BONTANGPOST.ID, Bontang – Warga yang hendak menuju Kampung Gotong Royong, Kelurahan Belimbing, Bontang, kini harus mencari jalur alternatif. Pasalnya, akses jalan menuju kawasan tersebut ditutup sepenuhnya menggunakan seng pada Rabu (28/10/2026).
Penutupan itu berkaitan dengan sengketa klaim kepemilikan tanah yang berada di depan akses jalan. Dampaknya, masyarakat yang biasa melintas harus memutar melalui jalur di sekitar RSUD Taman Husada.
View this post on Instagram
Berdasarkan pantauan di lokasi, seng menutup seluruh badan jalan. Pada pembatas tersebut terpasang tulisan yang menyatakan lahan akan segera dibangun ruko, disertai nama Ibu HJ Siti Rabiah (alm. Bapak Yakub Bunga).
Dewi, warga Kampung Gotong Royong RT 49, Kelurahan Belimbing, mengaku tidak mengetahui rencana penutupan tersebut. Ia baru menyadarinya ketika pulang kerja dan mendapati akses jalan sudah terhalang seng.
“Ini baru tahu, enggak tahu tiba-tiba ditutup,” ujarnya.
Petugas Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Kelurahan Belimbing, Ishak Said, menjelaskan bahwa penutupan berkaitan dengan klaim kepemilikan lahan oleh salah satu pihak yang menyatakan tanah tersebut milik Siti Rabiah.
Menurut Ishak, persoalan itu telah beberapa kali dimediasi. Namun, upaya tersebut belum menghasilkan kesepakatan antara pihak-pihak yang berselisih.
“Sudah tujuh kali mediasi, tetapi belum membuahkan hasil,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, penutupan jalan tidak langsung dilakukan secara menyeluruh. Pada tahap awal, seng hanya dipasang untuk menutup sebagian akses sehingga warga masih dapat melintas. Namun, kondisi berubah pada Rabu siang ketika seluruh jalan akhirnya diblokir.
“Puncaknya siang tadi dia memblokir dengan seng. Tadi masih setengah bisa dilalui masyarakat, tetapi sekarang sudah ditutup penuh. Kami masih mendampingi terkait persoalan ini,” jelasnya.
Persoalan tersebut menjadi perhatian karena jalan yang kini tertutup merupakan bagian dari proyek yang dikerjakan pada 2025. Pembangunan jalan itu menelan anggaran sekitar Rp13 miliar melalui APBD Bontang dan telah rampung.
Penutupan akses membuat warga harus menggunakan jalur lain untuk mencapai Kampung Gotong Royong, sementara persoalan klaim kepemilikan tanah masih belum menemui penyelesaian. (*)







