pembenahan dan pemetaan terhadap Daerah Aliran Sungai (DAS) Sangatta, untuk meminimalisir tingkat pencemaran. Karena, selain faktor aktivitas kegiatan pertambangan dan perkebunan di hulu sungai, padatnya pemukiman warga di sepanjang aliran sungai juga ikut berkontribusi terhadap pencemaran.</p>
<p>“Selain Sungai Sangatta,  dari hasil indentifikasi karakteristrik terhadap DAS yang dilakukan, tiga sungai lainnya patut menjadi perhatian serius. Seperti, Sungai Bengalon yang menjadi prioritas kedua, kemudian Sungai Karangan yang menjadi prioritas ketiga, dan Sungai Manubar yang menjadi prioritas keempat,” tambah Juremi.</p>
<p>Dia menerangkan, melihat kondisi Sungai Sangatta yang cukup tercemar, kedepan tidak menutup kemungkinan perlu dilakukannya pembangunan jalur hijau di sepanjang DAS Sangatta. Seperti program yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda di sepanjang DAS Karang Mumus. Tentu, dengan membuat jalur hijau, maka akan ada relokasi terhadap masyarakat yang saat ini sudah mendiami sepanjang bantaran aliran Sungai Sangatta.</p>
<p>“Tapi, itu masih dalam kajian kami. Setelah matang, baru kami usulkan ke pemerintah,” ucapnya.</p>
<p>Prof Juremi mengatakan, selama ini pemerintah maupum masyarakat hanya mengetahui bahwa laik atau tidaknya air Sungai Sangatta menjadi bahan baku air minum, dari hasil pengolahan di PDAM Kutim. Namun jika dilihat secara kasat mata, maka Sungai Sangatta sebenarnya terlihat tidak laik menjadi bahan baku air minum masyarakat. Karena, masih banyak kebiasaan warga yang membuang sampah ke sungai.</p>
<p>“Nah, tentu dengan pembenahan dan kesadaran warga menjaga kebersihan Sungai Sangatta, maka kualitas baku mutu air sebagai bahan baku air minum juga meningkat. Apalagi Sungai Sangatta merupakan satu-satunya  sumber bahan baku air minum bagi warga. Jadi harus dijaga dan dipelihara,” tutup Juremi. (aj)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pencemaran-sungai-sangatta-tinggi/">Pencemaran di Sungai Sangatta Tinggi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
