• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Pencemaran di Sungai Sangatta Tinggi

by BontangPost
16 Februari 2017, 12:59
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
BENAHI SUNGAI: Pemukiman padat disepanjang DAS Sangatta menjadi salah satu faktor penyumbang pencemaran, selain aktivitas pertambangan dan perkebunan di hulu sungai. (Foto: Fahrul Razi/SANGATTA POST)

BENAHI SUNGAI: Pemukiman padat disepanjang DAS Sangatta menjadi salah satu faktor penyumbang pencemaran, selain aktivitas pertambangan dan perkebunan di hulu sungai. (Foto: Fahrul Razi/SANGATTA POST)

Share on FacebookShare on Twitter

 

ForDAS Usulkan Agar Dibenahi dan Ditata Ulang

SANGATTA – Tingkat pencemaran di Sungai Sangatta saat ini tergolong cukup tinggi. Bukan hanya dari aktivitas kegiatan usaha, namun juga akibat limbah sampah rumah tangga. Itu sebabnya, Forum Daerah Aliran Sungai (ForDAS) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) merekomendasikan penanganan pencemaran Sungai Sangatta sebagai prioritas utama dari 282 sungai di kabupaten tersebut.

Ketua ForDAS Kutim, Profesor (Prof) Juremi Sugeri mengatakan, perlu adanya pembenahan dan pemetaan terhadap Daerah Aliran Sungai (DAS) Sangatta, untuk meminimalisir tingkat pencemaran. Karena, selain faktor aktivitas kegiatan pertambangan dan perkebunan di hulu sungai, padatnya pemukiman warga di sepanjang aliran sungai juga ikut berkontribusi terhadap pencemaran.

Baca Juga:  Simpan 25,9 Gram Ganja, Dua Pemuda Diringkus 

“Selain Sungai Sangatta,  dari hasil indentifikasi karakteristrik terhadap DAS yang dilakukan, tiga sungai lainnya patut menjadi perhatian serius. Seperti, Sungai Bengalon yang menjadi prioritas kedua, kemudian Sungai Karangan yang menjadi prioritas ketiga, dan Sungai Manubar yang menjadi prioritas keempat,” tambah Juremi.

Dia menerangkan, melihat kondisi Sungai Sangatta yang cukup tercemar, kedepan tidak menutup kemungkinan perlu dilakukannya pembangunan jalur hijau di sepanjang DAS Sangatta. Seperti program yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda di sepanjang DAS Karang Mumus. Tentu, dengan membuat jalur hijau, maka akan ada relokasi terhadap masyarakat yang saat ini sudah mendiami sepanjang bantaran aliran Sungai Sangatta.

“Tapi, itu masih dalam kajian kami. Setelah matang, baru kami usulkan ke pemerintah,” ucapnya.

Baca Juga:  Menengok Aktivitas Masjid Nurul Iman Al Kubaiyah

Prof Juremi mengatakan, selama ini pemerintah maupum masyarakat hanya mengetahui bahwa laik atau tidaknya air Sungai Sangatta menjadi bahan baku air minum, dari hasil pengolahan di PDAM Kutim. Namun jika dilihat secara kasat mata, maka Sungai Sangatta sebenarnya terlihat tidak laik menjadi bahan baku air minum masyarakat. Karena, masih banyak kebiasaan warga yang membuang sampah ke sungai.

“Nah, tentu dengan pembenahan dan kesadaran warga menjaga kebersihan Sungai Sangatta, maka kualitas baku mutu air sebagai bahan baku air minum juga meningkat. Apalagi Sungai Sangatta merupakan satu-satunya  sumber bahan baku air minum bagi warga. Jadi harus dijaga dan dipelihara,” tutup Juremi. (aj)

Baca Juga:  Bocah 8 Tahun Diseret Buaya saat Berenang di Pantai Teluk Lombok
Tags: kutimpencemaran limbahsungai
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

PNS Double SK Tak Dapat Tunjangan 

Next Post

APJTWL Minta Beras Basah Dimaksimalkan 

Related Posts

Proyek Rp12,8 Miliar di Kutim Diperiksa Kejari, Dugaan Kerugian Negara Capai Rp2,25 Miliar
Kaltim

Proyek Rp12,8 Miliar di Kutim Diperiksa Kejari, Dugaan Kerugian Negara Capai Rp2,25 Miliar

25 September 2026, 15:18
Misteri Pelajar SMP Tewas dengan Luka di Leher di Kutim Terungkap, Polisi Sebut Tersayat Dodos Sawit
Kaltim

Misteri Pelajar SMP Tewas dengan Luka di Leher di Kutim Terungkap, Polisi Sebut Tersayat Dodos Sawit

21 Juli 2026, 16:05
DPRD Kutim Pertimbangkan Hak Interpelasi untuk Bupati, Soroti Mandeknya Realisasi APBD 2026
Kaltim

DPRD Kutim Pertimbangkan Hak Interpelasi untuk Bupati, Soroti Mandeknya Realisasi APBD 2026

3 Juli 2026, 18:44
Jembatan Sei Nibung Kutim Dibuka, Pangkas Jarak 140 Km dan Hemat 4 Jam Perjalanan ke Berau
Kaltim

Jembatan Sei Nibung Kutim Dibuka, Pangkas Jarak 140 Km dan Hemat 4 Jam Perjalanan ke Berau

25 Februari 2026, 15:54
NU Dapat Tambang dari Penciutan Lahan Tambang KPC
Kaltim

Kementerian ESDM Gugat Balik Warga Kutim, Pemerintah Disebut Bebal dan Lebih Berpihak ke Pemodal

6 Oktober 2025, 19:00
Warga Sangkulirang Ditemukan Tewas Dimangsa Buaya Enam Meter di Sungai Lebur Kutim
Kaltim

Warga Sangkulirang Ditemukan Tewas Dimangsa Buaya Enam Meter di Sungai Lebur Kutim

27 Juni 2023, 08:05

Terpopuler

  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.