<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>penyebaran kasus DBD Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/penyebaran-kasus-dbd/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/penyebaran-kasus-dbd/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Tue, 30 Mar 2021 05:18:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>penyebaran kasus DBD Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/penyebaran-kasus-dbd/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>168 Orang Terjangkit DBD, 2 Meninggal</title>
		<link>https://bontangpost.id/168-orang-terjangkit-dbd-2-meninggal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yulianti Basri]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Mar 2021 06:00:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[dbd]]></category>
		<category><![CDATA[penyebaran kasus DBD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=85130</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Di tengah pandemi Covid-19, dua orang warga Bontang meninggal karena gigitan nyamuk Aedes Aegypti yang menyebarkan demam berdarah dengue (DBD). Kasus meninggal keduanya terjadi di bulan Februari 2021. Warga Api-Api laki-laki berusia 12 tahun, dan perempuan berusia 8 tahun warga Tanjung Laut, Bontang Selatan. Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Bontang [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/168-orang-terjangkit-dbd-2-meninggal/">168 Orang Terjangkit DBD, 2 Meninggal</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211;</strong> Di tengah pandemi Covid-19, dua orang warga Bontang meninggal karena gigitan nyamuk Aedes Aegypti yang menyebarkan demam berdarah dengue (DBD).</p>
<p>Kasus meninggal keduanya terjadi di bulan Februari 2021. Warga Api-Api laki-laki berusia 12 tahun, dan perempuan berusia 8 tahun warga Tanjung Laut, Bontang Selatan.</p>
<p>Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Bontang Muhammad Ramsi menyebut, total saat ini yang terpapar DBD mencapai 168 orang. Tertinggi, berada di Kelurahan Api-Api sebanyak 24 orang. Selanjutnya, Berebas Tengah dan Gunung Telihan, masing-masing 22 orang. Sementara paparan terendah berada di Kelurahan Bontang Lestari, yakni 1 orang.</p>
<p>&#8220;Diakui saat ini selain DBD ada Covid-19 yang harus kami tangani. Tapi kami berupaya membagi fokus,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Rata-rata masyarakat yang terjangkit DBD yakni anak-anak, namun tak sedikit juga yang menyerang orang dewasa. Untuk itu, Ramsi mengimbau agar pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dilakukan sebaik mungkin demi menghindari penularan DBD. &#8220;Ini kasusnya terbilang tinggi. Tapi memang setiap tahun polanya begitu, Januari-Maret terjadi penularan tertinggi, dibanding bulan lainnya,&#8221; bebernya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-85141" src="https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2021/03/grafiss.jpeg" alt="" width="1280" height="1280" srcset="https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2021/03/grafiss.jpeg 1280w, https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2021/03/grafiss-150x150.jpeg 150w, https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2021/03/grafiss-90x90.jpeg 90w, https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2021/03/grafiss-768x768.jpeg 768w, https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2021/03/grafiss-75x75.jpeg 75w, https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2021/03/grafiss-750x750.jpeg 750w, https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2021/03/grafiss-1140x1140.jpeg 1140w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></p>
<p>Sejumlah upaya juga telah dilakukan Dinas Kesehatan. Di antaranya pembagian bubuk abate ke puskesmas. Maupun fogging. Namun, fogging lebih intens dilakukan di wilayah yang diketahui terdapat paparan kasus DBD.</p>
<p>&#8220;Namanya fogging lokus. Fokus memutus mata rantai,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Yang juga menjadi kendala yakni di masa pandemi ini, petugas yang hendak melakukan penyelidikan atau investigasi di lapangan perihal darimana asal penularan sedikit terkendala. &#8220;Biasanya kan kami sampai ke dalam rumah, ini penyelidikan di luar rumah saja,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Begitu pun dengan juru pemantik (jumantik). Yang tadinya rutin melakukan pemantauan. Sedikit terhambat. &#8220;Karena harus jaga jarak, tidak bisa juga masuk rumah orang sembarangan. Makanya kami minta masyarakat tetap waspada, jaga kesehatan dan kebersihan lingkungan,&#8221; pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/168-orang-terjangkit-dbd-2-meninggal/">168 Orang Terjangkit DBD, 2 Meninggal</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
