BONTANG – Asosiasi Penyedia Jasa Transportasi Wisata Laut (APJTWL) yang berlokasi di Pelabuhan Tanjung Laut Indah menyayangkan kepada Pemkot Bontang, yang selama ini dinilai kurang dalam memaksimalkan potensi wisata unggulan Bontang, Pulau Beras Basah.
Sebagai asosiasi jasa resmi transportasi penyeberangan ke Beras Basah, APJTWL menilai jika saja Pemkot Bontang mau ikut campur tangan dalam mengembangkan pariwisata pulau di tengah laut tersebut, tentu bisa membantu Pemkot dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ketua APJTWL Billhogen menyebut, terkenalnya suatu daerah salah satunya dipengaruhi dari sektor pariwisatanya. Jika suatu daerah memiliki wisata unggulan, tentu akan mengundang warga dari luar kota untuk berkunjung ke kota tersebut. Hal ini tentu akan berefek pada perekonomian di wilayah tersebut.
“Kita ambil contoh terdekat di Pulau Kumala. Pemerintah di sana sangat fokus mengembangkan sektor pariwisatanya. Tentu saja pariwisatanya di sana cepat berkembang,” sebutnya, Rabu (15/2) kemarin.
Dia menilai, jika daerah lain saja berlomba-lomba dalam meningkatkan sektor pariwisatanya, seharusnya Bontang juga harus demikian. Apalagi Bontang memiliki aset Beras Pantai yang sudah ada sebelumnya, sehingga tidak perlu membuat baru lagi yang notabene memerlukan dana yang banyak
“Beras Basah ini sebenarnya tinggal dimaksimalkan saja,” sebutnya.
Billhogen membeberkan, sektor-sektor yang bisa dimaksimalkan dari Beras Basah ini diantaranya dari retribusi parkir, retribusi penyewaan kapal, penyewaan tenda ataupun gazebo, retribusi kebersihan, maupun retribusi penyewaan tempat penginapan.
Terkait wacana penutupan akibat akan dibangunnya kilang di Bontang, dirinya menyebut hal itu bisa dikomunikasikan dan dicarikan solusi dengan kepala dingin. Penyelesaian masalahnya pun juga harus tidak boleh merugikan pihak manapun.
“Regulasi kan bisa diatur. Kami minta semua itu harus diselesaikan dengan duduk bersama. Dan pemerintah juga harus mementingkan kesejahteraan rakyatnya,” pungkasnya (bbg)





